| 0412960320953000 | Rp 4,189,457,296 | |
CV Kasuari Jaya Papua | 10*0**0****40**3 | Rp 4,145,466,824 |
PT Nusantara Baja Prima | 07*0**5****11**0 | - |
| 0766364533953000 | - | |
| 0030101117952000 | - | |
CV Aaron Pilar Papua | 10*0**0****80**0 | - |
Cendrawasih Permata Permai | 00*7**9****54**0 | - |
CV Putra Teluk Youtefa | 09*7**0****52**0 | - |
| 0419922943952000 | - | |
| 0946002599955000 | - | |
PT Indo Trans Konstruksi | 08*8**7****07**0 | - |
CV Bersinar Putra Papua | 04*9**5****53**0 | - |
| 0028273274643000 | - | |
CV Awang Mitra Mimika | 09*3**2****53**0 | - |
PT Mili Name Papua | 07*6**2****52**0 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Nama Pekerjaan : Pembangunan Jembatan Napimo 2.
Nilai Total HPS : Rp.4.273.780.000,- ( Empat milyar dua ratus tujuh puluh tiga juta
tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah).
Sumber Dana : Dana Alokasi Umum (DAU).
Lingkup Pekerjaan : Jembatan ini direncanakan bentangan 10 m dengan rincian
pekerjaan Sebagai berikut;
PETUNJUK PEMASANGAN PIPA BAJA BERGELOMBANG
I. TYPE NESTABLE FLANGE E-100
A. Penjelasan Plat
1. Ukuran Plat
Panjang plat standar NF E-100 adalah 1 meter, serta plat end section
75 cm dan 25 cm. Lebar plat tergantung dari diameter, mulai dari
Ø 450 mm sampai maksimal Ø 1800 mm dengan ketebalan
minimal 2,0 mm sampai maksimal ketebalan 7 mm.
ketebalan
20
Gb 1. Dimensi Gelombang NF E-100
r
250 250 250 250 250 250 250 250 55 Ø
TAMPAK SAMPING TAMPAK SAMPING TAMPAK SAMPING
TAMPAK DEPAN PLAT STANDAR 100cm PLAT
SECTION 75cm PLAT SECTION 25cm NF E-100
Gb 2. Dimensi Standar Plat NF E-100
2. Mur Baut
NF E-100 di instal dengan menggunakan baut M.10x40. Dalam 1 meter
plat standar dibutuhkan 10 set baut untuk posisi memanjang.
Untuk posisi melingkar pada ukuran Ø 450 – Ø 1000 dibutuhkan 2 set
baut, untuk Ø 1200
– Ø 1800 dibutuhkan 4 set baut pada posisi melingkar.
Ø 450 - Ø 1000 Ø 1200 - Ø 1800
Gb 3. Posisi Baut Arah Melingkar
1
100
B. Alat yang Diperlukan
Alat bantu yang digunakan untuk proses instal NF E-100 menggunakan kunci
(ukuran 17) untuk mengencangkan baut M.10x40. Untuk mempermudah
proses perakitan juga dibutuhkan pin bar, berupa besi yang ujungnya dibikin
lancip untuk memudahkan menyatukan lubang baut. Palu juga bisa dipakai
saat kondisi plat tidak dalam kondisi standar, sehingga bisa digunakan palu
untuk memposisikan plat agar mudah di instal. Alat berat seperti excavator
bisa digunakan untuk mempermudah pemasangan dilapangan.
Kunci 17 Pin Bar Lurus Pin F
Palu
Gb 4. Tool Kit Nestable Flange
C. Penjelasan Perakitan
750 1000 1000 250
7 6 5 4 No. Urut
Pemasangan
PLAT SECTION PLAT STANDAR PLAT STANDAR PLAT
750 1000 1000 SECTION
250
ARAH
1 2 3 ALIRAN AIR
PLAT STANDAR PLAT STANDAR PLAT STANDAR
1000 1000 1000
1000 1000 1000
Gb 5. Pemasangan Nestable Flange E-100
Untuk pemasangan NF E-100 dimulai dari nomer 1 dilanjutkan nomer
seterusnya sesuai panjang struktur. Untuk metode penimbunan NF
dijelaskan pada bab penimbunan. Pengencangan baut harus secara zigzag
4
setelah terpasang semua, dengan bantuan Pin F dan Pinbar, kemudian baru
dikencangkan baut-baut tersebut secara zigzag dan serempak.
