| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0721710036422000 | Rp 1,936,376,130 | 79.82 | 99.82 | - | |
| 0011191632424000 | Rp 1,960,482,000 | 74.93 | 94.68 | - | |
| 0017649112517000 | - | - | - | Peserta Tidak Hadir dalam Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0015316136429000 | - | - | - | Peserta Tidak Hadir dalam Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0015284557941000 | - | 28.8 | - | Tidak Memenuhi Ambang batas Teknis dimana Pengalaman Kualifikasi Tenaga Ahli sebagian besar tidak menyampaikan pengalaman kerja di dalam Aplikasi SIMPAN, sesuai Dokumen Seleksi BAB III. IKP. Huruf J. PENERAPAN SISTEM INFORMASI PENGALAMAN (SIMPAN) nomor 43. Penilaian Pengalaman Tenaga Ahli (Serta turunanya) | |
| 0011255809804000 | - | - | - | Peserta Tidak Hadir dalam Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0017223561951000 | - | - | - | Sesuai hasil Evalauasi Teknis nilai Pengalaman Peserta tidak memenuhi ambang Batas yang di Persyaratkan dalam Dokumen BAB IX Lembar Kriteria Evaluasi Kualifikasi huruf b. Persyaratan kualifikasi teknis | |
PT Geo Persada Konsultan | 04*3**8****03**0 | - | - | - | Gugur Administrasi Kualifikasi Tidak Memenuhi Persyaratan SBU. SBU yang disampaikan dalam sistem Klasifikasi kecil |
| 0926482654805000 | - | - | - | Peserta Tidak Hadir dalam Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0811532613942000 | - | - | - | - | |
| 0742096076942000 | - | - | - | - | |
| 0022282065822000 | - | - | - | - | |
| 0011187002429000 | - | - | - | - | |
| 0810891010805000 | - | - | - | - | |
| 0942467846504000 | - | - | - | - | |
| 0018633735064000 | - | - | - | - | |
| 0014232714812000 | - | - | - | - | |
PT Rencana Cipta Mandiri | 00*7**0****29**0 | - | - | - | - |
| 0734146145621000 | - | - | - | - | |
PT Teknika Utama Konsultan | 09*0**8****44**0 | - | - | - | - |
| 0837412964101000 | - | - | - | - | |
| 0015483894441000 | - | - | - | - | |
| 0028689933027000 | - | - | - | - | |
| 0814168126429000 | - | - | - | - | |
| 0016147266722000 | - | - | - | - | |
| 0807755970528000 | - | - | - | - | |
| 0032415804822000 | - | - | - | - | |
| 0018872267331000 | - | - | - | - | |
| 0719817025432000 | - | - | - | - |
RINGKASAN KONTRAK PEKERJAAN KONSULTANSI
I. Data PPK dan Satuan Kerja
1. Nama Satuan Kerja : Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi
Maluku Utara
2. Pejabat Pembuat Komitmen
a. Nama : Suhartini Abas, S.T.,M.Sc
b. NIP : 19790509 201012 2 001
c. Jabatan : PPK Perencanaan P2JN Provinsi Maluku Utara
II. Data Pekerjaan Konsultansi
1. Nama Paket Pekerjaan : Perencanaan Teknik Penanganan Longsoran, Off
Pavement dan Jembatan
2. Nilai Harga Perkiraan Sendiri : Rp 2.250.000.000 (Dua Milyar Dua Ratus Lima
(HPS) Puluh Juta Rupiah)
3. Lokasi : Maluku Utara (Halmahera Tengah dan Halmahera
Selatan)
4. Lingkup Pekerjaan : a. Persiapan
1. Tujuan
Tujuan dari tahap persiapan ini adalah untuk
mengumpulkan informasi awal mengenai kondisi
topografi, geologi, tata guna lahan, lalu lintas, serta
lingkungan pada koridor lokasi pekerjaan.
2. Lingkup
Lingkup kegiatan pada pengumpulan data sekunder
meliputi:
a) Peta Topografi berupa peta kontur, dengan Skala
minimum 1:50.000;
b) Peta jaringan jalan, dokumen leger jalan, data
base jaringan jalan, daerah rawan kecelakaan;
c) Peta kondisi tanah, peta geologi dengan Skala
minimum 1:250.000, daerah rawan bencana,
dokumen tanah terdahulu, dan koridor trase;
d) Peta wilayah Rencana Tata Ruang Wilayah;
e) Peta tata guna lahan; dan
f) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait di
sekitar lokasi pekerjaan
b. Survei Pendahuluan
1. Tujuan
Tujuan Survei Pendahuluan ini adalah untuk
mengumpulkan data-data awal berdasarkan aspek-
aspek yang diperlukan yang akan digunakan sebagai
dasar/referensi survei detail/survei berikutnya dan harus
dilakukan oleh seorang ahli utama.
