METODE PELAKSANAAN
Rehabilitasi Plat Decker di Jalan Sei Wampu Kelurahan Pekan
Tanjung Pura Kec. Tanjung Pura
PERENCANAAN LAPANGAN.
Perencanaan Lapangan Kerja (Site Planning) dibuat untuk mengatur
penempatan peralatan, stok material dan sarana penunjang lainnya yang
akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan proyek, misalnya :
1. direksi keet,
2. gudang,
3. barak kerja,
4. posisi peralatan, dan fungsi lainnya,
Disamping itu site planning juga mengatur urutan pekerjaan sehingga dalam
pelaksanaan tidak mengganggu pekerjaan lainnya atau pekerjaan
berikutnya. Dalam menempatkan material kebutuhan pelaksanaan di
lapangan akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu
kelancaran lalu lintas dan tidak menimbulkan masalah keselamatan kerja.
MANAJEMEN PROYEK.
Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan ditangani tenaga-
tenaga trampil yang sudah berpengalaman dalam menagani proyek.
Sehingga keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan benar- benar terjamin,
sesuai dengan yang diharapkan semua pihak. Tenaga kerja yang akan diikut
sertakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah tenaga kerja yang telah
dibina kemampuan dan produktifitasnya dalam pelaksanaan proyek.
1. Struktur Organisasi.
Pelaksanaan Pekerjaan di lapangan dipimpin General Superintendent
yang dibantu oleh Personil Inti yaitu : Bridge Engineer , Quality Engineer
, Quantity Engineer dan Personil Petugas K3.
2. Koordinasi
Dalam pelaksanaan pekerjaan terjadi interaksi antara perusahaan dengan
pihak lain, antara lain Konsultan Pengawas, Pengawas Lapangan dari
pihak proyek, Supplier dan pihak lain yang berkaitan dengan
pelaksanaan proyek. Dalam interaksi tersebut diperlukan adanya
koordinasi antar pihak dalam menyelesaikan persoalan yang muncul
dalam pelaksanaan pekerjaan. Site Manager akan memimpin semua
kegiatan proyek, baik dibidang administrasi dan teknis pelaksanaan
pekerjaan di lapangan. Secara organisasi perusahaan, Site Manager
bertanggung jawab langsung kepada Direktur Perusahaan dan
mempunyai tanggung jawab serta diberi kewenangan penuh dalam
pengelolaan proyek, dan mempunyai wewenang bertindak atas nama
perusahaan dengan sistem organisasi, maka pelaksanaan proyek akan
berjalan dengan lancar, dan penyelesaian pekerjaan akan dapat
tercapai dalan waktu yang ditentukan dan dengan mutu yang diharapkan.
METODE PENCAPAIAN SASARAN.
1. Sistem Pengendalian Proyek.
Segala sesuatau yang ada hubungannya dengan pengendalian pekerjaan
dipersiapkan dan dituangkan dalam bentuk daftar-daftar isian
pengendalian, yang mengacu jadwal pelaksanaan pekerjaan. Untuk
memandu pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan dilapangan, dibuat metode
kerja yang rinciannya dilengkapi dengan gambar pelaksanaan (shop
drawing) yang mudah dibaca dan dimengerti.
2. Pemilihan Alat
Pemilihan peralatan baik jumlah, jenis dan kapasitasnya akan
disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk
menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan.
3. Material.
Kebutuhan pokok bahan untuk pelaksanaan pekerjaan yang merupakan
material pabrikan adalah aspal, semen, baja tulangan, kawat beton, kayu,
paku, dan bahan lainnya pabrik / distributor. Material lain yang
merupakan bahan dari Quarry seperti pasir, batu, material pilihan dan
yang lainnya diambil dari sumber material terdekat dan memenuhi syarat.
Material batu pecah mesin untuk agregat beton diolah di Stone Crusher,
begitu juga dengan material hotmix AC-WC / AC – BC akan diolah di
Asphalt Mixing Plant. Sebelum material didatangkan diperiksa
kualitasnya dan dilaksanakan pengujian di laboratorium. Material
didatangkan sebelum jadwal pemakaian, sehingga tidak terjadi
keterlambatan pekerjaan.
4. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan
proyek ini terdiri atas :
- Tenaga Inti Proyek / Site Manager
- Tenaga Operasional Lapangan, antara lain Mandor, Surveyor,
Mekanik, Operator, Driver
- Pekerja akan digunakan adalah tenaga kerja yang sudah terampil.
5. Pengendalian Mutu
Untuk menjamin hasil kerja yang baik dan sesuai dengan mutu yang
disyaratkan perlu dlakukan pengendalian mutu (Quality Control), dengan
cara melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan yang
akan digunakan maupun cara pelaksanaan pekerjaan. Alat yang
digunakan akan dikalibrasi secara berkala agar selalu berfungsi secar
akurat.
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN.
Pemondokan Buruh/Gudang
Pemondokan Buruh/gudang harus ditempatkan sesuai dengan lokasi yang
telah mendapat persetujuan dari Direksi Teknis. Bangunan harus tahan
cuaca, dan elevasi lantai yang lebih tinggi dari tanah di sekitarnya sehingga
mampu melindungi bahan/material dari kerusakan
Rambu-Rambu lalu Lintas
Kami bertanggung jawab atas semua akibat lalu lintas yang diizinkan lewat di
atas permukaan kerikil selama pelaksanaan pekerjaan dan akan membuat
rambu-rambu lalu lintas dan tanda-tanda peringatan melarang lalu lintas
tersebut bila mungkin dengan menyediakan sebuah jalan pengalihan
alternatif atau dengan pelaksanaan pekerjaan separuh lebar jalan. Kami
dapat menjamin kelancaran dan keselamatan lalu-lintas selama pelaksanaan
pekerjaan. Untuk mewujudkan hal ini kami harus memastikan dan
berkewajiban untuk melaksanakan pengelolaan lalu-lintas selama pekerjaan
berlangsung.
Mobilisasi
Mobilisasi meliputi mobilisasi pekerja dan mobilisasi alat berat dan juga
mencakup demobilisasi setelah penyelesaian pelaksanaan pekerjaan yang
memuaskan.
Kami akan mengerahkan seorang pimpinan lapangan untuk
mengarahkan dan mengatur pekerjaan kontrak, termasuk
pengorganisasian tenaga dan peralatan kontraktor serta
bertanggung jawab bagi pengadaan bahan-bahan yang sesuai
dangan persyaratan kontrak
Kami akan mengerahkan seorang pelaksana lapangan
yang mampu dan berpengalaman untuk mengendalikan
pekerjaan lapangan dalam kontrak, termasuk pengawasan
lapangan, kualitas dan kecakapan kerja, sesuai dengan
syarat-syarat kontrak
Tenaga kerja diusahakan sebanyak mungkin tenaga kerja
setempat untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut dan
bilamana perlu memberikan pelatihan yang memadai.
Mobilisasi peralatan beret dari dan menuju lokasi
pekerjaan harus dilaksanakan pada waktu lalu lintas sepi,
dan truk-truk angkutan yang bermuatan harus ditutup
dengan terpal.
Alat Keselamatan Kerja (K3)
Dengan maksud mengendalikan sumber bahaya meminimize kecelakaan kerja
bidang konstruksi maka ditetapkan peraturan / tata tertib yang berlandaskan
pada ketentuan Undang-Undang No. 1 thn 1970 tentang Keselamatan Kerja
yang dalam konsideransnya berbunyi : “Setiap tenaga kerja berhak mendapat
perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk
kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas
nasional”, dimana tujuan dan sasaran dapat diketahui bersama dalam team
work yang antara lain sebagai berikut :
Menjamin bahwa seluruh aktifitas pekerjaan yang dilakukan
sesuai dengan aspek keselamatan kerja.
Menjamin bahwa seluruh aktifitas pekerjaan yang dilakukan dgn
peralatan dan tenaga manusia dilakukan oleh orang yang punya
kewenangan melakukan dan menggunakan alat dan peralatan
sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Menjamin agar keselamatan kerja dilakukan secara konsisten dan
sesuai dengan peraturan serta prosedur kerja yang telah dibuat
dalam proyek.
