| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0017595729311000 | Rp 2,370,464,426 | - | |
| 0210798070411000 | - | - | |
Alaska Karya Mandiri | 06*7**4****43**0 | Rp 1,905,954,005 | Alat potong granite tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan |
| 0013977178021000 | - | - | |
| 0410647168101000 | - | - | |
| 0031928690322000 | Rp 1,931,032,235 | 1. Menyampaikan invoice jack hammer yang tidak valid karena tidak ada nama penerbit dan alamat, sehingga dianggap tidak menyampaikan alat bukti kepemilikan 2. Pengalaman kurang dari yang dipersyaratkan: Pekerjaan Renovasi Gedung Serba Guna RSUP Dr.Rivai Abdullah tidak ada di LPSE | |
| 0868222126009000 | Rp 1,931,032,235 | 1. Peralatan utama telah digunakan pada paket lain (tumpang tindih) 2. Personel Pelaksana telah mendapatkan paket pekerjaan lain (tumpang tindih) | |
| 0025373515331000 | Rp 2,047,949,999 | 1. Tidak menyampaikan kapasitas Genset di kuitansi 2. Tidak menyampaikan kapasitas alat potong granite di invoice 3. Tidak memenuhi Pengalamam yg dipersyaratkan, karna pengalaman kerja yang disampaikan pada Daftar Riwayat Hidup Personel Manajerial no.1 dan no. 2 tidak ada di LPSE | |
| 0311911754124000 | Rp 1,931,032,235 | 1. Peralatan utama alat potong granite tidak memenuhi persyaratan 2. Pengalamam kurang dari yg dipersyaratkan, karna pengalaman kerja yang disampaikan pada daftar riwayat hidup yaitu Pekerjaan Pembangunan Bendung Karet Cibama Lanjutan , tidak ada di LPSE Kementerian PUPR | |
Chanel | 00*8**4****21**0 | - | - |
| 0908421415101000 | - | - | |
| 0965134836201000 | - | - | |
PT Sintesis Selaras Sinergi | 08*3**2****09**0 | - | - |
PT Nadya Ratu Permata | 09*2**4****05**0 | - | - |
| 0411327166327000 | - | - | |
CV Ardi Karya | 0750572539205000 | - | - |
| 0030704712307000 | - | - | |
| 0720306430327000 | - | - | |
| 0021019377101000 | - | - | |
| 0530543263003000 | - | - | |
| 0012746541308000 | - | - | |
| 0032007619311000 | - | - | |
| 0013270327002000 | - | - | |
| 0756726683101000 | - | - | |
CV Efod Design Consultant | 07*5**9****17**0 | - | - |
| 0721116002101000 | - | - | |
| 0653100560422000 | - | - | |
| 0734542079101000 | - | - | |
PT Putra Irian Cahaya | 0720451814955000 | - | - |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - | - |
| 0839536315101000 | - | - | |
| 0851605881101000 | - | - | |
| 0854283876432000 | - | - | |
| 0535683122311000 | - | - | |
| 0922207139626000 | - | - | |
| 0749364816331000 | - | - | |
| 0912514551322000 | - | - | |
| 0019066216211000 | - | - | |
| 0758919476105000 | - | - | |
| 0811948520102000 | - | - | |
| 0025295668612000 | - | - | |
| 0012337242617000 | - | - | |
| 0016356149323000 | - | - | |
| 0017513334323000 | - | - | |
| 0026287755311000 | - | - | |
Bungur Satria Wardana | 06*8**9****21**0 | - | - |
| 0021090857023000 | - | - | |
| 0745697821722000 | - | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - |
Rafanda Al Razaak | 09*1**2****35**0 | - | - |
| 0021068242127000 | - | - | |
| 0905215570009000 | - | - | |
| 0608005823101000 | - | - | |
| 0019206986008000 | - | - | |
| 0620486514101000 | - | - | |
CV Putra Amor | 0016355240321000 | - | - |
| 0900806118101000 | - | - | |
| 0032903676101000 | - | - | |
| 0019433028311000 | - | - | |
| 0317220903216000 | - | - | |
Dompetni Raja | 05*5**4****25**0 | - | - |
| 0933285124331000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
UMUM
Dalam menyelesaikan suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien, diperlukan
sistem manajemen yang baik. Untuk menerapkan sistem manajemen yang baik, diperlukan
berbagai metode sesuai jenis bangunan yang diselesaikan. Pihak manajemen menyusun dan
mengarahkan metode-metode agar dapat menyelaraskan antara sumber daya dan penggunaan
peralatan untuk mencapai tujuan proyek. Untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien, maka
manajemen konstruksi melibatkan tahapan-tahapan metode pelaksanaan. Metode-metode
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan
o Meninjau lokasi pekerjaan dan mengidentifikasi seluruh pekerjaan pada masing-masing
bangunan yang akan dilakukan perbaikan.
o Memasukan material/bahan untuk keperluan pekerjaan fisik dengan dikonsultasikan
terlebih dahulu kepada pengawas/direksi.
o Mendatangkan tenaga kerja dengan jumlah dan keahlian yang disesuai dengan kebutuhan
dilapangan.
o Mobilisasi peralatan proyek seperti mobil bak terbuka, Hand Bor, Scafolding dilaksanakan
sebelum pekerjaan fisik dimulai.
o Setiap tenaga kerja dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) dan didata untuk dilaporkan kepada pengawas/Direksi.
o Pengadaan obat-2an P3K dan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan jumlah
tenaga dan tugas masing-masing bidang pekerjaan
o Seluruh tenaga kerja diasuransikan pada PT. JAMSOSTEK.
2. Pekerjaan Arsitektur
A. Pekerjaan Pembongkaran dan Pembersihan
Material bekas bongkaran yang masih baik didata dan dikumpulkan kemudian
diangkut ke gudang atau tempat yang telah ditentukan oleh pengawas/direksi. Untuk
meminimalisir resiko dan kecelakaan kerja para Tukang/tenaga kerja yang melaksanakan
pekerjaan ini akan kita lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan lain – lain yang
diperlukan.
