| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0658755871702000 | Rp 3,307,133,823 | - | |
| 0023823958702000 | Rp 3,345,867,110 | - | |
| 0071442321429000 | - | - | |
| 0411067721707000 | Rp 3,289,716,055 | Tidak Melampirkan Dokumen Hasil Litpers (SKHPP) dari Sinteldam XII/Tpr | |
| 0027648179701000 | - | - | |
| 0941703126813000 | - | - | |
| 0929122752955000 | - | - | |
| 0862503448606000 | - | - | |
| 0200520443101000 | - | - | |
| 0904178423121000 | - | - | |
| 0617882592704000 | - | - | |
| 0016296279803000 | - | - |
KESEHATAN DAERAH MILTER XII/TANJUNGPURA
RUMAH SAKIT TINGKAT II KARTIKA HUSADA
RANCANGAN
KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
Pekerjaan Renovasi Ruang Perawatan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS)
Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada
Lokasi Pekerjaan : Kab. Kubu Raya
Nomor Kontrak :
Waktu Pelaksanaan : 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kalender
RANCANGAN
KONSEPTUAL
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
Pekerjaan Renovasi Ruang Perawatan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS)
Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada
Pihak Penyedia Jasa Pihak Pengguna Jasa
Dibuat Oleh: Disetujui Oleh:
CV. Pilar Hutama Desain Penanggung Jawab Kegiatan
Pregi Agrista, ST dr. Lucky Sutanto, Sp. OG
Direktur Letkol Ckm NRP 11000003610571
DAFTAR ISI HAL
COVER DOKUMEN
LEMBAR
PENGESAHAN
DAFTAR ISI
RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN KONSTRUKSI PERANCANGAN
KONSTRUKSI
1. Data Umum
1.1. Pernyataan Pertanggungjawaban Konsultansi
Konstruksi Perancangan
2. Metode Pelaksanaan
3. Rencana Pemeriksaan dan Pengujian (Inspection Test
Plan/ITP)
4. Rekomendasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
5. Rencana Manajemen Lalu Lintas
6. Identifikasi Bahaya, Mitigasi Bahaya, dan Penetapan
Tingkat Risiko Pekerjaan
7. Daftar Standar dan/atau Peraturan Perundang-undangan
Keselamatan Konstruksi
8. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan
Konstruksi
9. Dukungan Keselamatan Konstruksi
9.1. Biaya SMKK
9.2. Kebutuhan Personil Keselamatan Konstruksi
10. Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian
dan
Pemeliharaan Konstruksi Bangunan
KESEHATAN DAERAH MILTER XII/TANJUNGPURA
RUMAH SAKIT TINGKAT II KARTIKA HUSADA
RANCANGAN KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONSTRUKSI PERANCANGAN KONSTRUKSI
1. Data Umum
Pekerjaan Renovasi Ruang Perawatan Kamar
Nama Proyek : Rawat Inap Standar (KRIS)
Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada
Pekerjaan Renovasi Ruang Perawatan Kamar
Nama Paket Pekerjaan : Rawat Inap Standar (KRIS)
Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada
Lokasi Pekerjaan : Kab. Kubu Raya
Nomor Kontrak :
Waktu Pelaksanaan : 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kalender
Nama Konsultan Perancangan : CV. Pilar Hutama Desain
Lingkup Tanggung Jawab : 1. Konsultan harus membuat detail
Konsultan Perancangan engineer desain untuk perencanaan
detail struktur.
2. Setiap perencanaan gedung yang
direncanakan harus direncanakan
berdasarkan konsep ekonomis,
teknis, dan mempertimbangkan
aspek sosial.
3. Desain bangunan harus
diperhitungkan berdasarkan data-
data yang didapat di lapangan.
4. Perencanaan struktur bangunan
harus diperhitungkan terhadap
keamanan, daya tahan/umur
rencana bangunan, serta
ketersediaan material di lokasi.
5. Semua perhitungan struktur harus
dibuat analisanya berdasarkan
analisa struktur yang lazim
digunakan.
6. Efisiensi biaya dengan
mempertimbangkan sistem
konstruksi yang paling murah dan
mudah dalam pelaksanaan.
7. Keamanan dalam pelaksanaan.
8. Kemudahan dalam operasi dan
pemeliharaan.
1.1 Pernyataan Pertanggungjawaban Konsultansi Konstruksi Perancangan
Memuat Pernyataan Pertanggung Jawaban Konsultansi Konstruksi
Perancangan yang ditandatangani oleh Kepala Konsultansi Konstruksi
Perancangan.
Format Pernyataan Pertanggungjawaban Konsultansi
Konstruksi
Perancanan
PERNYATAAN PERTANGGUNGJAWABAN
KONSULTANSI KONSTRUKSI
PERANCANGAN
CV. Pilar Hutama Desain
CV. Pilar Hutama Desain sebagai Badan Usaha Jasa Konstruksi bertanggung
jawab penuh terhadap hasil desain yang telah dilakukan. Apabila terjadi
revisi desain, maka tanggung jawab revisi desain dan dampaknya ada pada
penyusun revisi.
2. Metode Pelaksanaan
Tabel 1 Metode Pelaksanaan
NO Lingkup Pekerjaan Metode Pekerjaan Bahaya Utama
1 Pekerjaan Pembongkaran dan benda-benda yang ada di area kerja diamankan, Terkena serpihan sampah lapangan & material
perapihan kembali dilindungi, atau dipindahkan
Terinjak serpihan sampah lapangan & material
Terhirup debu & pasir
2 Pekerjaan Mengurug pasir dan pasir dan tanah diurug menggunakan bantuan alat berupa Terhirup debu pasir dan tanah
tanah sekop dan gerobak sorong
Terkena alat pengurugan
3 Pekerjaan Galian tanah pada titik pondasi digali dan dibuat lubang sesuai Terhirup debu pasir dan tanah
dengan gambar rencana
Terkena alat galian
4 Pekerjaan Pemancangan kayu cerucuk Ø8-10 cm dengan panjang 4 m dipancang Tergores Tiang Pancang
menggunakan alat pemancang yang ditempatkan sesuai
Terkena Tiang Pancang
gambar kerja
Terkena alat pancang
5 Pekerjaan pembuatan bekisting bekisting dibuat dari papan kelas III atau multipleks Terkena material, paku dan alat potong
pondasi dan sloof dengan ukuran sesuai rencana kerja, untuk
Terinjak material yang berserakan
pembongkarannya dilakukan dengan statis, tanpa
goncangan, getaran, atau kerusakan pada beton
Tergores serpihan kayu
Terkena palu/linggis saat pembongkaran
6 Terkena material coran
NO Lingkup Pekerjaan Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Tangan terkelupas akibat air semen
adukan beton yang sudah sesuai mutunya dituang
Pekerjaan Pengecoran pondasi kedalam bekisting secara merata dan harus dilakukan Terinjak material yang berserakan
dan sloof pemadatan di setiap lapisannya menggunakan vibrator
atau melakukan pengetukan pada dinding bekisting
7 Pekerjaan pembuatan bekisting bekisting dibuat dari papan kelas III atau multipleks Terkena material, paku dan alat potong
kolom dan ring balok dengan ukuran sesuai rencana kerja, untuk
Terinjak material yang berserakan
pembongkarannya dilakukan dengan statis, tanpa
goncangan, getaran, atau kerusakan pada beton
Tergores serpihan kayu
Terjatuh dari ketinggian
Terkena palu/linggis saat pembongkaran
8 Pekerjaan pengecoran kolom dan adukan beton yang sudah sesuai mutunya dituang Terkena material coran
ring balok kedalam bekisting secara merata dan harus dilakukan
Tangan terkelupas akibat air semen
pemadatan di setiap lapisannya menggunakan vibrator
atau melakukan pengetukan pada dinding bekisting
Terinjak material yang berserakan
Terjatuh dari ketinggian
9 Pekerjaan Besi tulangan baja disiapkan, dibengkokkan, dan dipasang Terkena alat potong besi
sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi/gambar
Tergores besi
Terinjak sisa potongan besi
Terkena lompatan sisa potongan
Tertimpah besi
10 Pekerjaan Atap (pekerjaan perakitan dan pemasangan struktur rangka atap harus Terkena peralatan, alat potong, bor, alat las, alat
rangka atap baja ringan, dilaksanakan sesuai gambar kerja tukang
Tergores material atap, besi, sekrup, baut
NO Lingkup Pekerjaan Metode Pekerjaan Bahaya Utama
pemasangan bahan penutup atap, Terinjak sisa potongan material atap, besi, seng,
lisplank woodplank) sekrup
Terkena lompatan sisa potongan material
Tertimpah material atap, besi, seng
Jatuh dari ketinggian
11 Pekerjaan Pasangan dinding & menggunakan bata ringan yang dipasang tegak lurus Tertimpah material bata ringan, semen
plesteran sesuai bentangan benang yang sifatnya datar kemudian
Tergores material bata ringan
diplester
Terhirup debu, semen adukan dan bata ringan
Terkena air semen adukan
Jatuh dari ketinggian
12 Pekerjaan Pemasangan Rangka pemasangan plafond gypsumboard dilakukan pada Terkena peralatan, alat potong, bor, alat tukang
Plafond & Plafond Gypsum seluruh ruang yang ditunjukkan dalam detail gambar
Tergores material rangka plafond, sekrup, baut
menyesuaikan kondisi dan pola ruangan, setelah
terpasang harus dipastikan permukaannya rata, lurus dan
Terinjak sisa potongan material sekrup, seng,
waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang
sekrup
Terkena lompatan sisa potongan material
Tertimpah material besi, plafond, rangka
Jatuh dari ketinggian
Terkena mata serbuk dempul gypsum
13 Pekerjaan Pemasangan Kusen aluminium dipasang sesuai gambar kerja dan Terkena peralatan, alat potong, bor, alat tukang
Aluminium, Daun Pintu, Jendela ditempatkan dengan benar
Tergores material kusen, pintu, kaca, sekrup,
Kaca & aksesories
baut
NO Lingkup Pekerjaan Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Terinjak sisa potongan material sekrup, seng,
sekrup
Terkena lompatan sisa potongan material
Tertimpah material kusen, pintu, kaca
Jatuh dari ketinggian
Terkena mata serpihan potongan aluminium,
kayu, kaca
14 Pekerjaan Pengecatan permukaan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian Terkena mata cat yang menetes
lakukan pengecatan dengan rata, tidak bertumpuk, dan
Jatuh dari perancah
tidak bercucuran menggunakan kuas/roller
Tertimpah material/perancah
Terinjak sisa potongan perancah
Tergores perancah
Terhirup bau cat
15 Pekerjaan Keramik pemasangan keramik dimulai dengan menempatkan Tergores peralatan potong keramik
kepala pola keramik diatas bidang yang rata pada seluruh
Tergores material keramik yang tajam
finishing lantai dan dinding yang ditunjukkan dalam
detail gambar dengan setiap potongan harus membentuk
Terhirup debu material keramik
sudut siku dan saling tegak lurus
Terkena percikan lompatan sisa potongan
Tertimpah Keramik yang lepas
Terkena mata serpihan keramik
Terinjak material pecahan keramik
16 Pekerjaan Instalasi Kabel Tertimpah Material/Alat Kerja
NO Lingkup Pekerjaan Metode Pekerjaan Bahaya Utama
Tangan terkena palu
perakitan dan pemasangan kabel dilakukan sesuai Terjatuh di ketinggian
kebutuhan kerja dengan sarung tangan sebagai pelindung
17 Pemasangan Armature (Saklar, perakitan dan pemasangan armature dilakukan sesuai Terkena Bor
Stop kebutuhan kerja di setiap titik lampu
Tangan terkena palu
Kontak, Lampu)
Terjatuh di ketinggian
Tertimpah Material/Alat Kerja
18 Pemasangan dan Penyambungan pekerjaan pemipaan dipasang secara menurun kearah Tangan Terkena Gergaji
Pipa titik buangan dan setiap belokan pipa harus diberi
Mata Terkena Debu Sisa Potongan PVC
PVC penguat agar sambungan tidak mudah lepas
Menghirup Debu
Kaki Terkena Material dan Alat Kerja
3. Standar Pemeriksaan dan Pengujian
Memuat penjelasan mengenai prosedur dan kebutuhan inspeksi dan
pengujian di lapangan untuk memastikan agar mutu produk yang
dihasilkan tetap terjaga. Rencana pemeriksaan dan pengujian harus
disesuaikan dengan uraian tahapan pekerjaan.
Tabel 2. Rancangan Pemeriksaan dan Pengujian
Rencana
Kegiatan
No Referensi Pemeriksaan dan Waktu Pengujian
(Aktivitas)
Pengujian
1. Slump Test SNI 1972 : 2008 Bahan/alat yang Saat pengecoran
digunakan,
kerucut slump test.
Bertujuan untuk
mengetahui w/c rasio
beton
2. Tes Tekan SNI 03-1974-1990 Bahan/alat yang 7 – 28 hari setelah
Kubus Beton digunakan, pengecoran
Sampel kubus beton.
Bertujuan untuk
mengetahui kuat tekan
beton yang
dilaksanakan
dilapangan.
4. Rekomendasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Memuat tabel rekomendasi upaya penanganan dampak terhadap
lingkungan hidup yang ditimbulkan dari setiap tahap pekerjaan
konstruksi dan dapat berpengaruh pada biaya penerapan SMKK.
Tabel 3. Rekomendasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
No Kegiatan Dampak pada Rekomendasi
(Aktivitas) Lingkungan
(1) (2) (3)
5. Rencana Manajemen Lalu Lintas
Memuat rencana manajemen keselamatan lalu lintas (traffic management)
pada lokasi pekerjaan yang berdampak pada kelancaran lalu lintas sekitar
proyek dan dapat berpengaruh pada biaya penerapan SMKK.
Tabel 4. Rencana Manajemen lalu lintas
No Kegiatan Data lalu lintas Rekomendasi
(Aktivitas) harian rata-rata
(1) (2) (3)
1. • Mobilisasi - -
material dan
alat konstruksi
bangunan
6. Identifikasi Bahaya, Mitigasi Bahaya, dan Penetapan Tingkat Risiko
Memuat tabel identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap
aktivitas pekerjaan konstruksi sesuai hasil perancangan.
Tabel 5. Penilaian Tingkat Risiko
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
PENGENDALIAN PENGENDALIAN
NILAI TINGKAT
NO
IDENTIFIKASI BAHAYA KEMUNGKINAN KEPARAHAN
URAIAN PEKERJAAN AWAL RISIKO RISIKO LANJUTAN
(Skenario Bahaya) (F) (A)
(F X A) (TR)
1 Pekerjaan Pembongkaran Terkena serpihan sampah lapangan Menggunakan
dan perapihan kembali & material Sarung tangan
Terinjak serpihan sampah lapangan Menggunakan
2 2 4 KECIL
& material Sepatu
Terhirup debu & pasir Mengunakan Baju
Pengaman/Rompi
2 Pekerjaan Mengurug pasir Terhirup debu pasir dan tanah Menggunakan
dan tanah Masker
Terkena alat pengurugan Menggunakan
2 2 4 KECIL
Sarung tangan
Menggunakan
Sepatu
3 Pekerjaan Galian Terhirup debu pasir dan tanah Menggunakan
Masker
Terkena alat galian Menggunakan
2 2 4 KECIL
Sarung tangan
Menggunakan
Sepatu
4 Pekerjaan Pemancangan Tergores Tiang Pancang Menggunakan
Sarung tangan
Terkena Tiang Pancang Menggunakan
2 3 6 SEDANG
Helm
Terkena alat pancang Mengunakan Baju
Pengaman/Rompi
5 Pekerjaan pembuatan Terkena material, paku dan alat Menggunakan
bekisting pondasi dan potong Sarung tangan
sloof Terinjak material yang berserakan Menggunakan
2 2 4 KECIL
Sepatu
Tergores serpihan kayu Menggunakan
Helm
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
PENGENDALIAN PENGENDALIAN
NILAI TINGKAT
NO
IDENTIFIKASI BAHAYA KEMUNGKINAN KEPARAHAN
AWAL LANJUTAN
URAIAN PEKERJAAN RISIKO RISIKO
(Skenario Bahaya) (F) (A)
(F X A) (TR)
Terkena palu/linggis saat
pembongkaran
6 Pekerjaan Pengecoran Terkena material coran Menggunakan
pondasi dan sloof Baju
pengaman/rompi
Tangan terkelupas akibat air semen Menggunakan
Sarung tangan 2 2 4 KECIL
Terinjak material yang berserakan Menggunakan
Sepatu
Menggunakan
Masker
7 Pekerjaan pembuatan Terkena material, paku dan alat Menggunakan
bekisting kolom dan ring potong Sarung tangan
balok Terinjak material yang berserakan Menggunakan
Sepatu
Tergores serpihan kayu Menggunakan
2 2 4 KECIL
Helm
Terjatuh dari ketinggian Menggunakan
Body Harness
Terkena palu/linggis saat
pembongkaran
8 Pekerjaan pengecoran Terkena material coran Menggunakan
kolom dan ring balok Baju
pengaman/rompi
Tangan terkelupas akibat air semen Menggunakan
Sarung tangan
Terinjak material yang berserakan Menggunakan 2 2 4 KECIL
Sepatu
Terjatuh dari ketinggian Menggunakan
Body Harness
Menggunakan
Masker
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
PENGENDALIAN PENGENDALIAN
NILAI TINGKAT
NO
IDENTIFIKASI BAHAYA KEMUNGKINAN KEPARAHAN
AWAL LANJUTAN
URAIAN PEKERJAAN RISIKO RISIKO
(Skenario Bahaya) (F) (A)
(F X A) (TR)
9 Pekerjaan Besi Terkena alat potong besi Menggunakan
Baju
pengaman/rompi
Tergores besi Menggunakan
Sarung tangan
Terinjak sisa potongan besi Menggunakan 1 2 2 KECIL
Sepatu
Terkena lompatan sisa potongan Menggunakan
Kacamata
Tertimpah besi Menggunakan
Helm
10 Pekerjaan Atap (pekerjaan Terkena peralatan, alat potong, bor, Menggunakan
rangka atap baja ringan, alat las, alat tukang Baju
pemasangan bahan pengaman/rompi
penutup atap, lisplank Tergores material atap, besi, Menggunakan
woodplank) sekrup, baut Sarung tangan
Terinjak sisa potongan material Menggunakan
atap, besi, seng, sekrup Sepatu
2 3 6 SEDANG
Terkena lompatan sisa potongan Menggunakan
material Kacamata
Tertimpah material atap, besi, seng Menggunakan
Helm
Jatuh dari ketinggian Menggunakan
Body Harness
11 Pekerjaan Pasangan Tertimpah material bata ringan, Menggunakan
dinding & plesteran semen Baju
pengaman/rompi
Tergores material bata ringan Menggunakan 2 2 4 KECIL
Sarung tangan
Terhirup debu, semen adukan dan Menggunakan
bata ringan masker
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
PENGENDALIAN PENGENDALIAN
NILAI TINGKAT
NO
IDENTIFIKASI BAHAYA KEMUNGKINAN KEPARAHAN
AWAL LANJUTAN
URAIAN PEKERJAAN RISIKO RISIKO
(Skenario Bahaya) (F) (A)
(F X A) (TR)
Terkena air semen adukan Menggunakan
Sepatu
Jatuh dari ketinggian Menggunakan
Kacamata
Menggunakan
Helm
Menggunakan
Body Harness
12 Pekerjaan Pemasangan Terkena peralatan, alat potong, bor, Menggunakan
Rangka Plafond & Plafond alat tukang Baju
Gypsum pengaman/rompi
Tergores material rangka plafond, Menggunakan
sekrup, baut Sarung tangan
Terinjak sisa potongan material Menggunakan
sekrup, seng, sekrup Sepatu
2 2 4 KECIL
Terkena lompatan sisa potongan Menggunakan
material Kacamata
Tertimpah material besi, plafond, Menggunakan
rangka Helm
Jatuh dari ketinggian Menggunakan
Body Harness
Terkena mata serbuk dempul
gypsum
13 Pekerjaan Pemasangan Terkena peralatan, alat potong, bor, Menggunakan
Kusen Aluminium, Daun alat tukang Baju
Pintu, Jendela Kaca & pengaman/rompi
aksesories Tergores material kusen, pintu, Menggunakan
2 1 2 KECIL
kaca, sekrup, baut Sarung tangan
Terinjak sisa potongan material Menggunakan
sekrup, seng, sekrup Sepatu
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
PENGENDALIAN PENGENDALIAN
NILAI TINGKAT
NO
IDENTIFIKASI BAHAYA KEMUNGKINAN KEPARAHAN
AWAL LANJUTAN
URAIAN PEKERJAAN RISIKO RISIKO
(Skenario Bahaya) (F) (A)
(F X A) (TR)
Terkena lompatan sisa potongan Menggunakan
material Kacamata
Tertimpah material kusen, pintu, Menggunakan
kaca Helm
Jatuh dari ketinggian Menggunakan
Body Harness
Terkena mata serpihan potongan
aluminium, kayu, kaca
14 Pekerjaan Pengecatan Terkena mata cat yang menetes Menggunakan
Baju
pengaman/rompi
Jatuh dari perancah Menggunakan
Sarung tangan
Tertimpah material/perancah Menggunakan
masker
Terinjak sisa potongan perancah Menggunakan 2 1 2 KECIL
Sepatu
Tergores perancah Menggunakan
Kacamata
Terhirup bau cat Menggunakan
Helm
Menggunakan
Body Harness
15 Pekerjaan Keramik Tergores peralatan potong keramik Menggunakan
Sarung tangan
Tergores material keramik yang Menggunakan
tajam Sepatu
2 2 4 KECIL
Terhirup debu material keramik Menggunakan
Masker
Terkena percikan lompatan sisa Menggunakan
potongan Kaca mata
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
PENGENDALIAN PENGENDALIAN
NILAI TINGKAT
NO
IDENTIFIKASI BAHAYA KEMUNGKINAN KEPARAHAN
AWAL LANJUTAN
URAIAN PEKERJAAN RISIKO RISIKO
(Skenario Bahaya) (F) (A)
(F X A) (TR)
Tertimpah Keramik yang lepas Menggunakan
Helm
Terkena mata serpihan keramik Menggunakan
Baju
pengaman/rompi
Terinjak material pecahan keramik
16 Pekerjaan Instalasi Kabel Tertimpah Material/Alat Kerja Menggunakan
Sarung Tangan
Tangan terkena palu Menggunakan
Helm
1 2 2 KECIL
Terjatuh di ketinggian Menggunakan
Body Harness
Menggunakan
Sepatu safety
17 Pemasangan Armature Terkena Bor Menggunakan
(Saklar, Stop Sarung Tangan
Kontak, Lampu) Tangan terkena palu Menggunakan
Helm
1 3 3 KECIL
Terjatuh di ketinggian Menggunakan
Body Harness
Tertimpah Material/Alat Kerja Menggunakan
Sepatu safety
18 Pemasangan dan Tangan Terkena Gergaji Menggunakan
Penyambungan Pipa Sarung Tangan
PVC Mata Terkena Debu Sisa Potongan Menggunakan
PVC Sepatu safety
2 3 6 SEDANG
Menghirup Debu Menggunakan
Kaca Mata
Kaki Terkena Material dan Alat Menggunakan
Kerja Masker
Tabel 6. Tabel Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
DESKRIPSI RISIKO
NO PENGENDALIAN AWAL
IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA (Tipe
URAIAN PEKERJAAN
(Skenario Bahaya) Kecelakaan)
1 Pekerjaan Pembongkaran dan Terkena serpihan sampah lapangan Menggunakan Sarung tangan
perapihan kembali & material
Terganggunya kesehatan
Terinjak serpihan sampah lapangan Menggunakan Sepatu
tubuh
& material
Terhirup debu & pasir Mengunakan Baju Pengaman/Rompi
2 Pekerjaan Mengurug pasir dan tanah Terhirup debu pasir dan tanah Menggunakan Masker
Terganggunya kesehatan
Terkena alat pengurugan Menggunakan Sarung tangan
tubuh
Menggunakan Sepatu
3 Pekerjaan Galian Terhirup debu pasir dan tanah Menggunakan Masker
Terganggunya kesehatan
Terkena alat galian Menggunakan Sarung tangan
tubuh
Menggunakan Sepatu
4 Pekerjaan Pemancangan Tergores Tiang Pancang Menggunakan Sarung tangan
Terganggunya kesehatan
Terkena Tiang Pancang Menggunakan Helm
tubuh
Terkena alat pancang Mengunakan Baju Pengaman/Rompi
5 Pekerjaan pembuatan bekisting Terkena material, paku dan alat Menggunakan Sarung tangan
pondasi dan sloof potong
Terinjak material yang berserakan Menggunakan Sepatu
Terganggunya kesehatan
Tergores serpihan kayu tubuh Menggunakan Helm
Terkena palu/linggis saat
pembongkaran
6 Pekerjaan Pengecoran pondasi dan Terkena material coran Menggunakan Baju pengaman/rompi
sloof
Tangan terkelupas akibat air semen Menggunakan Sarung tangan
Terganggunya kesehatan
Terinjak material yang berserakan tubuh Menggunakan Sepatu
Menggunakan Masker
DESKRIPSI RISIKO
NO PENGENDALIAN AWAL
IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA (Tipe
URAIAN PEKERJAAN
(Skenario Bahaya) Kecelakaan)
7 Pekerjaan pembuatan bekisting kolom Terkena material, paku dan alat Menggunakan Sarung tangan
dan ring balok potong
Terinjak material yang berserakan Menggunakan Sepatu
Terganggunya kesehatan
Tergores serpihan kayu Menggunakan Helm
tubuh
Terjatuh dari ketinggian Menggunakan Body Harness
Terkena palu/linggis saat
pembongkaran
8 Pekerjaan pengecoran kolom dan ring Terkena material coran Menggunakan Baju pengaman/rompi
balok
Tangan terkelupas akibat air semen Menggunakan Sarung tangan
Terganggunya kesehatan
Terinjak material yang berserakan Menggunakan Sepatu
tubuh
Terjatuh dari ketinggian Menggunakan Body Harness
Menggunakan Masker
9 Pekerjaan Besi Terkena alat potong besi Menggunakan Baju pengaman/rompi
Tergores besi Menggunakan Sarung tangan
Terganggunya kesehatan
Terinjak sisa potongan besi Menggunakan Sepatu
tubuh
Terkena lompatan sisa potongan Menggunakan Kacamata
Tertimpah besi Menggunakan Helm
10 Pekerjaan Atap (pekerjaan rangka atap Terkena peralatan, alat potong, bor, Menggunakan Baju pengaman/rompi
baja ringan, pemasangan bahan alat las, alat tukang
penutup atap, lisplank woodplank)
Tergores material atap, besi, sekrup, Menggunakan Sarung tangan
baut
Terinjak sisa potongan material Menggunakan Sepatu
Terganggunya kesehatan
atap, besi, seng, sekrup
tubuh
Terkena lompatan sisa potongan Menggunakan Kacamata
material
Tertimpah material atap, besi, seng Menggunakan Helm
Jatuh dari ketinggian Menggunakan Body Harness
DESKRIPSI RISIKO
NO PENGENDALIAN AWAL
IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA (Tipe
URAIAN PEKERJAAN
(Skenario Bahaya) Kecelakaan)
11 Pekerjaan Pasangan dinding & Tertimpah material bata ringan, Menggunakan Baju pengaman/rompi
plesteran semen
Tergores material bata ringan Menggunakan Sarung tangan
Terhirup debu, semen adukan dan Menggunakan masker
bata ringan Terganggunya kesehatan
Terkena air semen adukan tubuh Menggunakan Sepatu
Jatuh dari ketinggian Menggunakan Kacamata
Menggunakan Helm
Menggunakan Body Harness
12 Pekerjaan Pemasangan Rangka Terkena peralatan, alat potong, bor, Menggunakan Baju pengaman/rompi
Plafond & Plafond Gypsum alat tukang
Tergores material rangka plafond, Menggunakan Sarung tangan
sekrup, baut
Terinjak sisa potongan material Menggunakan Sepatu
sekrup, seng, sekrup
Terganggunya kesehatan
Terkena lompatan sisa potongan tubuh Menggunakan Kacamata
material
Tertimpah material besi, plafond, Menggunakan Helm
rangka
Jatuh dari ketinggian Menggunakan Body Harness
Terkena mata serbuk dempul
gypsum
13 Pekerjaan Pemasangan Kusen Terkena peralatan, alat potong, bor, Menggunakan Baju pengaman/rompi
Aluminium, Daun Pintu, Jendela Kaca alat tukang
& aksesories Tergores material kusen, pintu, Menggunakan Sarung tangan
kaca, sekrup, baut
Terganggunya kesehatan
Terinjak sisa potongan material tubuh Menggunakan Sepatu
sekrup, seng, sekrup
Terkena lompatan sisa potongan Menggunakan Kacamata
material
DESKRIPSI RISIKO
NO PENGENDALIAN AWAL
IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA (Tipe
URAIAN PEKERJAAN
(Skenario Bahaya) Kecelakaan)
Tertimpah material kusen, pintu, Menggunakan Helm
kaca
Jatuh dari ketinggian Menggunakan Body Harness
Terkena mata serpihan potongan
aluminium, kayu, kaca
14 Pekerjaan Pengecatan Terkena mata cat yang menetes Menggunakan Baju pengaman/rompi
Jatuh dari perancah Menggunakan Sarung tangan
Tertimpah material/perancah Menggunakan masker
Terganggunya kesehatan
Terinjak sisa potongan perancah Menggunakan Sepatu
tubuh
Tergores perancah Menggunakan Kacamata
Terhirup bau cat Menggunakan Helm
Menggunakan Body Harness
15 Pekerjaan Keramik Tergores peralatan potong keramik Menggunakan Sarung tangan
Tergores material keramik yang Menggunakan Sepatu
tajam
Terhirup debu material keramik Menggunakan Masker
Terganggunya kesehatan
Terkena percikan lompatan sisa Menggunakan Kaca mata
tubuh
potongan
Tertimpah Keramik yang lepas Menggunakan Helm
Terkena mata serpihan keramik Menggunakan Baju pengaman/rompi
Terinjak material pecahan keramik
16 Pekerjaan Instalasi Kabel Tertimpah Material/Alat Kerja Menggunakan Sarung Tangan
Tangan terkena palu Menggunakan Helm
Terganggunya kesehatan
Terjatuh di ketinggian tubuh Menggunakan Body Harness
Menggunakan Sepatu safety
17 Pemasangan Armature (Saklar, Stop Terkena Bor Menggunakan Sarung Tangan
Terganggunya kesehatan
Kontak, Lampu)
Tangan terkena palu tubuh Menggunakan Helm
DESKRIPSI RISIKO
NO PENGENDALIAN AWAL
IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA (Tipe
URAIAN PEKERJAAN
(Skenario Bahaya) Kecelakaan)
Terjatuh di ketinggian Menggunakan Body Harness
Tertimpah Material/Alat Kerja Menggunakan Sepatu safety
18 Pemasangan dan Penyambungan Pipa Tangan Terkena Gergaji Menggunakan Sarung Tangan
PVC
Mata Terkena Debu Sisa Potongan Menggunakan Sepatu safety
PVC Terganggunya kesehatan
Menghirup Debu tubuh Menggunakan Kaca Mata
Kaki Terkena Material dan Alat Menggunakan Masker
Kerja
Ahli Keselamatan Konstruksi/
Ahli K3 Konstruksi
(Pregi agrista, ST)
Catatan: Identifikasi bahaya dan pengendalian risiko harus diturunkan dari metode pelaksanaan yang disusun berdasar penilaian risiko
keselamatan
7. Daftar Standar dan/atau Peraturan Perundang-undangan Keselamatan
Konstrusi
Identifikasi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya diuraikan
menurut identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap DED yang
dihasilkan.
Tabel 7. Standar dan/atau Peraturan Perundang-undangan
Peraturan Perundangan
Pengendalian
No & Persyaratan Lainnya Klausul/Pasal
Risiko
Yang Menjadi Acuan
I. Pekerjaan • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
Pendahuluan tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
II. Pekerjaan Pondasi • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
III. Pekerjaan Struktur • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
Beton Bertulang tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
IV. Pekerjaan Atap • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
V. Pekerjaan Lantai, • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
Dinding dan Plafond tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
VI. Pekerjaan PJV • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
VII. Pekerjaan Pengecatan • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
VIII. Pekerjaan Elektrikal • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
IX. Pekerjaan Lainnya • Undang-Undang No. 14 Tahun 19 69, • Seluruhnya
tentang Perlindungan terhadap tenaga Kerja
dan Pembinaan Norma Keselamatan Kerja
• Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, tentang
Keselamatan Kerja. Undang-Undang
No. 18 Tahun 1999, tentang Jasa
Konstruksi.
• Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008
tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Konstruksi Bidang PU.
• SNI 19-0231-1987 Kegiatan Konstruksi,
Keselamatan, dan Kesehatan Kerja.
• SNI 19-3994-1995 Pedoman Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan.
• SNI 19-1957-1990 Pedoman Pengawasan
Kesehatan Kerja.
• SNI 19-1961-1990 Peraturan Khusus
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
8. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
Penetapan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi ditentukan
dengan berdasarkan kriteria penentuan tingkat risiko
keselamatan.
Berdasarkan hasil identifikasi bahaya untuk pelaksanaan pekerjaan:
Pekerjaan Renovasi Ruang Perawatan Kamar
Nama Paket Pekerjaan : Rawat Inap Standar (KRIS)
Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada
Rp. 3.382.849.000,00 (Tiga Milyar Tiga Ratus
Harga Penilaian Perancangan
: Delapan Puluh Dua Juta Delapan Ratus Empat
(Estimate Engineer)
Puluh Sembilan Ribu Rupiah)
Lokasi Pekerjaan : Kab. Kubu Raya
Maka dengan ini menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan
Konstruksi untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah:
RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI (BESAR/SEDANG/KECIL)
Jabatan : Direktur
Nama : CV. Pilar Hutama Desain
Tanda Tangan :
Keterangan :
Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk
menentukan kebutuhan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi
dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi pada pekerjaan konstruksi, tidak
untuk menentukan kompleksitas atau segmentasi pasar Jasa Konstruksi.
9. Dukungan Keselamatan Konstruksi
9.1 Biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Perhitungan Biaya penerapan SMKK mengacu pada ketentuan
dalam batang tubuh Peraturan Menteri dan Lampiran Biaya
Penerapan SMKK.
9.2 Kebutuhan Personil Keselamatan Konstruksi
Memuat daftar tenaga kerja konstruksi yang difungsikan sebagai
anggota UKK.
Tabel 7. Jumlah Personil Keselamatan Konstruksi
Jumlah
No Jabatan
Personel
1 Ahli K3 Konstruksi / Ahli 1
2 KPeetsueglaams aPt3aKn Konstruksi
3 Petugas tanggap darurat
4 flagman
5 Tenaga kesehatan
6 Personil Penjamin Mutu
7
8
9 dst
10. Rancangan Panduan Keselamatan Pengoperasian dan Pemeliharaan
Konstruksi
Bangunan
Konsultansi Konstruksi Perancangan menjelaskan secara naratif metode
operasi dan pemeliharaan bangunan gedung atau sipil, sesuai paket
pekerjaan yang sedang dirancang.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 11 October 2023 | Pembangunan Ruang Icu Rumkit Tk.IV 12.07.01 Singkawang | Kementerian Pertahanan | Rp 603,000,000 |
| 25 July 2024 | Pemeliharaan Bangunan Poliklinik Dan Aula Rumah Sakit Tingkat II 12.05.01 Kartika Husada Ta 2024 | Kementerian Pertahanan | Rp 461,744,000 |