| Administrative Score (SA) | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0010016103093000 | Rp 1,457,000,000,000 | 99.81 | 99.87 | |
| 0010016137093000 | Rp 1,525,863,500,000 | 96.56 | 96.24 | |
| 0010016111093000 | Rp 1,545,940,290,000 | 99.48 | 97.91 | |
| 0010016145093000 | Rp 1,612,258,860,000 | 93.61 | 92.64 | |
| 0013626437054000 | - | - | - | |
| 0011342144812000 | - | - | - | |
| 0743140980922000 | - | - | - | |
| 0010016129093000 | - | - | - | |
| 0010610525062000 | - | - | - | |
PT Pelita Putra Pratama | 09*4**7****08**0 | - | - | - |
| 0719924227609000 | - | - | - | |
| 0747702611622000 | - | - | - | |
| 0947641742955000 | - | - | - | |
| 0015215080201000 | - | - | - | |
CV Alittifaqiah Press | 09*7**3****12**0 | - | - | - |
PT Harmoni Kreatif Indonesia | 05*0**4****27**0 | - | - | - |
| 0033084690201000 | - | - | - | |
| 0704994029722000 | - | - | - | |
PT Agung Rahayu | 0210944146412000 | - | - | - |
| 0667028559722000 | - | - | - | |
| 0015025984812000 | - | - | - | |
| 0010016152093000 | - | - | - | |
| 0010000198093000 | - | - | - | |
PT Cahaya Geosolusi Indonesia | 09*9**1****34**0 | - | - | - |
| 0013069083028000 | - | - | - | |
| 0911884617443000 | - | - | - | |
| 0018008854203000 | - | - | - | |
| 0013050828073000 | - | - | - | |
PT Kenzo Agung Perkasa | 08*2**2****01**0 | - | - | - |
CV Guna Karya Abadi | 07*1**6****14**0 | - | - | - |
| 0752962001005000 | - | - | - | |
Koperasi Konsumen Pegawai Lemigas | 00*3**4****13**0 | - | - | - |
| 0026797498516000 | - | - | - | |
| 0942281627617000 | - | - | - | |
PT Andira Pratama | 03*4**8****11**0 | - | - | - |
| 0756400412122000 | - | - | - | |
| 0013494653013000 | - | - | - | |
PT Indo Super Traktor | 08*6**2****22**0 | - | - | - |
CV Avezes Barani Jaya | 06*2**3****11**0 | - | - | - |
| 0821317641822000 | - | - | - | |
PT Yura Mitra Mandiri | 09*8**2****07**0 | - | - | - |
| 0017423468105000 | - | - | - | |
| 0012151676812000 | - | - | - | |
Sesfranvio Putra Mandiri | 04*7**4****47**0 | - | - | - |
| 0025418393543000 | - | - | - | |
| 0837629625543000 | - | - | - | |
| 0313770158429000 | - | - | - | |
| 0031738529063000 | - | - | - | |
| 0015563455522000 | - | - | - | |
| 0713403350609000 | - | - | - | |
PT Catur Manunggal Pakerti | 09*0**0****43**0 | - | - | - |
| 0026711382307000 | - | - | - | |
| 0747584944911000 | - | - | - | |
PT Rekayasa Tata Udara | 00*6**0****04**0 | - | - | - |
| 0015337744908000 | - | - | - | |
| 0010600039093000 | - | - | - | |
| 0011492048007000 | - | - | - | |
| 0831137294911000 | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA
PEMERINTAHAN II DI IBU KOTA NEGARA
A. LATAR BELAKANG
Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) pertama kali disampaikan pada Pidato Kenegaraan
di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 16
Agustus 2019, yang dilanjutkan dengan Pengumuman Pemindahan IKN oleh Presiden
pada tanggal 26 Agustus 2019 di Istana Negara. Sejak tahun 2019, Kementerian PUPR
telah memulai proses perencanaan IKN dengan melibatkan peran masyarakat umum
dalam proses perwujudan IKN yang baru melalui Sayembara Gagasan Desain Kawasan
Ibu Kota Negara sehingga terpilih pemenang sayembara dengan konsep gagasan
“Nagara Rimba Nusa”. Sebagai tindak lanjut hasil sayembara, dilakukan proses Urban
Design dengan kebutuhan populasi serta fungsi-fungsi di IKN, serta berkoordinasi
dengan Kementerian/Lembaga terkait penyusunan Perencanaan IKN.