❖ Pembongkaran plafon dan rangka tidak dipasang kembali
Pembongkaran penutup plafon dilaksanakan oleh tenaga manusia (man power)
dengan menggunakan alat bantu : palu, alat pengungkit (linggis).
❖ Pembongkaran kusen/Pintu dan Jalusi
[1]
Kusen-kusen yang dibongkar segera dipasang kembali dengan kusen baru sesuai
dengan gambar rencana dan spesifikasi teknis. pemasangan/penyetelan kusen yang
dibarengi dengan pemasangan batu bata sebagai pengunci.
❖ Pembongkaran Lantai
Pembongkaran Granit harus dilaksanakan dengan Hati-hati sehingga tidak merusak
benda-benda yang ada disekitarnya. Jika ada kerusakan akibat pembongkaran Granit
maka ganti rugi akan ditanggung kontraktor. Setelah pembongkaran selesai, pihak
kontraktor harus memastikan tidak ada benda bekas pembongkaran dan kotoran
yang tersisa disekitar lingkungan bangunan.
❖ Pembongkaran Meja Lab dan Lemari asam
Pekerjaan pembongkaran meja dan lemari asam harus memperhatikan keadaan
sekeliling dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian yang tidak perlu dibongkar.
Pelaksanaan pembongkaran meja lab dan lemari asam menggunakan tenaga manusia
(man power) dengan peralatan bantu : Pahat beton, palu/martil dll.
❖ Pembersihan dan pengerokan cat eksisting gedung
Pembersihan/pengerokan cat eksisting untuk area dinding dilakukan sebelum
melakukan pekerjaan pengecatan dengan membersihkan kotoran dan mengeruk
permukaan dinding eksisting yang tidak rata. Sedangkan untuk pembersihan cat
permukaan kusen dilakukan dengan membersihkan debu dan meratakan permukaan
yang tidak rata. Pada saat pembersihan cat eksisting, dilakukan secara hati-hati agar
tidak merusak instalasi listrik danbenda-benda yang ada.
Pihak kontraktor harus memastikan tidak ada benda bekas pembongkaran
dan kotoran yang tersisa disekitar lingkungan bangunan. Sampah material
dikumpulkan dan dibuang di titik yang telah ditentukan.
B. Pekerjaan Pasangan Dinding Beton
❖ Pekerjaan Pasangan Bata
Pekerjaan pasangan dinding bata merupakan kunci utama dari semua
pekerjaan finishing karena itu pekerjaan ini harus dikerjakan dengan tepat dan
cermat karena jika pekerjaan ini tidak bagus maka akan berdampak buruk terhadap
pekerjaan atau sebagian besar terhadap pekerjaan finishing lainnya.
Mengingat pekerjaan dinding ini sangat kasat mata, maka untuk itu
pengawasan terhadap mutu pekerjaan juga harus diperhatikan yaitu dengan
melakukan ceklist secara bertahap, untuk item pekerjaan dinding sehingga hasil
akhir pekerjaan ini sesuai dengan spesifikasi atau menjadi lebih baik.
Adapun kesalahan yang biasanya terjadi dalam sistem pemasangan pasangan
Bata ini yang perlu mendapat perhatian khusus dan perlu di hindarkan yaitu :
[2]
▪ Material tidak terkontrol.
▪ Dinding tidak vertical/Miring.
▪ Tebal dinding tidak sama.
▪ Sudutan/pertemuan dinding tidak siku.
▪ Dinding/Acian retak.
Oleh karena itu pemasangan ini perlu di cermati untuk menghindari kesalahan
tersebut, bahan, material, dan metode pemasangan yang akan dilakukan untuk
mencegah kesalahan tersebut yaitu :
▪ Bahan yang dibutuhkan : Batu bata lokal, Pasir pasang, Semen, Besi beton, Air.
▪ Bahan yang dibutuhkan : Concrete Mixer, Water pass, benang, jidar alumunium &
unting-unting.
▪ Metode Pekerjaan pemasangan.
Pekerjaan bata ini dimulai setelah pekerjaan beton struktur selesai dilakukan.
Sebelum melakukan pekerjaan lokasi harus di bersihkan dari kotoran-kotoran maka
akan dimulai pekerjaan.
Langkah-langkah :
▪ Marking center Line Pasangan bata di setiap ruangan/ lantai beton (Marking
Awal).
▪ Marking pasangan bata setebal pasangan bata.
▪ Buat marking pinjaman sejauh 50 cm, tergantung dari sistem markingan dari
pasangan bata 2 sisi.
▪ Pasang profil kayu atau besi untuk acuan kedua sisi pasangan bata yang akan di
pasang kemudian cek verticality kayu dengan pondulum (unting-unting).
▪ Pasang Benang secara horizontal dari acuan ke acuan untuk setiap 2 lapis bata.
▪ Pasangan tulangan untuk kolom praktis setiap 12 m2 atau dinding dengan jarak
4 m
▪ Rendam bata dalam air.
▪ Pemasangan dinding ½ bata diatas sloof setinggi ± 30 cm menggunakan adukan
1 sm : 2 Ps dan pasangan diatasnya menggunakan adukan 1 sm : 2 Ps,
pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah poses pembukaan bekisting sloof,
pemasangan bata kita berpedoman gambar.
▪ Adukan mortar (adukan) untuk pasangan bata dengan komposisi : umum ( 1 Pc :
5 Pasir ).
▪ Mortar awal berfungsi sebagai perataan awal.
▪ Pasangan Bata lapis pertama. Cek posisi pasangan terhadap marking, jika sesuai
dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya sesuai benang acuan sesuai ketinggian 1
m, tebal spesi pada pasangan di usahakan 1 – 1.5 cm (tergantung gradasi pasir).
[3]
▪ Lanjutkan pemasangan setiap tinggi 1 meter.
▪ Untuk pasangan bata yang bertemu dengan kolom struktur, apabila ketinggian
bata sudah mencapai 1.6 m dipasang angkur dari kolom kepasangan bata (2
buah dengan jarak vertikal 500mm).
▪ Pada pertemuan pasangan bata dengan balok struktur biasanya diatasnya di
pasang steyroform guna menghindari retak akibat lendutan struktur.