2. Lingkup kegiatan Survei Pendahuluan
a) Survei Pendahuluan kondisi perkerasan
• Inventarisasi terhadap data history
penanganan jalan;
• Identifikasi jenis pavement;
• Identifikasi kerusakan bahu jalan; dan
• Identifikasi kerusakan pavement.
b) Survei Bangunan Pelengkap Jalan
• Untuk perencanaan jalan baru perlu dicatat
data lokasi/Sta..............., perkiraan
lokasinya apa sudah sesuai dengan geometrik
serta rencana jenis konstruksi, dimensi yang
diperlukan;
• Untuk lokasi yang sudah ada, axisting perlu
dibuatkan iventarisasinya dengan lengkap
antara lain Sta .........., jenis konstruksi,
dimensi, kondisi serta mengusulkan
penanganan yang diperlukan (lihat format
survei inventarisasi jembatan);
• Untuk lokasi yang ada aliran airnya perlu
dicatat tinggi muka air normal, muka air
banjir tertinggi pernah terjadi serta adanya
tandan – tanda / gejala – gejala erosi yang
dilengkapi dengan sket lokasi, morfologi serta
karakter aliran sungai dan dilengkapi foto –
foto jika diperlukan;
• Mendiskusikan dengan team geometrik
geologi, amdal dan hidrologi apakah data –
data usul penempatan lokasi serta usul
perencanaan / penanganan sudah sesuai
secara teknis; dan
• Membuat sket dan kalau perlu foto – foto
beserta catatan – catatan khusus serta saran
– saran yang sangat berguna dijadikan
panduan dalam pengambilan data untuk
perencanaan pada waktu melakukan survei
detail nanti dan pengaruhnya terhadap
keamanan / kestabilan.
c) Survei Pendahuluan Drainase
• Melakukan pengumpulan data mengenai
curah hujan, luas daerah tangkapan, drainase
eksisting, serta karakterisitik aliran sungai;
• Mengamati kondisi lokasi berkaitan dengan
kemiringan tanah dan pola aliran serta tata
guna lahan; dan
• Mengamati Muka Air Banjir maksimum yang
pernah terjadi.
d) Studi literatur
Pada tahapan ini Tim harus mengumpulkan data
pendukung perencanaan baik data sekunder
maupun data laporan Studi Kelayakan (FS),
laporan Studi Amdal (bila ada).
e) Koordinasi dengan instansi terkait
Tim melaksanakan koordinasi dan konfirmasi
dengan instansi/ unsur-unsur terkait di daerah
sehubungan dengan dilaksanakannya survei
pendahuluan.
f) Diskusi perencanaan di lapangan
Tim bersama-sama melaksanakan survei dan
mendiskusikannya dan membuat usul
perencanaan di lapangan bagian demi bagian
sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing
serta membuat sketsa dilengkapi catatan-catatan
dan kalau perlu membuat tanda di lapangan
berupa patok serta dilengkapi foto-foto penting
dan identitasnya masing-masing yang akan
difinalkan di kantor sebagai bahan penyusunan
laporan setelah kembali.
g) Survei pendahuluan upah, harga satuan dan
peralatan
Tim melaksanakan pengumpulan data upah,
harga satuan, dan data peralatan yang akan
digunakan.
h) Menentukan jenis dan metoda penanganan
yang sesuai.
3. Lingkup kegiatan Survei Pendahuluan pada Perencanaan
Teknik Jembatan Jalan Nasional Provinsi Maluku Utara :
(a) Studi literatur
Pada tahapan ini Tim harus mengumpulkan data
pendukung perencanaan baik data sekunder
maupun data laporan Studi Kelayakan (FS),
laporan Studi Amdal (bila ada).
(b) Koordinasi dengan instansi terkait
Tim melaksanakan koordinasi dan konfirmasi
dengan instansi/ unsur-unsur terkait di daerah
sehubungan dengan dilaksanakannya survei
pendahuluan.
(c) Diskusi perencanaan di lapangan
Tim bersama-sama melaksanakan survei dan
mendiskusikannya dan membuat usul
perencanaan di lapangan bagian demi bagian
sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing
serta membuat sketsa dilengkapi catatan-catatan
dan kalau perlu membuat tanda di lapangan
berupa patok serta dilengkapi foto-foto penting
dan identitasnya masing-masing yang akan
difinalkan di kantor sebagai bahan penyusunan
laporan setelah kembali.