Undang – Undang IKN telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia pada 18
Januari 2022. Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara
(IKN) telah ditandatangani oleh Presiden dan diundangkan oleh Kementerian Hukum
dan HAM pada 15 Februari 2022. Amanat dalam UU IKN Pasal 7 bahwa Pelaksanaan
pembangunan dan pemindahan IKN dilaksanakan secara bertahap sebagaimana
disampaikan dalam Lampiran Perpres Perincian Rencana Induk IKN tahap awal
pemindahan IKN dimulai pada tahun 2022 – 2024.
Kawasan Pemerintahan II di Ibu Kota Negara (IKN) merupakan salah satu kawasan
yang perlu dilaksanakan pembangunannya sebagai tahap awal pembangunan Ibu Kota
Nusantara. Oleh karenanya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,
melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Bina Penataan Bangunan ditugaskan
untuk melakukan Kegiatan Rancang Bangun “Pembangunan Sarana Prasarana
Pemerintahan II di Ibu Kota Negara” yang terdiri dari Istana Wakil Presiden, Kantor
Wakil Presiden, Kantor Setwapres, Kediaman Wapres, Bangunan Pendukung Lainnya
serta Penataan Kawasan agar dapat segera dilaksanakan supaya terwujud bangunan
fisik sesuai dengan kebutuhan dan fungsi bangunan tersebut.
Rencana Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu Kota Negara (IKN)
mengacu pada Dokumen Basic Design Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan
II di Ibu Kota Negara (IKN). Proses perencanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana
II di Ibu Kota Negara harus mengikuti ketentuan/standar teknis maupun administratif
bangunan gedung khususnya yang berlaku di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat, termasuk responsif terhadap penyandang disabilitas. Proses
perencanaan ini juga harus dilakukan dengan koordinasi yang baik , sepengetahuan dan
atau persetujuan antar stakeholder.
Seluruh kegiatan koordinasi, rapat, pertemuan, survey lapangan dan sejenisnya harus
dituangkan dalam berita acara dan dokumentasi kelengkapannya yang ditandatangani
bersama dan diarsipkan dengan baik sebagai dasar acuan perencanaan lanjutan.
Dengan uraian tersebut diatas, Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu
Kota Negara akan dilaksanakan dengan mekanisme Rancang dan Bangun (Design and
Build) sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia dan Peraturan
Menteri PUPR Nomor 25 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri PUPR
Nomor 1 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
Terintegrasi Rancang Bangun melalui Penyedia, dengan harapan pekerjaan dapat
terlaksana tepat waktu namun tetap mengutamakan mutu dan memenuhi seluruh NSPK
yang berlaku.
B. DATA DASAR
Lokasi Perencanaan dan Kondisi Medan Topografi
Lokasi Pembangunan Sarana Pemerintahan II berada di kawasan Perumahan Barat
(West Residence) di zona pemerintahan SUB BWP 1A. Kawasan ini berbatasan dengan:
Utara : Taman Komunitas & Riparian
Timur : Kantor Organisasi Internasional
Selatan : Botanical Garden
Barat : Perumahan Menteri
Luas kawasan 141.121 m2, memiliki kondisi lahan yang berbukit menjadi potensi
sekaligus kendala dalam perencanaan kawasan. Kondisi lahan eksisting diselubungi
oleh hutan industri dengan pohon homogen eucalyptus, karet dan semak belukar yang
kedepannya akan diusahakan untuk dikembalikan menjadi hutan heterogen dengan
pohon yang beragam.
Elevasi, Kontur/Topografi dan Rekomendasi Cut & Fill
a) Elevasi terendah di dalam kawasan Sarana dan Prasarana Pemerintahan II
berada pada elevasi +10.00 mdpl dan elevasi tertinggi berada pada +84.00
mdpl. Selisih antara elevasi titik terendah dan titik tertinggi adalah 74 meter.
b) Kontur/Topografi
Kondisi topografi berdasarkan hasil pengamatan di Kawasan Sarana dan
Prasarana Pemerintahan II merupakan area yang bergelombang dan berbukit.
C. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup Pekerjaan Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu Kota Negara
tahap I terdiri dari :
a. Perencanaan Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu Kota
Negara
b. Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Kawasan, yaitu:
1) Pekerjaan Persiapan;
2) Pekerjaan SMKK Kawasan;
3) Pekerjaan Grading kawasan (cut & fill);
4) Pekerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT);
5) Pekerjaan Perkerasan Jalan & Jembatan;
6) Pekerjaan Landscape;
7) Pekerjaan Entrance A,B,C;
8) Pekerjaan Drainase;
9) Pekerjaan Pagar Perimeter;
10) Pekerjaan Helipads;
11) Pekerjaan STP;
12) Pekerjaan MEP Kawasan;
13) Pekerjaan Special Lighting Kawasan;
14) Pekerjaan Funicular & Escalator Outdoor;
15) Pekerjaan BS 02 dan MUT 02.
c. Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Bangunan Gedung, yaitu:
1) Bangunan Istana dan Kantor Wakil Presiden;
2) Bangunan Kediaman Wakil Presiden;
3) Mess Paspampres dan Parkir;
4) Bangunan Utilitas (Pendukung);
5) Pendopo Wakil Presiden;
6) TPS;
7) Power House (2 unit);
8) Pos Checkpoint (2 unit);
9) Pos Jaga Luar (2 unit);
10) Pos Jaga Dalam (6 unit);
11) Kandang K9.
d. Pengawasan berkala Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan II di
Ibu Kota Negara
D. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Rancang dan Bangun kegiatan Pembangunan
Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu Kota Negara adalah 450 hari kalender,
terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan
serah terima pertama (Provisional Hand Over - PHO).
Penyedia Jasa Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun kegiatan Pembangunan
Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu Kota Negara wajib menyediakan matriks
tahapan pelaksanaan kegiatan secara terperinci dengan mencantumkan seluruh jenis
pekerjaan, keterlibatan para tenaga ahli dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan
masing-masing jenis pekerjaan.
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN (BULAN KE- )
NO URAIAN PEKERJAAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
I Tahap Perencanaan Konstruksi
II Tahap Pelaksanaan Konstruksi
A Pekerjaan Kawasan
1 Pekerjaan Persiapan
2 Pekerjaan SMKK Kawasan
Pekerjaan Grading kawasan (cut &
3
fill)
Pekerjaan Dinding Penahan Tanah
4
(DPT)
Pekerjaan Perkerasan Jalan &
5
Jembatan
6 Pekerjaan Landscape
7 Pekerjaan Entrance A,B,C
8 Pekerjaan Drainase
9 Pekerjaan Pagar Perimeter
10 Pekerjaan Helipads
11 Pekerjaan STP
12 Pekerjaan MEP Kawasan
13 Pekerjaan Special Lighting Kawasan
Pekerjaan Funicular & Escalator
14
Outdoor
Pekerjaan BS 02 dan
15
MUT 02
B Pekerjaan Bangunan Gedung
1 Istana dan Kantor Wakil Presiden
2 Kediaman Wakil Presiden
3 Mess Paspampres dan Parkir
4 Bangunan Utilitas (Pendukung)
5 Pendopo Wakil Presiden
6 TPS
7 Power House (2 unit)
8 Pos Checkpoint (2 unit)
9 Pos Jaga Luar (2 unit)
10 Pos Jaga Dalam (6 unit)
11 Kandang K9
III Tahap Pengawasan Berkala
E. BIAYA
Sumber dana Pekerjaan Konstruksi Rancang dan Bangun kegiatan Pembangunan
Sarana Prasarana Pemerintahan II di Ibu Kota Negara dibebankan pada DIPA Satuan
Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur, Balai
Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2024 - 2025.
F. LAMPIRAN GAMBAR
Gambar 3D. Kawasan Sarana Prasarana Pemerintahan II
Gambar Kondisi Eksisting Lokasi Pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan II