| 0017595729311000 | Rp 12,088,834,692 | |
| 0841795511619000 | - | |
| 0804457232529000 | - | |
| 0016337339328000 | - | |
| 0032351421301000 | - | |
| 0019433028311000 | - | |
| 0018094565203000 | - | |
| 0210798070411000 | - | |
| 0947685533101000 | - | |
CV Putralaksanaperwira | 05*1**7****29**0 | - |
| 0012337242617000 | - | |
| 0019854348201000 | - | |
| 0945200376219000 | - | |
| 0312873110526000 | - | |
| 0868222126009000 | - | |
| 0012135323321000 | - | |
| 0809690829101000 | - | |
| 0019206986008000 | - | |
| 0931347314203000 | - | |
| 0756681003311000 | - | |
| 0535683122311000 | - | |
| 0953648102305000 | - | |
Berdikari Abadi | 00*0**6****14**0 | - |
CV Batu Beling | 08*6**6****19**0 | - |
| 0932245459442000 | - | |
| 0943084384323000 | - | |
PT Yura Mitra Mandiri | 09*8**2****07**0 | - |
| 0861300945027000 | - | |
| 0031410764325000 | - | |
| 0816128284023000 | - | |
| 0020295655101000 | - | |
| 0809093222822000 | - | |
| 0012169256422000 | - | |
Chanel | 00*8**4****21**0 | - |
PT Putra Irian Cahaya | 0720451814955000 | - |
| 0011016920203000 | - | |
| 0751478900328000 | - | |
Dubay Utama | 0030200737608000 | - |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - |
| 0315694687701000 | - | |
CV Khaira Berkah Konstruksi | 06*8**6****04**0 | - |
| 0021275086002000 | - | |
| 0032169278805000 | - | |
| 0018008854203000 | - | |
| 0032057259805000 | - | |
| 0813758067015000 | - | |
| 0949637946311000 | - | |
| 0711230243831000 | - | |
| 0764653473655000 | - | |
| 0711071829106000 | - | |
| 0949029565009000 | - | |
| 0210199626623000 | - | |
| 0022469191321000 | - | |
| 0024552820833000 | - | |
PT Sinar Inti Persada | 00*6**5****19**0 | - |
| 0710279878127000 | - | |
| 0316534981215000 | - | |
| 0032970493101000 | - |
METODE PELAKSANAAN
Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya,
aplikasi teknologi ini banyak diterapkan dalam metode – metode pelaksanaan
pekerjaan konstruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman,
sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi.
Sehingga, target 3T yaitu tepat mutu/kualitas, tepat biaya/kuantitas dan tepat
waktu sebagaimana ditetapkan, dapat tercapai.
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, adakalanya juga diperlukan suatu
metode terobosan untuk menyelesaikan pekerjaan lapangan. Khususnya pada saat
menghadapi kendala–kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak
sesuai dengan dugaan sebelumnya. Untuk itu, penerapan metode pelaksanaan
konstruksi yang sesuai kondisi lapangan, akan sangat membantu dalam penyelesaian
proyek konstruksi bersangkutan. Dan macam pekerjaan dalam konstruksi tersebut
dapat kita bedakan beberama macam diantaranya: Pekerjaan Administrasi, Pekerjaan
Tanah dan Struktur.
A. TAHAP-TAHAP PEKERJAAN
PEKERJAAN PERSIAPAN
Sebelum Pekerjaan Pokok surat proyek konstruksi dimulai, pekerjaan yang
pertama yang harus dilakukan adalah pekerjaan persiapan. Pekerjaan persiapan ini,
baik untuk proyek-proyek lainya, secara umum tidak banyak berbeda. Adapun
pekerjaan persiapan yang harus dilaksanakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi
ini meliputi :
Pekerjaan Persiapan Fasilitas Sementara
1. Pek. Administrasi
2. Pek. Cut and Fill
3. Pek. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
4. Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan
5. Air Kerja
6. SMKK
7. Papan Nama Proyek
Pekerjaan persiapan akan menentukan awal dengan pihak pimpinan proyek sebagai
owner dan MK sebagai Wakil dari owner dilapangan serta pihak bantuan Teknis.
Koordinasi ini sangat penting, mengingat waktu yang tersedia sangat terbatas.
Untuk penyediaan air kerja akan menggunakan sumur bor yang akan dibuat di
site atau dengan penyediaan reservoir sementara didalam lokasi proyek.
Penyedia Listrik kerja akan dilakukan dengan penyambungan baru dari PLN dan akan
dilakukan lebih awal yaitu pada saat pekerjaan persiapan dimulai.
