| 0859021644119000 | Rp 766,850,011 | |
| 0425702024119000 | - | |
| 0869405357119000 | - | |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - |
| 0023742224119000 | - | |
| 0608439808119000 | - | |
CV Calanda Java Energy | 00*5**9****25**0 | - |
CV Bento Jaya | 05*3**9****19**0 | - |
| 0702785866113000 | - | |
| 0210746095113000 | - | |
PT Indo Limas Konstruksi | 01*7**8****07**0 | - |
Pembangunan Jembatan di Dusun Kehutanan menuju Dusun Hilir Desa
Secanggang Kec. Secanggang
Kabupaten Langkat
PENDAHULUAN
Maksud dari pendahuluan adalah pekerjaan awal dari semua pekerjaan. Metode
Pelaksanaan adalah suatu metode yang dibuat agar pelaksanaan sesuai dengan
spesifikasi teknis, gambar rencana kerja serta kuantitas yang diberikan sehingga bisa
terlaksana dengan optimal. Pada pekerjaan Rehab Jembatan tersebut dan. setelah
melihat kondisi yang ada di Bill of Quantity.
❖ Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan
pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
✓ Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi base camp, pembuatan Kantor Lapangan dan
fasilitasnya dilokasi
proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan
sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
✓ Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas.
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai
disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi
isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
✓ Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk
menentukan kondisi fisik dan struktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada
dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang
terhadap rancangan kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
✓ Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan
standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai
petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan untuk proses
pembuatan Concrete diambil dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat.
✓ Jadwal Konstruksi
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk
dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
✓ Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
Alat-alat yang digunakan adalah: Dump Truck 8 ton, Excavator, Dump truck 3-
4m3,6 ton, Motor Greader, Tandem Roller, Water Tanker Truck, Vibrator Roller,
Concrete Mixer, Wheel Loader, Alat Bantu.
✓ Papan Nama Proyek
a. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
b. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
pekerjaan.
c. Bahan yang dipakai : kayu kaso, baliho dan lain-lain.
d. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
e. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
✓ Administrasi dan Dokumentasi
Pekerjaan ini dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai
kontrak proyek dengan bobot pekerjaan.Pekerjaan Dokumentasi ini dilaksanakan
dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai kontrak proyek Pekerjaan
dokumentasi harus bisa menunjukkan foto 0%, 50%, 100%, dan back up data
harus sesuai dengan kondisi lapangan.
URAIAN METODE
Metode pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan pada Peningkatan
Struktur Jalan Provinsi diuraikan sebagai berikut : Pelaksanaan pekerjaan dilapangan
dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor pelaksana yang telah ditunjuk dan
diawasi langsung oleh konsultan, pengawas dan Departemen Pekerjaan Umum.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan
spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen
kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk
dari konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan
keinginan pemilik proyek.
Sebelum sesuatu pekerjaan dilaksanakan, perlu disusun dulu langkah – langkah atau
tahapan pelaksanaan pekerjaan. Namun juga dipersiapkan metode – metode dan
beberapa peralatan kerja yang digunakan. Adapun langkah – langkah pelaksanaan
pekerjaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut ini :
URAIAN/ PENJELASAN
Uraian atau penjelasan dari item-item pekerjaan serta Jadwal Pelaksanaan
Pekerjaan tersebut diatas dapat di lihat di Kurva S.dan untuk uraian dan
penjelasanya adalah sebagai berikut
DIVISI 1
U M U M
U r a i a n
Dalam item pekerjaan umum ini menjelaskan pekerjaan seperti : Mobilisasi
dan Manajemen Keselamatan Lalu Lintas, meliputi pekerjaan pendahuluan untuk
mendukung pekerjaan awal, dalam pekerjaan awal tahapan yang dilakukan seperti
1.2. MOBILISASI.
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam kontrak ini akan
tergantung pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana
disyaratkan di bagian-bagian lain dari Dokumen Kontrak, dan secara umum harus
memenuhi berikut:
o Mobilisasi dan Demobilisasi Personil dan Peralatan.