❖ Pekerjaan Plesteran.
Setelah pekerjaan pasangan bata telah selesai dan telah di cek kebenarannya
maka pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran. Pekerjaan dilaksanakan
pada saat pasangan bata berumur minimal 3 hari.
Tahapan pekerjaan :
▪ Siram permukaan bata sampai dengan permukaan jenuh.
▪ cek sudutan/kesikuan dari dinding serta posisinya.
▪ Buat kamprotan tipis setebal 0,5 – 1 cm untuk menghindari penyusutan yang
berlebihan.
▪ Plesteran dilakukan setelah pasangan bata berumur 3 hari.
▪ Plesteran dinding ± 30 cm diatas nol dan dinding pada kamar mandi/WC setinggi
150 cm menggunakan adukan kedap air 1 : 2 dan pleteran diatasnya
menggunakan adukan 1 : 2 Ps.
▪ Setelah plesteran setengah kering (1/2 Matang) di ratakan dengan jidar
aluminium (pemakaian roskam sebaiknya di hindari).
▪ Lakukan pengecekan kembali setelah selesai di plester.
▪ Plesteran harus di siram sebanyak 2 kali sehari dalam satu minggu, hal ini untuk
menghindari retak rambut pada dinding bata sebelum berlanjut pada tahap acian.
❖ Pekerjaan Acian
Setelah pekerjaan plesteran telah selesai dan telah di cek kebenarannya maka
pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan acian.
Tahapan pekerjaan :
▪ Lakukan kuring pasangan bata dengan di siram setiap hari, guna menjaga
penyusutan yang berlebihan.
▪ Lakukan pengacian dengan komposisi 2 Pc : 3 kapur dengan steel trower dan
ratakan dengan jidar alumunium. Pemakaian kapur juga diperuntungkan untuk
menghindari retak rambut pada permukaan dinding.
▪ Siram permukaan plesteran sampai dengan jenuh air sebelum pekerjaan acian.
▪ Untuk mengurangi pori-pori, gosok permukaan dengan kertas semen.
[4]
▪ Curing permukaan acian minimal 1 kali sehari dalam waktu selama 3 hari.
C. Pekerjaan Perbaikan Atap
Lingkup Pekerjaan.
▪ Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantunya yang
berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar, sehingga dapat
dicapai hasil yang sempurna.
▪ Pekerjaan ini meliputi penyiapan bagian yang akan dipasang untuk penutup atap
yaitu kuda-kuda baja ringan, bubungan/nok, reng dll. Sesuai dengan gambar
perencanaan untuk atap Metal Colour Tebal 0,35mm, Talang atap Metal Colour
0.35mm dan Nok/bubungan atap metal colour 0.35mm
▪ Pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan ini yaitu pekerjaan kerangka atap,
pekerjaan talang, pekerjaan listplank, pekerjaan kelistrikan dan penangkal petir
sesuai dengan gambar rencana.
Bahan–bahan/Material.
▪ Penutup atap menggunakan atap Metal Colour 0.35 Merk SHT(Sinar harapan
Truss)
▪ Pasangan Talang atap Metal Colour 0.35mm
▪ Pasangan Nok/Bubungan atap Metal Colour 0.35mm
Cara Pelaksanaan pada atap
▪ Bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus di serahkan contoh-
contohnya kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya, material yang
tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan.
▪ Jika dipandang perlu untuk diadakan penggantian, maka material pengganti harus
mendapat persetujuan dari Pengawas.
▪ Atap harus dipasang oleh tenaga yang ahli dalam hal ini sehingga didapatkan hasil
yang rapih dan sempurna dalam segala arah, kaitan penutupnya harus cocok dan
rapat.
▪ Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam gambar
kerja, harus mengikuti ketentuan dari pabrik.
▪ Untuk pemotongan hanya diperbolehkan pada bagian pinggul-pinggulnya atau
lembah dengan cara sedemikian rupa sehingga bagian untuk menempatkan
kedudukannya tidak boleh ada yang dibuang.
▪ Pada nok, jurai, pemotongan spandek harus rapih, menggunakan alat khusus. Tidak
diperkenankan menggunakan palu atau pahat, untuk menghindari keretakan yang
menyebabkan kebocoran.
[5]
▪ Pemborong wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang
terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi atas biaya Pemborong, jika
kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh tindakan Pemberi Tugas.
D. Pekerjaan Plafond
Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-
langit bangunan. Pekerjaan Plafond, terdiri dari :
❖ Pek. rangka Plafond Hollow
Material yang digunakan yaitu:
▪ Rangka Metal Hollow ukuran 35mmx35mmx0.3mm
Metode Pelaksanaan:
▪ Pembongkaran rangka dan penutup plafond existing sesuai dengan arahan
direksi.
▪ Menyiapkan alat dan material yang diperlukan untuk pemasangan rangka plafond
hollow.
▪ Ukur rencana tinggi plafon. Sebaiknya tidak melebihi ring balok. Gunakan selang
air untuk mengatur ketinggian agar sama tinggi (waterpas).
❖ Pek. Penutup Plafond PVC
Material yang digunakan yaitu:
▪ Penutup Plafond PVC Elegant plafond Lebar 20cm
▪ List Plafond PVC
Metode Pelaksanaan:
▪ Pekerjaan penutup plafond dilakukan setelah pekerjaan rangka plafond dan
instalasi listrik telah selesai.
▪ Menyiapkan alat dan material yang diperlukan untuk pemasangan penutup
plafond PVC.
▪ Pasang plafon PVC secara presisi dengan menggunakan skrup hingga menempel
dengan sempurna. Bagian yang tidak ideal dirapikan dengan pemotong (cutter),
pastikan untuk memotongnya dengan hati-hati.
▪ Pasang List plafon PVC menggunakan skrup hingga menempel dengan sempurna
dan rapi.
❖ Pekerjaan Plafond Tripleks
Metode Pekerjaan Plafond Triplek Tebal 4mm (Palem), antara lain
▪ Pembongkaran penutup plafond existing sesuai dengan arahan direksi, kemudian
[6]
▪ Menyiapkan alat yang diperlukan untuk memudahkan pemasangan tripleks.