7
6
5
3
2
1
Gb 6. Instal Nestable Flange E-100
II. TYPE MULTI PLATE
A. Penjelasan Plat
1. Ukuran Plat
Panjang plat Multi Plate tersedia dalam ukuran panjang standard 2,4
Meter. Dengan terdiri dari 5 jenis modul, yaitu :
a. Plat 2 Modul terdiri dari 3 lubang pada ujung-ujung plat ke arah transversal.
b. Plat 3 Modul terdiri dari 4 lubang.
c. Plat 4 Modul terdiri dari 5 lubang.
d. Plat 5 Modul terdiri dari 6 lubang.
e. Plat 6 Modul terdiri dari 7 lubang.
Semua lubang ini berada sepanjang korugasi ujung penampang plat.
200
6 modul
Overall Width
5 modul
Nett Width
4 modul
3 modul
235
2 modul
85
2400
2500
Gb 7. Standar Dimensi Plat Multi Plate
2. Mur Baut
Baut tersedia dalam 2 ukuran panjang yang disesuaikan dengan ketebalan
plat yang digunakan. Ukuran baut panjang M 20 x 30 untuk pertemuan 2
(dua) Plat. M 20 x 40 digunakan pada sambungan pertemuan 3 (tiga) Plat,
digunakan pada ketebalan 3 mm dan 4 mm.
Dan untuk ketebalan plat 5 mm, 6 mm dan 7 mm, pada sambungan
pertemuan 2 plat digunakan baut M 20 x 40, pertemuan 3 Plat digunakan
baut M 20 x 50.
Mur M 20 M 20 x 30 M 20 x 40 M 20 x 50
Gb 8. Baut M 20
3. Standard Cahaya Metal Perkasa
Saat pengiriman beberapa plat untuk MPPA dan MPA, akan ditandai
dengan pewarnaan untuk membedakan radiusnya.
Plat yang di bagian atas (TOP) diberi dengan warna merah,
Plat yang di bagian samping (SIDE) diberi warna kuning,
Plat yang di bagian bawah (BOTTOM) diberi warna hijau.
TOP
(merah)
BOTTOM
(hijau)
SIDE SIDE
(kuning) (kuning)
Gb 9. Pemberian Warna Plat
B. Alat yang Diperlukan
Penggunaan alat-alat yang benar berupa Tool Kit akan mempercepat
pemasangan struktur Multi Plate. Tool Kit ini akan disertakan dalam setiap
pengiriman material ( pinbar, hand hook, kunci shcok 34).
Kunci Shock
Hand Hook Pin Bar Lurus
Palu
Gb 10. Tool Kit Multi Plate
Jika digunakan kunci pas yang dioperasikan dengan listrik, lakukan
pengecekan terhadap kencangnya baut dengan sangat hati-hati karena
kunci pas ini mudah menjadi tidak pas penyetelannya. Penggunaan kunci pas
type struktural dan socket atau penggunaan kunci pas type torsi dengan
optimal akan memastikan bahwa bautnya dikencangkan dengan optimal.
Alat bantu lain sebagai penunjang untuk mempermudah pekerjaan seperti :
a. Scafolding
b. Tripod (Kerekan Rantai), Tackle
c. Stamper atau Baby Roller
d. Crane atau Excavator (BackHoe)
e. dll, yang dapat digunakan sebagai alat bantu perakitan.
C. Penjelasan Perakitan
1. TYPE MPP
Ada dua cara yang dapat dipakai di dalam perakitan tersebut, yaitu :
a. Perakitan di bawah (Lokasi Galian)
Memulai pemasangan dengan plat bawah pertama dan letakan semua
plat bawah terlebih dahulu sebagaimana ditunjukkan pada gambar
pemasangan.