(d) Survei pendahuluan upah, harga satuan dan
peralatan
Tim melaksanakan pengumpulan data upah,
harga satuan, dan data peralatan yang akan
digunakan.
(e) Mengidentifikasi kondisi existing jembatan dan
sungai, dengan pengamatan secara visual atau
menentukan jenis pengujian dengan peralatan
yang sesuai.
(f) Menentukan jenis dan metoda penanganan
yang sesuai.
(g) Menetapkan lokasi/ posisi jembatan untuk
penggantian jembatan/ pembangunan jembatan
baru/ duplikasi jembatan, setelah berdiskusi
dengan Bridge Engineer, Geoteknik Engineering,
Hidrologi Engineering dan Tenaga Ahli lain
berdasarkan pengamatan lapangan.
(h) Menetapkan perkiraan elevasi, jenis dan
susunan/ konfigurasi bentang jembatan serta
teknik pelaksanaan atau ereksinya.
(i) Menetapkan jenis soil investigation yang
diperlukan :
• Menentukan perkiraan pondasi yang paling baik
untuk lokasi tersebut sehubungan dengan material
dan kondisi tanah.
• Memperkirakan letak, jumlah serta panjang
bentang, elevasi jembatan baru dan lokasi
jembatan baru.
• Mencatat banjir terbesar serta erosi yang pernah
terjadi, apabila survei pendahuluan ini
dilaksanakan untuk pekerjaan perencanaan teknis
pada lokasi sulit, dimana jembatan tersebut akan
melintasi sungai.
• Membuat sketsa situasi rencana jembatan baru
serta profil sungai pada lokasi jembatan baru.
• Mencatat material yang tersedia di sekitar lokasi
jembatan, dan menyarankan jenis jembatan yang
paling efisien sesuai dengan material yang
tersedia.
• Mencatat harga-harga satuan yang ada pada
daerah tersebut.
• Memberikan rekomendasi untuk tahapan
pekerjaan selanjutnya serta menyarankan lokasi
dan jumlah titik bor yang harus dilaksanakan.
• Survei pendahuluan Hidrologi/ Hidrolika.
(j) Survei pendahuluan topografi
Kegiatan yang dilakukan pada survei topografi
adalah
• Menentukan awal dan akhir pengukuran serta
pemasangan patok beton Bench Mark di awal dan
akhir Pelaksanaan.
• Mengamati kondisi topografi.
• Mencatat daerah - daerah yang akan dilakukan
pengukuran khusus serta morfologi dan lokasi
yang perlu dilakukan perpanjangan koridor.
• Membuat rencana kerja untuk survei detail
pengukuran.
• Menyarankan posisi patok Benchmark pada
lokasi/titik yang akan dijadikan referensi.
(k) Survei pendahuluan Drainase
Kegiatan survei pendahuluan drainase diantaranya
:
• Mengumpulkan data curah hujan.
• Menganalisa luas daerah tangkapan (Catchment
Area).
• Mengamati kondisi terrain pada daerah tangkapan
sehubungan dengan bentuk dan kemiringan yang
akan mempengaruhi pola aliran.
• Mengamati tata guna lahan.
• Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting.
• Membuat rencana kerja untuk survei detail.
• Mengamati karakter aliran sungai/ morfologi yang
mungkin berpengaruh terhadap konstruksi dan
saran-saran yang diperlukan untuk menjadi
pertimbangan dalam perencanaan berikut.
(l) Survei pendahuluan Geologi & Geoteknik
Kegiatan yang dilakukan pada survei pendahuluan
geologi dan geoteknik adalah :
• Melakukan pengambilan data mengenai
karakteristik tanah, perkiraan lokasi sumber
material, dan mengantisipasi dan
mengidentifikasi lokasi yang akan longsor;
• Mengidentifikasi lokasi/titik pengujian antara lain
Bor dan Sondir;
• Memberikan rekomendasi rencana trase
alinyemen jalan;
• Mengidentifikasi masalah-masalah geoteknik,
bahaya, resiko-resiko, dan batasan-batasan
proyek;
• Mencatat pengamatan visual menurut stasiun,
patok kilometer atau informasi lokasi lain seperti
GPS.
(m) Survei Pendahuluan Geometri
Kegiatan yang dilakukan pada survei pendahuluan
adalah :
• Mengidentifikasi/memperkirakan secara tepat
penerapan desain geometrik (alinyemen
horisontal dan vertikal) berdasarkan
pengalaman dan keahlian yang harus dikuasai
sepenuhnya oleh Highway Engineer yang
melaksanakan pekerjaan ini dengan melakukan
pengukuran-pengukuran secara sederhana dan
benar (jarak, azimut dan kemiringan dengan
helling meter) dan membuat sketsa desain
alinyemen horizontal maupun vertikal secara
khusus untuk lokasi-lokasi yang dianggap sulit,
untuk memastikan trase yang dipilih akan dapat
memenuhi persyaratan geometrik yang
dibuktikan dengan sketsa horizontal dan
penampang memanjang rencana trase jalan.
• Di dalam penarikan perkiraan desain alinyemen
horizontal dan vertikal harus sudah
diperhitungkan dengan cermat sesuai dengan
kebutuhan perencanaan untuk lokasi-lokasi :
galian dan timbunan.
• Semua kegiatan ini harus sudah dikonfirmasikan
sewaktu mengambil keputusan dalam pemilihan
lokasi jembatan dengan anggota team yang
saling terkait dalam pekerjaan ini.
• Di lapangan harus diberi/dibuat tanda-tanda
berupa patok dan tanda banjir, dengan diberi
tanda bendera sepanjang daerah rencana
dengan interval 50 m untuk memudahkan tim
pengukuran, serta pembuatan foto-foto penting
untuk pelaporan dan panduan dalam melakukan
survei detail selanjutnya.
• Dari hasil survei recon ini, secara kasar harus
sudah bisa dihitung perkirakan volume
pekerjaan yang akan timbul serta bisa dibuatkan
perkiraan rencana biaya secara sederhana dan
diharapkan dapat mendekati desain final.
(n) Survei Pendahuluan Rencana Jembatan
Kegiatan yang dilakukan pada survei rencana
jembatan adalah
• Menentukan dan memperkirakan total panjang,
lebar, kelas pembebanan jembatan, tipe
konstruksi, dengan pertimbangan terkait dengan
LHR, estetika, lebar sungai, kedalaman dasar
sungai, profil sungai/ada tidaknya palung,
kondisi arus dan arah aliran, sifat-sifat sungai,
scouring vertikal/horisontal, jenis material
bangunan atas yang tersedia dan paling efisien.
• Menentukan dan memperkirakan ukuran dan
bahan tipe abutmen, pilar, fondasi, bangunan
pengaman (bila diperlukan) dengan
mempertimbangkan lebar dan kedalaman
sungai, sifat tebing, sifat aliran,
endapan/sedimentasi material, benda hanyutan,
scouring yang pernah terjadi.
• Memperkirakan elevasi muka jembatan dengan
mempertimbangkan MAB (banjir), MAN
(normal), MAR (rendah) dan banjir terbesar
yang pernah terjadi.
• Menentukan dan memperkirakan posisi/letak
lokasi jembatan dengan mempertimbangan
situasi dan kondisi sekitar lokasi, profil sungai,
arah arus/aliran sungai, scouring, segi ekonomi,
sosial, estetika yang terkait dengan alinyemen
jalan, kecepatan lalu lintas rencana, jembatan
darurat, pembebanan tanah timbunan dan
quarry.
Dari hasil survei recon ini secara kasar harus
sudah bisa dihitung perkiraan volume pekerjaan
yang akan timbul serta bisa dibuatkan perkiraan
rencana biaya secara sederhana dan diharapkan
dapat mendekati desain final.
c. Survei Topografi
1. Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah
mengumpulkan data koordinat dan ketinggian
permukaan tanah sepanjang lokasi longsor di dalam
koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta topografi.
2. Lingkup Pekerjaan:
a) Pengukuran titik kontrol horisontal;
b) Pengukuran titik kontrol vertikal;
c) Pengukuran situasi;
d) Pengukuran penampang melintang;
3. Persyaratan
a) Pengukuran Topografi mengacu pada pedoman
pengukuran Topografi untuk Jalan dan Jembatan No.
010/PW/2004;
b) Titik kontrol horisontal diukur dengan menggunakan
metode penentuan posisi Global Positioning System
(GPS) secara diferensial. GPS atau nama lengkapnya
NAVSTAR GPS merupakan singkatan dari Navigation
Satellite Timing and Ranging Global Positioning
System. Metode yang digunakan adalah metode
diferensial dengan menggunakan lebih dari satu
receiver GPS dimana minimal satu titik digunakan
sebagai titik referensi (base station) dan yang lainnya
ditempatkan pada titik yang akan diukur. Titik
referensi yang digunakan adalah titik referensi
Bakosurtanal ataupun Badan Pertanahan Nasional.
Untuk merapatkan titik kontrol horisontal dapat
dilakukan pengukuran menggunakan metode poligon
dengan menggunakan alat Total Station;
c) Sistem koordinat proyeksi yang digunakan adalah
sebagai Sistem koordinat proyeksi Universal
Transverse Mercator (UTM).