Mobilisasi dan Demobilisasi. Mobilisasi mencakup mobilisasi personil teknik
dan peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan. semua Personil Penyedia Jasa
sesuai dengan struktur organisasi pelaksana yang telah disetujui
oleh Direksi pekerjaan termasuk para pekerja yang diperlukan dalam
pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan dalam Kontrak termasuk, tetapi tidak
terbatas. Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas (KMKL) sesuai
dengan ketentuan yang disyaratkan dalam Personil Ahli K3 atau Petugas K3
sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dari Spesifikasi ini dan Manajer
Kendali Mutu (Quality Control Manager, QCM) sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dari Spesifikasi ini. Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan namun ketentuan ini hanya
berlaku untuk pentahapan mobilisasi peralatan utama dan personel terkaitnya,
dan harus sudah diatur jadwalnya terlebih dahulu saat tahap pengadaan jasa
pemborongannya. Pengaturan mobilisasi secara bertahap ini tidak menghapuskan
denda sesuai Pasal akibat keterlambatan mobilisasi setiap tahapannya sesuai
jadwal yang disepakati dan merupakan bagian yang tidak terpisah dari Kontrak.
Setiap tahapan Mobilisasi peralatan Utama harus terlebih dulu diajukan
permohonan mobilisasinya oleh Penyedia jasa. kepada Direksi pekerjaan paling
sedikit 30 hari sebelum tanggal rencana awal mobilisasi setiap peralatan utama
tersebut.
Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang
tercantum dalam suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana peralatan tersebut
akan digunakan menurut Kontrak ini. Direksi pekerjaan perlu melakukan
monitoring/ harian atas rencana mobilisasi hingga terlaksananya mobilisasi
peralatan utama beserta personil operator terkait dengan lengkap dan baik.
Dalam segala hal.
Mobilisasi personil dan peralatan utama yang dilakukan secara bertahap dan
terjadwal tidak boleh melampaui dua pertiga periode pelaksanaan konstruksinya.
Demobilisasi (Pengembalian untuk Semua) seperti semula Pembongkaran tempat
kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir kontrak, termasuk pemindahan semua
instalasi, personil, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan
pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula atau seperti
awal sebelum Pekerjaan dimulai.
o Pemeriksaan lapangan.
Pengukuran dan Pematokan dilakukan sesuai dengan bestek yang telah
disetujui dan disaksikan oleh PPK, Asisten Teknis, Pengawas dan Konsultan, atau
wakilnya di lapangan. Menyediakan personil ahli teknik untuk memperlancar
pelaksanaan pekerjaan sehingga diperoleh
mutu, dan dimensi sesuai yang disyaratkan dalam ketentuan.
Pada awal pelaksanaan pekerjaan, personil tersebut disertakan dalam
pelaksanaan suatu survei lapangan yang lengkap dan menyiapkan laporan hasil
survei lapangan untuk menentukan kondisi fisik struktur jembatan. Laporan survey
diserahkan ke Direksi Pekerjaan untuk direvisi minor jika ada perubahan dari
perencanaan awal dan menyelesaikan serta menerbitkan detail pelaksanaan
sebelum kegiatan pelaksanaan dimulai.
Selanjutnya personil tersebut disertakan dalam pematokan (staking out) dan
survei seluruh proyek. Survei dilaksanakan di bawah pengawasan Asisten Teknis,
Pengawas dan Konsultan atau wakilnya dilapangan, yang menjamin bahwa semua
kondisi yang ada telah dicatat dengan baik dan teliti. Formulir pelaporan kondisi
tersebut dalam format yang dapat diterima Direksi Pekerjaan.
o Pengukuran dan Pematokan kembali.
Pengukuran dan pematokan kembali dilakukan setelah pihak penyedia jasa
menerima Surat Perintah Melaksanakan Pekerjaan (SPMK) dari pihak pengguna
jasa (Pejabat Pembuat Komitmen). Dari pihak penyedia
jasa terdiri dari tim teknis yang akan melakukan pengukuran ulang di lokasi
kegiatan dengan melakukan pengukuran terhadap panjang dan lebar jalan/
jembatan, melakukan pengukuran ulang kondisi eksisting jalan. Pada tiap – tiap
lokasi pembangunan jalan / jembatan dibuat patok pengenal. Setelah dilakukan
pengukuran dan pematokan pihak penyedia jasa meminta persetujuan pihak
pengguna jasa terhadap hasil pematokan yang telah dilakukan untuk dibuat shop
drawing pekerjaan tersebut.
o Pembersihan lokasi pekerjaan.
Setelah shop drawing pekerjaan digambarkan dan mendapat persetujuan dari
pihak Direksi Teknis maka pihak penyedia jasa melakukan pembersihan lokasi
pekerjaan. Lokasi pekerjaan dibersihkan dari sampah-sampah atau bahan lainnya
yang dapat menggangu pelaksanaan pekerjaan.
o Pembuatan direksi keet.