Pekerjaan persiapan dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 7 hari dari
diserahkannya Surat Perintah Kerja dari Pemberi Tugas.
1 | P a g e
Pekerjaan ini diantaranya meliputi :
- Pekerjaan penyiapan sarana Penunjang/Oprasional proyek:
Pembuatan Direksi-keet dan Los Kerja dengan segala kelengkapnya, pemasangan
/pengadaan air bersih & listrik, MCK sementara, pengaturan lahan untuk lalu
lintas proyek dan penyimpanan material (Site Plan) serta pengadaan perlengkapan
kerja dan pengamanan.
- Pekerjaan Perijinan :
Pemasangan Papan Proyek, Penyampaian Pemberitahuan Pelaksanaan Kerja Kepada
Pemerintah Setempat, Instensi Terkait dan Direksi (Pengawas dan Pemberi tugas),
Penyeleseyan Proses Administrasi yang masih diperlukan dan Pengurus Ijin
Mendirikan bangunan.
-Mobilisasi Pekerjaan dan Peralatan :
Mendatangkan Pekerja ke lokasi, mengatur pematang gedung, tempat tinggal pekerja
dan area kerja. Mendatangkan peralatan yang diperlukan ke lokasi, mengatur
pematang peralatan dan penyimpanannya.
-Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang
• Gudang Material dan Peralatan
Bangunan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan material, seperti semen,
paku, serta material-material finishing lainnya. Sebagai tempat penyimpanan
material, harus memenuhi persyaratan antara lain :
• Kondisi harus dijaga agar tetap kering dan tidak lembab.
• Susunan dan pengaturan letak material yang disimpan terutama semen harus
diatur sedemikian rupa untuk penggunaan lebih awal.
Untuk material besi beton dapat ditempakan diluar bangunan dengan cara,
Tumpukan besi diberi alas/ganjal balok kayu, sehingga tidak langsung
bersentuh dengan tanah, iberikan penutup terpal diatasnya supaya terlindung
dari air hujan atau kelembaban, Penumpukan sesuai dengan diameter yang
seragam.
• Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan peralatan kerja yang ringan-
ringan seperti : genset, water pump portable, concrete vibrator, serta
peralatan-peralatan tukang ringan lainnya.
-Air Kerja dan Listrik Kerja
Kebutuhan air yang diperlukan dengan sumber PDAM/sumur bor selama masa konstruksi
antara lain digunakan untuk keperluan yang meliputi :
• Untuk perawatan beton (curing)
• Untuk MCK pekerja.
• Keperluan lokasi kerja lainnya.
2 | P a g e
- Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi menyangkut pembuatan kontrak, shop drawing dan kelengkapan
administrasi lainnya menyangkut proyek yang bersangkutan. Shop drawing menjadi
lampiran dari kontraktor untuk mengajukan permohonan pekerjaan untuk setiap
item pekerjaan. As Built Drawing merupakan gambar jadi dari suatu konstruksi
yang telah disetujui oleh Konsultan Supervisi dan akan dibukukan pada akhir
pelaksanaan proyek sebagai salah satu syarat utama untuk Serah Terima Pekerjaan
(PHO).
Sedangkan Dokumentasi proyek menyangkut foto pelaksanaan yang diambil pada
kondisi pelaksanaan sebelum dikerjakan (0%), saat pekerjaan dilaksanakan (±50%)
dan setelah pekerjaan selesai (100%) atau sesuai petunjuk dari Direksi/Pengawas
Pekerjaan.
PEKERJAAN PEMBERSIHAN LAHAN
Pembersihan lahan, Pengecekan dan pengukuran lokasi, Cut and Fill dengan Alat
Berat (Exavator), pengukuran dan pemasangan bouwplank.
a. Pembukaan lahan adalah proses pembersihan dan penyiapan lahan sebelum
dimulainya aktivitas pertanian, perkebunan, atau penambangan/pembangunan suatu
proyek konstruksi.
b. Metode
pembukaan lahan dengan menggunakan perlengkapan dan peralatan modern, tanpa
dilakukan proses pembakaran lahan. Land clearing dengan cara mekanis dapat
menggunakan alat bantu seperti berikut ini:
• Excavator(PC200), alat yang berfungsi untuk Cut dan fill pekerjaan tanah.
Penerapan land clearing dengan cara mekanis, zero burn ini, memiliki dua
kegiatan utama yaitu Pemotongan tanah dan pemadatan.
