Sid D.I.R Koto Kandis Kab. Tanjab Timur

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 9663070
Date: 6 March 2023
Year: 2023
KLPD: Provinsi Jambi
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 400,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 399,999,600
Winner (Pemenang): CV Media Teknik Konsultan
NPWP: 030748156331000
RUP Code: 40004096
Work Location: Koto Kandis Kab. Tanjab Timur - Tanjung Jabung Timur (Kab.)
Participants: 48
Applicants
Administrative Score (SA)Reason
0030748156331000Rp 399,407,41597.598.25-
0031759020331000---tidak memenuhi persyaratan kualifikasi
0848445722331000---tidak memenuhi nilai ambang batas
0027150556331000---tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi
0015148877331000----
0729664110331000----
CV Mitra Cipta Agung
09*0**5****31**0---tidak memenuhi nilai ambang batas
0032507741211000---tidak memenuhi sub unsur peralatan
0015147242331000---tidak memenuhi nilai ambang batas
0025640111445000---tidak memenuhi sub unsur peralatan
0017544693218000---tidak memenuhi sub unsur peralatan
0026933598211000---tidak memenuhi sub unsur peralatan
0811420751331000---tidak memenuhi nilai ambang batas
0026527648331000---tidak memenuhi nilai ambang batas
0700987860331000---tidak memenuhi nilai ambang batas
CV Rimbo Jaya Tekhnik
06*2**9****34**0---tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi
0018870006331000---tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi
0800897654331000---tidak memenuhi persyaratan kualifikasi
0016551004331000---tidak memenuhi nilai ambang batas
0015370596821000---tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi
0731144473401000---tidak memenuhi sub unsur peralatan
0952601524201000---tidak memenuhi pesyaratan kualifikasi
CV Circle Engineering
07*7**5****01**0---tidak memenuhi nilai ambang batas
0026034181331000----
0020049888331000----
0026526970331000----
0025374497331000----
0930788906444000----
0018873901331000----
0027544972908000----
0030475891211000----
0803201508331000----
0021176227211000----
0030206932331000----
0964231807335000----
0032161721331000----
CV Kyfa Engineering Consultant
07*9**3****05**0----
Sheal Engineering Consultant
07*0**0****03**0----
0032496838331000----
0026288605311000----
0722467925331000----
0837636984201000----
0015355795331000----
PT Refena Kembar Anugrah
0840760227216000----
0937090397216000----
0317066785331000----
CV Sukses Bersama
03*7**0****31**0----
0026034041331000----
Attachment
URAIAN  SINGKAT  PEKERJAAN                            
                                                                    
            SID D.I.R. KOTO KANDIS KAB. TANJAB TIMUR                
                                                                    
                                                                    
A. LINGKUP KEGIATAN                                                 
  Lingkup Pekerjaan ini adalah mencakup sebagai berikut:            
     1. Pekerjaan Pendahuluan                                       
       Dalam pekerjaan pendahuluan terdiri dari kegiatan persiapan dan peleksanaan
       orientasi lapangan. Kegiatan persiapan yaitu persiapan administrasi dan
       persiapan teknis. Orientasi lapangan / survey pendahuluan iniu adalah merupakan
       survey awal yang perlu dilakukan sebelum dilakukan survey detail yaitu untuk
       mengamati dan mendata secara umum kondisi daerah di survey.  
     2. Pekerjaan Survey Lapangan                                   
       Survey lapangan yang dilakukan terdiri dari pengumpulan data sekunder,
       inventarisasi permasalahan, survey topografi, survey hidrometri, survey tanah
       pertanian, survey agro sosial ekonomi dan survey mekanikal tanah.
                                                                    
      1. Pengumpulan Data Sekunder                                  
         Data sekunder yang dikumpulkan terdiri dari PERDA pengembangan rawa,
         peta RUTR, data klimatologi dan data debit.                
      2. Inventarisasi Permasalahan                                 
         Survey ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada dan pernah
         terjadi dilokasi proyek.                                   
                                                                    
      3. Survey Topografi                                           
         Pengukuran situasi detail dimaksudkan untuk mendapatkan data lapangan
         yang sebenarnya (Existing) yang akan disajikan dalam bentuk peta topografi
         (peta situasi) dengan skala 1: 20.000 untuk peta ikhtisar dan skala 1: 5.000
         untuk peta situasi detail. Pengukuran situasi detail dilakukan dengan tahapan
         sebagai berikut :                                          
                                                                    
         a. Inventarisasi / Permasalahan Bencmark (BM)              
           Kondisi ukuran dan penyebarannya harus sesuai dengan rencana
           konstruksi BM. Ukuran Benchmark (BM) yang digunakan dalam pekerjaan
           pengukuran adalah dengan lebar 20 cm x 20 cm dengan panjang 75 cm.
           untuk kondisi lapangan maka panjang BM yang tertanam ke dalam tanah
           kurang lebih 50 cm.                                      
         b. Pengukuran Kerangka Dasar Pemetaan                      
           Pengukuran kerangka dasar pemetaan dilakukan dengan pengukuran
           polygon sebagai kerangka horizontal dan pengukuran waterpass sebagai
           kerangka vertikal. Pengukuran kerangka dasar benchmark –benchmark
           yang dipasang lebih dahulu dan dibagi dalam beberapa loop / ring sesuai
           dengan kebutuhan serta diikatkan pada titik referensi terdekat atau yang
           ditentukan oleh direksi.                                 
           Pengukuran Titik Kontrol Vertikal:                       
                                                                   
              Elevasi Bench Mark ditentukan dengan cara pengukuran sifat datar
              dengan pengukuran sesuai route polygon.               
                                                                   
              Route pengukuran dibagi dalam beberapa seksi yang panjang
              maksimum 2 KM, tiap seksi diukur dengan metode “ Double Stand”
              dengan ketelitian (10D km) mm.                       
                                                                   
              Alat ukur yang digunakan harus Waterpass seprti Ni2, NAK atau merk
              lain yang sederajat                                   
             Untuk kring tertutup salah penutup maksimum  (10D km) mm.
           Pengukuran Spot Height                                   
                                                                   
              Spot Height ditentukan dengan ukuran waterpass cabang.
                                                                   
              Tiap seksi diukur dengan metode Double Stand dengan ketelitian
              (20D km) mm                                          
           Pengukuran Titik Kontrol Horizontal                      
                                                                   
              Koordinat Horizontal (X,Y) ditentukan dengan polygon. 
                                                                   
              Sudut diukur dengan Theodolit presisi seperti Wild T2 atau merk lain
              yang sederajat.                                       
         c. Pengukuran Situasi Detail                               
                                                                   
             Pengukuran situasi detail dilakukan dengan cara rincikan/raai dan harus
             terikat pada kerangka dasar pemetaan dengan jarak rincikan/raai
             maksimal per-200 m                                     
                                                                   
             Ketinggian titik detail diukur dengan toleransi 10 cm dengan kerapatan
             sesuai dengan skala peta yang direncanakan.            
                                                                   
             Pengukuran situasi diukur merata keseluruh rencana pengukuran
             mencakup batas penggunaan lahan, saluran alam dan bangunan
             buatan.                                                
         d. Pengukuran Trase, Situasi Trase, Profil Memanjang dan Melintang
                                                                   
             Pengukuran tersebut dilakukan pada saluran-saluran alam (sungai),
             saluran buatan, tanggul/jalan yang ada serta saluran, tanggul dan jalan
             yang direncanakan (lay out yang telah disetujui).      
                                                                   
             Setelah diukur trase dan situasi trase, kemudian diukur profil
             memanjang dan profil melintang dengan interval jarak 100 m untuk
             sungai / saluran yang lurus dan 25 – 50 m untuk sungai / saluran
             berbelok dengan lebar 50 m kekiri dan 50 m kekanan dari tepi sungai /
             saluran.                                               
         e. Pengukuran Situasi Tapak Bangunan                       
                                                                   
             Pengukuran situasi tapak banguan yang ada dengan skala 1: 200
                                                                   
             Pengukuran situasi tapak banguan rencana dengan skala 1: 200
                                                                   
             Pengukuran situasi tersebut dilakukan pada areal seluas 150 m x 100
             m                                                      
         f. Ketelitian                                              
                                                                   
             Ketelitian horizontal minimal 90% titik yang mudah dikenal di lapangan,
             digambar dengan toleransi kesalahan planimeter 0.8 mm pada skala
             peta.                                                  
                                                                   
             Ketelitian vertikal minimal 90% dari semua titik tinggi / garis kontur pada
             peta yang mudah dikenal di lapangan, toleransi kesalahannya adalah
             maksimum setengah interval garis kontur.               
                                                                   
             Kontrol azimuth ditentukan dengan pengamatan astronomi dengan
             ketelitian 200”.                                       
                                                                   
             Jumlah titik polygon antara dua kontrol azimuth maksimum 50 buah.
                                                                   
             Koreksi sudut antara 2 kontrol azimuth maksimum 20”.   
                                                                   
             Salah penutup koordinat maksimum 1 : 5.000             
                                                                   
             Jarak pengukuran waterpass dibagi dalam seksi-seksi dengan panjang
             maksimum 2 km, tiap seksi diukur pergi pulang dengan toleransi
             kesalahan 10D mm.                                     
                                                                   
             Ketinggian titik detail diukur dengan ketelitian 10 cm.
                                                                   
             Profil melintang diukur dengan alat waterpass untuk saluran sekunder,
             tersier atau sungai alam dengan lebar maksimum 10 m dan diukur
             dengan techimeter untuk saluran primer dan saluran sungai alam
             dengan lebar lebih dari 10 m.                          
         g. Perhitungan / Penggambaran                              
                                                                   
              Perhitungan data dilapangan merupakan perhitungan sementara untuk
              mengetahui ketelitian ukuran.                         
                                                                   
              Pengukuran definitif.                                 
                                                                   
              Perhitungan yang sudah menggunakan hitungan perata an. Hasil
              perhitungan ini yang akan digunakan dalam proses penggambaran.
                                                                   
              Penggambaran peta situasi detail pada kertas kodaktrace atau kertas
              lain yang sama kwalitasnya.                           
                                                                   
              Penggambaran profil melintang, memanjang dan situasi trace dibuat
              pada kalkir dengan ukuran 80/85 gram.                 
                                                                   
              Gambar dibuat dengan ukuran A1.                       
                                                                   
              Pada ikhtisar digambar dengan skala 1 : 20.000 dan interval kontur 1
              m.                                                    
                                                                   
              Peta situasi detail dibuat dengan skala 1 : 5.000, interval kontur 0.5 m.
                                                                   
              Situasi trace dan profil memanjang digambar dengan skala Horizontal
              1 : 2.000 dan Vertikal 1 : 100                        
                                                                   
              Profil melintang digambar dengan skala Horizontal 1 : 100 dan Vertikal
              1 : 100                                               
                                                                   
              Situasi tapak bangunan air digambar dengan skala 1 : 200
      4. Survey Hidrometri                                          
         Survey ini dilakukan untuk memperoleh data pengukuran dan sampel untuk
         mendapatkan gambaran aktual kondisi hidrometri di lokasi proyek yang terdiri
         dari :                                                     
         a. Pengumpulan data/ informasi banjir (tinggi, lamanya, perkiraan luas
           genangan dan dampaknya).                                 
         b. Pengukuran tinggi/fluktuasi muka air, kecepatan arus, salinitas (bergerak
           dan setempat) dan keasaman pada titik – titik pengukuran yang disesuaikan
           dengan rencana skemanisasi dari model matematik.         
         c. Pengukuran penampang melintang sungai/saluran pada setiap lokasi
           pengukuran muka air.                                     
         d. Pengamatan karakteristik sungai (antara lain morfologi, sedimentasi,
           keasaman).                                               
         e. Pengukuran sifat datar (leveling) untuk mengikat papan dua (Peilschaal)
           terhadap Benchmark (BM) terdekat.                        
         f. Pengamatan air pasang surut setiap jam minimum selama 15 hari.
         g. Pengambilan contoh air untuk dianalisa di laboratorium. 
      5. Survey Tanah Pertanian                                     
         Survey ini dilakukan untuk mempelajari potensi, kemampuan serta kesesuaian
         lahan dalam rangka upaya peningkatan usaha pertanian di daerah survey yang
         terdiri dari :                                             
         a. Inventarisasi sifat dan jenis tanah serta penyebarannya dengan melakukan
           pengamatan tanah melalui pemboran dengan kerapatan  50 Ha per titik
           pengamatan.                                              
         b. Inventarisasi serta melokalisir masalah tanah yang ada seperti pirit, tanah
           sulfat asam, keasaman, kegaraman dan masalah gambut (ketebalan dan
           tingkat kematangannya).                                  
         c. Pengambilan contoh tanah untuk dianalisa di laboratorium dengan
           kerapatan 250 Ha per titik. Tiap titik diambil contoh tanah sebanyak 2
           lapisan.                                                 
         d. Penggambaran peta pengeboran jenis tanah, ketebalan gambut,
           kedalaman lapisan pirit, kedalaman muka air tanah dan genangan, serta
           klas kesesuian lahan dengan skala 1 : 20.000.            
      6. Survey Agro Sosial Ekonomi                                 
         Untuk memperoleh data deskripsi mengenai keadaan sosial – ekonomi
         masyarakat dan data pertanian di lokasi survey.            
         a. Pengumpulan data demografi serta organisasi-organisasi atau
           perkumpulan-perkumpulan masyarakat petani yang ada.      
         b. Inventarisasi kepemilikan dan status tanah.             
         c. Inventarisasi keadaan agronomis seperti jenis tanaman, produksi, pola
           tanam, hama dan penyakit lain-lain.                      
         d. Penelitan tentang keadaan ekonomi masyarakat seperti luas dan pola
           usaha tani, lapangan pekerjaan, pengeluaran dan pendapatan petani,
           transportasi dan pemasaran hasil lain-lain.              
         e. Penggambaran tata guna tanah sekarang dan tata guna tanah usulan skala
           1 : 20.000.                                              
      7. Survey Mekanikal Tanah                                     
         Mengetahui karakteristik mekanika tanah yang meliputi : daya
         Dukung tanah,stabilitas lereng saluran tanggul, penurunan muka tanah
         (subsidence) pemadatan tanah, kelulusan air dan lain – lain. Pekerjaan ini
         dapat dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan – kegiatan :  
         a. Pemboran tanah sedalam 4m guna mengambil contoh tanah tidak
           terganggu (undisturbed sample)                           
         b. Pembuatan lubang uji (test pit) guna mengambil contoh tanah terganggu
           pada setiap perubahan atau gaya lapisan tanah            
         c. Uji gesekan tanah (vane shear test)sampai pada kedalaman
           1 – 4 m dengan pembacan kekuatan geser pada setiap interval 0,50m.
         d. Uji kelulusan air (Hydraulic Conduktivity Test) dengan mengunakan metoda
           Auger Hole atau Penotrometer.                            
      3. Pekerjaan Analisa Data                                     
        Dalam pekerjaan analisis data, dilakukan analisa terhadap data yang sudah
        diperoleh dari survei lapangan, baik itu yang berupa data skunder dan data
        primer. hasil analisis ini sebagai masukan dalam perhitungan desain jaringan
        rawa.                                                       
      4. Sistem Planning                                            
        Dalam Kegiatan ini terdiri dari :                           
        1. Perumusan rencana pengembangan lokasi, berdasarkan zoning Water
          Management Zona, pemecahan permasalahan yang ada baik aspek teknis
          maupun non teknis.                                        
        2. Merencanakan lay out jaringan untuk kegiatan pengembangan yang
          menunjang hasil/rumusan.                                  
        3. Merencanakan lay out harus mempertimbangkan pembebasan tanah yang
          minimal, kebutuhan jalur aspek sosial dan budaya setempat serta
          berwawasan lingkungan.                                    
                                                                    