Menjamin Produktifitas kerja tidak terganggu dan aman bekerja
secara kontinu. Menuju Kondisi Nol Kecelakaan (Zero Accident).
II . Pekerjaan Pembuatan Plat Beton
II.1 . Galian tanah untuk Kontruksi
Galian tanah untuk pondasi dikerjakan setelah patok fail yang di
tentukan telah dibuat dan di setujui oleh PPK, direksi atau pengawas
untuk mendapatkan bentuk stuktur dibuat bouplank sebagai acuaan
dalam megerjakan galian dan menentukan kedalaman galian diberi
pananda dasar gaian dibentu dan dirapikan , apabila pada lobang
galian digenangi aiar akan di lakukan pembuangan ( Dewatring ) , hasil
galaian ditempatkan pada tempat yang tidak ber pegaruh terhadap
galian dan pekerjaan lainnya pekerjaan ini dikerjakan dengan cara
manual menggunakan alat bantu.
II. 2. Acuan Beton Struktur
Bekistng papan cetakan dibuat Untuk mendapatkan bentuk bangun
kontruksi beton yang direncanakan, bekistng atau papan cetakan
dibuat mengunakan bahan material multiplek tbl 12mm untuk
permukaan beton, kayu broti sebagai tulangan mal dan paku untuk
menyatukan, mal atau bekisting dibuat sesuai dengan rencana bangun
beton yang direncanakan untuk mendapatkan selimut pada beton
bertulang, pada posisi tertentu dipasang beton beton tahu berukuran
3cmx4cm tebal 3cm , beton tahu di ikat antara besi dan bekist ng atau
mal. pekerjaan ini dikerjakan dengan cara manual menggunakan alat
bantu.
II. 3. Pembesian balok tumpuan dan lantai atas
Pembesian / tulangan digunakan untuk gelagar lantai difrahma dan
sandaran sesuai gambar rencana kerja. Bahan yang digunakan Baja
Tulangan U32 dan Kawat beton . Pekerjaan dilakukan secara manual,
Besi tulangan dipotong dan dibeng kokkan sesuai dengan yang
diperlukan . Batang tulangan yang telah dibentuk dipasang / disusun
sesuai dengan Gambar Pelaksanaan dan pada persilangan diikat kawat
beton.
II. 4. Beton cor K125 untuk pondasi, abutmen
Setelah papan cetakan atau bekisting selesai dikerjakan dan telah
Disetujui oleh PPK,diresi atau pengawas tahapan pekerjan dilanjutkan.
Tahapan pengecoran beton cor pondasi dikerjakan dengan cara manual
menggunakan alat bantu. bahan material yang diguanakan untuk
beton adalah campran semen, pasir dan agregat kasar . pencampuran
adukan menggunakan alat pengduk beton Concrete Mixer (Molen)
dengan perbandingan agregat Adukan 1PC : 2 PS : 3 agregat kasar.
Adukan dituang kedalam bekisting atau cetakan menggunakan alat
bantu melalui talang yang sudah dipersiapkan terleih dahulu untuk
menghindari rongga – rongga pada beton, coran dipadatkan
mengunakan alat pengetar beton ( Concrete Vibrator ). Penyelesaian
dan perapihan beton setelah pengecoran dan pembongkaran
II. 5. Beton cor K.225 untuk balok tumpuan, lantai atas dan Gelagar
Balok perletakan dan gelegar menggunakan beton K225 dengan
perbandingan campuaran 1PC : 2 PS : 3 agregat kasar . pengadukan
Semen, pasir, batu kerikil dan air menjadi beton diaduk dengan
menggunakan Concrete Mixer Beton (Molen). Beton di-cor ke dalam
bekisting yang telah disiapkan Penyelesaian dan perapihan beton
dikerjakan setelah pengecoran
II.6. Plesteran bahagian yang tampak
Untuk merapikan bidang bidang yang kelihatan dipelester, pekerjaan
ini dikerjakan dengan cara manual menggunakan alat bantu, adukan
material semen dan pasir yang melalui ayakan, dibuat dengan
perbandingan campuran 1 sp : 2 psr, permukaan bidang beton yang
terlihat dilapisi dengan adonan semen dan pasir diratakan dan di
haluskan.