Peralatan yang diperlukan cukup sederhana antara lain cutter, mata bor untuk
sekrup, siku, meteran ukur, palu, kabel daya dan stop kontak.
▪ Menyiapkan terpal untuk menutupi benda-benda yang ada diruangan agar
terhindar dari debu ataupun kerusakan akibat tertimpa material.
▪ Menyiapkan bahan. Secara umum bahan yang diperlukan antara lain Triplkes,
paku beton, sekrup (jika menggunakan rangka hollow) dan lainnya.
▪ Ukur rencana tinggi plafon. Sebaiknya mengikuti elevasi Gedung eksisting.
❖ Pekerjaan Plafond Gypsum
Material yang digunakan:
▪ Gypsum Tebal 9mm merek Indoboard
▪ List Gypsum
Pelaksanaan:
▪ Papan Gypsum dengan tebal 9 mm merek Indoboard dan List Gypsum.
▪ Sebelum memasang Gypsum, Kontraktor wajib memeriksa bahwa kerangka untuk
tumpuan pemasangan telah sesuai dengan gambar, baik letaknya, bentuk maupun
ukurannya.
▪ Semua bahan pada saat akan dipasang harus dalam keadaan bersih dan tanpa
cacat. Kerusakan akibat pengangkutan maupun penyimpanan, sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
▪ Seluruh struktur kerangka harus kuat hubungannya, ditahan dengan baik oleh
struktur atap (kuda-kuda) dan dinding, sesuai ukuran dalam gambar rencana.
▪ Rangka harus datar (water pass) sedang yang miring harus sesuai dengan gambar
detail arsitektur.
▪ Pada pertemuan bidang langit-langit dengan dinding harus diperhatikan
pelaksanaan, dan harus sesuai dengan gambar.
▪ Hubungan rangka utama dengan baja-baja struktural dilakukan dengan
sambungan baut dan mur.
▪ Langit-langit harus dilengkapi dengan manhole ukuran 60 x 60 cm. Letaknya
ditentukan dalam gambar instalasi, usul dari Pemborong dan harus dapat
persetujuan Pengawas.
▪ Kerusakan langit-langit akibat penyambungan ruangan/bangunan, dilakukan
penggantian sesuai dengan gambar.
▪ Kerusakan Benda sekitar akibat pemasangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
[7]
E. Pekerjaan Lantai
Pekerjaan Pasangan lantai dimulai bila semua pekerjaan plafon, pekerjaan
pasangan dinding dan pemasangan pipa-pipa telah selesai dilaksanakan. Permukaan yang
akan dipasangan penutup granit dibersihkan dari kotoran, seperti sisa-sisa adukan,
potongan kayu, sisa gergajian dan Iain-lain. Pelaksanaan pekerjaan pasangan granit
antara lain:
❖ Pasangan Lantai Granit 60x60cm (Polish)
❖ Pasangan Lantai Granit 60x120cm (Polish) untuk meja laboratorium
❖ Pasangan Lantai Granit 60x60cm (Polish) untuk meja laboratorium
Metode Pelaksanaan:
▪ dilakukan pengukuran ulang bersama-sama dengan konsultan pengawas/direksi
teknis untuk menentukan peil lantai, siku dan penentuan As pemasangan granit.
▪ Sebelum granit akan dipasang, terlebih dahulu harus direndamkan ke dalam air
hingga jenuh.
▪ Permukaan lantai yang akan dipasang granit harus bersih dan kering.
▪ Adukan semen untuk pemasangan granit harus penuh, baik untuk permukaan
dasaratau pun dibadan belakang granit.
▪ Perbandingan adukan untuk pemasangan granit adalah 1Pc: 4Psr dengan
ketebalan rata-rata 2 cm.
▪ Pola pemasangan granit harus sesuai dengan gambar detail atau sesuai dengan
petunjuk Pengawas.
▪ Lebar siar-siar harus sama, dengan kedalaman maksimal 2 mm, membentuk garis
lurus sesuai dengan gambar, atau sesuai petunjuk Pengawas.
▪ Siar-siar harus diisi bahan pewarna yang mana warnanya satu warna dengan
granit.
▪ Pemotongan granit menggunakan alat potong granit
▪ Granit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam kotoran dan
noda yang melekat, sehingga benar-benar bersih sehingga warna granit tidak
rusak/buram.
F. Pekerjaan Kusen Pintu Jendela dan Kaca
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah bangunan.
Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak, sehingga
pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang tepat.
[8]
❖ Pekerjaan Kayu dan Kaca
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah bangunan.
Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang banyak, sehingga
pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode pelaksanaan yang tepat.
Pasangan Kusen Pintu Jendela Kayu
Material yang digunakan yaitu:
▪ Kusen Kayu Kelas II
▪ Daun Pintu Multipleks Lapis HPL (Rangka multipleks 18mm)
▪ Daun Pintu Panel Kelas II
▪ Daun Jendela Kayu Kelas II
▪ Kaca Bening 5mm
▪ Engsel
▪ Door Closer
▪ Door Stoper
▪ Rell Pintu Dorong
▪ Roda Hanger Pintu Dorong
▪ Handle + Kunci
▪ Hak angin
▪ Kunci Grendel
Metode Pelaksaan:
▪ Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan lapangan
untuk openingan yang akan dipasang kusen.
▪ Pabrikasi material
▪ Kayu dipotong dan di sambung/dirangkai
▪ Kusen Kayu yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
▪ Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan
kusen Kayu dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka
diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
▪ Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara Kayu dengan dinding di isi
dengan acian.
▪ Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu, Engsel bawah
dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu, Engsel tengah dipasang
ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
[9]
▪ Setelah kusen kayu terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen
dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
▪ Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan Konsultan
Management Konstruksi.
▪ Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
▪ Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan kunci
tidak membentur tembok pada saat pintu terbuka.
▪ Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.
▪ Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan
di lapangan.
▪ Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus yang
belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai
dengan Standar Spesifikasi pabrik.
Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan Management
Konstruksi/Perencana.
❖ Pasangan Kusen Pintu Jendela Kayu
Material yang digunakan yaitu:
▪ Kusen Kayu Kelas II
▪ Daun Pintu Panel Kelas II
▪ Daun Jendela Kayu Kelas II
▪ Kaca Bening 5mm
▪ Engsel
▪ Handle + Kunci
▪ Hak angin
▪ Kunci Grendel
Metode Pelaksaan:
▪ Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan lapangan
untuk openingan yang akan dipasang kusen.
▪ Pabrikasi material
▪ Kayu dipotong dan di sambung/dirangkai
▪ Kusen Kayu yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
[10]
▪ Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan
kusen Kayu dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka
diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
▪ Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara Kayu dengan dinding di isi
dengan acian.
▪ Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu, Engsel bawah
dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu, Engsel tengah dipasang
ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
▪ Setelah kusen kayu terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen
dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
▪ Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan Konsultan
Management Konstruksi.
▪ Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
▪ Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan kunci
tidak membentur tembok pada saat pintu terbuka.
▪ Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.
▪ Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan
di lapangan.
▪ Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus yang
belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai
dengan Standar Spesifikasi pabrik.
▪ Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Management Konstruksi/Perencana.
❖ Pasangan Pintu Jendela Kaca Tempered
Material yang digunakan:
▪ Daun Pintu Kaca Tempred Tebal 12mm
▪ Daun Jendela Kaca Tempered Tebal 12mm
▪ U aluminium
▪ Engsel Floor Hinge Dorma
▪ Top Pacth Fitting
▪ Pull Handle Stainless
▪ Bottom Path Lock
[11]
▪ Aluminium Composite Panel merek PVDF Maco 0,3mm dan Rangka
Pelaksanaan:
▪ Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan lapangan
untuk openingan yang akan dipasang kusen.
▪ Pabrikasi material
▪ Lantai yang akan dijadikan dudukan floorhinge harus dibobok terlebih dahulu
agar sesuai dengan ukuran floor hinge yang akan digunakan.
▪ Pastikan bahwa jarak antara floorhinge dengan tiang dinding berjarak kira-kira 1-
2cm agar pintu dapat membuka dan menutup dengan leluasa
▪ Dudukan untuk engsel atas dipasang sejajar dengan floor hinge bawah.
▪ Setelah engsel terpasang semua, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kaca
tempered ke floorhinge tersebut.
▪ U aluminium digunakan sebagai kusen jendela tempered.
▪ Setelah pintu jendela tempered terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan
gawangan Pintu ACP rangka Hollow.
▪ Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan Konsultan
Management Konstruksi.
▪ Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
▪ Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan kunci
tidak membentur tembok pada saat pintu terbuka.
▪ Door holder didasar daun pintu dipasang 6 cm dari tepi daun pintu. Pemasangan
harus baik sehingga pada saat ditekan ke bawah, karet holder akan menekan
lantai pada posisi yang dikehendaki. Door holder dipasang hanya pada pintu yang
tidak menggunakan door closer.
▪ Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.
▪ Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan di
lapangan.
▪ Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus yang
belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai
dengan Standar Spesifikasi pabrik.
▪ Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Management Konstruksi/Perencana.
▪ Pastikan setiap pekerjaan rapi.
[12]
❖ Pasangan Pintu Lemari Bawah Meja
Material:
▪ Kusen Aluminium 3 inch Warna Putih (Alexindo)
▪ Daun Pintu Aluminium Isi Multipleks 9mm (merek palem) Lapis HPL Rangkap
merek Violam
▪ U aluminium
▪ Engsel Pintu
▪ Kunci Lemari Silinder (Dekkson)
▪ Aluminium Composite Panel merek PVDF Maco 0,3mm
❖ Pasangan Pintu Jendela Alumunium
▪ Material:
Kusen ukuran 4 inchi dan 3 inchi warna Putih merk aleksindo, kaca
bening/polos ukuran 5mm, engsel pintu dan jendela, handle pintu dan door
closer, karet penjepit serta sealent.
Peralatan: Mesin potong (alumunium), hand bor, alat potong kaca, sealent
tube/gun, rubber glass/penjepit kaca.
▪ Pelaksanaan:
Pelaksanaan pemotongan kusen dan aksesoriesnya harus menunggu kondisi
lapangan terbentuk untuk menghindari adanya rongga-rongga antara pasangan
dinding dan kusen yang diakibatkan kurang presisinya pasangan. Sangat penting
untuk memastikan ukuran lubang pasangan, sehingga terhindar dari salah
potong. Pelaksanaan pemasangan dilapangan akan dilakukan setelah pekerjaan
acian selesai, ini dilakukan untuk menghindari kotoran-kotoran/noda akibat
mengerasnya semen pada rangka kusen atau jendela, jika mungkin
mempersiapakn pembungkus kusen untuk melindungi dari sisa-sisa adukan dan
cat.
▪ Kontrol Pekerjaan :
Dilakukan monitoring terhadap vertikality dan horisontal lubang-lubang
pasangan pintu dan jendela, adanya rongga antara kusen dan dinding harus diisi
dan sealent harus digunakan merata.
G. Pekerjaan Pengecatan
❖ Pengecatan Dinding
Material yang digunakan:
▪ Cat Interior Menggunakan Emulsion Mowilex
▪ Cat Eksterior Menggunakan Mowilex
[13]
Metode Pelaksaan:
▪ Sebelum dilakukan proses pengecatan seluruh bagian tembok (bidang yang akan
dicat) digosok menggunakan kertas amplas dan dibersihkan dari segala kotoran
yang menempel pada bidang yang akan dicat. Kemudian dilanjutkan dengan
pengecatan dengan cat dasar.
▪ Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk mencegah terjadinya
pengelupasan.
▪ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat tembok dengan cat dengan
menggunakan kuas roll.
▪ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan
plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion
▪ Untuk pengecatan dalam ruangan kerjakanlah mulai dari langit - langit yang
diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan kemudian ke bagian
bawah.
▪ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
▪ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang
ketempat sampah.
❖ Pengecatan Plafond
Material:
▪ Cat Mowilex Cendana
Pelaksanaan:
▪ Cat Plafond Menggunakan Mowilex Cendana
▪ Bidang yang akan dicat dibersihkan dari segala kotoran yang menempel pada
bidang yang akan dicat.
▪ Pastikan permukaan penutup plafond bersih dan kering untuk mencegah
terjadinya pengelupasan
▪ Kemudian dilanjutkan dengan pengecatan dengan cat dasar.
▪ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan
plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion
▪ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat penutup plafond dengan cat dengan
menggunakan kuas Roll.
▪ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
[14]
▪ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang
ketempat sampah.
❖ Pengecatan Kayu dan besi
Material yang digunakan:
▪ Cat Plamur Catylax
▪ Meni Kayu
▪ Cat Kayu Avian
▪ Cat Besi Avian
Metode Pelaksanaan:
▪ Sebelum dilakukan proses pengecatan seluruh bagian bidang kayu (bidang yang
akan dicat) digosok menggunakan kertas amplas dan dibersihkan dari segala
kotoran yang menempel pada bidang yang akan dicat. Kemudian dilanjutkan
dengan pengecatan dengan cat dasar.
▪ Pastikan permukaan bidang kayu bersih dan kering untuk mencegah terjadinya
pengelupasan.
▪ Setelah proses diatas dilanjutkan pengecat bidang kayu dengan cat dengan
menggunakan kuas.
▪ Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus
bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang
limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan.
▪ Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang
ketempat sampah.
H. Pekerjaan Dinding Partisi
❖ Pasangan Dinding Multiplek Lapis HPL
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi pekerjaan pengadaan bahan dan pembuatan dinding partisi lengkap
dengan rangka dan perlengkapan lainnya.
1.1 Pekerjaan yang Dispesifikasikan
Dinding Partisi Penutup Multipleks Finishing partisi Lapis HPL
1.2 Bahan/Material
Rangka dari masing-masing bagian dan ukuran dalam keadaan terpisah/lepas
Multiplek Palem : 9 mm
Finishing HPL
List Stainless Steel “T”
[15]
1.3 Penanganan Bahan
Multipleks dibawa ke lokasi proyek harus dalam kemasan asli dari pabrik yang
memperlihatkan merk, tipe dan ukuran. Lakukan penyimpanan dengan
memberi perlindungan seperti yang disyaratkan pabrik pembuat.
2. Persyaratan Bahan
2.1. Multiplek
Menggunakan type Palem Tebal 9mm
2.2. Rangka Partisi
Menggunakan Rangka Baja Ringan Canal C75 Bluescope modul 60x120cm
2.3. HPL
Menggunakan merk Violam
3. Persyaratan Pelaksanaan
3.1. Pemasangan
a. Rangka Partisi
Rangka Utama/Struktural
Pasangkan rangka utama struktural arah vertikal setiap jarak 60 cm menerus
dari bawah sampai atas setinggi partisi dan berikan pengikat struktural pada
bagian dasar (plat lantai bawah) dan puncak (plat lantai atas) untuk
mengangkurkan partisi pada lantai dan langit-langit.
b Rangka Pembagi/Sekunder
Pasangkan rangka pembagi/sekunder setiap jarak 60 cm arah horizontal dan
vertikal mengisi bidang rangka utama.
c Pengikatan Rangka
Angkurkan rangka utama sisi tepi pada dinding atau kolom dan pengikat
bawah (bottom runner) pada lantai. Untuk pengikat atas (top runner)
diperlakukan sebagai balok ang dijepit pada tumpuan di kedua ujung dari
bentangan bidang partisi.
d Kualitas Pemasangan
Pasangkan rangka secara baik, rata permukaan, kokoh dan sesuai dengan
perencanaan. Kualitas pemasangan ini harus mendapatkan persetujuan dari
Pengawas.
3.2. Pembersihan dan Perlindungan
Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-permukaan yang
terkena bahan compound, tetapi tidak dikehendaki atau diperkirakan akan
menimbulkan tonjolan-tonjolan pada pekerjaan finishing. Sebelum finishing
[16]
dilaksanakan maka permukaan partisi harus dijaga terhadap benturan-benturan
benda keras.
❖ Dinding Aluminium Kaca Bening
1. Lingkup Pekerjaan
1.1. Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantunya
yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar,
sehingga dapat dicapai hasil yang sempurna.
1.2. Semua pekerjaan kusen, rangka pintu kaca, kusen kaca bangunan dan lain-lain
seperti dinyatakan dalam gambar serta petunjuk pengawas.
2. Pengendalian Pekerjaan
2.1. Seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan dalam:
a) The Allumunium Associaton (AA).
b) Architectural Allumunium Manufactures Association (AAMA).
c) American Standards for Testing Matrials (ASTM).
d) Mengikuti shop drawing, berdasarkan katalog pabrik terbaru.
3. Bahan – bahan/Material
3.1. Pekerjaan Aluminium:
a) Kusen Aluminium Warna Silver (Alexindo)
b) Kaca Bening 5mm (kaca Asahimas)
4. Syarat – Syarat Pelaksanaan
4.1. Pekerjaan Aluminium
a) Sebelum pabrikasi material diharapkan untuk melakukan pengecekan lapangan
untuk openingan yang akan dipasang kusen.
b) Pabrikasi material
c) Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup
galvanis.
d) Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan
protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu
pemasangan
e) Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan
siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
f) Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan
kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak
lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan
tahan lama.
[17]
g) Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan
dinding di isi silicone sealant.
h) Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas,
apabila lokasi pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada
lagi pekerjaan yang dapat merusak aluminium tersebut.
i) Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan
keadaan di lapangan.
j) Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus yang
belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai
dengan Standar Spesifikasi pabrik.
Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Management Konstruksi/Perencana.
❖ Pasangan Panggung/Podium
Bahan/Material:
▪ Rangka Kayu 5/10 Kelas II, Modul 50x50
▪ Penutup Lantai Multiplek merek Palm 18mm + 9mm
▪ Penutup Multiplek 9mm HPL Merek Violam
▪ Penutup Finishing Karpet tebal 5mm jenis Premium crown merk Bandung
▪ Warna Karpet Disesuaikan
Pelaksanaan:
1. Pemasangan
a. Rangka Podium/Panggung
Pasangkan rangka Podium menggunakan Kayu 5/10 Kelas II dengan modul
pemasangan 50x50cm yang ditutup dengan penutup multipleks 18mm + 9mm
dengan finishing akhir Pemasangan karpet.
b. Kualitas Pemasangan
Pasangkan rangka secara baik, rata permukaan, kokoh dan sesuai dengan
perencanaan. Kualitas pemasangan ini harus mendapatkan persetujuan dari
Pengawas.
2. Pembersihan dan Perlindungan
Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-permukaan yang
terkena bahan compound, tetapi tidak dikehendaki atau diperkirakan akan
menimbulkan tonjolan-tonjolan pada pekerjaan finishing. Sebelum finishing
[18]
dilaksanakan maka permukaan partisi harus dijaga terhadap benturan-benturan
benda keras.
❖ Pasangan Dinding Backdrop
Material/Bahan:
▪ Rangka dari masing-masing bagian dan ukuran dalam keadaan terpisah/lepas
▪ Multiplek Palm : Rangka 18 dan Penutup 9 mm
▪ Finishing HPL Merek Violam
▪ List Stainless Steel “T”
Pelaksanaan:
1. Pemasangan
a. Rangka Partisi
Rangka Utama/Struktural
Pasangkan rangka utama struktural arah vertikal setiap jarak 60 cm menerus
dari bawah sampai atas setinggi partisi dan berikan pengikat struktural pada
bagian dasar (plat lantai bawah) dan puncak (plat lantai atas) untuk
mengangkurkan partisi pada lantai dan langit-langit.
b Rangka Pembagi/Sekunder
Pasangkan rangka pembagi/sekunder setiap jarak 60 cm arah horizontal dan
vertikal mengisi bidang rangka utama.
c Pengikatan Rangka
Angkurkan rangka utama sisi tepi pada dinding atau kolom dan pengikat
bawah (bottom runner) pada lantai. Untuk pengikat atas (top runner)
diperlakukan sebagai balok ang dijepit pada tumpuan di kedua ujung dari
bentangan bidang partisi.
d Kualitas Pemasangan
Pasangkan rangka secara baik, rata permukaan, kokoh dan sesuai dengan
perencanaan. Kualitas pemasangan ini harus mendapatkan persetujuan dari
Pengawas.
e. Pembersihan dan Perlindungan
Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-permukaan
yang terkena bahan Kotoran, tetapi tidak dikehendaki atau diperkirakan akan
menimbulkan tonjolan-tonjolan pada pekerjaan finishing. Sebelum finishing
dilaksanakan maka permukaan partisi harus dijaga terhadap benturan-benturan
benda keras.
[19]
❖ Pasangan Dinding Gypsum
Bahan/Material:
▪ Gypsum 9mm merek Indoboard
▪ Baja Ringan Canal 75 Merek BlueScope (Sinar Harapan Truss)
▪ Reinforcing Tape
▪ Sealent
▪ Perekat
Pelaksanaan:
1. Gypsum Board
Gunakan type dan ketebalan yang disetujui oleh Perancang/Pengawas.
Pasangkan dengan "Screw" galvanish kepala pipih setiap jarak 30 cm pada
rangka utama/struktural dan pada setiap penyambungan/pertemuan 2 panel
serta pada akhiran/tepi dari bidang partisi.
Berikan bahan perekat untuk mengakibatkan bidang panel gypsum pada tempat-
tempat selain tersebut diatas. Pemasangan panel gypsum board ini dimulai
setelah pemasangan rangka dinyatakan baik, rata permukaan dan kokoh.
2. Joint Compound
Pada sambungan/pertemuan panel dengan panel harus diberikan seal/joint
compound mengisi celah sambungan. Isikan secara padat sampai rata
permukaan dengan permukaan panel gypsum board.
Compound harus dari produk yang direkomendasikan oleh produsen gypsum
board yang bersangkutan
3. Reinforcing Tape
Pasangkan "perforated tape" dari tipe yang lebarnya sesuai dengan lebar bidang
jointing compound. Lakukan pemasangan pada saat jointing compound belum
kering benar. Tempelkan secara hati-hati, tekan secara perlahan sampai
mendapatkan permukaan "perforated tape" rata dengan permukaan gypsum
board.
Kemudian lakukan perataan kembali dengan bahan compound encer yang
disapukan dengan kuas.
4. Pembersihan dan Perlindungan
Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-permukaan
yang terkena bahan compound, tetapi tidak dikehendaki atau diperkirakan
akan menimbulkan tonjolan-tonjolan pada pekerjaan finishing. Sebelum finishing
[20]
dilaksanakan maka permukaan partisi harus dijaga terhadap benturan-benturan
benda keras.
I. Pekerjaan Sanitair
Ruang Lingkup pekerjaan ini sbb
▪ Pemasangan Closet
▪ Pemasangan Jet Washer
▪ Pemasangan Sower
▪ pemasangan kran air
▪ pemasangan wastafel
▪ pemasangan bak cuci stainless stell
Alat yang digunakan : Waterpass, sendok spesi, ember, pale dan
alat lain yang diperlukan.
Tenaga Kerja : Tukang Batu, tukang besi konstruksi,
Pekerja.
Bahan : produk Onda, American standart
Cara Pelaksanaan:
PEKERJAAN CLOSET
▪ Kloset duduk berikut kelengkapannya
▪ Kloset duduk, type dan warna sesuai dengan spesifikasi teknis
▪ Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik,
tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan telah disetujui
Konsultan.
▪ Kloset harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai gambar, waterpass.
[21]
Pelaksanaan:
▪ Kontraktor harus memastikan bahwa seluruh sistem plumbing bersih dari segala
kotoran, puing, ataupun cairan sebelum tes dilaksanakan.
▪ Pekerjaan harus sesuai dengan Shop Drawing yang telah disetujui.
▪ Bila terjadi perbedaan antara gambar dengan di lapangan pada saat pelaksanaan
Kontraktor wajib memberitahukan kepada Pengawas Lapangan secepat mungkin.
▪ Peralatan sanitair harus terlindung dari goresan, benturan, ataupun cipratan agregat
oleh pekerjaan terkait lainnya yang mengakibatkan cacat unit sanitair.
J. Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
❖ Pekerjaan Mekanikal
Material yang digunakan:
▪ Kran air ½” onda
▪ Floor Drain
▪ Pipa PVC Aw ½” Rucika
▪ Pipa PVC Aw 3/4” Rucika
▪ Pipa PVC Aw 3” Rucika
▪ Pipa PVC Aw 4” Rucika
Metode Pelaksanaan:
▪ Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
▪ Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve,
fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
▪ Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
▪ Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
▪ Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan
diberi lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.
❖ Pekerjaan Elektrikal
Material:
▪ Adaptor Lampu LED Strip
▪ Panel Box Wall Mounted 60 x 40 x 25 cm
▪ Pilot lamp & fuse
▪ CT 200/5A
▪ Voltmeter (0-500V)
▪ MCCB NSX50F 3P 50 A
[22]
▪ MCCB 4.5 NSX30F 3P 30A
▪ MCB 4.5 kA 3P 25A
▪ MCB 4.5 kA 1P 16A
▪ MCB 4.5 kA 1P 10A
▪ MCB 4.5 kA 1P 6A
▪ Kabel 2x2,5mm
▪ Kabel 3x2,5mm
▪ Kabel 3x4mm
▪ Kabel 4x35mm + BC 1x4mm
▪ Kabel 4x16mm + BC 1x4mm
▪ Kabel 4x4mm + BC 1x4mm
▪ Kabel HDMI Jaring Proyektor Panjang 15m
▪ Pipa Conduit 5/8
▪ Saklar Tunggal
▪ Saklar Ganda
▪ Stop Kontak
▪ Stop Kontak 3P
▪ Stop Kontak Power AC
▪ Stop Kontak Ganda
▪ Lampu Panel LED 18 w
▪ Lampu Panel LED 10 w
▪ Lampu panel LED 6 w
▪ Lampu SL LED 18 W + Fitting Aksesoris
▪ Lampu Gantung Hias 40cm
▪ Lampu Sorot Spot Light Plafond LED 7 W Warna Putih
▪ Lampu LED strip
Metode Pelaksanaan:
▪ Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang mana
pipa conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran, supaya tidak
mudah berubah ketika dinding diplester.
▪ Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan
pipa conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
▪ Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran dan
acian dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing jadi halus
rapih.
[23]
▪ Pekerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites ketahanannya
agar tidak terjadi bongkar pasang.
▪ Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan
koordinasi antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
▪ Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan
dengan persetujuan direksi.
▪ Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada
pekerjaan sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
▪ Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai kegunaannya
dan lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel dia 16mm2 harus
diberi sepatu kabel pada panel.
K. Pekerjaan Tata Udara
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang dicakup dalam instalasi ini di antaranya adalah: pemasangan
Instalasi AC, Pengadaan dan pemasangan Exhaust Fan dan accessories lainnya
beserta pengaturan dan pengujiannya, pada lokasi dan tipe serta kapasitas yang
sesuai dengan gambar prencanaan.
a. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik dari Panel Exhaust Fan (catatan:
daya listrik Exhaust Fan mengambil dari Saklar yang disediakan oleh Bagian
Sistem Listrik), lengkap dengan klem, konduit, dll.
b. Memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan perawatan sistem
instalasinya kepada petugas yang ditunjuk sampai cakap menjalankan tugasnya.
Memberikan garansi terhadap perawatan atau mesin yang dipasangnya atau
yang dipasang untuk instalasi sistem ini.
2. Standart Merk
Sebagai standard kwalitas yang dipergunakan untuk peralatan dan bahan adalah:
▪ Wall Exhaust Fan 10 Inch Merk Sekai
▪ Saklar Exhaust Tunggal Merk Panasonic, kecuali ditunjukkan pada spesifikasi,
merk-merk lain tidak disarankan.
[24]
L. Pekerjaan Pembersihan Akhir
Sebelum diadakan Serah Terima pertama pekerjaan, kontraktor pelaksana wajib
membersihkan semua bagian pekerjaan, terutama pada sisa pekerjaan pembongkaran
dan lain-lain. Kontraktor Pelaksana juga harus membersihkan barang bekas/peralatan
yang diperlukan. Semua sisa material yang digunakan harus dibawa ke luar dari
lingkungan pekerjaan, sehingga halaman benar-benar bersih dan rapih
Demikian uraian singkat mengenai metode pelaksanaan pekerjaan untuk dapat dikerjakan saat
pekerjaan fisik telah dimulai.
[25]| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 25 April 2024 | Pembangunan Gedung Pembinaan Karakter Mahasiswa Lanjutan | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 12,716,424,000 |
| 17 July 2025 | Rehabilitasi Gedung Irna Fatmawati Rsud M. Yunus Kota Bengkulu | Provinsi Bengkulu | Rp 10,000,000,000 |
| 9 May 2020 | Pengadaan Gedung Isolasi, Cerebrovaskuler Disease Dan Gedung Parkir | Kota Bengkulu | Rp 8,500,916,000 |
| 11 March 2019 | Pembangunan Gedung Kuliah Pascasarjana Iain Bengkulu | Kementerian Agama | Rp 8,500,000,000 |
| 17 July 2023 | Rehabilitasi Sarana Dan Prasarana Kawasan Gedung Kejati Bengkulu | Provinsi Bengkulu | Rp 4,490,000,000 |
| 1 August 2023 | Belanja Modal Pembangunan Gedung Rawat Inap (Lanjutan) | Kota Bengkulu | Rp 4,400,000,000 |
| 22 April 2024 | Rehabilitasi Penataan Kawasan Balai Buntar | Provinsi Bengkulu | Rp 4,000,000,000 |
| 14 May 2025 | Pengadaan Renovasi Gedung Cathlab | Kota Bengkulu | Rp 3,838,560,880 |
| 24 September 2016 | Sarana Pelataran Parkir Rsud Kota Bengkulu | LPSE Kota Bengkulu | Rp 2,375,000,000 |
| 13 March 2015 | Pengembangan Fasilitas Ppi Pulau Baai Bengkulu | Rp 1,919,000,000 |