Ketentuan proyeksi UTM:
• Proyeksi adalah Transverse Mercator;
• Lebar zona adalah 6;
• Titik awal setiap zona adalah perpotongan
meridian tengah dan ekuator;
• Faktor skala pada meridian tengah ko = 0,9996;
• Timur (T) didefinisikan dengan penambahan
500.000 meter kepada nilai x yang dihitung dari
meridian tengah;
• Utara (U) didefinisikan dengan penambahan
10.000.0000 meter kepada nilai y yang dihitung
dari ekuator selatan;
• Zona 1 dimulai dari bujur 180 barat sampai
dengan bujur 174 barat dan seterusnya ke arah
Timur sampai zona 60 untuk bujur 174 timur
sampai dengan 180 timur;
• Satuan dalam meter;
• Batas lintang 84 Utara dan lintang 80 selatan;
• Notasi koordinat UTM, Timur (T) diletakkan di
depan Utara (U); dan
• Datum DGN-95
Tabel Penomoran Zona dalam UTM di Wilayah Indonesia
Zona Batas Zona Meridian Tengah
46 90-96 93
47 96-102 99
48 102-108 105
49 108-114 111
50 114-120 117
51 120-126 123
52 126-132 129
53 132-138 135
54 138-144 141
d) Pengukuran Titik Kontrol Horisontal Harus
menggunakan Jenis Total Station (TS) dengan
Ketelitian 10√n untuk sudut serta 10√D untuk jarak.
e) Pengukuran untuk titik kontrol Vertikal harus
menggunakan peralatan Waterpass jenis auto level
dengan ketelitian 2 mm.
4. 5 Komponen yang berhubungan dengan mutu data:
a) Akurasi posisi. Seberapa dekat koordinat dari suatu
objek dengan lokasi aktualnya.
b) Akurasi atribut. Seberapa detil dan benar penjelasan
dari suatu objek.
c) Konsistensi Logis. Tingkatan dari permasalahan
geometris dan inkonsistensi dalam pekerjaan drafting
dari kumpulan data.
d) Kelengkapan data. Keputusan-keputusan yang
menentukan apakah isi yang terdapat dalam
kumpulan data.
e) Legalitas. Apa sumber yang digunakan untuk
menyusun himpunan data dan apakah langkah-
langkah yang diambil untuk memproses data.
d. Survei Drainase / Hidrologi
1. Tujuan drainase dan hidrolika
Dilaksanakan dalam pekerjaan ini adalah untuk
mengumpulkan data hidrologi dan karakter/ perilaku
aliran air pada bangunan air yang ada (sekitar
jembatan maupun jalan), guna keperluan analisis
hidrologi, perencanaan drainase dan bangunan
pengaman terhadap gerusan, river training (pengarah
arus) yang diperlukan.
2. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan survei hidrologi dan hidrolika ini
meleputi:
(a) Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum
(mm/hr) paling sedikit dalam jangka 10 tahun pada
daerah tangkapan (catchment area ) atau pada
daerah yang berpengaruh terhadap lokasi
pekerjaan, data tersebut bisa diperoleh dari Badan
Meteorologi dan Geofisika dan/ atau instansi terkait
di kota terdekat dari lokasi perencanaan.
(b) Mengumpulkan data bangunan pengaman yang
meliputi: lokasi, dimensi, kondisi, tinggi muka air
banjir.
(c) Menganalisis data curah hujan dan menetukan
curah hujan rencana, debit dan tinggi muka air
banjir rencana dengan periode ulang 10 tahun
untuk jalan arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor, 5
tahun untuk jalan lokal dan 50 tahun jembatan
dengan metode yang sesuai.
(d) Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana
untuk memberikan masukan dalam proses
perencanaan yang aman.
(e) Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman
yang diperlukan.
(f) Menentukan rencana elevasi aman untuk
jalan/jembatan termasuk pengaruhnya akibat
adanya bangunan air (aflux).
(g) Merencanakan bangunan pengaman
jalan/jembatan terhadap gerusan samping atau
horisontal dan vertikal.