Pembuatan direksi keet ditujukan agar alat – alat pertukangan dapat
disimpan dengan aman di lokasi ruang penyimpanan pada direksi keet, sebagai
tempat kerja dari tim teknis kontraktor agar dapat mengkoordinir pelaksanaan
pekerjaan.
o Material dan Penyimpanan.
Bahan / Matrial yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan
untuk proses pembuatan Concrete diambil dari Quary Sungai yang berada di
lokasi setempat.
Penyimpanan bahan harus sedemikian rupa sehingga mutunya terjamin dan
terpelihara.dan jika bahan kita di tumpuk ( stockpiles ) terutama berbagai jenis
Agregrat yang akan di pergunakan juga harus dijaga dari Segredasi dan Kadar
Air yang berlebihan
o Kantor dan Laboratorium Lapangan serta Fasilitasnya.
Tahap berikut ini penentuan lokasi kantor lapangan dan fasilitasnya
(basecamp), pembuatan Kantor Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan
kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan
tahapan pelaksaan pekerjaan.
Laboratorium Lapangan, yaitu tempat meletakkan peralatan laboratorium
yang setiap saat diperlukan di lapangan agar mutu terjamin, seperti alat Sand
Cone, timbangan dan alat lainnya.
Kantor Lapangan harus sesuai dengan Speksipikasi serta mempertimbangkan
aspek gender. Kantor lapangan juga harus menyediakan ruangan yang
dipergunakan untuk rapat kemajuan Pekerjaan.
o Administrasi dan Dokumentasi.
Pekerjaan administrasi dan dokumen ini seperti Pemasangan Papan Nama
Proyek, Pembuatan Laporan dan Buck Up Data dilaksanakan dari awal kontrak
proyek berjalan sampai selesai kontrak proyek dengan bobot pekerjaan. Pekerjaan
Dokumentasi ini dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai
kontrak proyek Pekerjaan dokumentasi harus bisa menunjukkan foto 0%, 50%,
100%, dan back up data harus sesuai dengan kondisi lapangan.
SKh-1.22. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
Penyediaan Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri:
1. Penyusunan pelaporan penerapan SMKK
2. Spanduk (Banner)
3. Papan Informasi Keselamatan konstruksi
4. Tali Keselamatan (Life Net)
5. Topi pelindung (Safety Helmet)
6. Sarung tangan (Safety Gloves)
7. Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
8. Rompi keselamatan (Safety Vest)
9. Rambu informasi
DIVISI 3.
PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK.
'3.1.(4) Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 2 meter
Sebelum kita melaksanakan suatu pekerjaan terlebih dahulu kita harus
mengajukan Request for working kepada Asisten Teknis dan Pengawas Lapangan .
Selanjutnya setelah kita mendapatkan persetujuan dari Asisten Teknis dan
Pengawas Lapangan baru kita lanjutkan pada pekerjaan Tanah dan Geosintetik
yang mencakup Galian Biasa pada pekerjaan Galian Struktur segala jenis tanah
dalam batas pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam Gambar untuk
Struktur. Setiap galian yang didefinisikan sebagai Galian Biasa atau Galian Batu
atau Galian Perkerasan Beton tidak dapat dimasukkan dalam Galian Struktur.
Galian Struktur terbatas untuk galian lantai beton pondasi jembatan,
tembok penahan tanah beton, dan Struktur beton perniktil beban lainnya selain yang
disebut dalam spesifikasi ini. Pekerjaan galian Struktur juga meliputi: penimbunan
kembali dengan bahan yang disetujui oleh Asisten Teknis, pembuangan bahan
galian yang tidak terpakai; semua keperluan drainase, pemompaan, penimbaan,
penurapan, penyokong; pembuatan tempat kerja atau cofferdam beserta
pembongkarannya.
Tahapan Pekerjaan :
1. Sebelum melaksanakan pekerjaan galian type ini terlebih dahulu Penyedia
Jasa memberitahu Direksi Pekerjaan bahwa pekerjaan galian segera
dimulai.
2. Semua peralatan dan perlengkapan untuk menggali dan mengangkut
tanah hasil galian disediakan terlebih dulu. Gambar kerja, alat-alat yang
sesuai bestek,
3. Untuk pengangkutan kami membuat jalur kendaraan sendiri dengan
mempertimbangkan keadaan tanah yang ada.
