| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0722913894701000 | Rp 768,247,983 | 90.5 | 92.4 | - | |
| 0020679288215000 | - | - | - | - | |
| 0016669897701000 | - | - | - | - | |
PT Armudi Pradana Konsultan Cab. Bandung | 0731144473423001 | - | - | - | - |
| 0664994720603000 | - | - | - | SBU yang disyaratkan yaitu Jasa Desain pekerjaan Rekayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil Air (RE103) sudah habis masa berlaku serta tidak memiliki SBU yang disyaratkan dalam Dokumen Kualifikasi Bab IV huruf E Persyaratan Kualifikasi poin A.1.b | |
| 0013753256061000 | - | - | - | Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Menengah Sementara sesuai yang disyaratkan SBU sub bidang klasifikasi/layanan Jasa Desain pekerjaan Rekayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil Air (RE103) atau Jasa Rekayasa Lainnya (RK005) dengan Kualifikasi Kecil | |
| 0020991485942000 | - | - | - | - | |
| 0651140162942000 | - | - | - | Total Skor Nilai di bawah ambang batas lulus (Lembar Kriteria Evaluasi Kualifikasi Bab IX .2.b) | |
| 0702339318942000 | - | - | - | - | |
| 0023331226441000 | - | - | - | - | |
| 0029391315942000 | - | - | - | - | |
| 0019721414518000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian dan klarifikasi kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan | |
| 0315249912429000 | - | - | - | - | |
| 0825420680942000 | - | - | - | Tidak memiliki SBU yang disyaratkan dalam Dokumen Kualifikasi Bab IV huruf E Persyaratan Kualifikasi poin A.1.b | |
| 0750739930942000 | - | - | - | Tidak melampirkan Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Kecil yang disyaratkan dengan sub bidang klasifikasi yaitu Jasa Desain pekerjaan Rekayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil Air (RE103) atau Jasa Rekayasa Lainnya (RK005) yang masih berlaku namun hanya melampirkan Surat Keterangan dari Asosiasi ehingga dinyatakan GUGUR Kualifikasi Administrasi | |
| 0732742333951000 | - | - | - | - | |
| 0741445126942000 | - | - | - | - | |
| 0313575284423000 | - | - | - | - | |
CV Ketna Wirandani | 08*4**1****43**0 | - | - | - | - |
| 0314996745543000 | - | - | - | - | |
| 0011188190429000 | - | - | - | - | |
PT Nata Envinusa Supervisi | 0962473054541000 | - | - | - | - |
| 0755489507524000 | - | - | - | - | |
| 0022398564651000 | - | - | - | - | |
| 0016916140429000 | - | - | - | - | |
| 0021083787429000 | - | - | - | - | |
| 0025642984429000 | - | - | - | - | |
| 0946163409429000 | - | - | - | - | |
| 0025466525942000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT Indonesia Sebagai salah satu penandatangan Sustainable Development Goals (SDGs), memiliki komitmen pembangunan nasional yang tertuang didalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Hal tersebut menjadi dasar terkait dengan keberhasilan Indonesia dalam pencapaian target akses aman air minum berdasarkan SDGs 2030. Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang berdampak langsung pada kesehatan. Pada dasarnya pemenuhan kebutuhan air minum dengan kualitas yang memenuhi standar yang ditetapkan merupakan tanggungjawab semua pihak terkait, khususnya Pemerintah. Namun demikian, hal ini Pemerintah berupaya keras memenuhi kebutuhan air minum yang berkualitas bagi masyarakat dengan membangun prasarana dan sarana penyediaan air minum di perkotaan maupun di perdesaan di seluruh wilayah Indonesia. Dalam perjalanan pengembangan SPAM di Indonesia, Pemerintah mencanangkan suatu upaya pemenuhan akses aman air minum untuk seluruh warga Indonesia (universal access) yang tersurat dalam RPJMN tahun 2015- 2019. Pemerintah mendefinisikan akses aman air minum sebagai “proporsi masyarakat (jiwa terlayani) yang memiliki akses air minum yang terlindung yang meliputi air ledeng (keran), keran umum, hidran umum, terminal air, Penampung Air Hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 meter dari pembuangan kotoran, penampungan limbah dan/atau pembuangan sampah. Air kemasan, air dari penjual keliling, air yang dijual melalui mobil tanki, air sumur tidak terlindungi dan mata air tidak terlindung tidak termasuk akses aman air minum. Bukan hanya RPJMN saja tetapi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 18/Prt/M/2012 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 27/Prt/M/2016 mengamanatkan Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah harus melaksanakan Pengembangan SPAM yang bertujuan untuk membangun, memperluas dan /atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran serta masyarakat dan hukum) dalam rangka menjamin hak rakyat atas Air Minum, terwujudnya pengelolaan dan pelayanan air minum yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, tercapainya kepentingan yang seimbang antara Pelanggan dan Penyelenggara, tercapainya penyelenggaraan Air Minum yang efektif dan efisien untuk memperluas cakupan pelayanan air minum. Dalam rangka pelaksanaan tugas konkuren maka Pemerintah dan Pemerintah Daerah mengemban tugas melaksanakan pembangunan sistem penyediaan air minum termasuk pembangunan air minum perpipaan. Dalam rangka keterpaduan dan mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, sesuai arahan Direktur Jenderal Cipta Karya telah disusun kebijakan penyediaan infrastruktur dengan prioritas pembangunan untuk SPAM Regional antar kabupaten/kota di dalam 1 Provinsi.