Pembangunan Gedung Pembinaan Karakter Mahasiswa Lanjutan

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 16970025
Date: 25 April 2024
Year: 2024
KLPD: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Work Unit: Universitas Bengkulu
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 12,716,424,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 12,715,185,868
Winner (Pemenang): CV Sentra Buana
NPWP: 017595729311000
RUP Code: 50507998
Work Location: Jl. W.R.Supratman Kandang Limun Kota Bengkulu - Bengkulu (Kota)
Participants: 58
Applicants
0017595729311000Rp 12,088,834,692
0841795511619000-
0804457232529000-
0016337339328000-
0032351421301000-
0019433028311000-
0018094565203000-
0210798070411000-
0947685533101000-
CV Putralaksanaperwira
05*1**7****29**0-
0012337242617000-
0019854348201000-
0945200376219000-
0312873110526000-
0868222126009000-
0012135323321000-
0809690829101000-
0019206986008000-
0931347314203000-
0756681003311000-
0535683122311000-
0953648102305000-
Berdikari Abadi
00*0**6****14**0-
CV Batu Beling
08*6**6****19**0-
0932245459442000-
0943084384323000-
PT Yura Mitra Mandiri
09*8**2****07**0-
0861300945027000-
0031410764325000-
0816128284023000-
0020295655101000-
0809093222822000-
0012169256422000-
Chanel
00*8**4****21**0-
PT Putra Irian Cahaya
0720451814955000-
0011016920203000-
0751478900328000-
Dubay Utama
0030200737608000-
CV Solusi Inti Pembangunan
08*2**3****06**0-
0315694687701000-
CV Khaira Berkah Konstruksi
06*8**6****04**0-
0021275086002000-
0032169278805000-
0018008854203000-
0032057259805000-
0813758067015000-
0949637946311000-
0711230243831000-
0764653473655000-
0711071829106000-
0949029565009000-
0210199626623000-
0022469191321000-
0024552820833000-
PT Sinar Inti Persada
00*6**5****19**0-
0710279878127000-
0316534981215000-
0032970493101000-
Attachment
METODE PELAKSANAAN                             
                                                                       
     Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya,
 aplikasi teknologi ini banyak diterapkan dalam metode – metode pelaksanaan
                                                                       
 pekerjaan konstruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman,
 sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi.
 Sehingga, target 3T yaitu tepat mutu/kualitas, tepat biaya/kuantitas dan tepat
 waktu sebagaimana ditetapkan, dapat tercapai.                         
     Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, adakalanya juga diperlukan suatu
 metode terobosan untuk menyelesaikan pekerjaan lapangan. Khususnya pada saat
                                                                       
 menghadapi kendala–kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak
 sesuai dengan dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan metode pelaksanaan
 konstruksi yang sesuai kondisi lapangan, akan sangat membantu dalam penyelesaian
 proyek konstruksi bersangkutan. Dan macam pekerjaan dalam konstruksi tersebut
 dapat kita bedakan beberama macam diantaranya: Pekerjaan Administrasi, Pekerjaan
 Tanah dan Struktur.                                                   
                                                                       
                                                                       
 A. TAHAP-TAHAP PEKERJAAN                                              
                       PEKERJAAN PERSIAPAN                             
    Sebelum Pekerjaan Pokok surat proyek konstruksi dimulai, pekerjaan yang
 pertama yang harus dilakukan adalah pekerjaan persiapan. Pekerjaan persiapan ini,
                                                                       
 baik untuk proyek-proyek lainya, secara umum tidak banyak berbeda. Adapun
 pekerjaan persiapan yang harus dilaksanakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi
 ini meliputi :                                                        
 Pekerjaan Persiapan Fasilitas Sementara                               
 1. Pek. Administrasi                                                  
                                                                       
 2. Pek. Cut and Fill                                                  
 3. Pek. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank                            
 4. Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan                              
 5. Air Kerja                                                          
 6. SMKK                                                               
 7. Papan Nama Proyek                                                  
                                                                       
   Pekerjaan persiapan akan menentukan awal dengan pihak pimpinan proyek sebagai
 owner dan MK sebagai Wakil dari owner dilapangan serta pihak bantuan Teknis.
 Koordinasi ini sangat penting, mengingat waktu yang tersedia sangat terbatas.
    Untuk penyediaan air kerja akan menggunakan sumur bor yang akan dibuat di
 site atau dengan penyediaan reservoir sementara didalam lokasi proyek.
 Penyedia Listrik kerja akan dilakukan dengan penyambungan baru dari PLN dan akan
                                                                       
 dilakukan lebih awal yaitu pada saat pekerjaan persiapan dimulai.     
    Pekerjaan persiapan dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 7 hari dari
 diserahkannya Surat Perintah Kerja dari Pemberi Tugas.                
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                      1 | P a g e      
 Pekerjaan ini diantaranya meliputi :                                  
                                                                       
 - Pekerjaan penyiapan sarana Penunjang/Oprasional proyek:             
  Pembuatan Direksi-keet dan Los Kerja dengan segala kelengkapnya, pemasangan
  /pengadaan air bersih & listrik, MCK sementara, pengaturan lahan untuk lalu
  lintas proyek dan penyimpanan material (Site Plan) serta pengadaan perlengkapan
  kerja dan pengamanan.                                                
                                                                       
                                                                       
 - Pekerjaan Perijinan :                                               
  Pemasangan Papan Proyek, Penyampaian Pemberitahuan Pelaksanaan Kerja Kepada
  Pemerintah Setempat, Instensi Terkait dan Direksi (Pengawas dan Pemberi tugas),
  Penyeleseyan Proses Administrasi yang masih diperlukan dan Pengurus Ijin
  Mendirikan bangunan.                                                 
                                                                       
                                                                       
 -Mobilisasi Pekerjaan dan Peralatan :                                 
 Mendatangkan Pekerja ke lokasi, mengatur pematang gedung, tempat tinggal pekerja
 dan area kerja. Mendatangkan peralatan yang diperlukan ke lokasi, mengatur
 pematang peralatan dan penyimpanannya.                                
                                                                       
                                                                       
 -Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang                                 
 • Gudang Material dan Peralatan                                       
   Bangunan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan material, seperti semen,
   paku, serta material-material finishing lainnya. Sebagai tempat penyimpanan
   material, harus memenuhi persyaratan antara lain :                  
                                                                       
   • Kondisi harus dijaga agar tetap kering dan tidak lembab.          
   • Susunan dan pengaturan letak material yang disimpan terutama semen harus
    diatur sedemikian rupa untuk penggunaan lebih awal.                
    Untuk material besi beton dapat ditempakan diluar bangunan dengan cara,
                                                                       
    Tumpukan besi diberi alas/ganjal balok kayu, sehingga tidak langsung
    bersentuh dengan tanah, iberikan penutup terpal diatasnya supaya terlindung
    dari air hujan atau kelembaban, Penumpukan sesuai dengan diameter yang
    seragam.                                                           
   • Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan peralatan kerja yang ringan-
                                                                       
    ringan seperti : genset, water pump portable, concrete vibrator, serta
    peralatan-peralatan tukang ringan lainnya.                         
                                                                       
 -Air Kerja dan Listrik Kerja                                          
 Kebutuhan air yang diperlukan dengan sumber PDAM/sumur bor selama masa konstruksi
 antara lain digunakan untuk keperluan yang meliputi :                 
                                                                       
   • Untuk perawatan beton (curing)                                    
   • Untuk MCK pekerja.                                                
   • Keperluan lokasi kerja lainnya.                                   
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                      2 | P a g e      
 - Administrasi dan Dokumentasi                                        
                                                                       
  Administrasi menyangkut pembuatan kontrak, shop drawing dan kelengkapan
  administrasi lainnya menyangkut proyek yang bersangkutan. Shop drawing menjadi
  lampiran dari kontraktor untuk mengajukan permohonan pekerjaan untuk setiap
  item pekerjaan. As Built Drawing merupakan gambar jadi dari suatu konstruksi
  yang telah disetujui oleh Konsultan Supervisi dan akan dibukukan pada akhir
  pelaksanaan proyek sebagai salah satu syarat utama untuk Serah Terima Pekerjaan
                                                                       
  (PHO).                                                               
  Sedangkan Dokumentasi proyek menyangkut foto pelaksanaan yang diambil pada
  kondisi pelaksanaan sebelum dikerjakan (0%), saat pekerjaan dilaksanakan (±50%)
  dan setelah pekerjaan selesai (100%) atau sesuai petunjuk dari Direksi/Pengawas
  Pekerjaan.                                                           
                                                                       
                                                                       
                     PEKERJAAN PEMBERSIHAN LAHAN                       
                                                                       
 Pembersihan lahan, Pengecekan dan pengukuran lokasi, Cut and Fill dengan Alat
 Berat (Exavator), pengukuran dan pemasangan bouwplank.                
 a. Pembukaan lahan adalah proses pembersihan dan penyiapan lahan sebelum
                                                                       
   dimulainya aktivitas pertanian, perkebunan, atau penambangan/pembangunan suatu
   proyek konstruksi.                                                  
 b. Metode                                                             
   pembukaan lahan dengan menggunakan perlengkapan dan peralatan modern, tanpa
   dilakukan proses pembakaran lahan. Land clearing dengan cara mekanis dapat
   menggunakan alat bantu seperti berikut ini:                         
                                                                       
                                                                       
   •  Excavator(PC200), alat yang berfungsi untuk Cut dan fill pekerjaan tanah.
                                                                       
   Penerapan land clearing dengan cara mekanis, zero burn ini, memiliki dua
   kegiatan utama yaitu Pemotongan tanah dan pemadatan.                
   Teknik zero burn memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan teknik slash
                                                                       
   and burn, terutama untuk menjaga kualitas lahan atau tanah di masa yang akan
   datang. Berikut kelebihan lainnya yaitu:                            
                                                                       
    ❖  Mampu melindungi lapisan humus dan mulsa                        
    ❖  Mempertahankan kelembaban tanah                                 
                                                                       
    ❖  Meningkatnya kesuburan tanah karena kandungan bahan organik tanah yang
       juga meningkat                                                  
    ❖  Tidak menyebabkan timbulnya polusi udara akibat asap.Menjaga level pH
       tanah.                                                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                      3 | P a g e      
                         PEKERJAAN TANAH                               
                                                                       
 1. Pekerjaan Galian Tanah                                             
    Alat yang digunakan : Excavator dan dump truck, cangkul, sekop     
                        dan alat lain yang diperlukan                  
    Tenaga Kerja      : Operator, Tukang batu dan Pekerja              
    Cara Pelaksanaan :                                                 
                                                                       
    -  Segala pekerjaan galian dilaksanakan sesuai dengan panjang, dalam,
       kemiringan dan lengkungan sesuai dengan kebutuhan konstruksi atau
       sebagainya ditunjukkan dalam gambar.                            
    -  Apabila tanah lapisan atas ternyata baik untuk digunakan sebagai lapisan
       permukaan maka dapat dipergunakan untuk diatas.                 
                                                                       
    -  Pengurugan dan penggalian harus dilakukan sampai memperoleh peil-peil yang
       dikehendaki, sesuai dengan gambar kerja.                        
                                                                       
 2. Timbunan Tanah Dipadatkan                                          
   Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak
                                                                       
   diperlukan harus dibuang. Bilamana tinggi timbunan satu meter atau kurang,
   dasar pondasi timbunan harus dipadatkan (termasuk penggemburan dan pengeringan
   atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm bagian permukaan atas dasar
   pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan untuk timbunan yang ditempatkan
   diatasnya.                                                          
                                                                       
   Bilamana timbunan akan ditempatkan pada lereng bukit atau ditempatkan di atas
   timbunan lama atau yang baru dikerjakan, maka lereng lama harus dipotong
   bertangga dengan lebar yang cukup sehingga memungkinkan peralatan pemadat
   dapat beroperasi di daerah lereng lama sesuai seperti timbunan yang dihampar
   horizontal lapis demi lapis. Timbunan Tanah Harus dilakukan setiap lapisan per
   20cm Setiap lapisnya.                                               
                                                                       
                                                                       
    Penghamparan timbunan tanah                                        
    - Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar
      dalam lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi
      tebal lapisan yang disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari
                                                                       
      satu lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin dibagi rata sehingga
      sama tebalnya.                                                   
    - Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke
      permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan.
      Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan biasanya tidak diperkenankan,
                                                                       
      terutama selama musim hujan.                                     
    - Penimbunan kembali di atas pipa dan di belakang struktur harus   
      dilaksanakan dengan sistematis dan secepat mungkin segera setelah
      pemasangan pipa atau struktur. Akan tetapi, sebelum penimbunan kembali,
      diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 8 jam setelah pemberian
                                                                       
      adukan pada sambungan pipa atau pengecoran struktur beton gravity,
      pemasangan pasangan batu gravity atau pasangan batu dengan mortar
      gravity. Sebelum penimbunan kembali di sekitar struktur penahan  
                                                                       
                                                                       
                                                      4 | P a g e      
      tanah dari beton, pasangan batu atau pasangan batu dengan mortar, juga
                                                                       
      diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 14 hari.            
    - Bilamana timbunan akan diperlebar, lereng timbunan lama harus disiapkan
      dengan membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan lereng
      dan dibuat bertangga sehingga timbunan baru akan terkunci pada timbunan
      lama. Selanjutnya timbunan yang diperlebar harus dihampar horizontal
                                                                       
      lapis demi lapis sampai dengan elevasi tanah dasar, yang kemudian harus
      ditutup secepat mungkin dengan lapis pondasi bawah dan atas sampai
      elevasi permukaan jalan lama sehingga bagian yang diperlebar dapat
      dimanfaatkan oleh lalu-lintas secepat mungkin, dengan demikian   
      pembangunan dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana diperlukan.
                                                                       
