URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMETAAN HIRARKI SALURAN PADA AREA RAWAN BANJIR
DI AREA KANAL KOTA MAKASSAR
I. RUANG LINGKUP KEGIATAN
1) Pengumpulan dan Inventarisasi Data
Data spasial (peta topografi, jaringan drainase, sistem kanal, batas
administrasi, tata guna lahan).
Data hidrologi dan curah hujan dari instansi terkait.
Data sosial-ekonomi dan kondisi eksisting wilayah sekitar kanal.
Dokumen perencanaan dan kebijakan penanganan banjir (RTRW,
RDTR, Rencana Induk Drainase).
2) Identifikasi dan Klasifikasi Jaringan Saluran
Pengenalan sistem saluran primer, sekunder, dan tersier di wilayah
DAS Kanal Sinrijala.
Penelusuran konektivitas antar saluran untuk menentukan pola
aliran air dan titik pertemuan (node).
Penilaian kapasitas dan kondisi eksisting jaringan saluran
terhadap debit limpasan.
3) Analisis Hirarki dan Titik Rawan Banjir
Analisis spasial terhadap kerapatan jaringan dan arah aliran.
Identifikasi titik-titik genangan berdasarkan data historis dan
observasi lapangan.
Penentuan hirarki saluran berdasarkan fungsi hidrologis dan
peranannya dalam sistem pengendalian banjir.
4) Pemetaan dan Penyusunan Rekomendasi Teknis
Peta hirarki saluran (primer, sekunder, tersier) pada wilayah DAS
Kanal Sinrijala.
Peta area rawan banjir dan lokasi prioritas penanganan.
Rekomendasi teknis perbaikan dan penguatan sistem
drainase/kanal untuk mendukung pengendalian banjir perkotaan.
5) Penyusunan Laporan
Laporan Awal (Inception Report): berisi rencana kerja, metodologi,
dan rancangan kegiatan.
Laporan Akhir (Final Report): memuat hasil pemetaan, analisis
hirarki saluran, peta tematik, dan rekomendasi kebijakan teknis.
II. LINGKUP WILAYAH KEGIATAN
Kegiatan Pemetaan Hirarki Saluran pada Area Rawan Banjir di Kota
Makassar dilaksanakan secara terfokus pada wilayah Daerah Aliran
Sungai (DAS) Kanal Sinrijala, yang secara administratif berada di
Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Manggala, Kota Makassar,
Provinsi Sulawesi Selatan.
Wilayah DAS Kanal Sinrijala dipilih karena termasuk area dengan
tingkat genangan cukup tinggi pada musim hujan, serta menunjukkan
dinamika perubahan tata guna lahan yang signifikan. Kanal ini juga
berperan penting sebagai bagian dari sistem drainase utama Kota
Makassar yang menampung aliran dari sejumlah saluran sekunder dan
tersier di sekitarnya.
III. KUALIFIKASI TENAGA PELAKSANA YANG DIPERLUKAN
Kualifikasi Pengalaman
No Jabatan / Posisi Jumlah Tugas Utama
Pendidikan Minimal
1 Team Leader (Ahli 1 orang S1 PWK 2 tahun Memimpin
Perencanaan di bidang kegiatan,
Wilayah dan Kota) Perencanaan merumuskan
Wilayah dan analisis
Kota Memiliki kebijakan dan
Sertifikat laporan
Kompetensi utama.
Jenjang (Muda)
Kualifikasi Pengalaman
No Jabatan / Posisi Jumlah Tugas Utama
Pendidikan Minimal
2 Asisten Tenaga 1 orang S1 1 tahun Membantu
PWK/Sipil/
Ahli di bidang analisis
Arsitek
perencanaan, kebijakan dan
pengembangan, laporan-
pemanfaatan, laporan.
pengendalian,
3 Surveyor/Operator 2 orang S1 Geodesi 1 tahun Melakukan
GIS /Sipi/PWK/ di bidang survei pengukuran
Geomatika & pengolahan GPS,
data spasial pengambilan
data saluran
& membuat
peta
4 Operator 1 orang SMA/SMK 2 tahun Mengelola
Computer data,
dokumentasi,
dan laporan
kegiatan
IV. KELUARAN (OUTPUT)
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan keluaran berupa dokumen dan peta
tematik yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pengelolaan
sistem drainase dan pengendalian banjir di wilayah studi. Adapun keluaran
kegiatan meliputi:
1. Laporan Awal Kegiatan, yang memuat latar belakang, maksud dan
tujuan, metodologi, serta rencana kerja pelaksanaan kegiatan.
2. Laporan Akhir Kajian Pemetaan Hirarki Saluran, berisi hasil
analisis spasial dan hidrologi, hasil survei lapangan, serta
rekomendasi teknis pengelolaan jaringan saluran.
3. Peta Hirarki Jaringan Saluran DAS Kanal Sinrijala, mencakup
klasifikasi saluran primer, sekunder, dan tersier.
4. Peta Lokasi Titik Genangan dan Area Rawan Banjir, hasil overlay
dengan kondisi topografi dan jaringan eksisting.
5. Rekomendasi Kebijakan dan Teknis, meliputi arahan perbaikan
sistem saluran, peningkatan kapasitas hidrologi, dan prioritas
penanganan kawasan rawan banjir.