4. Pelaksana membawa gambar kerja untuk mengarahkan pada mandor
yang selanjutnya diteruskan kepada para pekerja supaya dalam
pelaksanaan tidak melenceng dari gambar.
5. Pekerja menggali menggunakan cangkul, gancu bila ada akar atau batu
besar harus diambil, agar dalam pekerjaan pasangan tidak mengganggu.
6. Tanah hasil galian dengan Excavator langsung dibawa/diangkut
menggunakan Bulldozer ke tempat pembuangan yang telah disetujui oleh
Direksi pekerjaan.
7. Galian tanah dibuat dengan kemiringan sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk dari Direksi pekerjaan.
8. Galian dikerjakan dengan hati-hati agar tidak merusak konstruksi/
struktur tanah di bawah tanah yang digali. Apabila dalam pelaksanaan
9. galian terlalu dalam, maka kami akan mengurug kembali bagian yang
terlalu dalam dan dipadatkan sehingga struktur tanah tidak mudah
longsor.
10. Pekerja dilengkapi dengan perlengkapan keamanan, seperti : helm
proyek, sepatu boot, sarung tangan dan safety bel untuk mencegah hal-
hal yang tidak diinginkan (kecelakaan).
11. Jadwal pekerjaan efektif 7 jam kerja dalam 1 hari, dimulai dari pukul
07.00 s/d 16.00 dan bila dipandang perlu karena pekerjaan tidak
memenuhi target pada jadwal pelaksanaan, maka diadakan jam
tambahan/ lembur.
12, .Pelaksana selalu mengawasi pekerjaan yang sedang berlangsung,
sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan cepat dan efisien.
13. .Setelah pekerjaan galian selesai kami memberitahukan kepada Direksi
pekerjaan untuk diadakan pengukuran pekerjaan galian apakah sesuai
dengan rencana kerja, spesifikasi dan RAB.
3.2.(2a). TIMBUNAN PILIHAN DARI SUMBER GALIAN
Setelah pekerjaan Divisi 7 selesai Pekerjaan Timbunan Pilihan dari Sumber
Galian diperlukan untuk mencapai muka tanah yang diinginkan untuk mencapai
elevasi yang mendukung perencanaan teknis sesuai dengan elevasi yang tertera
dalam gambar kontarak urugan dilakukan pada tanah dasar yang telah bersih dari
segala macam benda-benda yang dapat mengakibatkan turunnya muka tanah, hal
ini perlu dilakukan untuk menghindari perubahan pada timbunan, oleh karena itu
misalnya kayu, tumbuh-tumbuhan, sampah-sampah maupun yang lain yang dapat
mengganggu terjadinya kerusakan timbunan harus di buang dari lokasi pekerjaan.
Untuk urugan tanah galian pondasi.
Setelah tanah dipasang pondasi maka perlu diurug kembali. Timbunan
dilakukan menggunakan alat bolt dozer dan di padatkan degan menggunakan
mesin gilas 8 ton – 10 ton hingga sesuai dengan kepadatan yang disyaratkan
dalam spesipikasi teknis, jika belum mencapai kepadatan yang disyaratkan harus di
gilas berulang ulang hingga mencapai spesipikasi tehnis.
Pekerjaan Pemadatan
Cara-cara dan peralatan yang digunakan untuk pekerjaan pemadatan harus
disesuaikan dengan jenis dan letak dari tanah yang akan dipadatkan. Untuk
pemadatan ringan dapat digunakan portable soil compactor. Penggunaan alat-alat
penumbuk konvensional dengan berat 15-20 kg hanya dapat digunakan dalam hal-
hal tertentu dengan persetujuan Direksi. Pemadatan tanah/pasir selalu disertai
dengan penyiraman secukupnya untuk mencapai kepadatan optimal. Tempat-
tempat yang berair harus dikeringkan dahulu sebelum dilakukan pemadatan.
Lumpur-lumpur yang terjadi akibat genangan air harus dikeluarkan dan
diganti dengan tanah/bahan lain yang disetujui. Utuk mendapatkan hasil
pekerjaan timbunan dari tanah galian yang baik yang memnuhi syarat standar
mutu
o Permukaan bidang timbunan dipadatkan terlebih dahulu dengan
nilai kepadatan yang sudah ditentukan (sesuai spesifikasi)
o Bahan timbunan (hasi galian) memenuhi syarat, bebas dari material
organic kotoran, akar, rumpu top soil.
o Bahan timbunan yang kami pergunakan telah disetujui Direksi
Pekerjaan. Pemadatan dilakukan dengan manual.