3. Persyaratan
Proses analisa perhitungan harus mengacu pada
Standar Nasional Indonesia (SNI) No : 03-3424-
1994 atau Standar Nasional Indonesia (SNI) No :
03-1724-1989 SKBI-1.3.10.1987 (Tata Cara
Perencanaan Hidrologi dan Hidrolika untuk
Bangunan di Sungai), Pedoman Perencanaan
Drainase Jalan Pd. T.02.2006-B, Manual Hidrolika
untuk Jalan dan Jembatan No. 01/BM/05, serta
pedoman lain yang dipersyaratkan.
e. Survei Geologi dan Geoteknik
1. Tujuan
Tujuan yang utama dari penyelidikan geoteknik
lapangan dan bawah permukaan adalah untuk
memberikan informasi tentang kondisi bawah
permukaan tanah, bahaya geoteknik, dan
ketersediaan tanah, agregat dan batuan pada
perencana.
Sangat disarankan untuk menggunakan Geoguide
bilamana terdapat suatu kondisi tanah dasar yang
lunak (Soft Soil).
2. Lingkup Pekerjaan
(a) Penyelidikan Geologi
Penyelidikan meliputi pemetaan geologi
permukaan detail dengan peta dasar topografi
skala 1:250.000 sampai dengan skala
1:100.000. Pencatatan kondisi geoteknik di
sepanjang rencana trase jalan untuk setiap jarak
500 – 1000 meter dan pada lokasi jembatan
dilakukan menggunakan lembar isian seperti
terlihat pada daftar lampiran.
(b) Penyelidikan lapangan
Meliputi pemeriksaan sifat tanah (konsistensi,
jenis tanah, warna, perkiraan prosentase butiran
kasar/ halus) sesuai dengan Metoda USCS.
(c) Penyelidikan Tanah
Penyelidikan geoteknik disini merupakan bagian
dari penyelidikan tanah yang mencakup seluruh
penyelidikan lokasi kegiatan berdasarkan
klasifikasi jenis tanah yang didapat dari hasil tes
dengan mengadakan peninjauan kembali
terhadap semua data tanah dan material guna
menentukan jenis/ tipe pondasi yang tepat dan
sesuai tahapan kegiatannya, sebagai berikut:
• Mengadakan penyelidikan tanah dan material di
lokasi longsoran dengan menetapkan lokasi titik-
titik bor yang diperlukan langsung di lapangan;
• Melakukan penyelidikan kondisi permukaan air
(sub-surface);
• Menyelidiki lokasi sumber material yang ada di
sekitar lokasi pelaksanaan, kemudian
dituangkan dalam bentuk penggambaran peta
termasuk sarana lain yang ada seperti jalan
pendekat/oprit, bangunan pelengkap/
pengaman dan lain sebagainya;
• Pekerjaan pengambilan contoh dengan
pengeboran (umumnya terhadap undisturbed
sampling) dimaksudkan untuk tujuan
penyelidikan lebih lanjut di laboratorium untuk
mendapatkan informasi yang lebih teliti tentang
parameter-parameter tanah dari pengetesan
Index Properties (Besaran Indeks) dan
Engineering Properties (Besaran Struktural
Indeks);
• Penyelidikan tanah digunakan bor-mesin (alat
bor yang digerakkan dengan mesin) di mana
kapasitas kedalaman bor dapat mencapai 40 m
disertai alat split spoon sampler untuk Standar
Penetration Test (SPT) menurut AASHTO T 206
– 74;
• Penyelidikan dengan menggunakan alat
geolistrik yang memiliki pengirim arus searah /
bolak balik frekuensi maksimum 30 Hz, ketelitian
pembacaan alat minimal 1 mA;
• Tata letak pemboran minimum tempatkan titik-
titik pemboran tegak lurus arah jalan untuk
membuat potongan geologi melintang untuk
analisis. Tempatkan paling sedikit satu titik bor
di atas area yang longsor;
• Kedalaman pemboran minimum di bawah bidang
gelincir ke dalam lapisan tanah kaku, atau
sampai kedalaman tertentu dimana tidak
mungkin terjadi gelincir. Perpanjang
inclinometer di bawah bidang gelincir;
• SPT dilakukan pada interval kedalaman 1,50 m
s/d 2,00 m untuk diambil contohnya
(undisturbed dan disturbed);
• Mata bor harus mempunyai diameter yang cukup
untuk mendapatkan undisturbed sample yang
diinginkan dengan baik, dapat digunakan mata
bor steel bit untuk tanah clay, silt dan mata bor
jenis core barrel;
• Digunakan casing (segera) bilamana tanah yang
dibor cenderung mudah runtuh; dan
• Untuk menentukan besaran index dan structural
properties dari contoh-contoh tanah, baik yang
terganggu (disturbed) maupun yang asli
(undisturbed) tersebut di atas dan contoh
material (quarry), maka pengujian di
laboratorium dikerjakan berdasarkan spesifikasi
SNI, SK SNI, AASHTO, ASTM, BS dengan urutan
terdepan sebagai prioritas pertamanya
Laporan penyelidikan tanah dan material harus
pula berisi ‘analisa dan hasil’ daya dukung tanah
serta rekomendasi jenis pondasi yang sesuai
dengan daya dukung tanah tersebut dan hasil
bor log dituangkan dalam bentuk tabel/formulir
bor log dan form drilling log yang dilengkapi
dengan keterangan/data diantaranya tentang
tipe bor yang digunakan, kedalaman lapisan
tanah, tinggi muka air tanah, grafik log, uraian
lithologi, jenis sample, nilai SPT, tekanan
kekuatan (kg/cm2), liquid/ plastis limit,
perhitungan pukulan dan lain sebagainya.