                                                                       
    Pemadatan Tanah Timbunan Didatangkan                               
     - Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
      dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memadai dan disetujui sampai
      mencapai kepadatan yang disyaratkan. Pemadatan Menggunakan Mesin Stamper
      250 Kg dan Kontraktor harus memastikan agar tanah padat merata.  
                                                                       
     - Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air
      bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di
      atas kadar air optimum. Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai
      kadar air pada kepadatan kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah
                                                                       
      dipadatkan sesuai dengan SNI 03-1742-1989.                       
     - Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih
      setebal 20 cm dari bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu
      yang lebih besar dari 5 cm serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada
      bagian atas timbunan batu tersebut. Lapis penutup ini harus dilaksanakan
                                                                       
      sampai mencapai kepadatan timbunan tanah yang disyaratkan.       
     - Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang
      disyaratkan, diuji kepadatannya sebelum lapisan berikutnya dihampar.
     - Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke
                                                                       
      arah sumbu jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima
      jumlah usaha pemadatan yang sama.                                
     - Bilamana bahan timbunan dihampar pada kedua sisi pipa atau drainase beton
      atau struktur, maka pelaksanaan harus dilakukan sedemikian rupa agar
      timbunan pada kedua sisi selalu mempunyai elevasi yang hampir sama.
                                                                       
     - Bilamana bahan timbunan dapat ditempatkan hanya pada satu sisi abutment,
      tembok sayap, pilar, tembok penahan atau tembok kepala gorong-gorong,
      maka tempat-tempat yang bersebelahan dengan struktur tidak boleh 
      dipadatkan secara berlebihan karena dapat menyebabkan bergesernya
      struktur atau tekanan yang berlebihan pada struktur.             
                                                                       
     - Timbunan yang bersebelahan dengan ujung jembatan tidak boleh ditempatkan
      lebih tinggi dari dasar dinding belakang abutment sampai struktur
      bangunan atas telah terpasang.                                   
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                      5 | P a g e      
     - Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat
                                                                       
      mesin gilas, harus dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur
      tidak lebih dari 15 cm dan dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau
      timbris (tamper)manual dengan berat minimum 10 kg. Pemadatan di bawah
      maupun di tepi pipa harus mendapat perhatian khusus untuk mencegah
      timbulnya rongga-rongga dan untuk menjamin bahwa pipa terdukung  
                                                                       
      sepenuhnya.                                                      
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                         PEKERJAAN STRUKTUR                            
                                                                       
 1. PEKERJAAN BORED PILE                                               
   Pekerjaan ini menggunakan system bored pile basah, sehingga memerlukan sumber
   air yang banyak dan mesin pompa serta genset untuk menjaga adanya pemadaman
   listrik. Sirkulasi air bersih dan lumpur/tanah pengeboran akan dibuat bak
   penampung sehingga tidak menggangu aktivitas lain.                  
   Pengerjaan pengeboran dengan metode Bored Pile adalah sebagai berikut:
                                                                       
    1. Setting alat di titik pertama dan pembuatan bak sirkulasi air dan bak
      lumpur.                                                          
    2. Setelah hal tersebut sudah siap maka pengeboran di lakukan dengan rotary
      drilling dynamo, Pipa bor 3 meteran dia 2,5 inchi dan Pondasi Bore Pile
      Diameter 50cm Kedalaman 14m dengan Beton FC’ 31,2 MPa .          
    3. Proses pengeboran di lakukan dengan memasukkan air dari bak sirkulasi yang
                                                                       
      di pompa dengan menggunakan pompa sedot/hisap 3 inchi ke dalam watersifel
      yang di alirkan ke dalam pipa bor 2,5 “ kemudian air akan ke luar pada
      ujung mata bor, air ini di gunakan untuk mempermudah proses pengeboran
      sebagai pelunak tanah.                                           
    4. Bila lapisan tanah yang di bor adalah pasir, maka air di ganti dengan
      cairan bentonite, namun melihat kondisi lapangan tanah jenis lempung,
                                                                       
      sehingga bentonite tidak diperlukan.                             
    5. Setelah lubang di bor sesuai dengan design atau mencapai tanah keras maka
      lubang bor di bersihkan dari lumpur pekat atau gumpalan–gumpalan tanah
      dengan menggunakan tabung pembersih dan dilakukan pembilasan melalui
      pengaliran air yang terus menerus.                               
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                      6 | P a g e      
    6. Setelah lubang bersih maka besi tulangan dapat di masukkan ke dalam lubang
                                                                       
      dengan hati -hati dan di beri cetakan semen pada setiap sisi tulangan
      untuk menjaga posisi tulangan tidak bersentuhan pada dinding tanah.
    7. Kemudian proses pengecoran beton slump 10 ± 2 cm (sesuai dengan prosedur
      pengecoran bored pile) dapat di lakukan dengan terlebih dahulu memasukkan
      pipa tremi.                                                      
    Ilustrasi pengeboran sebagai berikut :                             
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
 2. PEKERJAAN BETON STRUKTUR                                           
   Pekerjaan sub struktur merupakan pekerjaan yang pada dasarnya terdiri atas
   beberapa elemen struktur.                                           
                                                                       
                                                                       
 a. PEKERJAAN BETON FC’ 24 MPa (BESI, BEKISTING, DAN BETON)            
   Pekerjaan ini terdiri atas :                                        
   Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembuatan beton Sloof, kolom, balok lantai,
   pelat lantai, beton tangga, serta pekerjaan beton bertulang lainnya sehingga
                                                                       
   menghasilkan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana.          
   Alat yang digunakan    : Cangkul, sendok spesi, water-pass, palu,   
                            gerobak dorong, ember cor, concrete mixer, 
                            concrete vibrator , Lift material dan alat 
                            lain yang di perlukan                      
   Tenaga Kerja           : Tukang batu, Pekerja, tukang kayu,         
                                                                       
                            tukang besi                                
   Bahan                  : Split ½ dan 2/3, besi beton dan bendrat,   
                            kayu, pasir, semen, air (sesuai spesifikasi)
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                      7 | P a g e      
   CARA PELAKSANAAN                                                    
                                                                       
   3.1 Pekerjaan Pembesian Besi Polos/Besi Ulir.                       
      ▪ Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan dipasang besi, dimensi,
        panjang dan lebar, diameter, jenis besi, bentuk dan ketebalan  
        disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja dengan membuat
        rencana pembesian (bestaat).                                   
                                                                       
      ▪ Pasang besi beton sesuai design                                
      ▪ Panjang sambungan besi 30 s/d 40 x diameter.                   
      ▪ Jarak bersih antara besi terluar dan begisting 2.5 cm, sesuai gambar
      ▪ Ikatan bendrat harus kuat, tidak bergeser bila diketok         
      ▪ Besi harus bersih, beton kering, oli dan material lain yang mengurangi
                                                                       
        ikatan (bonding) antara besi dan beton.                        
      ▪ Pembuatan rangkaian besi dibantu dengan alat elektrik untuk mempercepat
        proses                                                         
      ▪ Pada kondisi tertinggi, besi diangkut dengan hoist atau TC     
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
   3.2 Pekerjaan Bekisting Kayu                                        
      ▪ Fabrikasi bekisting dilakukan diluar area setelah mendapatkan dimensi
                                                                       
        yang akan dipasang, pemotonga bahan multiplek, kaso bahkan bekisting
        fabrikasi dari hollow                                          
      ▪ Panel Begisting, jarak stager/form work, jarak sekur-sekur penguat
        diperiksa terlebih dahulu.                                     
      ▪ Sambungan panel begisting harus rapat dan tertutup.            
                                                                       
      ▪ Begisting harus diperiksa kevertikalan dan kelurusannya dengan lot dan
        tarikan benang.                                                
      ▪ Level begisting harus diperiksa dengan alat ukur/waterpass terhadap
        level finish.                                                  
                                                                       
                                                                       
   3.3 Pelaksanaan Cor Beton FC’ 24 Mpa                                
      ▪  Sebelum di cor, bekisting harus bersih dari sisa-sisa pekerjaan
         sebelumnya atau kotoran-kotoran                               
      ▪  Material bekisting sudah dilapisi dengan oil bekas (non expose) dan
                                                                       
         mold oil/sika form oil (expose) agar beton tidak melekat pada cetakan
         dan mudah dibuka, untuk begisting bekas yang akan dipakai ulang harus
         dirawat sehingga layak digunakan.                             
                                                                       
                                                                       
                                                      8 | P a g e      
      ▪  Stek untuk penulangan lantai diatasnya, panjang stek diatas lantai
                                                                       
         minimal 48 kali diameter, diperuntukkan pada penyambungan kolom lantai
         2 pada pekerjaan tahap, berikutnya.                           
      ▪  Pengatur jarak selimut beton harus terpasang pada tempatnya, dan batas
         ketinggian cor harus ditandai dengan jelas.                   
                                                                       
      ▪  Alat kerja berupa mesin pengaduk, sekop, takaran material, dan alat
         pengangkutan adukan beton harus dalam kondisi siap pakai dan telah
         disiapkan cadangannya.                                        
      ▪  Pengadukan dilakukan dengan mesin pengaduk, untuk mendapatkan beton
         yang homogen. Adukan diangkut ke tempat penuangan sebelum semen mulai
                                                                       
         berhidrasi dan selalu dijaga agar tidak ada bahan-bahan yang tumpah
         atau memisah dari campuran.                                   
      ▪  Pemadatan beton manual dengan ditusuk tidak boleh mencapai ketebalan
         25 cm. Pemadatan dengan alat getar tidak boleh menyentuh begisting dan
         atau tulangan.                                                
                                                                       
    3.4 Pembongkaran Bekisting dan Perawatan Beton                     
      ▪  Untuk menentukan berapa lama bekisting dapat di bongkar tanpa 
         menimbulkan crack atau lendut pada balok atau lantai beton tentunya
         harus melalui prosedur ijin bongkar dari konsultan serta hasil
         analisa statik terhadap umur beton.                           
                                                                       
      ▪  Waktu yang tepat untuk melakukan bongkaran bekisting tentunya 
         tergantung pada bagian struktur beton dan kelas beton yang digunakan
         serta metode bongkaran yang digunakan. Contohnya Bongkaran pada kolom
         beton bisa dilakukan 8-12 jam setelah pengecoran, kemudian pada
         Lantai dengan sistem balok, bekisting slab beton boleh lebih dulu di
         bongkar pada umur beton minimal 6-7 hari dengan syarat langsung di
                                                                       
         skoring atau di tumpu oleh pipa support pada jarak tertentu,  
         sementara baloknya di bongkar pada umur 10 hari.              
      ▪  Pada intinya semua itu perlu di lakukan analisa statik, dengan
         memasukan umur beton pada saat bongkaran akan dilakukan.      
      ▪  Sebelum memulai pekerjaan ini, harus disiapkan rencana kerja  
                                                                       
         pembongkaran begisting dan perawatan.                         
      ▪  Pembongkaran harus bertahap, sehingga tidak menimbulkan beban kejut
         pada struktur, alat yang digunakan untuk membongkar begisting tidak
         boleh merusak permukaan beton.                                
      ▪  Beton harus dilindungi dari pengaruh panas ekstrim, hingga tidak
                                                                       
         tekjadi penguapan cepat, dengan cara membasahi dengan waktu tertentu.
      ▪  Beton harus dibasahi paling sedikit selama 1 hari setelah pengecoran
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                      9 | P a g e      
                         PEKERJAAN ARSITERTUR                          
                                                                       
                                                                       
    1. PEKERJAAN BATU BATA                                             
       Alat yang digunakan   : Cangkul, sendok spesi, waterpass, palu  
                               dan alat lain yang di perlukan          
       Tenaga Kerja          : Tukang batu, Pekerja                    
                                                                       
       Bahan                 : Batu bata, pasir, semen, air (Sesuai    
                               dengan spesifikasi)                     
      Cara Pelaksanaan     :                                           
      -  Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan dipasang, dimensi
         lebar, panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada pada
                                                                       
         gambar kerja.                                                 
      -  Campuran spesi yang dipakai 1 : 4                             
      -  Pengaduk spesi harus dilakukan dengan mesin pengaduk spesi/mixer.
                                                                       
      -  Bata harus direndam/disiram agar jenuh air agar tidak menyerap air
         dari campuran.                                                
      -  Pemasangan batu bata dilakukan lapis demi lapis dengan menggunakan
         komposisi adukan yang ditentukan pada gambar kerja, diikuti dengan cor
         kolom praktis.                                                
                                                                       
      -  Balok dinding batu bata yang luasnya lebih besar dari 12 m2   
         ditambahkan kolom praktis atau balok latei.                   
      -  Kolom praktis di cor pada setiap ketinggian 1 m (untuk pasangan bata
         yang luasannya lebih dari 12 m2 harus ada pasangan kolom praktis/balok
                                                                       
         latei)                                                        
      -  Setelah batu bata terpasang, nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm
         dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.    
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     10 | P a g e      
                                                                       
                                                                       
                                    Curing Air Pasangan Bata           
    2. PEKERJAAN PLESTER DAN ACIAN                                     
                                                                       
       Alat yang digunakan   : sendok spesi, mesin plester (kompresor) 
       Tenaga Kerja          : Tukang batu, Pekerja                    
       Bahan                 : Pasir, semen, air (Sesuai dengan        
       spesifikasi)                                                    
       Cara Pelaksanaan :                                              
                                                                       
       - Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan diplester, dimensi
         tebal panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada.   
       - Pembuatan campuran harus menggunakan mesin pengaduk (mesin molen) dan
         peralatan yang memadai menggunakan campuran 1 : 4. Membuat campuran
         plesteran tanpa mesin pengaduk dilaksanakan sesuai petunjuk direksi.
                                                                       
       - Pelaksanaan plesteran dilaksanakan setelah pemasangan batu bata
         berumur ±2 minggu.                                            
       - Sebelum memulai pekerjaan plester, pekerjaan pipa-pipa dan conduit
         mekanikal dan elektrikal harus sudah selesai.                 
                                                                       
       - Pemasangan pipa-pipa dan conduit harus cukup dalam dan kuat tertanam
         sehingga tidak menimbulkan retak pada plesteran yang ada.     
       - Permukaan dasar harus dibersihkan sampai benar-benar siap untuk
         dilakukan pekerjaan plesteran.                                
                                                                       
       - Seluruh permukaan untuk plesteran harus cukup basah tetapi tidak
         sampai jenuh. Plesteran dilakukan apabila permukaan air terlihat sudah
         lenyap/kering kembali.                                        
       - Untuk mencegah pengeringan yang bersifat sementara, penempelan
                                                                       
         campuran maksimum 2,5 jam setelah proses pencampuran.         
       - Plesteran harus lurus, sama rata maupun tegak lurus.          
                                                                       
                                                                       
                                                     11 | P a g e      
       - Membuat kepala plesteran untuk mendapatkan permukaan yang rata dan
                                                                       
         ketebalan yang sesuai dengan disyaratkan.                     
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
    3. PEKERJAAN PLESTER CIPRAT                                        
       Alat yang digunakan   : sendok spesi, mesin plester (kompresor) 
       Tenaga Kerja          : Tukang batu, Pekerja                    
       Bahan                 : Pasir, semen, air (Sesuai dengan        
                                                                       
       spesifikasi)                                                    
       Cara Pelaksanaan :                                              
       - Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan diplester, dimensi
         tebal panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada.   
                                                                       
       - Pembuatan campuran harus menggunakan mesin pengaduk (mesin molen) dan
         peralatan yang memadai menggunakan campuran 1 : 2. Membuat campuran
         plesteran tanpa mesin pengaduk dilaksanakan sesuai petunjuk direksi.
       - Pelaksanaan plesteran dilaksanakan setelah pemasangan batu bata
         berumur ±2 minggu.                                            
                                                                       
       - Sebelum memulai pekerjaan plester, pekerjaan pipa-pipa dan conduit
         mekanikal dan elektrikal harus sudah selesai.                 
       - Pemasangan pipa-pipa dan conduit harus cukup dalam dan kuat tertanam
         sehingga tidak menimbulkan retak pada plesteran yang ada.     
                                                                       
       - Permukaan dasar harus dibersihkan sampai benar-benar siap untuk
         dilakukan pekerjaan plesteran.                                
       - Seluruh permukaan untuk plesteran harus cukup basah tetapi tidak
         sampai jenuh. Plesteran dilakukan apabila permukaan air terlihat sudah
                                                                       
         lenyap/kering kembali.                                        
       - Untuk mencegah pengeringan yang bersifat sementara, penempelan
         campuran maksimum 2,5 jam setelah proses pencampuran.         
       - Plesteran harus lurus, sama rata maupun tegak lurus.          
                                                                       
                                                                       
                                                     12 | P a g e      
       - Membuat kepala plesteran untuk mendapatkan permukaan yang rata dan
                                                                       
         ketebalan yang sesuai dengan disyaratkan.                     
                                                                       
                                                                       
 4. PEKERJAAN WATERPROOFING                                            
    Waterproofing atau pelapis anti bocor merupakan bahan pelapis yang elastis
                                                                       
   dan digunakan pada suatu permukaan agar tahan air dan tidak bocor atau
   merembes. Waterproofing sangat tepat digunakan untuk rembesan pada dak beton,
   kebocoran pada papan fiber semen, seng galvanis, karpet talang serta keretakan
   pada nok, genteng dan dinding.                                      
     Agar pengaplikasiannya lebih tepat dan sesuai dengan permukaan yang akan
   dilapis, perlu diketahui berbagai jenis waterproofing yang tersedia di pasaran
                                                                       
   saat ini, berdasarkan bahan dasar pembuatannya:                     
    - Waterproofing berbasis cementitious (semen) cocok untuk area yang selalu
      terendam air seperti kolam renang dan kamar mandi, tapi tidak ready for
      use (aplikasi tidak praktis), tidak bisa dibuat berwarna, dan harus
      dicampur dan diaduk dulu baru diaplikasikan. Adukan harus dipakai habis
                                                                       
      karena akan mengeras. Contoh : Sikatop 105 waterproofing mortar. Ada pula
      waterproofing yang harus dicampur dulu dengan semen.             
    - Waterproofing berbasis elastomeric, (polimer) cocok untuk ruang luar
      karena lebih elastis (elongesitas tinggi), ready for use, UV resistance,
      bisa aneka warna, tapi kurang kuat untuk bagian bangunan yang terkena air
                                                                       
      terus menerus. Contoh Aquaproof, Sika Rain Tite, Masterproof.    
    - Pengaplikasian waterproofing seperti pada aplikasi cat yaitu dengan cara
      dioleskan minimal dua kali bolak balik pada lokasi yang mengalami
      kebocoran. Aplikasinya sebagai berikut:                          
    - Encerkan terlebih dahulu waterproofing dengan 10% air, lalu oleskan.
                                                                       
    - Setelah itu lakukan olesan kedua tanpa perlu diencerkan dengan air.
      Pengolesan kedua dilakukan dengan arah berlawanan dengan tujuan agar
      terbentuk serat.                                                 
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     13 | P a g e      
 WaterProfing Membrane Bakar (Single Layer)                            
                                                                       
 Pelaksaaan :                                                          
  1. Bersihkan permukaan area struktur, area yang akan di waterproofing harus
    dipastikan benar – benar bersih dari butiran pasir dan debu karena dapat
    merusak kualitas membran. Pastikan proses ini dilakukan dengan benar dan
    teliti agar mempermudah dalam proses dan tahap lanjutannya.        
  2. Lapisi permukaan dari area struktur dengan primer coating secara merata dan
                                                                       
    oleskan juga dinding yang terdapat pada area rencana setinggi 20 cm.
  3. Periksa kembali lapisan primer coating dengan seksama untuk memastikan bahwa
    tahapan ini telah dilakukan dengan teliti dan tidak ada yang terlewat.
  4. Pasang material membran bakar diatas seluruh permukaan beton dan pastikan
    kembali membran terpasang sempurna dan tidak ada bagian yang tidak merekat.
  5. Lakukan tes awal dengan cara membuat genangan air dan biarkan selama minimal
                                                                       
    1×24 jam.                                                          
  6. Jika ketinggian air tidak berkurang, maka proses waterproofing dianggap
    berhasil, namun jika ternyata ketinggian air berkurang maka harus dicari letak
    titik kebocoran pada area struktur dan segera lakukan perbaikan.   
  7. Tahapan terakhir adalah proses screed penutup waterproofing, untuk pengerjaan
                                                                       
    toilet langsung bisa ditutup oleh screed dengan ketebalan 2 – 5 cm, sedangkan
    untuk jenis pengerjaan saluran air sebaiknya dilapisi dahulu dengan kawat ayam
    kemudian baru lakukan proses screed dengan ketebalan 2 – 3 cm yang dilanjutkan
    proses finishing dengan menggunakan lapisan acian.                 
                                                                       
 5. PEKERJAAN LANTAI                                                   
                                                                       
   Pekerjaan ini terdiri atas:                                         
   Alat yang digunakan : cangkul, sendok spesi waterpass, palu, gerobak dorong,
                 ember                                                 
                  cor, dan alat lain yang di perlukan                  
   Tenaga Kerja  : Tukang keramik, Pekerja                             
   Bahan         : Granite tile                                        
                                                                       
  Cara Pelaksanaan       :                                             
   - Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan di pasang, panjang dan
    lebar, dan ketebalan disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja.
   - Pekerjaan pemasangan ini dilakukan dengan rapi sehingga didapatkan hasil
                                                                       
    pasangan yang rapi dan sesuai dengan gambar.                       
   - Kepalaan keramik harus dibuat pada dua arah dengan bantuan alat ukur.
   - Pemotongan keramik harus menggunakan alat yang sesuai agar menghasilkan hasil
    potongan yang rata, tidak berigi.                                  
                                                                       
   - Keramik boleh digrouting. Warna grouting harus seragam, halus dan tanpa
    celah, bila perlu digunakan alat bantu untuk meratakan grouting. Tepi dinding
    diberi sealent atau dibiarkan saja tanpa grouting untuk ruang muai/susut.
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     14 | P a g e      
 - Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir untuk
                                                                       
   menghindari kerusakan akibat pekerjaan lain yang belum selesai.     
 - Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik harus bersih, cukup kering
   & rata                                                              
 - Tentukan kepalaan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/ tangga/dinding
   yang ada. Pemasangan keramik lantai dan dinding dimulai dari kepalaan ini.
                                                                       
 - Sebelum dipasang, keramik lantai/dinding agar direndam dalam air dahulu
 - Setiap jalusi pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air      
 - Adukan semen untuk pemasangan keramik/granite harus penuh, baik permukaan
   dasar maupun belakang keramik/granite tile lantai atau dinding yang terpasang.
                                                                       
   Perbandingan adukan dan ketebalan sesuai spesifikasi                
 - Khusus untuk dinding luar, harap diberi tali air per jarak tertentu dengan
   mempertimbangkan designnya agar tidak menerima beban terlalu berat  
 - Bersihkan segera bekas kotoran dari permukaan keramik, dapat digunakan bahan
   pembersih yang ada dipasaran dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %, setelah
                                                                       
   itu segera dibersihkan dengan air bersih                            
 - Karena sifat alamiah dari produk keramik yang disebabkan proses pembakaran
   pada temperatur tinggi, dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran, untuk itu
   periksa dan pastikan keramik yang akan dipasang mempunyai warna dan ukuran
   yang sama (sortir)                                                  
                                                                       
                                                                       
   Urutan Pekerjaan :                                                  
❖  Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan                         
   digunakan.                                                          
❖  Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain-lain.                 
                                                                       
❖  Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman :                      
   ukuran/dimensi, presisi, warna.                                     
                                                                       
❖  Keramik lebih dahulu direndam kira-kira 1 jam dalam                 
   bak air.                                                            
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     15 | P a g e      
❖  Keramik dianginkan dengan diletakkan pada dudukan setelah direndam. 
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
❖  Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai, penentuan peil ini untuk
   seluruh kesatuan.                                                   
❖  Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada
                                                                       
   shop drawing. Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada
   adalah dinding keramik, maka kedudukan nad lantai harus disesuaikan dengan
   yang ada pada dinding.                                              
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                   Benang Horisontal                   
                                                                       
                                                                       
                                          Benang Vertikal              
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
❖  Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan, sepanjang garis dasar yang telah
   terpasang.                                                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                      Benang Horizontal                
                                                                       
                                                                       
               Kepalaan Vertikal                                       
                                              Benang                   
                                              Vertikal                 
                                                                       
                Kepalaan Horizontal                                    
                                                                       
                                                                       
                                                                       
❖  Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan
   waterpass.                                                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     16 | P a g e      
                                     Benang Horizontal                 
                           Waterpass                                   
               Kepalaan Vertikal                                       
                                                                       
                                                                       
                                               Benang                  
            Adukan / Spesi                                             
                                               Vertikal                
               Kepalaan Horizontal                                     
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
❖   Isi bagian/daerah permukaan lantai yang lainnya dengan adukan/spesi.
❖   Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai selesai,
    usahakan supaya tidak ada las-lasan.                               
❖   Jika keramik sudah terpasang, ketuk permukaan keramik dengan palu karet untuk
                                                                       
    meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak/cacat.              
❖   Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.         
❖   Bersihkan permukaan pas. keramik yang terpasang dengan kain/lap basah sampai
    bersih.                                                            
                                                                       
                                                                       
                                Kain / Lap                             
                                Basah                                  
                                          Keramik                      
                                                                       
                                                                       
❖   Setelah adukan rata, isi sela-sela nad dengan bahan cor nad dengan 
                                                                       
    menggunakan sendok spesi (sekop). Pengisian nad dilakukan apabila kedudukan
    keramik telah kuat atau spesi telah kering.                        
❖   Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.                         
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                              Cape   Pasang                            
                                  Nad an                               
                                 KeramikK erami                        
                                     k                                 
❖   Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar-benar kering.         
❖   Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah dipasang nad
    dari sisa-sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain basah sampai bersih.
                                                                       
                                                                       
                                     Kain /                            
                                     Lap                               
                                     Basah                             
                                                                       
