| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0030748156331000 | Rp 399,407,415 | 97.5 | 98.25 | - | |
| 0031759020331000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi | |
| 0848445722331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0027150556331000 | - | - | - | tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi | |
| 0015148877331000 | - | - | - | - | |
| 0729664110331000 | - | - | - | - | |
CV Mitra Cipta Agung | 09*0**5****31**0 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas |
| 0032507741211000 | - | - | - | tidak memenuhi sub unsur peralatan | |
| 0015147242331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0025640111445000 | - | - | - | tidak memenuhi sub unsur peralatan | |
| 0017544693218000 | - | - | - | tidak memenuhi sub unsur peralatan | |
| 0026933598211000 | - | - | - | tidak memenuhi sub unsur peralatan | |
| 0811420751331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0026527648331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0700987860331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
CV Rimbo Jaya Tekhnik | 06*2**9****34**0 | - | - | - | tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi |
| 0018870006331000 | - | - | - | tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi | |
| 0800897654331000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi | |
| 0016551004331000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas | |
| 0015370596821000 | - | - | - | tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi | |
| 0731144473401000 | - | - | - | tidak memenuhi sub unsur peralatan | |
| 0952601524201000 | - | - | - | tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi | |
CV Circle Engineering | 07*7**5****01**0 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas |
| 0026034181331000 | - | - | - | - | |
| 0020049888331000 | - | - | - | - | |
| 0026526970331000 | - | - | - | - | |
| 0025374497331000 | - | - | - | - | |
| 0930788906444000 | - | - | - | - | |
| 0018873901331000 | - | - | - | - | |
| 0027544972908000 | - | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | - | - | |
| 0803201508331000 | - | - | - | - | |
| 0021176227211000 | - | - | - | - | |
| 0030206932331000 | - | - | - | - | |
| 0964231807335000 | - | - | - | - | |
| 0032161721331000 | - | - | - | - | |
CV Kyfa Engineering Consultant | 07*9**3****05**0 | - | - | - | - |
Sheal Engineering Consultant | 07*0**0****03**0 | - | - | - | - |
| 0032496838331000 | - | - | - | - | |
| 0026288605311000 | - | - | - | - | |
| 0722467925331000 | - | - | - | - | |
| 0837636984201000 | - | - | - | - | |
| 0015355795331000 | - | - | - | - | |
PT Refena Kembar Anugrah | 0840760227216000 | - | - | - | - |
| 0937090397216000 | - | - | - | - | |
| 0317066785331000 | - | - | - | - | |
CV Sukses Bersama | 03*7**0****31**0 | - | - | - | - |
| 0026034041331000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
SID D.I.R. KOTO KANDIS KAB. TANJAB TIMUR
A. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup Pekerjaan ini adalah mencakup sebagai berikut:
1. Pekerjaan Pendahuluan
Dalam pekerjaan pendahuluan terdiri dari kegiatan persiapan dan peleksanaan
orientasi lapangan. Kegiatan persiapan yaitu persiapan administrasi dan
persiapan teknis. Orientasi lapangan / survey pendahuluan iniu adalah merupakan
survey awal yang perlu dilakukan sebelum dilakukan survey detail yaitu untuk
mengamati dan mendata secara umum kondisi daerah di survey.
2. Pekerjaan Survey Lapangan
Survey lapangan yang dilakukan terdiri dari pengumpulan data sekunder,
inventarisasi permasalahan, survey topografi, survey hidrometri, survey tanah
pertanian, survey agro sosial ekonomi dan survey mekanikal tanah.
1. Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder yang dikumpulkan terdiri dari PERDA pengembangan rawa,
peta RUTR, data klimatologi dan data debit.
2. Inventarisasi Permasalahan
Survey ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada dan pernah
terjadi dilokasi proyek.
3. Survey Topografi
Pengukuran situasi detail dimaksudkan untuk mendapatkan data lapangan
yang sebenarnya (Existing) yang akan disajikan dalam bentuk peta topografi
(peta situasi) dengan skala 1: 20.000 untuk peta ikhtisar dan skala 1: 5.000
untuk peta situasi detail. Pengukuran situasi detail dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut :
a. Inventarisasi / Permasalahan Bencmark (BM)
Kondisi ukuran dan penyebarannya harus sesuai dengan rencana
konstruksi BM. Ukuran Benchmark (BM) yang digunakan dalam pekerjaan
pengukuran adalah dengan lebar 20 cm x 20 cm dengan panjang 75 cm.
untuk kondisi lapangan maka panjang BM yang tertanam ke dalam tanah
kurang lebih 50 cm.
b. Pengukuran Kerangka Dasar Pemetaan
Pengukuran kerangka dasar pemetaan dilakukan dengan pengukuran
polygon sebagai kerangka horizontal dan pengukuran waterpass sebagai
kerangka vertikal. Pengukuran kerangka dasar benchmark –benchmark
yang dipasang lebih dahulu dan dibagi dalam beberapa loop / ring sesuai
dengan kebutuhan serta diikatkan pada titik referensi terdekat atau yang
ditentukan oleh direksi.
Pengukuran Titik Kontrol Vertikal:
Elevasi Bench Mark ditentukan dengan cara pengukuran sifat datar
dengan pengukuran sesuai route polygon.
Route pengukuran dibagi dalam beberapa seksi yang panjang
maksimum 2 KM, tiap seksi diukur dengan metode “ Double Stand”
dengan ketelitian (10D km) mm.
Alat ukur yang digunakan harus Waterpass seprti Ni2, NAK atau merk
lain yang sederajat
Untuk kring tertutup salah penutup maksimum (10D km) mm.
Pengukuran Spot Height
Spot Height ditentukan dengan ukuran waterpass cabang.
Tiap seksi diukur dengan metode Double Stand dengan ketelitian
(20D km) mm
Pengukuran Titik Kontrol Horizontal
Koordinat Horizontal (X,Y) ditentukan dengan polygon.
Sudut diukur dengan Theodolit presisi seperti Wild T2 atau merk lain
yang sederajat.
c. Pengukuran Situasi Detail
Pengukuran situasi detail dilakukan dengan cara rincikan/raai dan harus
terikat pada kerangka dasar pemetaan dengan jarak rincikan/raai
maksimal per-200 m
Ketinggian titik detail diukur dengan toleransi 10 cm dengan kerapatan
sesuai dengan skala peta yang direncanakan.
Pengukuran situasi diukur merata keseluruh rencana pengukuran
mencakup batas penggunaan lahan, saluran alam dan bangunan
buatan.
d. Pengukuran Trase, Situasi Trase, Profil Memanjang dan Melintang
Pengukuran tersebut dilakukan pada saluran-saluran alam (sungai),
saluran buatan, tanggul/jalan yang ada serta saluran, tanggul dan jalan
yang direncanakan (lay out yang telah disetujui).
Setelah diukur trase dan situasi trase, kemudian diukur profil
memanjang dan profil melintang dengan interval jarak 100 m untuk
sungai / saluran yang lurus dan 25 – 50 m untuk sungai / saluran
berbelok dengan lebar 50 m kekiri dan 50 m kekanan dari tepi sungai /
saluran.
e. Pengukuran Situasi Tapak Bangunan
Pengukuran situasi tapak banguan yang ada dengan skala 1: 200
Pengukuran situasi tapak banguan rencana dengan skala 1: 200
Pengukuran situasi tersebut dilakukan pada areal seluas 150 m x 100
m
f. Ketelitian
Ketelitian horizontal minimal 90% titik yang mudah dikenal di lapangan,
digambar dengan toleransi kesalahan planimeter 0.8 mm pada skala
peta.
Ketelitian vertikal minimal 90% dari semua titik tinggi / garis kontur pada
peta yang mudah dikenal di lapangan, toleransi kesalahannya adalah
maksimum setengah interval garis kontur.
Kontrol azimuth ditentukan dengan pengamatan astronomi dengan
ketelitian 200”.
Jumlah titik polygon antara dua kontrol azimuth maksimum 50 buah.
Koreksi sudut antara 2 kontrol azimuth maksimum 20”.
Salah penutup koordinat maksimum 1 : 5.000
Jarak pengukuran waterpass dibagi dalam seksi-seksi dengan panjang
maksimum 2 km, tiap seksi diukur pergi pulang dengan toleransi
kesalahan 10D mm.
Ketinggian titik detail diukur dengan ketelitian 10 cm.
Profil melintang diukur dengan alat waterpass untuk saluran sekunder,
tersier atau sungai alam dengan lebar maksimum 10 m dan diukur
dengan techimeter untuk saluran primer dan saluran sungai alam
dengan lebar lebih dari 10 m.
g. Perhitungan / Penggambaran
Perhitungan data dilapangan merupakan perhitungan sementara untuk
mengetahui ketelitian ukuran.
Pengukuran definitif.
Perhitungan yang sudah menggunakan hitungan perata an. Hasil
perhitungan ini yang akan digunakan dalam proses penggambaran.
Penggambaran peta situasi detail pada kertas kodaktrace atau kertas
lain yang sama kwalitasnya.
Penggambaran profil melintang, memanjang dan situasi trace dibuat
pada kalkir dengan ukuran 80/85 gram.
Gambar dibuat dengan ukuran A1.
Pada ikhtisar digambar dengan skala 1 : 20.000 dan interval kontur 1
m.
Peta situasi detail dibuat dengan skala 1 : 5.000, interval kontur 0.5 m.
Situasi trace dan profil memanjang digambar dengan skala Horizontal
1 : 2.000 dan Vertikal 1 : 100
Profil melintang digambar dengan skala Horizontal 1 : 100 dan Vertikal
1 : 100
Situasi tapak bangunan air digambar dengan skala 1 : 200
4. Survey Hidrometri
Survey ini dilakukan untuk memperoleh data pengukuran dan sampel untuk
mendapatkan gambaran aktual kondisi hidrometri di lokasi proyek yang terdiri
dari :
a. Pengumpulan data/ informasi banjir (tinggi, lamanya, perkiraan luas
genangan dan dampaknya).
b. Pengukuran tinggi/fluktuasi muka air, kecepatan arus, salinitas (bergerak
dan setempat) dan keasaman pada titik – titik pengukuran yang disesuaikan
dengan rencana skemanisasi dari model matematik.
c. Pengukuran penampang melintang sungai/saluran pada setiap lokasi
pengukuran muka air.
d. Pengamatan karakteristik sungai (antara lain morfologi, sedimentasi,
keasaman).
e. Pengukuran sifat datar (leveling) untuk mengikat papan dua (Peilschaal)
terhadap Benchmark (BM) terdekat.
f. Pengamatan air pasang surut setiap jam minimum selama 15 hari.
g. Pengambilan contoh air untuk dianalisa di laboratorium.
5. Survey Tanah Pertanian
Survey ini dilakukan untuk mempelajari potensi, kemampuan serta kesesuaian
lahan dalam rangka upaya peningkatan usaha pertanian di daerah survey yang
terdiri dari :
a. Inventarisasi sifat dan jenis tanah serta penyebarannya dengan melakukan
pengamatan tanah melalui pemboran dengan kerapatan 50 Ha per titik
pengamatan.
b. Inventarisasi serta melokalisir masalah tanah yang ada seperti pirit, tanah
sulfat asam, keasaman, kegaraman dan masalah gambut (ketebalan dan
tingkat kematangannya).
c. Pengambilan contoh tanah untuk dianalisa di laboratorium dengan
kerapatan 250 Ha per titik. Tiap titik diambil contoh tanah sebanyak 2
lapisan.
d. Penggambaran peta pengeboran jenis tanah, ketebalan gambut,
kedalaman lapisan pirit, kedalaman muka air tanah dan genangan, serta
klas kesesuian lahan dengan skala 1 : 20.000.