Teknik zero burn memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan teknik slash
and burn, terutama untuk menjaga kualitas lahan atau tanah di masa yang akan
datang. Berikut kelebihan lainnya yaitu:
❖ Mampu melindungi lapisan humus dan mulsa
❖ Mempertahankan kelembaban tanah
❖ Meningkatnya kesuburan tanah karena kandungan bahan organik tanah yang
juga meningkat
❖ Tidak menyebabkan timbulnya polusi udara akibat asap.Menjaga level pH
tanah.
3 | P a g e
PEKERJAAN TANAH
1. Pekerjaan Galian Tanah
Alat yang digunakan : Excavator dan dump truck, cangkul, sekop
dan alat lain yang diperlukan
Tenaga Kerja : Operator, Tukang batu dan Pekerja
Cara Pelaksanaan :
- Segala pekerjaan galian dilaksanakan sesuai dengan panjang, dalam,
kemiringan dan lengkungan sesuai dengan kebutuhan konstruksi atau
sebagainya ditunjukkan dalam gambar.
- Apabila tanah lapisan atas ternyata baik untuk digunakan sebagai lapisan
permukaan maka dapat dipergunakan untuk diatas.
- Pengurugan dan penggalian harus dilakukan sampai memperoleh peil-peil yang
dikehendaki, sesuai dengan gambar kerja.
2. Timbunan Tanah Dipadatkan
Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak
diperlukan harus dibuang. Bilamana tinggi timbunan satu meter atau kurang,
dasar pondasi timbunan harus dipadatkan (termasuk penggemburan dan pengeringan
atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm bagian permukaan atas dasar
pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan untuk timbunan yang ditempatkan
diatasnya.
Bilamana timbunan akan ditempatkan pada lereng bukit atau ditempatkan di atas
timbunan lama atau yang baru dikerjakan, maka lereng lama harus dipotong
bertangga dengan lebar yang cukup sehingga memungkinkan peralatan pemadat
dapat beroperasi di daerah lereng lama sesuai seperti timbunan yang dihampar
horizontal lapis demi lapis. Timbunan Tanah Harus dilakukan setiap lapisan per
20cm Setiap lapisnya.
Penghamparan timbunan tanah
- Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar
dalam lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi
tebal lapisan yang disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari
satu lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin dibagi rata sehingga
sama tebalnya.
- Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke
permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan.
Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan biasanya tidak diperkenankan,
terutama selama musim hujan.
- Penimbunan kembali di atas pipa dan di belakang struktur harus
dilaksanakan dengan sistematis dan secepat mungkin segera setelah
pemasangan pipa atau struktur. Akan tetapi, sebelum penimbunan kembali,
diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 8 jam setelah pemberian
adukan pada sambungan pipa atau pengecoran struktur beton gravity,
pemasangan pasangan batu gravity atau pasangan batu dengan mortar
gravity. Sebelum penimbunan kembali di sekitar struktur penahan
4 | P a g e
tanah dari beton, pasangan batu atau pasangan batu dengan mortar, juga
diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 14 hari.
- Bilamana timbunan akan diperlebar, lereng timbunan lama harus disiapkan
dengan membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan lereng
dan dibuat bertangga sehingga timbunan baru akan terkunci pada timbunan
lama. Selanjutnya timbunan yang diperlebar harus dihampar horizontal
lapis demi lapis sampai dengan elevasi tanah dasar, yang kemudian harus
ditutup secepat mungkin dengan lapis pondasi bawah dan atas sampai
elevasi permukaan jalan lama sehingga bagian yang diperlebar dapat
dimanfaatkan oleh lalu-lintas secepat mungkin, dengan demikian
pembangunan dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana diperlukan.
Pemadatan Tanah Timbunan Didatangkan
- Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memadai dan disetujui sampai
mencapai kepadatan yang disyaratkan. Pemadatan Menggunakan Mesin Stamper
250 Kg dan Kontraktor harus memastikan agar tanah padat merata.
- Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air
bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di
atas kadar air optimum. Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai
kadar air pada kepadatan kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah
dipadatkan sesuai dengan SNI 03-1742-1989.
- Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau lebih
setebal 20 cm dari bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu
yang lebih besar dari 5 cm serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada
bagian atas timbunan batu tersebut. Lapis penutup ini harus dilaksanakan
sampai mencapai kepadatan timbunan tanah yang disyaratkan.
- Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang
disyaratkan, diuji kepadatannya sebelum lapisan berikutnya dihampar.
- Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke
arah sumbu jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima
jumlah usaha pemadatan yang sama.