Ring ke-1
Ring ke-2
Ring ke-3
Ring ke-4
Pondasi Sirtu Padat
Gb 11. Perakitan MPP di Galian
b. Perakitan di atas (Di Tempat Lain di Samping Galian)
Perakitan dilakukan Ring per Ring di luar galian, setelah jadi masing-
masing ring di turungkan di galian dengan alat berat (Crane / Escafator)
kemudian disambung sesuai panjang struktur yang direncanakan.
Ring ke-3 Ring ke-1
Ring ke-2
Pondasi Sirtu Padat
Ring Sambungan
Gb 12. Perakitan MPP di Luar Galian ( disambung di galian )
2. TYPE MPA
a. Bentangan sampai dengan 4500 mm.
Untuk MPA dengan bentangan yang tidak melebihi 4500 mm, maka
tepi penyangga pada struktur tersebut harus didudukkan pada suatu
Base Channel yang dijoint dengan Beton, seperti terlihat gambar.
Bentangan yang lebih dari 4500 mm.
Plat Multi Plate
90°
Base Channel
Angkur
Pondasi
Beton Bertulang
Gb 13. Pemasangan Base Channel
b. Bentangan lebih dengan 4500 mm.
Untuk type MPA dimana bentangannya lebih dari 4500 mm, maka
penyangga MPA tersebut harus didudukkan pada Base Channel yang
terbuat dari baja galvanize yang tebalnya tidak kurang dari 5 mm, yang
harus dipasang pada posisi miring sesuai dengan bentangnya.
B
Plat Multi Plate
90°
Base Channel
Angkur
Pondasi
Beton Bertulang
Gb 14. Pemasangan Base Channel
c. Pemasangan plat tipe Arch dan Arches
Untuk tipe ini sebagai langkah awal adalah perencanaan pondasi sebagai
kedudukan Base Channel, penempatan Base Channel ini yang perlu
diperhatikan adalah posisi kemiringan.
Kemudian pemasangan plat per platnya dimulai dari posisi kanan
terlebih dahulu 1 plat kemudian dilanjutkan dengan 1 plat pada bagian
kiri. Setelah itu dapat dimulai dengan pat ke-2 dan ke-3 dan seterusnya.
Plat dari kiri Plat dari kanan
2
1
Pondasi Beton
Gb 15. Proses Perakitan Multi Plate Arch
6 5
4
3
2
1
Pondasi Beton
Gb 16. Proses Perakitan Multi Plate Arch
3. TYPE SUPER SPAN
Super Span memberikan area luasan bidang lebih lebar ke arah horizontal
(atas) dan vertikal (samping). Bertumpu pada pondasi yang dijoin dengan
base channel. Type Super Span tersusun dari beberapa plat yang
pempunyai radius berbeda.
Untuk memperkuat struktur Armco Type Super Span diperlukan perkuatan
berupa trush beam dan ring beam.
a. Pemasangan Base Channel Super Span
Base Channel pada type Super Span dipasang berdasarkan kemiringan
plat (lihat katalog product). Untuk type Low Profile kemiringan Base
Chennel ke arah dalam. Untuk type High Profile kemiringan Base Channel
ke arah luar.
Plat Multi Plate Plat Multi Plate
A
B
90°
90°
Base Channel Base Channel
Angkur Angkur
Pondasi Pondasi
Beton Bertulang Beton Bertulang
Base Channel Low Profile Base Channel High Profile
Gb 17. Pemasangan Base Channel Super Span
b. Trush Beam dan Ring Beam
Trush Beam merupakan struktur beton bertulang yang digunakan untuk
memperkuat Armco ke arah memanjang. Ring Beam merupakan struktur
beton bertulang yang memperkuat Armco ke arah melingkar.
Trush Beam
Ring Beam
Pondasi
Gb 18. Trush Beam dan Ring Beam
300
Tulangan Ø 16
Sengkang Ø 12 - 150
Cor beton
K 225
Tulangan Ø 16
Cor beton K 225
Baut 400
300
Angkur Ø 20
Sengkang Ø 12 - 150
Clip Angel
Baut dan Angkur di las
Plat Armco
Plat Armco
Baut
300
Detail Trush Beam Detail Ring Beam
Gb 19. Detail Trush Beam dan Ring Beam
III. GALIAN PONDASI
Galian dibuat sesuai dengan diameter pipa Corrugated ditambah + 60 cm
untuk proses pemadatan atau minimum mesin Stamper dapat bekerja. Secara
umum, jarak antara pipa dan permukaan dinding samping galian adalah ± 60 cm.