6. Survey Agro Sosial Ekonomi
Untuk memperoleh data deskripsi mengenai keadaan sosial – ekonomi
masyarakat dan data pertanian di lokasi survey.
a. Pengumpulan data demografi serta organisasi-organisasi atau
perkumpulan-perkumpulan masyarakat petani yang ada.
b. Inventarisasi kepemilikan dan status tanah.
c. Inventarisasi keadaan agronomis seperti jenis tanaman, produksi, pola
tanam, hama dan penyakit lain-lain.
d. Penelitan tentang keadaan ekonomi masyarakat seperti luas dan pola
usaha tani, lapangan pekerjaan, pengeluaran dan pendapatan petani,
transportasi dan pemasaran hasil lain-lain.
e. Penggambaran tata guna tanah sekarang dan tata guna tanah usulan skala
1 : 20.000.
7. Survey Mekanikal Tanah
Mengetahui karakteristik mekanika tanah yang meliputi : daya
Dukung tanah,stabilitas lereng saluran tanggul, penurunan muka tanah
(subsidence) pemadatan tanah, kelulusan air dan lain – lain. Pekerjaan ini
dapat dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan – kegiatan :
a. Pemboran tanah sedalam 4m guna mengambil contoh tanah tidak
terganggu (undisturbed sample)
b. Pembuatan lubang uji (test pit) guna mengambil contoh tanah terganggu
pada setiap perubahan atau gaya lapisan tanah
c. Uji gesekan tanah (vane shear test)sampai pada kedalaman
1 – 4 m dengan pembacan kekuatan geser pada setiap interval 0,50m.
d. Uji kelulusan air (Hydraulic Conduktivity Test) dengan mengunakan metoda
Auger Hole atau Penotrometer.
3. Pekerjaan Analisa Data
Dalam pekerjaan analisis data, dilakukan analisa terhadap data yang sudah
diperoleh dari survei lapangan, baik itu yang berupa data skunder dan data
primer. hasil analisis ini sebagai masukan dalam perhitungan desain jaringan
rawa.
4. Sistem Planning
Dalam Kegiatan ini terdiri dari :
1. Perumusan rencana pengembangan lokasi, berdasarkan zoning Water
Management Zona, pemecahan permasalahan yang ada baik aspek teknis
maupun non teknis.
2. Merencanakan lay out jaringan untuk kegiatan pengembangan yang
menunjang hasil/rumusan.
3. Merencanakan lay out harus mempertimbangkan pembebasan tanah yang
minimal, kebutuhan jalur aspek sosial dan budaya setempat serta
berwawasan lingkungan.
5. Penyusunan Desain
Setelah lay out ditetapkan, konsultan dapat melanjutkan kegiatan dengan
perencanaan yang lebih detail.
1. Dimensi Jaringan Reklamasi
Berdasarkan lay out yang ada konsultan dapat melanjutkan dengan
perhitungan dimensi jaringan reklamasi dengan memperhatikan
ada/tidaknya pengaruh pasang surut, modulus drainase, keseimbangan
galian dan timbunan serta metode pelaksanaannya. Jaringan yang perlu
dihitung dimensinya terdiri dari saluran primer, skunder, dan tersier. Selain
itu perlu dipertimbangkan fungsi dari masing – masing jaringan tersebut.
Perhitungan jaringan reklamasi dalam daerah rawa non pasang surut
dilakukan dengan menggunakan perhitungan aliran tetap (steady flow)
perhitungan dimensi saluran jaringan reklamasi daerah pasang surut
dilakukan sebagai berikut :
a. Melakukan asumsi – asumsi teknis sehigga dapat menggunakan
rumus – rumus untuk perhitungan aliran dengan kondisi Unsteady
Flow.
b. Pengecekan dengan model matematis terhadap dimensi – dimensi
diatas dengan menggunakan model – model matematis yang ada.
Pengecekan ini dapat mengoptimalkan penampang desain awal
dengan syarat – syarat teknis yang ada
2. Perencanaan Bagunan air
Bangunan air direncanakan sesuai dengan fungsi yang diinginkan antara
lain :
a. Sebagai bangunan penahan air banjir atau air asin dari luar sistem
b. Untuk menjaga agar tinggi muka air di dalam system sesuai dengan
yang direncanakan.
Perhitungan Bangunan air ini meliputi :
Ukuran Bangunan yang diperlukan
Pemilihan bahan yang dipakai
Kekuatan
Stabilitas
Konsultan secara lengkap perlu membuat :
Gambar detail bangunan atau kalau jumlahnya banyak
Membuat typical bangunan disertai dengan table dimensinya
Peta lokasi/posisi bangunan – bangunan yang direncanakan
3 Perencanaan Tanggul
Perencanan tanggul pada prinsipnya adalah penentuan elevasi dan
kekuatan tanggul itu sendiri.
Kekuatan tanggul mencakup
Ukuran tanggul
Bahan tanggul
Ukuran minimum tanggul harus memenuhi criteria stabilitas (factor keamanan
± 3) sesuai dengan data tanah yang ada ditempat, hal ini menimbang
terbatasnya ketersediaan tanah dengan kwalitas baik disekitar lokasi. Dalam
hal dipakai tanah setempat konsultan harus memperhatikan hal – hal sebagai
berikut :
Penurunan muka tanggul yang akan terjadi
Metoda pelaksanaan kontruksi pemadatan, tahapan pelaksanaan, dsb
4 Perencanaan Bangunan Pelengkap Lainnya
Bangunan Pelengkap antara lain :
Dermaga
Jembatan
Gorong-gorong
Jaringan Transportasi
Typical Rumah petugas OP
Semua bangunan diatas dihitung memenuhi kriteria:
Ukuran yang diperlukan
Pemilihan bahan
Stabilitas
Kekuatan
Dalam melakukan perhitungan-perhitungan tersebut konsultan harus
mengikuti standar-standar dan peraturan yang ada (misalnya : PKKI,
SKSNI).
5 Penyiapan Dokumen Lain-lain
a) Spesifikasi Teknis
Bangunan – bangunan yang sudah didesain (saluran, bangunan air dan
bangunan pelengkap lainnya) harus dilengkapi dengan spesifikasi
teknis untuk dipakai sebagai pedoman pelaksanaan konstruksi di
lapangan.
b) Gambar-gambar
Gambar-gambar desain berikut peta dasar yang dipakai dalam
perencanaan harus dibuat dengan jelas dan rinci sesuai dengan tingkat
ketelitian yang diperlukan untuk pelaksanaan.
c) Perkiraan Volume dan Estimasi Biaya
Konsultan harus menghitung perkiraan volume dari pekerjaan secara
keselurahan, berikut perhitungan unit price tiap-tiap komponen dan
menyusun engineering Cost Estimate keselurahan komponen.
d) Saran Operasi dan Pemeliharaan
Konsultan diwajibkan untuk membuat buku yang memuat saran O & P
Jaringan Reklamasi Rawa mencakup perencanaan kebutuhan
organisasi / personil, peralatan, perlengkapan dan fasilitas O & P serta
rencana pembiayaannya : Kegiatan O & P Jaringan Reklamasi Rawa
mencakup petunjuk pelaksanaan petugas lapangan.
6 Analisa Rencana
Setelah semua komponen diketahui biayanya dan dari analisa pertanian
juga diketahui kenaikan produksi pertanian, bersama data lainnya konsultan
diminta untuk melakukan analisa ekonomi proyek dengan out put B/C Ratio,
NPV, IRR disertai dengan analisa sensitivitasnya.