      5. Penyusunan Desain                                          
        Setelah lay out ditetapkan, konsultan dapat melanjutkan kegiatan dengan
        perencanaan yang lebih detail.                              
        1. Dimensi Jaringan Reklamasi                               
          Berdasarkan lay out yang ada konsultan dapat melanjutkan dengan
          perhitungan dimensi jaringan reklamasi dengan memperhatikan
          ada/tidaknya pengaruh pasang surut, modulus drainase, keseimbangan
          galian dan timbunan serta metode pelaksanaannya. Jaringan yang perlu
          dihitung dimensinya terdiri dari saluran primer, skunder, dan tersier. Selain
          itu perlu dipertimbangkan fungsi dari masing – masing jaringan tersebut.
          Perhitungan jaringan reklamasi dalam daerah rawa non pasang surut
          dilakukan dengan menggunakan perhitungan aliran tetap (steady flow)
          perhitungan dimensi saluran jaringan reklamasi daerah pasang surut
          dilakukan sebagai berikut :                               
          a.  Melakukan asumsi – asumsi teknis sehigga dapat menggunakan
              rumus – rumus untuk perhitungan aliran dengan kondisi Unsteady
              Flow.                                                 
          b.  Pengecekan dengan model matematis terhadap dimensi – dimensi
              diatas dengan menggunakan model – model matematis yang ada.
              Pengecekan ini dapat mengoptimalkan penampang desain awal
              dengan syarat – syarat teknis yang ada                
        2. Perencanaan Bagunan air                                  
          Bangunan air direncanakan sesuai dengan fungsi yang diinginkan antara
          lain :                                                    
          a.  Sebagai bangunan penahan air banjir atau air asin dari luar sistem
          b.  Untuk menjaga agar tinggi muka air di dalam system sesuai dengan
              yang direncanakan.                                    
                                                                    
          Perhitungan Bangunan air ini meliputi :                   
                                                                   
              Ukuran Bangunan yang diperlukan                       
                                                                   
               Pemilihan bahan yang dipakai                         
                                                                   
              Kekuatan                                              
                                                                   
              Stabilitas                                            
          Konsultan secara lengkap perlu membuat :                  
                                                                   
              Gambar detail bangunan atau kalau jumlahnya banyak    
                                                                   
              Membuat typical bangunan disertai dengan table dimensinya
                                                                   
              Peta lokasi/posisi bangunan – bangunan yang direncanakan
        3 Perencanaan Tanggul                                       
          Perencanan tanggul pada prinsipnya adalah penentuan elevasi dan
          kekuatan tanggul itu sendiri.                             
          Kekuatan tanggul mencakup                                 
                                                                   
              Ukuran tanggul                                        
                                                                   
              Bahan tanggul                                         
          Ukuran minimum tanggul harus memenuhi criteria stabilitas (factor keamanan
          ± 3) sesuai dengan data tanah yang ada ditempat, hal ini menimbang
          terbatasnya ketersediaan tanah dengan kwalitas baik disekitar lokasi. Dalam
          hal dipakai tanah setempat konsultan harus memperhatikan hal – hal sebagai
          berikut :                                                 
            Penurunan muka tanggul yang akan terjadi               
            Metoda pelaksanaan kontruksi pemadatan, tahapan pelaksanaan, dsb
        4  Perencanaan Bangunan Pelengkap Lainnya                   
           Bangunan Pelengkap antara lain :                         
            Dermaga                                                
            Jembatan                                               
            Gorong-gorong                                          
            Jaringan Transportasi                                  
             Typical Rumah petugas OP                              
           Semua bangunan diatas dihitung memenuhi kriteria:        
            Ukuran yang diperlukan                                 
            Pemilihan bahan                                        
            Stabilitas                                             
            Kekuatan                                               
           Dalam melakukan perhitungan-perhitungan tersebut konsultan harus
           mengikuti standar-standar dan peraturan yang ada (misalnya : PKKI,
           SKSNI).                                                  
                                                                    
        5  Penyiapan Dokumen Lain-lain                              
           a) Spesifikasi Teknis                                    
             Bangunan – bangunan yang sudah didesain (saluran, bangunan air dan
             bangunan pelengkap lainnya) harus dilengkapi dengan spesifikasi
             teknis untuk dipakai sebagai pedoman pelaksanaan konstruksi di
             lapangan.                                              
           b) Gambar-gambar                                         
             Gambar-gambar desain berikut peta dasar yang dipakai dalam
             perencanaan harus dibuat dengan jelas dan rinci sesuai dengan tingkat
             ketelitian yang diperlukan untuk pelaksanaan.          
                                                                    
           c) Perkiraan Volume dan Estimasi Biaya                   
             Konsultan harus menghitung perkiraan volume dari pekerjaan secara
             keselurahan, berikut perhitungan unit price tiap-tiap komponen dan
             menyusun engineering Cost Estimate keselurahan komponen.
           d) Saran Operasi dan Pemeliharaan                        
             Konsultan diwajibkan untuk membuat buku yang memuat saran O & P
             Jaringan Reklamasi Rawa mencakup perencanaan kebutuhan 
             organisasi / personil, peralatan, perlengkapan dan fasilitas O & P serta
             rencana pembiayaannya : Kegiatan O & P Jaringan Reklamasi Rawa
             mencakup petunjuk pelaksanaan petugas lapangan.        
                                                                    
        6  Analisa Rencana                                          
          Setelah semua komponen diketahui biayanya dan dari analisa pertanian
          juga diketahui kenaikan produksi pertanian, bersama data lainnya konsultan
          diminta untuk melakukan analisa ekonomi proyek dengan out put B/C Ratio,
          NPV, IRR disertai dengan analisa sensitivitasnya.
Tenders also won by CV Media Teknik Konsultan
Authority
29 May 2023Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Arsitektur-Jasa Arsitektur Lainnya-Perencanaan Rehab Gedung Vip Dan Mm Menjadi Gedung Pelayanan Jantung TerpaduProvinsi JambiRp 1,170,000,000
11 June 2024Pengawasan Pemeliharaan Berkala Jalan 2Kab. TeboRp 1,100,000,000
19 February 2024Rencana Teknis Penetapan Garis Sempadan Sungai Pengabuan Kab. Tanjab Barat (Dau Earmark)Provinsi JambiRp 1,000,000,000
26 February 2024Penyusunan Rispam Lintas Kab/Kota Provinsi Jambi ( Dau Earmark )Provinsi JambiRp 1,000,000,000
25 April 2019Core Tim Perencanaan Dan Pengawasan Bidang Cipta KaryaPemerintah Daerah Provinsi JambiRp 1,000,000,000
10 May 2019Pengawasan Kegiatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Pengendalian Daya Rusak Air Wilayah IPemerintah Daerah Provinsi JambiRp 980,000,000
17 July 2023Penyusunan Rencana Tapak (Site Plan) Dan Detail Engineering Design (Ded) Peremajaan/Pemugaran Permukiman KumuhKab. Kutai TimurRp 875,000,000
12 November 2021Supervisi Pengaman Muara Sungai Batang Bungo Kabupaten Bungo (Lanjutan)Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 850,000,000
24 November 2020Supervisi Pembangunan Tpa Kab. SarolangunKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 800,000,000
19 February 2024Dokumen Lingkungan Sungai Merangin Kab. Merangin (Dau Earmark)Provinsi JambiRp 750,000,000