Uraian singkat pekerjaan
a. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran dari dana APBD
tahun 2025 Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok pada Lingkup Bidang Perdagangan.
b. Sub Kegiatan Pengendalian Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang penting di Tingkat Agen dan Pasar
Rakyat bertujuan untuk memproyeksikan ketersediaan dan kebutuhan barang pokok dan barang penting di Kota Depok.
c. Penetapan jenis Barang Kebutuhan Pokok dilakukan berdasarkan alokasi pengeluaran rumah tangga seara nasional
untuk barang tersebut tinggi. Penetapan jenis Barang Kebutuhan Pokok selain dilakukan berdasarkan alokasi
pengeluaran rumah tangga juga memperhatikan ketentuan memiliki pengaruh terhadap tingkat inflasi dan/atau
memiliki kandungan gizi tinggi untuk kebutuhan hidup manusia.
Pemerintah Pusat menetapkan jenis Barang Kebutuhan Pokok dan/atau Barang Penting sebagai berikut :
Jenis barang kebutuhan pokok terdiri dari :
Barang kebutuhan pokok hasil pertanian : beras, kedelai bahan baku tahu dan tempe, cabe, bawang merah.
Barang kebutuhan pokok hasil industri : gula, minyak goreng dan tepung terigu.
Barang kebutuhan pokok hasil peternakan dan perikanan : daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, yaitu
bandeng, kembung dan tongkol/tuna/cakalang.
Peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok karena pertumbuhan populasi, peningkatan konersi produk pangan
menjadi bahan baku energy, dan perubahan stok karena faktor cuaca merupakan masalah dalam ketersediaan barang
pokok dan barang penting, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertugas antara lain mengelola stok dan logistik.
Penyusunan Prognosa Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Strategis di Kota Depok Tahun 2025 di Kota Depok dengan
proyeksi untuk Tahun 2026
1. Pendahuluan
2. Gambaran Umum Kota Depok
3. Metrologi
4. Prognosa Kebutuhan Pokok Di Kota Depok
4.1. Estimasi Jumlah Penduduk
4.2. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Beras
4.3. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Jagung
4.4. Prognosa Kegiatan dan Kebutuhan Kedelai
4.5. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Bawang Merah
4.6. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Bawang Putih
4.7. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Cabai Besar
4.8. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Cabai Rawit
4.9. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Daging Sapi
4.10. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Daging Ayam Ras
4.11. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Telur Ayam Ras
4.12. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Gula Pasir
4.13. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Minyak Goreng
4.14. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Ikan Tongkol, Tuna, Cakalang
4.15. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Ikan Kembung
4.16. Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Ikan Bandeng
4.17. Ringkasan Hasil Estimasi Ketersediaan dan Kebutuhan, Serta Rata-rata
Impor bahan Pokok per Bulan
5. Penutup
5.1. Kesimpulan
5.2. Rekomendasi