| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0032664849323000 | Rp 149,324,748 | 80 | 84 | - | |
| 0826222648543000 | - | - | - | Tidak mengunggah data kualifikasi pada fasilitas pengunggahan lain yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan Kualifikasi, BAB IV. Lembar Data Kualifikasi (LDK) no. 13.4.b | |
CV Pakam Jaya Konsultan | 06*0**9****23**0 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas |
| 0014353346545000 | - | - | - | Tidak mengunggah data kualifikasi pada fasilitas pengunggahan lain yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan Kualifikasi, BAB IV. Lembar Data Kualifikasi (LDK) no. 13.4.b | |
| 0964231807335000 | - | - | - | Tidak menyampaikan Surat Keterangan Domisili Perusahaan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan Kualifikasi, BAB IV. Lembar Data Kualifikasi (LDK) no. 13.4.b | |
| 0749691168322000 | - | - | - | - | |
CV Rancareka Arsindo | 09*2**4****22**0 | - | - | - | - |
| 0026454926322000 | - | - | - | - |
Bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam kegiatan ini meliputi:
1. Inventarisasi geometrik jalan berikut foto dokumentasi
2. Pengukuran Topografi Pengukuran topografi dilakukan sepanjang
lokasi as jalan dengan mengadakan tambahan pengukuran detail pada
tempat yang memerlukannya atau pemindahan lokasi jalan
sehingga memungkinkan didapat realinyemen as jalan yang sesuai
dengan standar yang dikehendaki. Jenis pengukuran ini meliputi
pekerjaan- pekerjaan sebagai berikut : Pengukuran titik kontrol
horizontal dan vertikal. Pengukuran situasi. Pengukuran penampang
memanjang dan melintang. Perhitungan dan penggambaran peta.
Pengukuran di tempat realinyemen jalan (bila ada).
2.1. Pengukuran titik kontrol.
a. Pengukuran titik kontrol disini berupa jaring poligon yang diikatkan
untuk untuk setiap jaraknya
b. Titik kontrol antaranya berupa BM, dipasang pada setiap jarak
kilometernya
2.2. Pengukuran situasi Pengukuran situasi daerah
sepanjang jalan harus mencakup semua keterangan yang
ada di daerah sepanjang jalan, misalnya rumah, pohon,
pohon pelindung jalan, pinggir selokan, letak gorong-
gorong, tiang listrik, tiang telepon, jembatan, batas sawah,
batas perkebunan, arah aliran air dan lain sebagainya.
2.3. Pengukuran penampang
a. Pengukuran penampang memanjang Pengukuran penampang
memanjang adalah memanjang sumbu jalan yang ada, kecuali
pada tempat dimana kemungkinan diadakan realinyemen harus
diadakan tambahan. Untuk pengukuran penampang memanjang
ini peralatan yang digunakan sama yang dipakai untuk kontrol
tinggi.
b. Pengukuran penampang melintang Pengukuran penampang
melintang diambil setiap jarak 50 M pada bagian jalan lurus dan
landai dan setiap jarak 25 M untuk daerahdaerah tikungan dan
berbukit (bila memerlukan detail penampang), serta kurang dari
jarak 25 M untuk daerah yang membutuhkan perhitungan
khusus. Lebar pengukuran harus mengikuti daerah sejauh 50 M
sebelah kiri kanan sumbu jalan pada bagian yang lurus dan 25 M
ke sisi luar dan 75 M ke sisi dalam pada bagian jalan
yangmenikung(bila dibutuhkan pengukuran detail).
2.4. Patok-patok (bila diperlukan) Patok beton untuk Bench Mark (patok
BM) dengan ukuran 20 x 20 x 75 cm harus ditanam sedemikian rupa
sehingga bagian patok yang ada di atas tanah adalah kurang lebih 20
cm. Patok poligon dan profil dibuat dari kayu dengan ukuran 5 x 7 x 60
cm. Patok beton dan kayu harus diberi tanda BM dan nomor urut.
Untuk memperbanyak titik tinggi yang tetap, perlu ditempelkan
titik tinggi referensi pada tempat lain yang permanen dan mudah
ditemukan kembali. Baik patok poligon maupun patok profil diberi
tanda cat kuning (atau warna lain yang jelas) dengan tulisan merah
(atau warna lain yang jelas) yang diletakkan di sebelah kiri ke arah
jalannya pengukuran. Khusus untuk profil memanjang titik yang
terletak di sumbu jalan diberi paku payung dengan dilingkari cat kuning
sebagai tanda.
2.5.Perhitungan dan penggambaran peta Titik poligon utama harus
dihitung koordinatnya berdasarkan titik ikat yang
dipergunakan. Perhitungan harus berdasarkan pada metode
kwadrat terkecil. Penggambaran titik poligon harus berdasarkan
pada hasil perhitungan koordinat. Penggambaran titik poligon
tersebut tidak diperkenankan secara grafis.
3. Bila perlu untuk mendapatkan data CBR lapangan harus
dilaksanakan test penyelidikan tanah baik yang masih kondisi tanah
asli (rawa) maupun kondisi tanah timbunan yang sudah ada.
Untuk perencanaan jalan menggunakan metode DCP untuk
mendapatkan data tanah lokasi. Pada lokasi rencana pondasi pilar
jembatan dan bangunan lain yang besar (bila ada) harus
diadakan penyelidikan kondisi Sub Surfacenya yaitu dengan
penyelidikan sondir / boring berat
4.Inventarisasi/pendataan lokasi tertentu yang memungkinkan untuk
direncanakan Gorong-gorong/Box Culvert yang berfungsi
untuk keseimbangan permukaan air dari hulu ke hilir.
5. Analisis data lapangan, disain dan gambar-gambar
- Menentukan CBR rencana dan data pemeriksaan tanah
di laboratorium (bila diperlukan).
- Menentukan Unique Section yang akan dipakai dalam proses disain.
- Menentukan volume pekerjaan dan perkiraan biaya.
6. Penyiapan Dokumen Lelang
- Menyiapkan gambar rencana detail dalam ukuran A3.
- Menyusun daftar kuantitas pekerjaan dengan menggunakan dokumen
standar.
- Meneliti konsistensi atau isi dokumen.
- Menyusun ketentuan-ketentuan yang akan diterapkan baik
dalam proses pelelangan maupun dalam proses pelaksanaan. -
Mencetak dokumen lelang.