DIVISI 7.
S T R U K T U R
'7.1 (6a). Beton struktur, fc’25 Mpa
Setelah pekerjaan Divis '7.1 (7a). selesai. Selanjut nya Jembatan dengan Beton mutu
sedang (25 MPa) merupakan beton mutu sedang yang bersifat structural yang
digunakan untuk beton bertulang seperti bangunan jembatan, abudmen, dan
perkerasan beton semen. Dalam kegiatan ini beton mutu sedang diperuntukkan untuk
struktur bangunan bawah jembatan (abudmen Jembatan). Pekerjaan ini juga sudah
termasuk papan perancah untuk bakesting acuan pengecoran.
Pengecoran tidak boleh dimulai sebelum pekerjaan acuan dan pekerjaan persiapan
seperti yang dirinci dibuat dan disetujui oleh Asisten Teknik. Dan Pengawas
Lapangan Seluruh pemasangan tulangan harus disetujui oleh Asisten Teknik dan
diperlengkapi dengan cukup jumlah tulangan beton sehingga pengecoran dan
pemadatan beton tidak menyebabkan penggeseran tulangan atau menyebabkan
tulangan terIalu dekat dengan permukaan luar beton.
Persiapan-Persiapan
Sebelum mulai pengecoran, semua peralatan, material dan tenaga kerja harus ada
pada pos-pos yang tepat dan peralatan harus dalam kondisi yang bersih dan siap untuk
digunakan. Permukaan dalam acuan harus dibersihkan dari material lepas, debu serta
potongan-potongan kawat/baja. Acuan yang dibuat dari kayu dan yang mungkin
menyerap air harus dibasahi sampai kenyang dengan air.
Pemakaian bahan pembantu untuk memudahkan pembongkaran acuan sesudah beton
mengeras harus dilaksanakan dengan hati-hati sedemikian sehingga tidak akan
mengganggu ikatan antara tulangan baja dan beton. Permukaan beton yang sudah
mengeras didekatnya akan dicor dengan beton yang masih segar harus dibuat kasar,
dan dibersihkan dahulu darl material lepas dan material yang mudah pecah dan telah
disiram dengan air sampai kenyang air.
Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, baja tulangan dan benda lain yang
harus dimasukkan kedalam beton (seperti pipa atau selongsong)) harus sudah
dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran. Acuan yang
dibuat dapat dari kayu atau baja dengan sambungan dari adukan yang kedap dan kaku
untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama pengecoran.
Pemadatan dan perawatan, dan acuan dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar
tanpa merusak beton. Segera sebelum beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air
atau diolesi minyak disisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas.
Bahan dan material yang telah disetujui dicampur dan diaduk menggunakan Concrete
Mixer dilokasi pekerjaan, kemudian campuran beton dituang kedalam acuan.
Pelaksanaan Proses Pengecoran
Kecuali bila disetujui oleh Asisten Teknik, maka pengecoran harus dilakukan
pada waktu siang hari. Seandainya diperlukan pengecoran pada waktu malam, semua
penerangan dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan harus dipersiapkan
dengan baik. Pengecoran harus dilakukan segera sesudah proses pengadukan telah
selesai dan sebelum beton telah mengeras. Keterlambatan pada pengecoran akan
diijiinkan dalam batas-batas yang ditetapkan sebelumnya (hal yang darurat), beton
masih dapat dikerjakan tanpa penambahan air.
Pengecoran dan pengerjaan beton harus diakhiri dalam periode 20 menit sesudah
beton telah meninggakan mesin
pengaduk, kecuali apabila digunakan bahan tambahan untuk memperlambat proses
pengerasan beton. Pelaksanaan pengecoran beton harus dilaksanakan sehingga tidak
terjadi pemisahan material. Adukan beton tidak diizinkan untuk ditumpuk dalam
jumlah besar dalam satu tempat yang harus diratakan pada seluruh Acuan kemudian.
Dinding beton harus dituang/dicor dalam lapis horizontal, lapis demi lapis, setiap lapis
pada seluruh panjang.Lantai Jembatan
Peralatan yang digunakan adalah :
• Mixer.