Dinding sampang galian dapat dibuat tegak lurus atau miring, sesuai
dengan kondisi di lapangan – Kondisi Tanah Padat dan Kondisi Tanah Mudah
Longsor.
A. Kondisi Tanah Baik / Stabil
Armco
60 cm 60 cm
Gb 20. Galian pada Tanah Padat
B. Kondisi Tanah Labil
Armco
Gb 21. Galian pada Tanah Labil
C. PONDASI
Bahan pondasi harus menggunakan sirtu yang dipadatkan, dengan ketebalan
minimum 30 cm dan tergantung pada kondisi di lapangan. Jika menginginkan
pondasi yang kokoh, maka tanah yang tidak stabil di bawah struktur untuk
lebar yang tidak kurang dari 2 kali lebar strukturnya, harus dibuang dan
diganti dengan tanah berbutiran baik yang sesuai, yang dipadatkan dengan
baik, untuk memberikan penyangga cukup bagi pemasangan (install)
tersebut.
Armco
Over 900
Pondasi Sirtu Padat ± 30 cm di bawah Armco
Gb 22. Pondasi Landasan Armco
(Catatan : bahan pondasi yang tidak stabil, tidak akan memberikan
penyangga yang merata dan dapat bergeser setelah tanggul dipasang yang
menyebabkan adanya pergeseran Penampang melintang dan / pergeseran
membujur pada struktur tersebut).
Untuk tanah dasar pondasi yang lembek dan tidak stabil maka harus
diturunkan atau digali dasar pondasinya atau diberi cerucuk dan Geotextile
(tikar ijuk), untuk kemudian diisi dengan sirtu dan dipadatkan. Kedalaman
pondasi harus disesuaikan rencana struktur supaya didapatkan pondasi yang
baik dan stabil.
Jika terdapat batuan pada dasar pondasinya maka batuan itu harus
dipindahkan atau diganti dari bawah dasar (bedding) pada lebar tertentu
dimana dapat dipastikan bahwa tidak akan bertumpu pada batuan. Dasar
pondasi sebaiknya menggunakan bahan butiran yang dipadatkan dengan
ketebalan tidak kurang dari 25 cm padat.
Armco
Pondasi Sirtu
Geotekstil / tikar ijuk
Cerucuk / balok kayu
(horisontal)
Cerucuk / balok kayu
(vertikal)
Gb 23. Perbaikan Struktur Pondasi
IV. URUGAN / TIMBUNAN
A. Material Timbunan
Bahan untuk backfill lebih dianjurkan jika berbentuk butiran agar dapat
memberikan performa struktur yang baik, batuan yang digerus halus (kerikil)
atau bahan yang serupa yang dipadatkan hingga tercapai nilai CBR 85. Semua
bahan timbunan (urugan) harus bebas dari bahan sampah atau tumbuhan
dan dari batuan besar, atau gumpalan keras yang tidak akan merata
(adanya rongga tanah), sehingga membahayakan kestabilan bentuk dari
Armco.
B. Alat Pemadatan
Untuk proses pemadatan digunakan peralatan antara lain :
- Stamper - Cerucuk / tokgak kayu
- Fibrator - Baby roller
Stamper pada umumnya diperlukan di daerah yang tidak luas. Stamper
tersebut untuk memadatkan lapisan Layer per layer.
Kayu Tonggak
Fibrator
Timbunan di Sisi Armco
Pondasi Sirtu Padat ± 30 cm
Gb 24. Material disisi Armco Dipadatkan
Jika digunakan alat Baby Roller, maka backfill yang dekat dengan struktur
tidak boleh melewati batas 90 cm dari ¼ struktur bagian bawah, dan harus
ditumbuk (manjalani proses tamping) dengan menggunakan peralatan tangan
atau peralatan genggam yang menggunakan tenaga listrik. Harus
diperhatikan secara khusus bahwa backfill harus dijaga pada ketinggian
yang sama pada kedua sisi pipa.