II.7. Stut / penyanggah perancah
Untuk penyangga bekisting dibuat Perancah dari kayu bulat
berdiameter lebih dari 20 - 30cm, perancah perancah di hubungkan
dengan kuyu segi atau bulat untuk meyatukan hubungan satu dengan
yang lainnya menggunakan paku dan kawat. untuk membuat perataan
yang akan digunakan sebagai tempat dudukan mal di pasang stut stut
penyanggah.
II .8. Timbunan Oprit Plat Beton
Setelah selesai dilakukan pengecoran, dan umur beton telah mencapai
waktu, dan kekuwaan yang direncanakan, selanjutnya akan dilakukan
pelepasan perancah.
Dilakukan penimbunan setelah pekerjaan dilakukan pelapisan
perancah, selanjutnya akan dilakukan penimbunan kembali pada sisa
galian tersebut.
Selanjutnya timbunan tersebut akan dipadatkan.
III. Pekerjaan Lain-Lain
1. Photo Dokumentasi + Back Up Data + Laporan
Selama pelaksanaan pekerjaan, kami akan membuat
laporan, back up dan photo dokumentasi terkait pelaksanaan
pekerjaan, pelaporan ini terdiri dari :
a) Laporan Harian, adalah mencatat segala sesuatu yang terjadi di
lapangan pada setiap harinya, laporan ini diperiksa oleh Direksi
Teknis. Laporan harian ini terdiri dari:
Jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan,
Jumlah tenaga kerja di lapangan pada saat pekerjaan,
Jenis dan kuantitas bahan yang dipakai di lapangan, Jenis,
jumlah dan kondisi peralatan yang ada di lapangan.
Cuaca dan peristiwa alam lainnya yang mempengaruhi
pelaksanaan pekerjaan,
Catatan lain yang dianggap perlu.
b) Laporan Mingguan, adalah rangkuman laporan harian yang
berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan perminggunya serta
catatan-catatan yang dianggap perlu untuk dilaporkan.
c) Laporan Bulanan, adalah rangkuman laporan mingguan
yang berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan perbulannya serta
catatan-catatan yang dianggap perlu untuk dilaporkan.
d) Foto-foto dokumentasi selama pelaksanaan pekerjaan di
lapangan, mulai dari sebelum dikerjakan, sedang dikerjakan dan
selesai dikerjakan.
e) Gambar pelaksanaan pekerjaan (as built drawing).
2. Pemasangan Papan Proyek
Papan proyek untuk memberikan informasi tentang kegiatan
proyek secara jelas dan lengkap. Informasi yang akan dimuat
dalam papan proyek ini adalah :
Pemilik Proyek,
Nama pekerjaan
Sumber dana pekerjaan
Nilai kontrak
Nama Pelaksana Pekerjaan
Ukuran dan warna dan lokasi pemasangan papan proyek ini
berdasarkan petunjuk Direksi Teknis.
3. Dokumen
Mengumpulkan dokumen penetapan pemenang perusahaan yang
dikeluarkan oleh pokja/panitia pengadaan barang/jasa, dokumen
perjanjian pemborongan yang disetujui oleh kedua belah pihak dan
dokumen pendukung untuk di jilid menjadi satu dokumen (Kontrak).
Penutup.
Demikian Metode Pelaksanaan ini secara garis besar yang dapat kami
sampaikan sebagai usulan tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup
dalam Pekerjaan. Methode pelaksanaan yang lebih detail akan dibuat pada
saat pelaksanaan nanti. Tentu saja didalam pelaksanaannya nanti dapat
timbul ide-ide baru, yang disesuaikan dengan dokumen dan gambar-gambar
dalam tender. Hal-hal yang lebih terinci lagi akan dibuat lebih lanjut sebelum
dan selama pelaksanaan pekerjaan nanti.
Mudah-mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas
tentang langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pelaksanaan. dan juga
sebagai pendukung untuk penawaran yang kami ajukan.