                                     Pasangan                          
                                     Keramik                           
                                                                       
                                                     17 | P a g e      
 6. PEKERJAAN LANTAI KARPET                                            
    Sebelum pekerjaan finishing lantai dilakukan, maka :               
    a.  Kontraktor wajib mengadakan penelitian terhadap kemiringan lantai agar
        sesuai gambar rencana.                                         
    b.  Pekerjaan finishing lantai karpet tidak boleh dimulai sebeium seluruh
        pekerjaan lantai beton, plafond dan dinding-dinding selesai dikerjakan.
                                                                       
    c.  Pekerjaan dan bahan-bahan untuk hal ini terlebih dahulu harus mendapat
        persetujuan dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK), Pemberi Tugas dan
        Perencana.                                                     
    d.  Sebelum pekerjaan dimulai, Pemborong diwajibkan untuk mengajukan gambar
        kerja pelaksanaan.                                             
    Pekerjaan karpet dilakukan dengan metode sebagai berikut :         
                                                                       
    a.  Permukaan dasar lantai karpet adalah plaster,(leveling mortal) harus
        cukup, rata dan datar.                                         
    b.  Karpet pada dasarnya tidak memerlukan perekat, lem akan memperkuat
        pemasangan karpet, diperlukan untuk pemasangan pada pintu masuk ruangan
        dan pada pertemuan lantai dengan dinding. Dalam penggunaannya  
                                                                       
        semprotkan lem dan pada permukaan lantai dengan permukaan bawah.
    c.  Pemasangan karpet harus dilaksanakan sendiri oleh suppliernya, sebagai
        orang yang ahli di dalam bidang tersebut.                      
    d.  Hasil pemasangan karpet harus rata, kuat dan tidak menggelembung.
        Sambungan-sambungan yang terjadi harus rapi dan tidak terlihat.
    e.  Setelah pemasangan. seluruh karpet harus dibersihkan dan slap untuk
                                                                       
        dipakai, Pelaksana bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan yang
        terjadi.                                                       
                                                                       
 7. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA ALLUMUNIUM                             
             Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah
    bangunan. Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang
                                                                       
    banyak, sehingga pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode
    pelaksanaan yang tepat. Adapun metode pelaksanaan pekerjaan pintu, kusen dan
    jendela, adalah sebagai berikut :                                  
    Persiapan                                                          
     - Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan
                                                                       
       jendela aluminium.                                              
     - Approval material yang akan digunakan.                          
     - Persiapan lahan kerja.                                          
     - Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame,
                                                                       
       hardware, sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.  
     - Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, 
       bor,gergaji, waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant,
       selang air, cutter, dll.                                        
    Pengukuran                                                         
                                                                       
     - Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan
                                                                       
                                                                       
                                                     18 | P a g e      
       dipasang kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau
                                                                       
       belum.                                                          
    Fabrikasi kusen alumunium                                          
     - Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan
       apabila ada perbaikan.                                          
     - Alumunium dipotongdan di sambung/dirangkaimenggunakan sekrup galvanis.
                                                                       
     - Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan
       protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu
       pemasangan.                                                     
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
    Pemasangan kusen alumunium dan frame                               
   - Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan
                                                                       
    siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan
    dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.                      
   - Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan
    kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak
    lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan
    tahan lama.                                                        
                                                                       
   - Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di
    isi silicone sealant.                                              
   - Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
    pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen
                                                                       
    dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.      
   - Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan
    tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.
   - Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas,
    apabila lokasi pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada
                                                                       
    lagi pekerjaan yang dapat merusak aluminium tersebut.              
                                                                       
                                                                       
                                                     19 | P a g e      
 8. PEKERJAAN PLAFOND                                                  
   Persiapan :                                                         
                                                                       
 - Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafond gypsum .
 - Approval material yang akan digunakan.                              
 - Persiapan material kerja, antara lain : gypsum board GRC board, list gypsum,
   hollow 2/4 dan 4/4, sekrup gypsum, textile tape, compound, air, dll.
                                                                       
 - Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran,
   schafolding, gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter,
   selang dan air.                                                     
   Pengukuran :                                                        
 - Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu
                                                                       
   menggunakan selang air.                                             
 - Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding
   atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
       Pasang rangka hollow                                            
                                                                       
      - Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah  
                                                                       
                                                                       
                                                     20 | P a g e      
        pemasangan rangka hollow pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap
                                                                       
        plofond.                                                       
      - Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke plat
        betondengan menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka
        hollow dengan menggunakan sekrup gypsum.                       
      - Penempatan jarak rangka hollow maksimum berjarak 60 cm.        
                                                                       
      - Setalah semua rangka hollow terpasang, lakukan perataan (leveling)
        dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa
        dimatikan.                                                     
                                                                       
       Pemasangan plafond gypsum                                       
                                                                       
       - Setelah rangka hollow terpasang dengan benar, rata dan kuat serta
         instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran gypsum dapat mulai
         dipasang.                                                     
       - Untuk gypsum , pertemuan diatur secara menyilang.             
       - Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar,
                                                                       
         sehingga kepala sekrup hanya masuk sedikit kedalam permukaan lembaran
         gypsum .                                                      
       - Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran gypsum
         sebelum menjalankan mesin bor untuk memasukkan sekrup.        
       - Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal
                                                                       
         30 cm.                                                        
       - Setelah lembaran gypsum terpasang semua, cek leveling permukaan
         plafond.                                                      
                                                                       
      Finishing plafond gypsum                                         
                                                                       
       - Untuk gypsum , sambungan antara pertemuan diberi textile tape dandi
         compound kemudian digosok dengan ampelas untuk mendapatkan permukaan
         yang rata/flat.                                               
       - Tutup semua kepala sekrup dengan compoundlalu gosok dengan ampelas
         halus.                                                        
                                                                       
       - Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list
         plafond gypsum. Untuk List plafond gypsum dipasang pada pertemuan
         antara dinding dan plafond dengan perkuatan menggunakan compound jenis
         casting + lem.                                                
                                                                       
       Pemasangan Plafond WPC :                                        
                                                                       
       - Letakkan joist di atas bantalan beton                         
       - Beri jarak 10 mm dari pangkal joist (tidak boleh menempel langsung
         dengan dinding)                                               
       - Jarak antar joist adalah 350 mm (as ke as) maksimal, dan untuk
         sambungan doble joist.                                        
                                                                       
       - Bor joist hingga menembus ke beton bantalan                   
       - Masukkan Fischer ke dalam lubang yang dibuat                  
       - Letakkan kembali joist di atas bantalan beton                 
                                                                       
                                                                       
                                                     21 | P a g e      
       - Pasang screw sedemikian rupa hingga joist terpasang kuat di atas
                                                                       
         bantalan beton                                                
       - Pastikan joist terpasang kuat, rigid, dan tidak goyang        
       - Letakkan papan decking WPC di atas joist dengan posisi melintang
       - Letakkan papan decking WPC berikutnya dan masukkan plastic clip ke
                                                                       
         dalam ruang di antara dua papan decking WPC. Jumlah plastic clip sama
         dengan jumlah joist                                           
       - Screw plastic clip hingga papan decking terkunci dengan joist 
       - Lakukan hal yang sama sampai semua decking WPC terpasang      
                                                                       
                                                                       
 9. PEKERJAAN ATAP                                                     
    Pas. Rangka atap baja                                              
    Alat yang digunakan : Bor, pick up, tali, pale, screw dan alat lain yang
       di perlukan                                                     
    Tenaga Kerja  : Tukang, Pekerja                                    
    Bahan         : Atap Menggunakan Spandek Pasir Tebal 3.5mm         
                                                                       
     Cara Pelaksanaan :                                                
    - Mengidentifikasikan ukuran bangunan yang akan dipasang rangka baja, dimensi
     panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja
     pabrikan.                                                         
                                                                       
    - Reng dipasang menggunakan baut mur pada jarak tertentu sesuai jenis genteng
     dan sesuai dengan detail sambungan.                               
    - Pelaksanaan pekerjaan rangka atap dilakukan mengunakan bahan/propil yang
     ditentukan pada gambar kerja dan spesifikasi teknik.              
                                                                       
    - Sebelum pekerjaan pemasangan dilaksanakan diajukan gambar shop drawing
     untuk disetujui oleh konsultan pengawas, harus sudah benar-benar sesuai
     dengan gambar kerja dan spesifikasi.                              
    - Pemasangan genteng metal harus sesuai dengan syarat-syarat yang dibuat oleh
     pabrik pembuat tersebut.                                          
                                                                       
    - Pada nok, jurai, pemotongan harus rapi menggunakan alat khusus   
    - Pekerjaan pemasangan rangka atap dilakukan dengan rapi sehingga didapatkan
     hasil yang rapi dan sesuai dengan gambar                          
                                                                       
                                                                       
 10. PEKERJAAN REALLING TANGGA                                         
      Ruang Lingkup pekerjaan ini :                                    
      - Pemasangan Railing tangga stainless steel                      
      Alat yang digunakan : Mesin potong, gerinda, Mesin Las, Argon, Amplas dan
                                                                       
                     alat                                              
                      lain yang diperlukan                             
      Tenaga Kerja   : Tukang Batu, tukang besi konstruksi, Pekerja,   
      Bahan          : Pipa stainles steel, Ring, Hollow               
                                                                       
      Cara Pelaksanaan :                                               
                                                                       
    - Setting out dan memastikan gambar yang direncanakan              
                                                                       
                                                                       
                                                     22 | P a g e      
    - Pengukuran railing tangga setelah pasangan lantai tangga selesai untuk
                                                                       
      mendapatkan ukuran yang akurat, dari ukuran batang utama, pengisi dan
      tiang penyangga/dudukan                                          
    - Fabrikasi railing sesuai spesifikasi teknis                      
    - Pemasangan dengan mendahulukan penyangga utama diikuti dengan bahan
                                                                       
      railing pengisi                                                  
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
 11. PEKERJAAN PASANGAN KERAWANGAN BESI TEMPAH                         
     Kerawangan Besi Tempah adalah panel berlubang-lubang sejenis ayour relief
                                                                       
     (seni ukir tembus) yang berfungsi sebagai sekat, ventilasi udara ataupun
     pencahayaan alami. Pada perkembangannya fungsi krawangan lebih ditujukan
     sebagai ornamen arsitektural untuk menampilkan keindahan fasade maupun
     ornamen dekoratif pada interior bangunan.                         
                                                                       
                                                                       
     Material yang digunakan yaitu,                                    
     1. Kerawangan Besi Tempah Besi Motif sesuai gambar.               
     2. Finishing cat Besi                                             
                                                                       
     Peralatan yang digunakan yaitu,                                   
     11. Chain block atau kerekan                                      
     12. Scaffolding                                                   
     13. Alat Las                                                      
                                                                       
     14. Peralatan Bantu Tukang Lainnya.                               
                                                                       
     Tahapan Pelaksanaan yaitu,                                        
     1. Persiapkan Kerawangan Besi Tempah yang akan dipasang dengan design yang
       sesuai dengan gambar kerja.                                     
     2. Persiapkan perlengkapan yang akan digunakan untuk memasang Kerawangan
          Besi Tempah.                                                 
                                                                       
        • Chain block atau kerekan yang dilengkapi tali tambang. Pemasangan
          alat ini diusahakan bersifat portabel/ mudah untuk dipindahkan.
                                                                       
                                                                       
                                                     23 | P a g e      
        • Scaffolding, Alat bantu ini disusun sedemikian rupa dengan estimasi
          jarak yang tidak mengganggu proses pemasangan Kerawangan Besi Tempah,
          yaitu sekira 50 cm dari tempat pemasangan.                   
        • Electric drill (jika dibutuhkan) untuk mengunci mur baut sebagai
          penguat mur saat pemasangan rangka besi atau pun Kerawangan Besi
                                                                       
          Tempah.                                                      
     3. Setelah perlengkapan sudah dipersiapkan, diharapkan kepada kontraktor
       agar pastikan sekali lagi bahwa Kerawangan Besi Tempah yang akan dipasang
       sudah tepat posisi (tidak salah penempatan).                    
     4. Kerawangan Besi Tempah dinaikkan/diangkat/ditempatkan sesuai posisi yang
                                                                       
       diinginkan dengan menggunakan kerekan dan bantuan tali tambang untuk
       menghindari benturan dengan bangunan atua benda lain sehingga tidak
       merusak bentuk Kerawangan Besi Tempah ataupun benda disekitarnya.
     5. Setelah Kerawangan Besi Tempah sudah ditempatkan di posisi yang tepat,
       pasangan bisa disipat menggunakan bantuan lot gantung untuk memastikan
       tingkat lurus dan tidaknya Kerawangan Besi Tempah. Jika sudah jelas
                                                                       
       lurus dan tidak ada masalah, maka Kerawangan Besi Tempah bisa dikancing
       dengan sistem pengelasan ke dinding tumpuan.                    
     6. Setelah lurus dan selesai melakukan pengelasan, proses terakhir adalah
       melakukan pekerjaan finishing pengecatan besi pada Kerawangan Besi
       Tempah.                                                         
     7. Diharapkan kepada kontraktor untuk melakukan pekerjaan dengan rapi.
                                                                       
                                                                       
 12. PEKERJAAN TERAKOTA                                                
          bata ekspose terbuat dari tanah liat namun seiring dengan    
     perkembangan dunia konstruksi, bata ekspose / bata timbul saat ini ada juga
     yang terbuat dari gypsum. Dari berbagai jenis bata ekspose yang ada,
                                                                       
     masyarakat secara umum menggunakan jenis Bata Terakota. Bata ekspose
     terakota memiliki tampilan desain yang klasik. Bata tempel / bata ekspose
     terakota memiliki tekstur yang paling halus dengan bentuk bata yang presisi.
                                                                       
     Tahap Pelaksanaan :                                               
       ▪  Langkah awal tentukan ukuran bidang yang akan dipasang bata tempel /
          bata ekspose.                                                
                                                                       