(d) Lokasi Quarry
Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan
jalan, struktur jembatan, maupun untuk bahan
timbunan (borrow pit) diutamakan yang ada
disekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak dijumpai,
maka harus menginformasikan lokasi quarry lain
yang dapat dimanfaatkan.
Penjelasan mengenai quarry meliputi jenis
dan karakteristik bahan, perkiraan kuantitas,
jarak ke lokasi pekerjaan, serta kesulitan-
kesulitan yang mungkin timbul dalam proses
penambangannya, dilengkapi dengan foto-
foto.
f. Survei Kondisi Jalan dan Bangunan Pelengkap
Jalan
1. Tujuan
Survei kondisi perkerasan bertujuan untuk mengetahui
kondisi perkerasan jalan eksisting, jenis perkerasan,
serta bangunan pelengkap yang berada di sekitar daerah
longsor. Hal ini digunakan sebagai dasar perencanaan
jalan.
2. Lingkup
a) Mengidentifikasi dan menganalisa data lapangan
b) Menentukan variabel – variabel dari data lapangan.
g. Perencanaan Teknis
Pada Perencanaan Teknik Penanganan Longsoran
1. Tujuan
Menyiapkan dokumen perencanaan teknis yang terdiri
dari gambar desain, spesifikasi, engineering estimate.
2. Lingkup
a) Merencanakan desain penanganan longsoran dan
off pavement dengan perhitungan manual dan juga
menggunakan software seperti plaxis, dll serta
dengan ketentuaan Standar yang berlaku
b) Apabila terdapat kerusakan pada perkerasan
dilakukan perencanaan tebal perkerasan baik
perkerasan kaku maupun fleksibel apabila
terdampak kerusakan akibat longsoran dan off
pavement dengan mengacu pada pedoman
perencanaan tebal perkerasan lentur dan tebal
perkerasan kaku.
c) Melakukan perencanaan manajemen dan
keselamatan lalu lintas.
d) Rancangan Konseptual Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi pada paket perencanaan;
e) Melakukan manajemen resiko yang harus
dituangkan dalam laporan yang di dalamnya
memuat:
• Identifikasi resiko
• Analisis resiko
• Penilaian resiko
• Mitigasi resiko
• Alokasi resiko
• Dan rencana pengendalian
f) Menyiapkan peta penyebaran tanah berkaitan
dengan kondisi geologi.
3. Persyaratan
Proses perencanaan harus mengacu pada Standar,
Pedoman yang berlaku seperti standar atau pedoman
yang tertulis pada acuan normatif atau referensi lain
yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja.
4. Penggambaran
Penggambaran Desain:
• Alinyemen Horisontal dengan Skala 1:500
• Alinyemen Vertikal dengan Skala 1:50
• Potongan Melintang Skala Horisontal 1:100, Skala
Vertikal 1:50
• Potongan Memanjang skala horisontal 1:1000
Vertikal 1:100
• Superelevasi dan Peta Situasi
5. Pengendalian proses perencanaan.
Pengendalian pada saat proses perencanaan dilakukan
agar desain yang dihasilkan memenuhi persyaratan
secara teknis, proses pengendalian dilakukan terhadap :
a) Konsep desain awal berdasarkan data sekunder harus
mendapat persetujuan dari Kepala satuan kerja atau
pejabat pembuat komitmen.
b) Konsep desain berdasarkan data survei pendahuluan dan
survei detail yang merupakan review terhadap desain
awal harus diperiksa dan diasistensikan kepada Kepala
satuan kerja atau pejabat pembuat komitmen.
c) Pemeriksaan dan Asistensi perencanaan secara bertahap
wajib dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan kepada
Kepala Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen
d) Pengecualian terhadap desain yang tidak memenuhi
standar harus mendapat persetujuan dari pejabat
setingkat eselon I.
Penggunaan teknologi baru dapat digunakan apabila
diterima oleh Tim yang dibentuk oleh pejabat Eselon
II dan mendapat persetujuan dari Direktorat
Jenderal Bina Marga.