• Truk Mixer.
• Water Tank.
'7.1 (7a). Beton strukur, fc’20 MPa
Setelah pekerjaan Divis '7.1 (10) selesai. Selanjut nya pekerjaan Beton Struktur (20
MPa) merupakan beton mutu sedang yang bersifat structural yang digunakan untuk
beton bertulang seperti bangunan Atas dan bawah jembatan,lantai kerja dan rabat
beton, dan perkerasan beton semen. Dalam kegiatan ini beton mutu sedang
diperuntukkan untuk struktur bangunan Atas dan bawah jembatan (lantai kerja dan
rabat beton). Pekerjaan ini juga sudah termasuk pembuatan perancah dan bekisting
untuk acuan pengecoran.
Sebelum melakukan pekerjaan, penyedia jasa terlebih dahulu menunjukan semen
usulan agregat dan campuran yang memadai berdasarkan hasil pengujian material
dan campuran di laboratorium berdasarkan kuat beton untuk umut 7 dan 28 hari, atau
umur yang lain yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara
berurutan sesuai dalam spesifikasi teknik, mulai dari pengujuian DMF hingga
persetujuan JMF.
7.1.( 10 ). Beton, fc’10 Mpa
Setelah pekerjaan Divis 3 '3.1.(4) selesai. Selanjut nya pekerjaan Beton Struktur (10
MPa) merupakan beton mutu sedang yang bersifat structural yang digunakan untuk
beton bertulang seperti bangunan Atas dan bawah jembatan,lantai kerja dan rabat
beton, dan perkerasan beton semen. Dalam kegiatan ini beton mutu sedang
diperuntukkan untuk struktur bangunan Atas dan bawah jembatan (lantai kerja dan
rabat beton). Pekerjaan ini juga sudah termasuk pembuatan perancah dan bekisting
untuk acuan pengecoran.
Sebelum melakukan pekerjaan, penyedia jasa terlebih dahulu menunjukan semen
usulan agregat dan campuran yang memadai berdasarkan hasil pengujian material
dan campuran di laboratorium berdasarkan kuat beton untuk umut 7 dan 28 hari, atau
umur yang lain yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara
berurutan sesuai dalam spesifikasi teknik, mulai dari pengujuian DMF hingga
persetujuan JMF.
'7.6.(12a) Penyediaan Tiang Pancang Beton Pratekan Pracetak diameter 400 mm
Tiang Pancang disimpan di sekitar lokasi yang akan dilakukan pemancangan. Tiang
pancang disusun seperti piramida, dan dialasi dengan kayu 5/10. Penyimpanan
dikelompokan sesuai dengan type, diameter yang sama
Gambar. Penyiapan Tiang Pancang
'7.6.(18a) Pemancangan Tiang Pancang Beton Pratekan Pracetak diameter 400 mm
Pekerjaan Pemancangan
Pada pekerjaan pemancangan ada beberapa proses pemanancangan sebagai berikut.
Pertama adalah menentukan titik tiang pancang dengan menggunakan alat theodolit
kemudian memberikan tanda pada setiap titik di lapangan yang akan dilakukan
pemancangan.
Gambar. Pemasangan Tiang Pancang
Kedua, membubuhi tanda pada setiap tiang pancang dan mencatat tanggal pada saat
tiang di pancang dan di cor.
Ketiga, pengangkatan dan pemindahan tiang pancang. Kemudian melakukan rencana
pengurutan pada tiang pancang. Tiang pancang diangkat dengan melindungi kepala
tiang menggunakan bantalan topi. Kemudian tiang pancang dikaitkan pada sling yang
terdapat pada alat, lalu ditarik sampai tiang pancang masuk dibagian alat pancang.
Kemudian tiang pancag diluruskan dengan memposisikan tiang pancang secara
vertikal dari dua arah yang saling tegak lurus dengan menggunakan theodolite dan
waterpass. Keempat, setelah posisi vertical disesuaikan maka dilakukan pemancangan
dengan menekan tiang pancang menggunakan hammer. Bila kedalaman pemancangan
sudah mencapai batas tiang pancang, maka dilakukan penyambungan dengan tiang
pancang berikutnya dengan cara pengelasan. Pemancangan dilakukan sampai
penembusan maksimal yang sesuai dengan gambar teknis. Setelah titik pemancangan
tiang pertama selesai dilaksanakan, dilanjutkan ketitik berikutnya dengan langkah
yang sama. Ketika tiang pancang hampir mencapai top pile yang disyaratkan, maka
dilakukan proses kalendering untuk menghitung daya dukung tanah secara praktis
melalui perhitungan yang dihasilkan dari pemukulan tiang pancang. Jenis pondasi
tiang pancang yang digunakan pada proyek ini yaitu Spun Pile dengan jenis Precast
concrete Pile. Precast concrete pile adalah pondasi tiang dari beton bertulang yang
telah dicetak terlebih dahulu di pabrik kemudian dibawak ke lokasi proyek lalu
dimasukkan ke dalam tanah pada saat pemancangan. Spun pile merupakan bentuk
tiang pancang yang ada lubang tiang pancang ini dilakukan menggunakan alat berupa
palu beton. Pembobokan tiang pancang dilakukan pada bagian betonnya dengan
ketinggian 50 cm. Tulangan pondasi yang tersisa digunakan sebagai teknik penyaluran
yang berfungsi sebagai penghubung antara pondasi sumuran dengan kepala tiang.
7.3.( 1). Baja Tulangan Polos-BjTP 280
Sebenarnya Pekerjaan Penulangan Baja Polos dilaksanakan sebulum Pengecoran
Beton untuk Fc, 30 Mpa dan fc 20 Mpa dilaksanakan dan seterusnya dan seperti
biasa sebelum kita masuk pada pekerjaan selanjutnya terlebih dahulu kita
mengajukan Request For Working kepada Asisten Teknik dan Pengawas Lapangan
dan setelah mendapatkan izin kita melanjutkan pada Pekerjaan ini mencangkup
pengadaan dan pemasangan baja tulangan untuk (Lantai Jembatan).
Tahapan Pekerjaan :
1. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan diserahkan
kepada direksi untuk disetujui.
2. Baja tulangan dipotong dengan alat berbanding set dan dirangkai sesuai gambar
rencana.
3. Baja Tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga beton yang menutupi
bagian luar baja tidak terekspos langsung dengan udara atau terhadap air tanah
atau yang lainnya.
Penulangan
Setelah acuan selesai, maka harus diolesi dengan minyak bekisting atau oli bekas.
Setelah itu mulai dipasang baja tulangan dalam acuan tersebut, dengan
memperhatikan selimut tebal selimut beton dengan menahan baja tulangan dengan
beton decking. Mutu beton decking harus lebih tinggi dari beton yang akan dicor.
Prosedur Pekerjaan pekerjaan penulangan yaitu:
1. Menyiapkan material baja tulangan sesuai dengan ukuran dan gambar yang
sudah direncanakan.
2. Menyiapkan lokasi untuk pemotongan dan perakitan tulangan.
3. Menyiapkan peralatan dan tenaga penulangan sesuai dengan yang
dibutuhkan.
4. Pastikan perakitan tulangan dengan bendrat bersilang tumpang tindih.
5. Potong dan rakit pembesian dengan sesuai ukuran gambar rencana.
6. Menyiapkan lokasi pemasangan panel rakitan pembesian di lapangan bersih
dari segala kotoran.
7. Pastikan posisi ikatan antar besi tulangan sudah cukup kuat dan pada
tempatnya.
7.9.(1). Pasangan Batu
Setelah selesai pekerjaan Struktur Beton dan sudah diperiksa oleh Asisten dan
Pengawas selanjutnya pekerjaan Pasangan batu dilaksanakan untuk pembuatan
Tembok Sedada pada lokasi-lokasi tertentu berfungsi sebagai dinding pengaman
pengguna jalan. Bahan material yang digunakan batu belah, pasir pasang dan semen.
Lokasi pekerjaan sesuai dengan rencana yang sudah di buat.
Prosedur pekerjaan : Sebelum melakukan pekerjaan harus Dibuat dulu
gambar request dan diserahkan kepada Asisten Teknik untuk disetujui. Menyerahkan
hasil pengujian material (job mix design) yang akan digunakan harus sesuai
Spesifikasi Teknik yang disyaratkan. Menyerahkan daftar peralatan yang akan
digunakan Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi apakah lokasi
pekerjaan sudah memenuhi syarat untuk dilaksanakan pekerjaan tersebut.:
a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukan dalam
gambar seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan, yang dibuat dari
Pasangan Batu. Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan.
b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti dinding
penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala gorong-gorong besar dari
pasangan batu yang digunakan untuk menahan beban luar yang cukup besar.
Bilamana fungsi utama suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan, bukan sebagai
penahan beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai gorong-gorong
(spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau disekitar
ujung gorong-gorong.
✓ Pencampuran dan Pemasangan
a) Seluruh bahan kecuali air harus dicampur, baik dalam kotak yang rapat atau
dalam alat pencampur adukan yang disetujui, sampai campuran menunjukan
warna yang merata, kemudian air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan
lima sampai sepuluh menit. Jumlah air harus sedemikian sehingga
menghasilkan adukan dengan konsistensi (kekentalan) yang diperlukan
tetapi tidak boleh melebihi 70% dari berat semen yang digunakan.
b) Adukan semen dicampur hanya dalam kuantitas yang diperlukan untuk
penggunaan langsung. Bilamana diperlukan, adukan semen boleh diaduk
kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal.
Pengadukan kembali setelah waktu tersebut diperbolehkan
c) Adukan semen yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah ait ditambahkan
harus dibuang.
✓ Pemasangan
a) Permukaan yang akan menerima adukan semen harus dibersihkan dari minyak
atau lempung atau bahan terkontaminasi lainnya dan telah dibasahi sampai
merata sebelum adukan semen ditempatkan. Air yang tergenang pada
permukaan harus dikeringkan sebelum penempatan adukan semen.
b) Bilamana digunakan sebagai lapis permukaan, adukan semen harus
ditempatkan pada permukaan yang bersih dan lembab dengan jumlah yang
cukup sehingga menghasilkan tebal adukan minimum 1,5 cm dan harus
dibentuk menjadi permukaan yang halus dan rata.
Pekerjaan Lain - lain
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kami Pelaksana akan melakukan
pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan dibongkar
dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada
semua lini yang terjadi akibat efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana
bersama-sama konsultan pengawas/ Direksi, PPK dan KPA melakukan serah terima
pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu .......hari segala
sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana
dan harus dilakukan perawatan.serta pelaksana juga harus melengkapi berkas-berkas
antara lain :
1. Foto Dokumentasi, Laporan dan Beck Up Data
Foto dokumentasi dibuat dalam rangkap 7 (tujuh) pada pekerja awal, 0 %, 50 % dan
pekerjaan selesai 100 %. Foto dokumentasi harus mendapat persetujuan dari Direksi
pekerjaan. Foto dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan proyek dan untuk mengetahui
tingkat kemejuan proyek. Laporan pekerjaan berupa laporan harian, mingguan dan
bulanan serta gambar kerja dan gambar terpasang. Back up data dibuat agar
memudahkan untuk perhitungan dan pemeriksaan pekerjaan sebagai referensi dalam
peninjauan ulang terhadap pekerjaan yang dilakukan pengawas lapangan, konsultan
pengawas dan direksi pekerjaan. Back up data memuat perhitungan dan gambar
terpasang dilapangan.
2. Pekerjaan Finishing.
Pekerjaan finishing ialah akhir dari semua kegiatan penyempurnaan pekerjaan yang
ada dilapangan.Semua pekerjaan yang dkerjakan apabila belum sempurna atau rusak
terlebih dahulu diperbaiki sebelum penyerahan pertama kepada Pengguna Jasa
Semua sisa – sisa bahan atau material yang ada dilapangan yang tidak dipergunakan
lagi, disingkirkan dibersihkan dan dibuang ketempat yang aman dari lokasi pekerjaan.
3. Berita Acara Penyelesaian Akhir.
Sesuai syarat-syarat kontrak, maka pada batas waktu pemeliharaan penyedia jasa
mengajukan permohonan untuk penyerahan akhir, setelah terlebih dahulu
menyelesaikan semua kewajiban perbaikan (Remedial Work) yang diminta oleh Panitia
Serah Terima.
4. Penutup.
Demikian Metode Pelaksanaan ini secara garis besar yang dapat kami sampaikan
sebagai usulan tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup dalam rincian pekerjaan.
Methode pelaksanaan yang lebih detail akan dibuat pada saat pelaksanaan. Tentu saja
didalam pelaksanaannya nanti dapat timbul ide-ide baru, yang disesuaikan dengan
dokumen dan gambar-gambar dalam tender. Hal-hal yang lebih terinci lagi akan
dibuat lebih lanjut sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan nanti.Mudah-mudahan
uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkah-langkah
yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.