       ▪  Lakukan proses ketrik pada dinding yang telah di aci agar pasangan
          bata tempel / bata ekspose merekat sempurna.                 
       ▪  Bersihkan dinding dari serpihan material, debu dan kotoran.  
       ▪  Setelah itu, tentukan ukuran peletakkan bata tempel / bata ekspos
          untuk menentukan jarak pemasangan bata tempel / bata ekspos secara
                                                                       
          keseluruhan.                                                 
       ▪  Campurkan secukupnya Top Mortar Plester & Pasangan Bata ke dalam
          ember berisi air, kemudian aduk hingga merata.               
       ▪  Gunakan sendok semen untuk mengoleskan adukan Top Mortar ke bata lalu
          tempelkan pada dinding.                                      
                                                                       
       ▪  Saat proses pemasangan bata tempel / bata ekspose pada dinding,
                                                                       
                                                                       
                                                     24 | P a g e      
          sebaiknya dilakukan secara perlahan serta berhati - hati untuk hasil
                                                                       
          pemasangan yang rapi.                                        
       ▪  Pukul secara perlahan bata ekspose saat menempelkannya pada dinding
          agar bata merekat di dinding dengan sempurna.                
                                                                       
 13. PEKERJAAN COATING TERAKOTA                                        
      Pelaksanaan Pekerjaan:                                           
       ▪                                                               
         Bersihkan dinding atau bidang yang mau dicoating dari kotoran debu,
         bekas semen, lumut dan lain-lain.                             
       ▪                                                               
         Proses coating dilakukan pada saat cuaca cerah                
       ▪                                                               
         Dengan menggunakan Kuas cat dipoles pada bidang               
       ▪                                                               
         Proses Kuas diulang lagi pada saat kering sampai mendapatkan hasil yg
         maksimal                                                      
 14. PEKERJAAN PASANGAN BACKDROP                                       
     Pasangan Backdrop                                                 
      Material/Bahan:                                                  
       ▪ Rangka dari masing-masing bagian dan ukuran dalam keadaan     
          terpisah/lepas                                               
                                                                       
       ▪ Multiplek Palm : Rangka 18 dan Penutup 9 mm                   
       ▪ Finishing WPC                                                 
      Pelaksanaan:                                                     
                                                                       
      1. Pemasangan                                                    
         a. Rangka Partisi                                             
           Rangka Utama/Struktural                                     
           Pasangkan rangka utama struktural arah vertikal setiap jarak 60 cm
           menerus dari bawah sampai atas setinggi partisi dan berikan 
                                                                       
           pengikat struktural pada bagian dasar (plat lantai bawah) dan
           puncak (plat lantai atas) untuk mengangkurkan partisi pada lantai
           dan langit-langit.                                          
         b Rangka Pembagi/Sekunder                                     
           Pasangkan rangka pembagi/sekunder setiap jarak 60 cm arah   
           horizontal dan vertikal mengisi bidang rangka utama.        
                                                                       
         c Pengikatan Rangka                                           
           Angkurkan rangka utama sisi tepi pada dinding atau kolom dan
           pengikat bawah (bottom runner) pada lantai. Untuk pengikat atas (top
           runner) diperlakukan sebagai balok ang dijepit pada tumpuan di kedua
           ujung dari bentangan bidang partisi.                        
         d Kualitas Pemasangan                                         
                                                                       
           Pasangkan rangka secara baik, rata permukaan, kokoh dan sesuai
           dengan perencanaan. Kualitas pemasangan ini harus mendapatkan
           persetujuan dari Pengawas.                                  
         e. Pembersihan dan Perlindungan                               
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     25 | P a g e      
           Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-
                                                                       
           permukaan yang terkena bahan Kotoran, tetapi tidak dikehendaki
           atau  diperkirakan akan menimbulkan tonjolan-tonjolan pada  
           pekerjaan finishing. Sebelum finishing dilaksanakan maka permukaan
           partisi harus dijaga terhadap benturan-benturan benda keras.
                                                                       
                                                                       
 15. PEKERJAAN PEMASANGAN ACP (Alumunium Composite Panel)              
                                                                       
     a. Persiapan                                                      
       1. Periksa semua ukuran di gambar kerja dan disesuaikan dengan kondisi
         dilapangan sebelum dilakukan penyetelan. Setiap terdapat perbedaan
         segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat 
         perbaikan.                                                    
       2. Untuk mendapat ukuran yang tepat, Pelaksana Pekerjaan harus datang
                                                                       
         kelapangan dan melakukan pengukuran.                          
       3. Untuk mendapat hasil yang baik, pembuatan/ penyetelan harus dilakukan
         dipabrik secara maksimal dan siap pasang di lapangan          
       4. Material Menggunakan Rangka Modul 60x60cm                    
                                                                       
      c. Pelaksanaan :                                                 
                                                                       
         1. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan. Pastikan memiliki cukup
           jumlah ACP, sekrup, bingkai aluminium (jika menggunakan sistem
           baki), serta alat-alat seperti bor, gunting, dan obeng.     
         2. Siapkan subtruktur bangunan. Pastikan bahwa subtruktur bangunan
           telah diperiksa dan memenuhi persyaratan teknis sebelum memasang
                                                                       
           ACP. Pastikan bahwa subtruktur dalam kondisi baik dan cukup kuat
           untuk menahan berat ACP.                                    
         3. Potong ACP ke ukuran yang diinginkan. Gunakan gunting atau mesin
           pemotong untuk memotong ACP sesuai ukuran yang dibutuhkan.  
         4. Pasang bingkai aluminium (jika menggunakan sistem baki). Pasang
           bingkai aluminium pada subtruktur bangunan dengan sekrup, dan
                                                                       
           pastikan bingkai diletakkan dengan benar dan sejajar.       
         5. Tempatkan ACP pada substruktur. Jika menggunakan sistem kaset,
           pasang panel ACP ke substruktur dengan sekrup. Jika menggunakan
           sistem baki, tempatkan panel ACP di atas bingkai aluminium dan
           pasang dengan sekrup.                                       
         6. Pastikan ACP terpasang dengan rapi. Pastikan bahwa ACP dipasang
                                                                       
           dengan benar dan sejajar dengan bingkai atau substruktur. Pastikan
           juga bahwa sekrup telah dipasang dengan benar dan tidak terlalu
           kencang atau terlalu longgar.                               
         7. Selesaikan finishing. Setelah ACP terpasang dengan benar, selesaikan
           finishing seperti menutup sekrup dengan tutup sekrup atau lembaran
                                                                       
           ACP yang disediakan untuk menutupi sekrup.                  
         8. Diharapkan kepada Kontraktor pelaksana untuk menjamin agar kekuatan
           ACP terjamin.                                               
         9. Lakukan inspeksi akhir. Periksa kembali instalasi ACP untuk
                                                                       
                                                                       
                                                     26 | P a g e      
           memastikan bahwa semua bagian telah dipasang dengan benar, dan tidak
                                                                       
           ada masalah atau kekurangan.                                
                                                                       
 16. PEKERJAAN PEMASANGAN BAJA                                         
     a. Persiapan Material :                                           
       1. Baja IWF. 250x125x6x9                                        
       2. Doubel CNP 125x50x20x2.3                                     
                                                                       
       3. Base Plat T=10mm                                             
       4. Plat Join (Sambung) T=12mm                                   
       5. Plat Stiffner T=8mm                                          
       6. Anchor Bolt A325 P22 Panjang 50cm                            
       7. Baut HTB A325 P19 mm (dengan ring baut)                      
       8. Trekstang Besi Polos 16 + Aksesoris                          
                                                                       
       9. PeIkatan Angin Antar Kuda-Kuda Besi Polos + Aksesoris        
       10. Cat dasar/primer dan cat finish                             
                                                                       
     b. Pelaksanaan :                                                  
       Gambar kerja/ shop drawing.                                     
                                                                       
       1. Sebelum fabrikasi dimulai, Kontraktor harus membuat gambar-gambar
         kerja yang diperlukan dan menyerahkan gambar kerja untuk diperiksa
         dan disetujui Konsultan / Direksi. Bilamana disetujui, Kontraktor
         dapat mulai pekerjaan fabrikasinya. Pemeriksaan dan persetujuan
         Konsultan atas gambar kerja tersebut hanya menyangkut segi kekuatan
         struktur saja seperti :                                       
                                                                       
       2. Ukuran/dimensi profil, ketebalan plat-plat, ukuran/jumlah baut/las,
         tebal pengelasan. Ketepatan ukuran-ukuran panjang, lebar, tinggi atau
         posisi dari elemen-elemen konstruksi baja yang berhubungan dengan
                                                                       
         pengangkutan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Dengan kata lain
         walaupun semua gambar kerja telah disetujui Konsultan / Direksi,
         tidaklah berarti mengurangi atau membebaskan Kontraktor dari tanggung
         jawab ketidak tepatan serta kemudahan dalam erection elemen-elemen
         konstruksi baja.                                              
       3. Pengukuran dengan skala dalam gambar sama sekali tidak diperkenankan.
                                                                       
       4. Pada gambar kerja harus sudah terlihat bagian-bagian tambahan yang
         diperlukan untuk keperluan montase serta cara-cara montase yang
         direncanakan.                                                 
                                                                       
       Fabrikasi                                                       
                                                                       
       1. Selama proses fabrikasi Konsultan / Direksi harus menempatkan staffnya
         yang berpengalaman dalam fabrikasi baja secara penuh untuk mengawasi
         pelaksanaan fabrikasi di bengkel kerja Kontraktor.            
       2. Kontraktor harus memberikan Fabrication Manual Procedure termasuk
         Procedur Quality Control kepada Konsultan MK untuk disetujui. 
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     27 | P a g e      
       3. Fabrikasi dari elemen-elemen konstruksi baja harus dilaksanakan oleh
                                                                       
         tukang-tukang yang berpengalaman dan diawasi oleh mandor-mandor yang
         ahli dalam konstruksi baja.                                   
       4. Semua elemen-elemen harus difabrikasi sesuai dengan ukuran-ukuran
         dan/atau bentuk yang diinginkan tanpa menimbulkan distorsi-distorsi
         atau kerusakan-kerusakan lainnya dengan memperhatikan persyaratan
         untuk penanganan sambungan-sambungan serta las di lapangan dan
                                                                       
         sebagainya.                                                   
       5. Pemotongan-pemotongan elemen-elemen harus dilaksanakan dengan rapi dan
         pemotongan besi harus dilakukan dengan alat pemotong (brender) atau
         gergaji besi. Pemotongan dengan mesin las sama sekali tidak   
         diperbolehkan.                                                
                                                                       
                                                                       
       Tanda-tanda pada konstruksi baja                                
       1. Semua konstruksi baja yang telah selesai difabrikasi harus dibedakan
         dengan kode yang jelas sesuai bagian masing-masing agar dapat dipasang
         dengan mudah.                                                 
       2. Kode tersebut ditulis dengan cat agar tidak mudah terhapus.  
                                                                       
       3. Pelat-pelat sambungan dan bagian elemen lain yang diperlukan untuk
         sambungan-sambungan di lapangan, harus dibaut/diikat sementara dulu
         pada masing-masing elemen dengan tetap diberi tanda-tanda.    
                                                                       
       Pengelasan                                                      
       1. Pengelasan harus dilaksanakan sesuai AWS atau AISC Specification dan
                                                                       
         baru dapat dilaksanakan setelah mendapatkan ijin tertulis dari
         Konsultan / Direksi. Pengelasan harus dilakukan dengan las listrik,
         bukan dengan las karbit.                                      
       2. Kawat las yang dipakai adalah harus dari produk yang disetujui oleh
         Konsultan / Direksi. Ukuran kawat las disesuaikan dengan tebal
         pengelasan.                                                   
                                                                       
       3. Kontraktor harus menyediakan tukang las yang berpengalaman dengan
         hasil pengalaman yang baik dalam dalam melaksanakan konstrksi baja
         sejenis. Hal ini harus dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat yang
         masih berlaku.                                                
       4. Kontraktor harus memperhatikan dengan seksama tipe dan ukuran las yang
                                                                       
         tercantum di dalam gambar (las sudut, las tumpul dan lain-lain), dan
         Kontraktor harus mempunyai alat untuk mengukur tebal las sehingga
         dengan mudah dapat diketahui apakah tebal las sudah sesuai dengan
         gambar atau tidak.                                            
       5. Permukaan bagian yang akan dilas harus dibersihkan dari cat, minyak,
         karat dan bekas-bekas potongan api yang kasar dengan menggunakan
                                                                       
         mechanical wire brush dan untuk daerah-daerah yang sulit dapat
         digunakan sikat baja. Bekas potongan api harus dihaluskan dengan
         menggunakan gurinda agar permukaan baja menjadi baik. Kerak bekas
         pengelasan harus dibersihkan dan disikat.                     
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     28 | P a g e      
       6. Metode pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak
                                                                       
         timbul distorsi dan tegangan residual pada elemen konstruksi baja yang
         dilas. Pengelasan pada pertemuan elemen-elemen yang padat seperti pada
         tumpuan harus dilakukan dengan teknik preheating.             
       7. Pada pekerjaan las dimana terjadi banyak lapisan las (pengelasan lebih
         dari satu kali), maka sebelum dilakukan pengelasan berikutnya lapisan
         terdahulu harus dibersihkan dahulu dari kerak-kerak las/slag dan
                                                                       
         percikan-percikan logam yang ada. Lapisan las yang berpori-pori atau
         retak atau rusak harus dibuang sama sekali.                   
       8. Untuk memudahkan pelaksanaan serta mendapatkan mutu pengelasan yang
         baik, maka pada dasarnya semua pekerjaan pengelasan harus dilakukan di
         bengkel. Bila akan mengadakan pengelasan lapangan harus seijin
         tertulis dari Konsultan / Direksi.                            
                                                                       
       9. Perhatian khusus diberikan pada pengelasan yang dilakukan di lapangan
         (field weld), dimana posisi dari tukang las harus sedemikian sehingga
         dapat dengan mudah melakukan pengelasan dengan hasil yang baik tanpa
         mengabaikan keselamatan kerja.                                
       10. Pada semua pengelasan harus dilakukan pemeriksaan visual untuk
                                                                       
         mengetahui apakah :                                           
         a. persiapan pengelasan sudah dilakukan dengan baik (bersih, gap yang
           cukup dan lain-lain).                                       
         b. las yang ada tidak berpori, undercut, retak permukaan atau cacat-
           cacat lain.                                                 
         c. ukuran dan tipe las sudah sesuai gambar.                   
                                                                       
       11. Pada jumlah lokasi 30% dari seluruh lokasi pengelasan juga harus
         dilakukan "Liquid Penetrant Test". Lokasi pengetesan ditentukan oleh
         Konsultan / Direksi.                                          
       12. Apabila dianggap perlu oleh Konsultan / Direksi atau apabila ada
         keraguan terhadap hasil "Liquid Penetrant Test" tersebut, maka
         Konsultan / Direksi dapat meminta pada Kontraktor untuk juga melakukan
                                                                       
         Radiographic Test.                                            
       13. Laboratorium uji las yang ditunjuk harus mendapat persetujuan
         Konsultan / Direksi dan semua biaya pengujian las menjadi tanggung
         jawab Kontraktor.                                             
                                                                       
                                                                       
       Baut penyambung dan Angkur.                                     
       1. Kontraktor harus melakukan pengujian terhadap baut pada laboratorium
         yang disetujui oleh Konsultan MK, sebelum Kontraktor memesan baut yang
         akan dipakai.                                                 
       2. Jumlah baut yang diuji untuk masing-masing ukuran adalah minimum 3
         (tiga) buah.                                                  
                                                                       
       3. Walaupun test baut tersebut memenuhi syarat, Konsultan / Direksi
         berhak untuk meminta diadakan uji baut lainnya dengan jumlah 1 (satu)
         baut dari setiap 250 baut yang digunakan. Biaya pengujian baut
         tersebut ditanggung oleh Kontraktor.                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     29 | P a g e      
       4. Posisi lubang-lubang baut harus benar-benar tepat dan sesuai dengan
                                                                       
         diameter baut. Jika tidak disebutkan secara khusus di dalam gambar,
         maka diameter lubang baut maksimal 1.60 mm (1/16 inci) lebih besar
         dari diameter baut. Kontraktor tidak boleh membuat lubang baru di
         lapangan tanpa seijin Konsultan / Direksi.                    
       5. Pembuatan lubang baut harus memakai bor, untuk konstruksi yang tipis,
         maksimum 10 mm, boleh memakai mesin pons. Membuat lubang baut dengan
                                                                       
         api sama sekali tidak diperkenankan.                          
       6. Pemasangan dan pengencangan baut harus dikerjakan dengan kunci momen
         torsi yang sebelumnya sudah dikalibrasi, sebagai berikut :    
                                                                       
               Diameter Baut      Torsi                                
                                                                       
                                  (lbs.ft                              
               (inci)    (mm)              (kg.m)                      
                                  )                                    
               ½         12       90       12,454                      
               5/8       16       180      24,908                      
               ¾         19       320      44,287                      
               7/8       22       470      65,038                      
               1         25       710      98,249                      
               1 1/8     28       960      132,844                     
               1 ¼       32       1.350    186,872                     
                                                                       
               1 ½       38       2.580    357,018                     
                                                                       
       7. Setiap pengencangan baut harus dilakukan sampai mencapai gaya tarik
         baut sesuai dengan spesifikasi AISC. Pelaksanaannya harus diawasi
         secara langsung oleh Konsultan / Direksi.                     
                                                                       
       8. Panjang baut harus sedemikian rupa, sehingga setelah dikencangkan
         masih dapat paling sedikit 4 ulir yang menonjol pada permukaan, tanpa
         menimbulkan kerusakan pada ulir baut tersebut. Panjang baut yang tidak
         memenuhi syarat ini harus diganti dan tidak boleh digunakan.  
       9. Untuk menghindarkan adanya baut yang belum dikencangkan maka baut-baut
         yang sudah dikencangkan harus diberi tanda dengan cat.        
                                                                       
                                                                       
       Percobaan Pengangkatan di Bengkel                               
       1. Untuk memudahkan pengangkatan konstruksi baja di lapangan, maka
         disyaratkan agar dilakukan percobaan pengangkatan di pabrik (workshop
                                                                       
         assembly), sehingga dapat diketahui dengan jelas mengenai     
         ketepatan/keakuratan elemen-elemen konstruksi baja yang terpasang
         berikut sambungan-sambungannya. Percobaan tersebut penting untuk
         dilaksanakan, agar dapat diketahui dengan pasti ketepatan ukuran dan
         juga kekuatan konstuksi baja tersebut, serta dapat dilakukan  
         penyempurnaan sebelum baja tersebut dipasang pada tempatnya.  
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     30 | P a g e      
       Pengecatan                                                      
                                                                       
       1. Persiapan Pengecatan Lapis Zincromate                        
       2. Semua permukaan elemen baja sebelum dicat harus bebas dari : 
                                                                       
        a. lapisan mill, yaitu lapisan tipis mengkilap yang berasal dari pabrik
          baja.                                                        
         b. Karat                                                      
         c. minyak dan bahan kimia lainnya.                            
                                                                       
         d. kotoran yang akan mempengaruhi kualitas pengecatan.        
                                                                       
       3. Pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan "mechanical wire brush"
         (sikat baja mekanis) dan tidak boleh menggunakan sikat baja manual,
         kecuali hanya untuk permukaan-permukaan yang betul-betul tidak dapat
         dijangkau oleh "mechanical wire brush" tersebut, sebelum pengecatan
                                                                       
         dilakukan. Pembersihan dengan menggunakan sand blasting sangat
         dianjurkan, terutama untuk permukaan baja yang mengalami korosi.
                                                                       
                                                                       
 17. PEKERJAAN SANITASI DAN SANITAIR                                   
    Ruang Lingkup pekerjaan ini sbb                                    
    -   Pemasangan Closed                                              
    -   Pemasangan Kran Air                                            
                                                                       
    -   Pemasangan Wastafel                                            
    -   Pemasangan Floordrain                                          
    -   Pemasangan Clean Out                                           
                                                                       
    Alat yang digunakan : Waterpass, sendok spesi, ember, pale dan alat lain
                   yang di perlukan                                    
    Tenaga Kerja    : Tukang Batu, tukang besi konstruksi, Pekerja,    
    Bahan           : produk American standar                          
                                                                       
    Cara Pelaksanaan :                                                 
                                                                       
    PEKERJAAN CLOSED                                                   
    - Closed duduk berikut kelengkapannya                              
    - Closed duduk, type dan warna sesuai dengan spesifikasi teknis    
                                                                       
    - Closed beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi
    dengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya
    dan telah disetujui Konsultan.                                     
    - Closed harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai gambar,
    waterpass.                                                         
                                                                       
    - Wastafel harus terpasang dengan baik sesuai dengan gambar kerja  
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     31 | P a g e      
            Pemasangan Wastafel                                        
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     32 | P a g e      
 18. PEKERJAAN PAVING BLOK                                             
                                                                       
        Perkerasan paving block sering diaplikasikan pada area carport, halaman
    rumah, lahan parkir berbagai jenis bangunan, openyard di pelabuhan maupun
    area pergudangan, taman, jalan lingkungan, dan pedestrian / trotoar.
                                                                       
    Pelaksanaan :                                                      
     1. Pertama dilakukan pemeriksaan kepadatan tanah dasar, baik galian /
       timbunan, sebagai dasar perletakan lapisan pondasi              
                                                                       
     2. Kemudian dilakukan pekerjaan lapis pondasi di atas tanah dasar ( lapisan
       base dan sub base ).                                            
     3. Setelah itu pasang beton penyokong yang di-ikuti beton pembatas dan
       tambahkan adukan beton pada bagian belakang / punggung beton pembatas
       tersebut.                                                       
     4. Pasang pasir alas dengan ketebalan 5 - 6 cm, ratakan dengan jidar kayu
                                                                       
       (Pasir alas adalah pasir dg ketebalan tertentu sebagai alas perletakan
       paving block).                                                  
     5. Pasang benang pembantu searah & tegak lurus / 45° terhadap jalan / area
       kerja.                                                          
     6. Pemasangan paving block dilakukan setelah penentuan arah dan bentuk pola
       dengan menggunakan benang pembantu, pemasangan paving blok dimulai dari
                                                                       
       satu arah.                                                      
     7. Lakukan pemadatan dengan plat getar / stamper plate / vibro, supaya
       terjadi penguncian akibat pengisian celah dari pasir alas yang terdesak
       ke atas & pasir pengisi yang dipasang bersamaan dengan vibro.   
     8. Pasang pasir pengisi, ratakan dengan sikat ijuk dan penggetar / vibro
                                                                       
       secara bersamaan.                                               
     9. Pemasangan paving dilakukan secara diagonal dari pinggir, setelah 3–4
       baris dapat dilakukan simultan di beberapa bagian.              
                                                                       
 19. PEKERJAAN PENGECATAN                                              
    Material :                                                         
                                                                       
    Cat tembok, cat kayu, Cat Besi, Zincromate.                        
                                                                       
    Peralatan:                                                         
    Kuas, roll cat, Kompressor, amplas, skafolding/stager, alat pertukangan.
                                                                       
    Pelaksanaan :                                                      
                                                                       
     - Sebelum pengecatan dilakukan, permukaan dinding dibersihkan dulu dari
      kotoran berupa minyak, debu, plastik, kertas dll.                
     - Permukaan dinding yang lubang atau retak harus ditambal dulu sesuai
      dengan material dinding yang akan dicat.                         
                                                                       
     - Dinding baru diplamir hingga permukaannya rata dan halus, sedangkan pada
      dinding lama yang sudah pernah dicat diplamir pada bagian tertentu yang
      mengelupas atau ada tambalan dan pada bagian permukaan yang tidak rata.
     - Jika semua permukaan dinding sudah rata dan halus pengecatan dilakukan
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     33 | P a g e      
      untuk lapis pertama dimulai dari bidang yang luas dan mulai dari bagian
                                                                       
      atas menuju ke bawah. Pada lapisan pertama cat emulsi dicampur dengan air
      sebanyak 20 %.                                                   
     - Setelah lapis pertama kering, dilanjutkan dengan lapisan ke dua dimulai
      dari tempat yang sulit yaitu pada sudut, tepi dan dari atas menuju ke
      bawah. Pada tahap ini campuran cat emulsi lebih kental daripada lapisan
                                                                       
      pertama.                                                         
     - Lapisan ketiga dikerjakan setelah semua dinding dicat sebanyak 2 lapis
      dan sudah kering. Pada tahap ini cat emulsi diencerkan sebagaimana pada
      lapis pertama.                                                   
                                                                       
     - Kondisi dinding yang sudah dicat hingga finish harus dijaga agar tetap
      bersih hingga pekerjaan lain selesai 100 % dan jika ada kotoran dilakukan
      pengecatan revisi pada tempat yang kotor.                        
                                                                       
    Kontrol Pekerjaan :                                                
    Dilakukan monitoring terhadap pelaksanaan plamir, impra, amplas dan cat
                                                                       
    sehingga diperoleh permukaan yang tidak berbayang. Perhatian utama pada
    dinding luar untuk dapat melakukan manuver stager/skafolding sehingga bisa
    berkesinambungan dengan pekerjaan lain.                            
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                 PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL                    
                                                                       
   1. PEKERJAAN MEKANIKAL PLUMBING                                     
    Material yang dibutuhkan untuk instalasi air bersih adalah :       
   - Pompa - pompa, Valve, Pipa Galvanize / PPR / PVC, Materal bantu & fitting.
                                                                       
   - Mesin las, gerinda tangan, bor duduk dan bor tangan, chain block, kunci
    pipa, kunci pas, dsb.                                              
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
    Urutan Pelaksanaan Pemasangan pipa indoor                          
   - Marking jalur pipa sesuai gambar dan koordinasikan dengan pekerjaan lain
   - jalur pipa AC, Air kotor, Fire Fighting, Tray Cable, dll.         
                                                                       
   - Potong pipa sesuai ukuran kebutuhan .                             
   - Pasang gantungan maupun support pipa sesuai hasil marking.        
   - Pasang pipa sesuai dengan ukuran pada gambar, penyambungan pipa diameter
   - kurang dari 2.5 inch dengan drat, dan diameter 2.5 inch keatas dengan las.
                                                                       
   - Gunakan benang dan water pass untuk mengukur kelurusan pipa.      
   - Lakukan pegerjaan pengecatan untuk daerah sambungan pipa.         
   - Lakukan test tekan pipa dengan tekanan sesuai spesifikasi yang berlaku.
                                                                       
                                                                       
                                                     34 | P a g e      
   - Untuk pemasangan di dinding koordinasikan dulu dengan pekerjaan keramik
                                                                       
    (arsitek) dan sanitary.                                            
   - Lakukan test tekan pipa ulang jika pipa didinding telah terpasang.
                                                                       
    Urutan Pemasangan pipa Outdoor Undergound                          
   - Marking jalur pipa.                                               
                                                                       
   - Gali jalur pipa sesuai dengan kedalaman elevasinya                
   - Sambung pipa diatas galian dan lapisi pipa dengan zinkromat.      
   - Lakukan test tekan pipa sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
   - Beri lapisan pasir pada dasar galian.                             
                                                                       
   - Turunkan pipa ke dalam galian dan urug kembali dengan pasir.      
   - Urug galian.                                                      
                                                                       
    Urutan Pemasangan Valve                                            
                                                                       
   - Check lokasi penempatan valve (apakah space/jarak antar pipa yang telah
    disiapkan telah sesuai dengan lebar valve)                         
   - Siapkan valve beserta flange nya kemudian pasang.                 
   - lakukan test tekan valve pada instalasi tersebut.                 
                                                                       
                                                                       
    Urutan Pemasangan Pompa                                            
   - Marking lokasi penempatan pompa.                                  
   - Buat pondasi pompa, perhatikan kelurusan dan rata pondasi.        
   - Pasang instalasi pemipaan ruang pompa terlebih dahulu.            
                                                                       
   - Pasang pompa dan valve-valvenya                                   
   - Sambung instalasi daya ke pompa.                                  
   - Untuk pompa transfer, automatisasi menggunakan water level control (biasanya
    menggunakan elektrode).                                            
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
  2. PEKERJAAN AIR BERSIH                                              
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     35 | P a g e      
    Lingkup Pekerjaan                                                  
                                                                       
    - Pengadaan dan pemasangan Sistem Penyediaan Air Bersih secara lengkap
      sehingga sistem dapat bekerja secara baik.                       
    - Pengadaan dan pemasangan Sistem Pemipaan Distribusi air bersih dari pompa
      di ruang mesin sampai ke titik-titik distribusi air bersih sesuai dengan
      gambar perencanaan.                                              
                                                                       
    - Pengadaan dan Pemasangan Ground Tank (Pekerjaan Sipil) dan peralatan
      bantunya.                                                        
    - Pengadaan serta pemasangan pompa-pompa air bersih, diafragma tank,
      beserta segala instrumennya.                                     
                                                                       
    - Pengadaan, pemasangan dan pengujian peralatan utama, terdiri dari Pompa
      Air Bersih, Pressure Tank dan peralatan lainnya.                 
    - Pengadaan dan pemasangan Panel Daya, Panel Kontrol beserta pengabelannya.
                                                                       
      Persyaratan Pelaksanaan                                          
                                                                       
    ❖ Pemipaan                                                         
        a) Pemipaan secara umum harus mengikuti segala ketentuan yang tercantum
           pada pasal terdahulu dan segala sesuatu yang tercantum dalam buku
           Pedoman Plambing Indonesia.                                 
        b) Contoh-contoh bahan dan konstruksi harus diajukan kepada    
           Direksi/Pengawas untuk diperiksa dan disetujui, selambat-lambatnya 3
                                                                       
           (tiga) minggu sebelum pembuatan dan pemasangan.             
        c) Pemasangan pipa datar harus dibuat dengan kemiringan 1/1000 ke arah
           katup/flange pembuangan (drain valve/flange) dan pipa naik/turun
           harus benar-benar tegak.                                    
        d) Pemasangan pipa mendatar dalam bangunan harus dibuat dengan 
           kemiringan 1/1000 menuju ke arah pipa tegak/riser.          
                                                                       
        e) Belokan harus menggunakan long-radius elbow, penggunaan short elbow,
           standard elbow, bend dan knee sama sekali tidak diperkenankan.
        f) Fitting, peralatan bantu, peralatan ukur dan lainnya yang memiliki
           tahanan aliran yang berlebih tidak diperkenankan dipasang kecuali
           yang disyaratkan pada buku ini.                             
                                                                       
        g) Pada belokan dari pipa datar, ke pipa tegak harus dipasang alat
           pengumpul kotoran yang tertutup (capped dirt pocket).       
        h) Semua alat ukur harus dalam batas ukur yang baik dan mempunyai
           ketelitian yang sewajarnya untuk pengukuran.                
        i) Selama pemasangan berjalan, Kontraktor harus menutup setiap ujung
           pipa yang terbuka untuk mencegah tanah, debu dan kotoran lainnya,
                                                                       
           dengan dop/blind flange untuk pipa baja dan copper, pemanasan press
           untuk pipa PVC.                                             
        j) Setiap jaringan yang telah selesai dipasang, harus ditiup dengan
           udara kempa (compressed air) untuk jangka waktu yang cukup lama,
           agar kotoran kotoran yang mungkin sudah masuk ke dalam pipa dapat
           terbuang sama sekali.                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     36 | P a g e      
        k) Ketentuan/Persyaratan teknis tentang instalasi pemipaan,    
                                                                       
           peralatan bantu, dan yang lainnya telah diuraiakan pada pasal
           terdahulu                                                   
    ❖ Desinfeksi                                                       
        a) Desinfeksi dilakukan setelah seluruh sistem pemipaan air bersih
          dapat berfungsi dengan baik, dan sebelum penyerahan pertama. 
        b) Desinfeksi dilakukan dengan memasukkan Chlorine ke dalam sistem
                                                                       
          dengan cara injeksi.                                         
        c) Dosis Chlorine adalah 50 ppm.                               
        d) Setelah 16 jam, seluruh sistem pipa harus dibilas dengan air bersih
          sehingga kadar Chlor tidak melebihi 0,2 ppm.                 
    ❖ Pengujian Instalasi Pemipaan                                     
                                                                       
        a) Pengujian dilakukan untuk menguji hasil pekerjaan penyambungan pipa-
          pipa serta kondisi dari pipa-pipa yang telah dipasang.       
        b) Pengujian dilakukan setelah seluruh sistem pemipaan selesai 
          dikerjakan dan siap untuk dilakukan pengujian.               
        c) Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan hidrostatik pada
          sistem pemipaan, tekanan yang diberikan adalah 1,5 kali tekanan
                                                                       
          kerja, minimum 10 kg/cm2.                                    
        d) Pengujian dilakukan selama 8 jam, tanpa terjadinya penurunan
          tekanan.                                                     
        e) Apabila terjadi penurunan tekanan, maka Kontraktor harus mencari
          sebab-sebabnya dan melakukan penggantian bila keadaan mengharuskan.
                                                                       
    ❖ Jaringan air bersih                                              
        a) Siapkan gambar kerja, ijin kerja, dan perkirakan volume pekerjaannya.
        b) Penyambungan pipa dengan sistem ulir, terlebih dahulu dilapisi
          dengan red lead cement.                                      
        c) Pemasangan pipa horizontal maupun vertikal harus diperkuat dengan
          penggantung (hangers) untuk pipa horizontal dan dijangkar (anchor)
                                                                       
          untuk pipa vertikal, jarak maksimal masing-masing hanger ditentukan
          sesuai kondisi lapangan dan spesifikasi, sedangkan untuk anchor
          diletakkan pada masing-masing lantai.                        
        d) Semua ujung pipa terakhir yang tidak dilanjutkan harus ditutup
          dengan dop/plug.                                             
                                                                       
        e) Sebelum dan sesudah dipasang pipa-pipa accessories, terutama bagian
          dalam harus dijaga tetap bersih dan diperiksa lagi atas kerusakan
          dan keretakan – keretakan.                                   
        f) Setelah semua jaringan terpasang dilakukan pengetesan aliran air
          pipa.                                                        
                                                                       
                                                                       
 3. PEKERJAAN AIR KOTOR DALAM BANGUNAN                                 
   a. Lingkup Pekerjaan                                                
     Pemipaan air kotor dari sanitary fixtures sampai dengan system IPAL.
   b. Persyaratan Pelaksanaan                                          
        Pemipaan                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     37 | P a g e      
     - Semua pipa dan fitting yang dipakai dalam pekerjaan ini harus dari satu
                                                                       
       merk.                                                           
     - Fitting harus terbuat dari bahan yang sama dengan bahan pipa.   
     - Fitting harus dari jenis "injection moulded" sedangkan "Welded fitting"
                                                                       
       sama sekali tidak diperkenankan untuk dipergunakan dalam sistem pemipaan.
     - Setiap sambungan berubah arah dibuat dengan WYE-45, TEE Sanitair atau
       COMBINATION WYE-45 atau LONG RADIUS BEND dengan clean out.      
     - Pipa vent service harus dipasang tidak kurang 15 cm di atas muka banjir
       alat sanitair tertinggi dan dibuat dengan kemiringan minimum sebesar 1%.
                                                                       
     - Kemiringan pipa dibuat sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar dan
       sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                           
     - Pipa vent yang menembus atap harus dipasang sekurang-kurangnya 15 cm di
       atas atap dan tidak boleh digunakan untuk keperluan lain.       
                                                                       
     - Untuk pipa vent mendatar, jarak tumpuan sama dengan jarak tumpuan pada
       pipa air kotor.                                                 
     - Dalam pemasangan jaringan pemipaan ini, harus diadakan koordinasi dengan
       pekerjaan-pekerjaan struktur mengingat adanya penembusan-penembusan
                                                                       
       betonan lantai maupun dinding.                                  
     - Pemasangan dan penempatan pipa-pipa ini disesuaikan dengan gambar
       pelaksanaan dan dimensi dari masing-masing pipa tercakup pula dalam
       gambar tersebut.                                                
                                                                       
     - Di setiap floor drain dilengkapi dengan UTrap, untuk mencegah masuknya
       gas yang berbau kedalam ruangan.                                
     - Pada saluran buangan dari prepation area dapur, sebelum masuk ke inlet,
       sistem permipaan air kotor bangunan, harus dipasang penyaring kotoran
       dari bahan stainless steel untuk mencegah penyumbatan di dalam pipa.
                                                                       
     - Pada jalur perpipaan air kotor yang mengandung lemak dipasang clean
       out di setiap belokan dan pada pipa vertikal utama (di setiap pintu
       shaft).                                                         
     - Sedangkan jalur pemipaan buangan dari laboratorium, area kamar operasi /
                                                                       
       air yang mengandung infeksius dibuang ke bak netralisasi terlebih dulu.
     - Persyaratan material (kelas, standard dan lainnya), ketentuan cara
       pemasangan seperti yang dicantumkan pada bab terdahulu 'Persyaratan
       Teknis ME'.                                                     
                                                                       
                                                                       
    c. Metode Pemasangan Instalasi Air Kotor                           
      Material :                                                       
         - Pompa Buangan                                               
         - Pipa PVC (class AW/D)                                       
                                                                       
         - Pipa Cast Iron                                              
         - Fitting PVC                                                 
         - Fitting Cast Iron                                           
                                                                       
         - Valve Cast Iron                                             
                                                                       
                                                                       
                                                     38 | P a g e      
           Yang Perlu diperhatikan dalam pemasangan                    
                                                                       
         - Untuk air kotor dibuat dengan kemiringan 1’’                
         - Untuk air buangan dibuat dengan kemiringan masing-masing pipa air
           kotor dan air buangan harus dilengkapi Pettrap (saluran leher angsa)
           untuk mencegah bau.                                         
                                                                       
         - Instalasi pipa ventilasi berfungsi untuk menyalurkan udara yang
           terjebak pada pipa air kotor sehingga air bisa berjalan dengan
           lancar.                                                     
         - Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pipa tersebut pada pipa air
                                                                       
           kotor yang buangan di atas posisi pipa tersebut dan disalurkan pada
           daerah yang tertinggi (ke atap/ diatas plafond ) dilengkapi dengan
           Vent Cup.                                                   
                                                                       
  4. PEKERJAAN ELEKTRIKAL                                              
       dapat digambarkan seperti Bagan Alir berikut :                  
                                                                       
                            FLOW CHART                                 
                        PEKERJAAN ELEKTRIKAL                           
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
    Persiapan                                                          
                                                                       
    -  Pembuatan dan                                 pengajuan         
       gambar shop                                                     
       drawing pekerjaan                                               
       elektrikal arus kuat                               dan          
       arus lemah.                                                     
                                                                       
    -  Approval material                      yang akan digunakan.     
    -  Persiapan lahan kerja.                                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     39 | P a g e      
    -  Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat
                                         A. Pemasangan Instalasi       
       bantu kerja disiapkan.               Kabel Listrik.             
                                           1. Marking plat lantai      
       1                                      untuk jalur konduit      
                    2            3                                     
    Pemasangan sparing kabel                                           
                                              yang akan digunakan      
    -  Sparing dipasang dulu apabila ada pengecoran beton lantai, untuk
                                              sebagai jalur instalasi  
       menghindari bobokan beton pada saat penyambungan kabPele naenrtaanrg alna nta&i . Stop
                                              Kontak system.           
                                           2. Bor plat lantai untuk    
    Pemasangan instalasi kabel                                         
                                              memasang klem pipa       
    -  Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungkaonn dpuipita. conduit,
                                           3. Pasang Pipa konduit      
       dimana pipa tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding
                                              sesuai dengan jalur      
       diplester. Supaya tidak mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka
                                              marking yang telah       
       pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1 m.         
                                              dibuat    dengan         
    -  Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton deng m an e n m g e g n u g n gu a n k a a k n a n pi k p la a m
                                              yang berwarna sesuai     
       pelindung conduit yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar 1 m,
                                              dengan      jenis        
       hal ini dimaksudkan untuk memudahkan maintenance. Pemasangan kabel
                                              pekerjaannya.            
       horizontal harus sejajar, tidak boleh saling mel4i.n tMasa.s ukkan kabel
                                              pancing    untuk         
                   5             6            menarik kabel            
     4                                                                 
                                           5. Sambung ujung kabel      
       Pada pekerjaan Penerangan dan Stop Kontak dalam pekerjaan Instalasi
                                              dengan ujung kawat       
    Listrik untuk Bangunan Gedung ini terdapat beberapa itemp-aintceimn gp,o kok kemudian
                                              tarik kawat pancing      
    pekerjaan, alat dan bahan seperti dapat dilihat pada ilustrasi berikut.
                                              untuk menarik kabel      
                  Metoda Pemasangan Instalasi Listrik 1                
                                              instalasi tersebut.      
                                           6. Potong kabel listrik     
                                              sesuai    dengan         
                                              kebutuhan                
                                           7. Hubungkan   jalur        
                                              instalasi    titk        
                                              peracabangan didalam     
                                              tee-dos, lalu tutup      
                                              sambungan dengan         
                                              menggunakan lasdop.      
                                           8. Marger   resistansi      
                                 9                                     
                                              kabel instalasi yang     
                     8                                                 
        7                                                              
                                              telah   terpasang,       
                                              termasuk  kualitas       
                                              sambungan pada tiap      
                                              tee-dos                  
                                           9. Setelah semua jalur      
                                              instalsi   selesai       
                                              dipasang dan hasil       
                                              marger diperoleh hasil   
                                              yang baik, rapikan       
                                              semua jalur instalasi    
                                              dan tutup semua tee-     
                                              dos yang ada.            
                                                     40 | P a g e      
    Urutan Pelaksanaan Instalasi Indoor :                              
    1. Masukkan Kawat pancingan ke dalam pipa Konduit sesuai groupnya. 
    2. Tarik Kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut.            
    3. Tandai kabel sesuai group dengan lakban & Spidol.               
                                                                       
    4. Sambungkan kabel hanya boleh pada Tee Dos dan dengan Las Dop.   
    5. Merger Kabel yang telah dipasang.                               
                                                                       
                                                                       
                                                                       
    Urutan Pelaksanaan Instalasi outdoor :                             
                                                                       
    1. Marking Jalur Instalasi.                                        
    2. Tandai Lokasi tiang lampu.                                      
    3. Gali jalur yang telah di marking.                               
    4. Gelar Kabel NYFBGY sesuai ukuran pada Shop Drawing sesuai groupnya.
    5. Timbun dengan Pasir.                                            
                                                                       
                                                                       
                                                     41 | P a g e      
    6. Urug Galian dengan tanah kembali                                
                                                                       
                                                                       
                                                                       
  b. PEMASANGAN ARMATUR/LAMPU                                          
    1. Pastikan instalasi listrik sudah terpasang dengan baik.         
    2. Marking lokasi penempatan armature pada celling sesuai dengan shopdrawing
       dan jenis lampu yang digunakan                                  
                                                                       
    3. Memotong celling yang telah demarking                           
    4. Bor lokasi tempat gantungan armature                            
    5. Pasang gantungan armatur                                        
    6. Sambungkan instalasi yang telah tersedia dengan armature        
    7. Pasang armature pada lokasi yang telah disiapkan pada celling dengan cara
       menggantungkan pada kawat gantungan                             
                                                                       
    8. Rapikan posisi armature dan kondisi celling                     
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
           1                                                           
                               2                      3                
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                 5                 6                   
           4                                                           
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
  c. Pemasangan Saklar Dan Stop Kotak                                  
  1. Marking jalur instalasi saklar dan stop kontak dengan level ketinggian dari
                                                                       
  lantai 150 cm untuk saklar dan 30 cm untuk stop kontak.              
                                                                       
  2. Cutter jalur marking yang yang telah dibuat dengan menggunakan mesin cutter.
  3. Bobok jalur instalasi saklar dan stop kontak                      
                                                                       
                                                                       
                                                     42 | P a g e      
  4. Pasang konduit dan inbow-dos                                      
                                                                       
  5. Tutup tembok jalur instalasi dengan plester kembali, serta bersihkan lokasi
    kerja.                                                             
  6. Pasang kawat pancing                                              
  7. Tarik kabel instalasi dengan kawat pancing.                       
  8. Potong kabel instalasi sesuai dengan kebutuhan                    
  9. Sambungkan instalasi kabel pada tee-dos, kemudian tutup sambungan dengan
                                                                       
    lasdop, lalu tutup tee-dos.                                        
  10. Lakukan test konektifitas sambungan dan tahanan isolasi kabel instalasi yang
    telah terpasang.                                                   
  11. Setelah hasil tes dinyatakan baik,pasangkan saklar dan stop kontak pada
    lokasi yang telah disediakan saat proses finishing telah selesai.  
                                                                       
                                                                       
  d. Pemasangan panel                                                  
   - Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata dan tidak
      miring.                                                          
   - Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai dengan
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
     kegunaannya dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang panel bagian
                                                                       
     atas dapat terlindung dari debu/kotoran. Khusus untuk kabel dengan Ø 16 mm2
     harus diberi sepatu kabel dalam panel.                            
   - Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya
     termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk
     memudahkan bila ada perbaikan instalasi.                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
   Metode pemasangan panel                                             
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     43 | P a g e      
   Material :                                                          
                                                                       
    -  Panel                                                           
    -  Dynabolt                                                        
    -  Bahan pondasi                                                   
                                                                       
                                                                       
   Peralatan :                                                         
    - Bor tangan                                                       
    - Kunci Pas. Obeng dll                                             
                                                                       
    - Waterpass                                                        
    Urutan pelaksanaan pemasangan                                      
    Panel Free Standing :                                              
    1. Pastikan pondasi panel telah di buat benar                      
    2. Marking lokasi penempatan panel                                 
                                                                       
    3. Bor lubang Dynabolt                                             
    4. Letakan panel di atas pondasi                                   
    5. Kencangkan baut dynabolt                                        
                                                                       
    Panel Semi Inbow :                                                 
    1. Marking lokasi panel dengan ketinggian rata atas 180 cm         
                                                                       
    2. Bobok dinding bata                                              
    3. Pasang dynabolt                                                 
    4. Pasang panel jika dinding sekeliling telah diplester/finish     
                                                                       
                                                                       
    Panel PUMT/PUTR                                                    
                                                                       
    1. Pastikan pondasi panel telah dibuat benar                       
    2. Marking lokasi penempatan panel                                 
    3. Bor lubang dynabolt sebagai penguat panel                       
    4. Tempatkan panel pada posisi yang telah ditentukan               
    5. Pasang dan kencangkan baut dynabolt                             
                                                                       
    6. Pasang semua aksesoris panel yang dibutuhkan                    
    7. Pastikan kabel Tray telah terpasangan dengan baik sesuai dengan kebutuhan
       yang tertera dalam shop drawing                                 
    8. Hubungkan kabel instalasi dengan panel                          
                                                                       
    Panel SDP :                                                        
                                                                       
    1. Pastikan kabel tray dan kabel instalasi telah terpasang dengan baik
    2. Marking penempata panel yang diperlukan, sesuai dengan shop drawing
    3. Pasang dudukan pemasangan panel                                 
    4. Pasang panel pada tempat yang telah disediakan                  
    5. Cek kelurusan panel terhadap dinding pemasangan panel dengan menggunakan
       waterpass.                                                      
                                                                       
                                                                       
    STANDAR DETAIL PEMASANGAN PANEL                                    
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     44 | P a g e      
    Pemasangan fitting dan armature                                    
                                                                       
     - Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar
       tidak terjadi bongkar/pasang armature.                          
     - Pemasangan saklar dan stop kontak                               
     - Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa
                                                                       
       gunakan cutter.                                                 
     - Pasang conduit dan inbow dos.                                   
     - Tunggu sampai plester dinding akhir.                            
                                                                       
     - Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.                   
     - Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.     
     - Testing                                                         
                                                                       
                                                                       
 6. PEKERJAAN PENANGKAL PETIR                                          
     Pekerjaan ini akan dilakukan oleh tim ME, yang pelaksanaanya akan bersamaan
   dengan pemasangan genteng, untuk menghindari rusaknya genteng akibat aktifitas
   pemasangan penangkal petir. Tombak penangkal petir akan dibuatkan dudukan
   sehingga diperoleh posisi sesuai gambar serta terjamin kekokohannya. Kabel BC
                                                                       
   50 down conductor mengikuti spesifikasi yang ada dan akan dipasang sesuai
   gambar yang akan berakhir dari kabel tersebut menuju grounding/ pentanahan
   pada lubang galian/mencapai kedalaman tertentu untuk menghasilkan tahanan
   minimal 0.5 ohm. Kabel BC down conduktor akan diklem untuk menghasilkan jalur
   yang rapih dan kuat, penyambungan kabel dihindari, jika dijumpai penyambungan
   akan menggunakan klem. Titik sambungan kabel dengan arde/pentanahan akan
                                                                       
   dibuatkan bak control dan penyambungan disini akan menggunakan klem. Jalur-
   jalur kabel mengikuti gambar dan pentanahannya akan memperhatikan kondisi
   lapangan.                                                           
   ❖ Lingkup Pekerjaan                                                 
      Penangkal petir menggunakan sistem Early Streamer dan harus dapat
    melindungi seluruh bangunan dari bahaya tersambar petir. Radius minimum yang
                                                                       
    dilindungi seperti ditunjukan dalam gambar perencanaan. Pekerjaan ini
    meliputi pengurusan perizinan dari badan/ lembaga yang berwenang, pengadaan
    bahan, peralatan, tenaga kerja, pemasangan, pengujian dan perbaikan selama
    masa pemeliharaan terhadap keseluruhan sistem penangkal petir.     
   ❖ Pekerjaan tersebut terdiri dari :                                 
                                                                       
     ➢  Terminal udara                                                 
     ➢  Penghantar pembumian (Down Conductor)                          
     ➢  Terminal dan elektroda pembumian                               
     ➢  Kotak sambung                                                  
                                                                       
   ❖ Pemasangan Penangkal Petir                                        
     ➢  Material yang digunakan : Konduit PVC, tiang penangkal petir, kabel
        coaxial/NYY/BC, copper rod, head penangkal petir.              
     ➢  Peralatan yang dipakai : Grounding test, tang, obeng, gergaji besi,
        bending konduit.                                               
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     45 | P a g e      
   ❖ Langkah pelaksanaan :                                             
                                                                       
     ➢  Tentukan lokasi grounding.                                     
     ➢  Pancang grounding dengan copper rod                            
     ➢  Buat bak kontrol.                                              
     ➢  Rangkai penangkal petir dengan lampu pada tiang penangkal petir
                                                                       
     ➢  Pasang penangkal petir pada lokasi sesuai gambar.              
     ➢  Sambung kabel coaxial dari penangkal petir dengan copper rod.  
     ➢  Finishing arsitektur.                                          
                                                                       
 7. PEKERJAAN GROUNDTANK, PEKERJAAN BAK LIMBAH/SUMPIT, PEKERJAAN RUMAH POMPA,
                                                                       
   PEKERJAAN SALURAN KELILING, PEKERJAAN MENARA AIR                    
    Pada tiap pekerjaan ini merupakan bagian dari pekerjaan yang telah 
    disebutkan diatas. Pekerjaan ini nantinya akan dilakukan diawal kegiatan
    dikarenakan dengan lokasi yang diluar bangunan utama sehingga tidak
    mengganggu tahapan pekerjaan lainnya. Sebagai kontrol pekerjaan ini adalah
    pelaksanaanya harus selalu meperhitungkan jalur, fungsi serta utilitas yang
                                                                       
    nantinya akan melewati/dipasang.                                   
                                                                       
 LINGKUP PEKERJAAN Sipil dan Arsitektur Demikian metode pelaksanaan ini dibuat
 sebagai gambaran/ilustrasi pelaksanaan dilapangan, adapun inovasi yang dapat
 dilakukan akan selalu ada pada saat pelaksanaan sebagai akibat improfisasi
 pelaksanaan. Percepatan pekerjaan akan selalu diutamakan untuk memperoleh target
                                                                       
 progres, karena analisa sangat dimungkinkan untuk melakukan percepatan-percepatan
 pada tiap lokasi, manuver-manuver pekerjaan serta alat bantu juga akan mendukung
 terhadap percepatan ini. Terima kasih                                 
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                     46 | P a g e
Tenders also won by CV Sentra Buana
Authority
17 July 2025Rehabilitasi Gedung Irna Fatmawati Rsud M. Yunus Kota BengkuluProvinsi BengkuluRp 10,000,000,000
9 May 2020Pengadaan Gedung Isolasi, Cerebrovaskuler Disease Dan Gedung ParkirKota BengkuluRp 8,500,916,000
11 March 2019Pembangunan Gedung Kuliah Pascasarjana Iain BengkuluKementerian AgamaRp 8,500,000,000
17 July 2023Rehabilitasi Sarana Dan Prasarana Kawasan Gedung Kejati BengkuluProvinsi BengkuluRp 4,490,000,000
1 August 2023Belanja Modal Pembangunan Gedung Rawat Inap (Lanjutan)Kota BengkuluRp 4,400,000,000
22 April 2024Rehabilitasi Penataan Kawasan Balai BuntarProvinsi BengkuluRp 4,000,000,000
14 May 2025Pengadaan Renovasi Gedung CathlabKota BengkuluRp 3,838,560,880
7 September 2023Rehab Dan Peningkatan Ruang Lab Kimia, Lab Biologi, Dan Lab Fisika Fmipa Universitas Bengkulu Tahun Anggaran 2023Kementerian Pendidikan dan KebudayaanRp 2,415,500,000
24 September 2016Sarana Pelataran Parkir Rsud Kota BengkuluLPSE Kota BengkuluRp 2,375,000,000
13 March 2015Pengembangan Fasilitas Ppi Pulau Baai BengkuluRp 1,919,000,000