Armco
Baby Roller
Stamper
Timbunan per Layer
Pondasi Sirtu Padat ± 30 cm
Gb 25. Pemadatan per Layer dengan Stamper / Baby Roller
C. Pengisian di atas struktur
Pengisian di atas (pada seluruh permukaan) struktur baja korugasi harus
diselesaikan dengan menggunakan bahan yang pada dasarnya sama dengan
bahan yang digunakan untuk backfill di sekelilingnya yang ditempatkan dan
dipadatkan dengan cara yang sama
Armco
Timbunan Tanah
(dipadatkan per layer)
Pondasi Sirtu Padat ± 30 cm
Gb 26. Pengisian Timbunan diatas Struktur
D. Syarat Pemadatan
Bahan urugan di sekeliling struktur harus ditempatkan seimbang (balance)
pada kedua sisinya dalam beberpa lapisan yang tebalnya tidak lebih dari 15
cm dan dipadatkan bersamaan hingga tercapai nilai CBR 85. Bahan backfill
harus ditempatkan secara merata agar bahan itu tetap berada pada
ketinggian (elevation) yang sama pada kedua sisi struktur itu.
Elevasi Kanan Kiri Timbunan Harus Imbang
Pemadatan per Layer
(15 cm)
Pondasi Sirtu Padat ± 30 cm
Gb 27. Pemadatan per Layer Kanan Kiri
V. HEADWALL WINGWALL
A. Headwall Cor Beton / Batu Kali
Apabila diperlukan dapat digunakan Head Wall atau Wing Wall dari beton
maupun dari batu kali. Ataupun apabila dalam kondisi terpaksa dapat
digunakan Head Wall dari karung yang diisi dengan tanah (pasir) ini hanya
bersifat sementara saja.
Head Wall Timbunan Tanah
(dipadatkan per layer)
Armco
Wing Wall
Pondasi Sirtu Padat ± 30 cm
Ring Beton
Gb 28. Head Wall & Wing Wall Batu Kali
B. Headwall Corrugated Plate
Dalam kondisi khusus bisa juga headwall dibuat dari plat dengan tujuan
pempercepat proses pengerjaan jembatan. Setelah Amrco di instal sesuai
panjang rencana, kemudian headwall yang terbuat dari plat di pasang di
kedua ujung Armco. Setelah itu besi angkur pengkaku disetel kekencanganya
agar dinding headwall plat tetap tegak saat Armco ditimbun.
Besi angkur pengkaku
Armco
Head wall plat baja
Gb 29. Head Wall & Wing Wall Plat| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 4 August 2025 | Pengaspalan Runway Bandara Beoga | Kab. Puncak | Rp 15,000,000,000 |
| 16 June 2022 | Pembangunan Gedung Puskesmas 600 M2 - Gome Utara | Kab. Puncak | Rp 12,852,840,000 |
| 8 August 2024 | Pembangunan Jembatan Ruas Jalan Mega-Fef | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 11,592,264,000 |
| 4 August 2025 | Pembangunan Talud Apron Bandara Sinak | Kab. Puncak | Rp 11,478,278,560 |
| 15 March 2024 | Pengaspalan Jalan Ruas Kago-Kimak | Kab. Puncak | Rp 10,140,669,000 |
| 7 July 2025 | Pembangunan Rumah Baru Layak Huni Di Distrik Alama Kampung Enggin Dan Kampung Bemoki (7 Unit); (Otsus) | Kab. Mimika | Rp 8,750,000,000 |
| 3 July 2023 | Pembangunan Jembatan Amar (120 M) | Kab. Mimika | Rp 6,000,000,000 |
| 22 April 2022 | Pembangunan Rumah Khusus Asn Type 36 M2 | Kab. Puncak | Rp 5,236,875,000 |
| 3 March 2023 | Pembangunan Jembatan Kali Kiwolok | Kab. Puncak | Rp 4,046,088,000 |
| 11 February 2022 | Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Mako Polsek Astj Dan Fasum T.A. 2022 | Kepolisian Negara Republik Indonesia | Rp 3,403,300,000 |