Pada Perencanaan Teknik Jembatan :
1. Tujuan
Persiapan desain ini bertujuan :
(a) mempersiapkan dan mengumpulkan data-data
survei.
(b) Menetapkan desain sementara dari data survei untuk
dipakai sebagai panduan survei pendahuluan.
(c) Menyiapkan dokumen perencanaan teknis yang
terdiri dari gambar desain, spesifikasi, engineering
estimate.
2. Lingkup Pekerjaan
Hal yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :
(a) Menetapkan kelas jembatan yang akan di Desain
(b) Membuat estimasi bentang dan lebar jembatan
(c) Memilih bentuk struktur jembatan berdasarkan
kendala-kendala yang ada
(d) Melakukan analisa dengan perhitungan manual dan
divalidasi dengan analisa menggunakan software
seperti SAP2000, Hec – ras, Dll
(e) Merencanakan desain Bangunan Atas berdasarkan
peraturan yang ditentukan dalam Peraturan
Perencanaan Jembatan BMS’92 atau peraturan lain
yang relevan yang disetujui oleh pemberi tugas .
(f) Merencanakan Bangunan Bawah secara benar
terhadap aspek kekuatan dukung dan stabilitas,
sebagai akibat beban struktur atas dan tekanan
tanah vertikal ataupun horizontal dan harus
mengikuti aturan yang ditentukan dalam Peraturan
Perencanaan Jembatan BMS’92.
(g) Menetapkan awal dan akhir rencana oprit pada peta,
serta menarik beberapa Alternatif rencana As Jalan/
Alinyemen Horizontal dengan dilakukan pengecekan
Alinyemen Vertikal sesuai dengan kondisi medan
yang memenuhi Standar mengenai Perencanaan.
(h) Merencanakan pondasi jembatan secara benar
terhadap aspek kekuatan dukung dan stabilitas,
sebagai akibat beban struktur atas dan beban
struktur bawah dan harus mengikuti aturan yang
ditentukan dalam Peraturan Perencanaan Jembatan
BMS’92.
(i) Merencanakan jalan pendekat jembatan dengan
memperhatikan kesinambungan ukuran dan
ketinggian jembatan.
(j) Merencanakan drainase, bangunan pelengkap dan
pengaman jembatan.
(k) Melakukan perencanaan manajemen traffic pada
saat pelaksanaan.
(l) Rancangan Konseptual Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi pada paket perencanaan;
(m) Melakukan manajemen resiko yang harus dituangkan
dalam laporan yang di dalamnya memuat:
• Identifikasi resiko
• Analisis resiko
• Penilaian resiko
• Mitigasi resiko
• Alokasi resiko
• Dan rencana pengendalian
(n) Membuat konsep Metode pelaksanaan agar
memudahkan dalam mengantisipasi penggunaan
Teknologi dan pengamanan.
(o) Melakukan analisis resiko yang harus dituangkan
dalam laporan perencanaan teknis yang di dalamnya
membuat identifikasi resiko, analisis resiko, penilaian
resiko, mitigasi resiko, alokasi resiko.
(p) Menyiapkan peta penyebaran tanah berkaitan
dengan kondisi geologi
3. Persyaratan
Proses perencanaan harus mengacu pada Standar,
Pedoman yang berlaku seperti standar atau
pedoman yang tertulis pada acuan normatif atau
referensi lain yang tertuang dalam Kerangka Acuan
Kerja.
4. Penggambaran
Penggambaran Desain Jembatan:
• Metode pelaksanaan
• Identifikasi bahaya dan pengendalian resiko
• Alinyemen Horisontal dengan Skala 1:500
• Alinyemen Vertikal dengan Skala 1:50
• Potongan Melintang Skala Horisontal 1:100, Skala
Vertikal 1:50
• Situasi Skala 1:1000 dan Potongan Memanjang
Skala 1:500
• Superelevasi.
5. Pengendalian proses perencanaan.
Pengendalian pada saat proses perencanaan
dilakukan agar desain yang dihasilkan memenuhi
persyaratan secara teknis, proses pengendalian
dilakukan terhadap :
e) Konsep desain awal berdasarkan data sekunder
harus mendapat persetujuan dari Kepala satuan
kerja atau pejabat pembuat komitmen.
f) Konsep desain berdasarkan data survei pendahuluan
dan survei detail yang merupakan review terhadap
desain awal harus diperiksa dan diasistensikan
kepada Kepala satuan kerja atau pejabat pembuat
komitmen.
g) Pemeriksaan dan Asistensi perencanaan secara
bertahap wajib dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan