URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Kajian Pemetaan Potensi Rawan Banjir pada Sub DAS Citunjung dan Cimeta “ terdiri
dari :
1. Kegiatan A ( Persiapan, Pengumpulan Data Skunder dan Primer )
2. Kegiatan B (Analisis Hidrologi)
3. Kegiatan C ( Analisis Data dan Desain)
4. Kegiatan D ( Penyusunan Laporan dan Diskusi)
A. Kegiatan A :Persiapan. Pengumpulan data Primer dan Sekunder .
Lingkup Pekerjaan Persiapan meliputi antara lain :
a. Persiapan administrasi.
b. Mobilisasi Personil
c. Survey pendahuluan
Melakukan Identifikasi dan Inventarisasi lokasi rawan banjir disertai dengan kajian
sosial ekonomi termasuk didalamnya parameter banjir (durasi, kedalaman genangan,
luas dan frekuensi kejadian banjir) serta dampak banjir.
d. Pengumpulan data skunder
Pengadaan peta daerah kerja dan sekitarnya yang masih terkait, peta land use, peta
atau hasil survey topografi dan atau wilayah geografi, Mengumpulkan data dan
informasi tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, Kota dan Provinsi,
pengumpulan data refrensi dan studi terdahulu serta mengkaji ulang.
B. Kegiatan B : Analisis Hidrologi
Lingkup Pekerjaan Analisis Hidrologi meliputi antara lain.
a. Pengumpulan Data Curah Hujan
Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan minimal 15 tahun terakhir
yang berasal dari beberapa stasiun curah hujan yang berada di sekitar DAS
b. Pengumpulan Data Debit Sungai
Data Debit dapat diambil dari pencatatan AWLR atau Pos duga air (bila ada) dengan
panjang periode pengamatan minimal 15 tahun dan membuat grafik hubungan antara H
(tinggi muka air) dengan Q (debit) yaitu berupa rating curve dari hasil data debit.
c. Pengukuran Debit Sesaat
Pekerjaan ini dilakukan untuk mengetahui besaran debit secara langsung di lapangan
yang dilaksanakan dengan pengukuran pada sungai. Lokasi pengukuran dilakukan pada
daerah hulu dan hilir pertemuan sungai. Diusahakan pengukuran dilakukan di lokasi
daerah aliran yang cukup tidak terganggu alirannya ( aliran sungai seperti pada daerah
tikungan), adanya sedimen batu – batu besar di palung sungai dan lain – lain.
d. Analisais Curah Hujan Rancangan
Analisis curah hujan rancangan dihitung dengan beberapa metode antara lain metode
normal, Log Normal, Pearson, Log Pearson, Gumbel dan harus dilakukan uji kesuaian
data dengan menggunakan methode Chiquare atau metode Smirnov- Kolmogorov.
e. Anilisis Debit Banjir
Banjir desain dapat dihitung dengan menggunakan data debit/aliran sungai atau bila
datanya tidak tersedia dapat menggunakan data curah hujan. Untuk merubah data
curah hujan menjadi hidrograf banjir diperlukan hidrograf satuan. Bila hidrograf hasil
pengamatan tidak tersedia, dapat dilakukan analisis hubungan hujan-limpasan
dengan menggunakan metode hidrograf satuan sintetik yang lazim digunakan
seperti metode Gama I, ITB-1 dan ITB-2, dan Nakayasu atau menggunakan metode
empiris seperti metode Haspers, Weduwen dan Rasional Modifikasi. Selain itu,
perhitungan debit banjir dapat menggunakan software Hec-HMS. Parameter yang
digunakan pada semua metode tersebut dapat dikalibrasi sesuai kondisi DAS setempat
jika terdapat data pengamatan AWLR atau berdasarkan bank full capacity yang didapat
dari informasi warga yang telah menetap di sekitar sungai lebih dari 20 tahun. Banjir
desain atau banjir rencana yang perlu dihitung dalam penyiapan desain bangunan
pengendali banjir meliputi banjir kala ulang 100 tahun atau Q100, Q50, Q25, Q10
, Q2 dalam bentuk hidrograf banjir yang penggunaannya tergantung keperluan.
C. Kegiatan C : Analisis Data dan Desain
Konsultan harus membuat analisa data dengan menampilkan dalam bentuk grafik,
memprogram tabel yang dapat dimengerti.
Analisa data yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah :
a. Analisis Penyebab Banjir
Konsultan harus menganalisis penyebab banjir baik secara makro ataupun mikro
serta alternatif penanganannya. Penyedia harus menyampaikan alternatif
penanganan dilengkapi dengan data-data teknis, peta lokasi dan membuat matriks
perbandingan sehingga didapat rencana bangunan pengendali banjir terpilih.
b. Analisis Hidraulika
Analisis hidraulika untuk menentukan tinggi muka air banjir kondisi eksisting dan setelah
adanya bangunan pengendali banjir yang dibuat dengan menggunakan simulasi
Hec-Ras atau software lainnya yang sesuai. Analisa kesesuaian tipe dan jenis bangunan
untuk berbagai kondisi. Dalam melakukan analisa hidraulika diperlukan bantuan gambar
dan peta pengukuran. Hal ini dilakukan supaya dalam menentukan parameter-
parameter yang berkaitan dengan analisa hidraulika dapat lebih mendekati kondisi
yang ada. Parameter tersebut antara lain berkaitan dengan hujan daerah aliran
sungai, elevasi dasar sungai dan juga perhitungan banjir desain.
c. Pembuatan Peta Banjir
Peta banjir, yang juga dikenal sebagai peta potensi banjir atau peta rawan banjir,
merupakan representasi visual yang menunjukkan daerah-daerah yang memiliki potensi
tinggi untuk terkena banjir. Peta ini sangat berguna untuk perencanaan mitigasi banjir dan
manajemen risiko banjir.
D. Kegiatan D : Penyusunan Laporan dan Diskusi
a. Konsultan wajib menyerahkan laporan hasil pekerjaan yang telah didiskusikan kepada pihak
direksi.
b. Konsultan mengadakan diskusi dengan direksi, dan melaksanakan pemaparan di
hadapan direksi dan tim perencanaan.
c. Konsultan bersedia hadir jika dipanggil/ diundang oleh pihak Pengguna Jasa
d. Konsultan bertanggung jawab penuh atas mutu data/ perencanaan yang dihasilkan.
Apabila data ternyata tidak sah, tidak realistis dan atau kurang memadai, kurang
memuaskan menurut direksi maka konsultan wajib memperbaikinya.
e. Konsultan wajib membuat notulen rapat dalam setiap diskusi yang dilakukan, baik
dengan direksi tim teknis Bidang Sumber Daya Air.