- Bilamana bahan timbunan dihampar pada kedua sisi pipa atau drainase beton
atau struktur, maka pelaksanaan harus dilakukan sedemikian rupa agar
timbunan pada kedua sisi selalu mempunyai elevasi yang hampir sama.
- Bilamana bahan timbunan dapat ditempatkan hanya pada satu sisi abutment,
tembok sayap, pilar, tembok penahan atau tembok kepala gorong-gorong,
maka tempat-tempat yang bersebelahan dengan struktur tidak boleh
dipadatkan secara berlebihan karena dapat menyebabkan bergesernya
struktur atau tekanan yang berlebihan pada struktur.
- Timbunan yang bersebelahan dengan ujung jembatan tidak boleh ditempatkan
lebih tinggi dari dasar dinding belakang abutment sampai struktur
bangunan atas telah terpasang.
5 | P a g e
- Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat
mesin gilas, harus dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur
tidak lebih dari 15 cm dan dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau
timbris (tamper)manual dengan berat minimum 10 kg. Pemadatan di bawah
maupun di tepi pipa harus mendapat perhatian khusus untuk mencegah
timbulnya rongga-rongga dan untuk menjamin bahwa pipa terdukung
sepenuhnya.
PEKERJAAN STRUKTUR
1. PEKERJAAN BORED PILE
Pekerjaan ini menggunakan system bored pile basah, sehingga memerlukan sumber
air yang banyak dan mesin pompa serta genset untuk menjaga adanya pemadaman
listrik. Sirkulasi air bersih dan lumpur/tanah pengeboran akan dibuat bak
penampung sehingga tidak menggangu aktivitas lain.
Pengerjaan pengeboran dengan metode Bored Pile adalah sebagai berikut:
1. Setting alat di titik pertama dan pembuatan bak sirkulasi air dan bak
lumpur.
2. Setelah hal tersebut sudah siap maka pengeboran di lakukan dengan rotary
drilling dynamo, Pipa bor 3 meteran dia 2,5 inchi dan Pondasi Bore Pile
Diameter 50cm Kedalaman 14m dengan Beton FC’ 31,2 MPa .
3. Proses pengeboran di lakukan dengan memasukkan air dari bak sirkulasi yang
di pompa dengan menggunakan pompa sedot/hisap 3 inchi ke dalam watersifel
yang di alirkan ke dalam pipa bor 2,5 “ kemudian air akan ke luar pada
ujung mata bor, air ini di gunakan untuk mempermudah proses pengeboran
sebagai pelunak tanah.
4. Bila lapisan tanah yang di bor adalah pasir, maka air di ganti dengan
cairan bentonite, namun melihat kondisi lapangan tanah jenis lempung,
sehingga bentonite tidak diperlukan.
5. Setelah lubang di bor sesuai dengan design atau mencapai tanah keras maka
lubang bor di bersihkan dari lumpur pekat atau gumpalan–gumpalan tanah
dengan menggunakan tabung pembersih dan dilakukan pembilasan melalui
pengaliran air yang terus menerus.
6 | P a g e
6. Setelah lubang bersih maka besi tulangan dapat di masukkan ke dalam lubang
dengan hati -hati dan di beri cetakan semen pada setiap sisi tulangan
untuk menjaga posisi tulangan tidak bersentuhan pada dinding tanah.
7. Kemudian proses pengecoran beton slump 10 ± 2 cm (sesuai dengan prosedur
pengecoran bored pile) dapat di lakukan dengan terlebih dahulu memasukkan
pipa tremi.
Ilustrasi pengeboran sebagai berikut :
2. PEKERJAAN BETON STRUKTUR
Pekerjaan sub struktur merupakan pekerjaan yang pada dasarnya terdiri atas
beberapa elemen struktur.
a. PEKERJAAN BETON FC’ 24 MPa (BESI, BEKISTING, DAN BETON)
Pekerjaan ini terdiri atas :
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembuatan beton Sloof, kolom, balok lantai,
pelat lantai, beton tangga, serta pekerjaan beton bertulang lainnya sehingga
menghasilkan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana.
Alat yang digunakan : Cangkul, sendok spesi, water-pass, palu,
gerobak dorong, ember cor, concrete mixer,
concrete vibrator , Lift material dan alat
lain yang di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang batu, Pekerja, tukang kayu,
tukang besi
Bahan : Split ½ dan 2/3, besi beton dan bendrat,
kayu, pasir, semen, air (sesuai spesifikasi)
7 | P a g e
CARA PELAKSANAAN
3.1 Pekerjaan Pembesian Besi Polos/Besi Ulir.
▪ Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan dipasang besi, dimensi,
panjang dan lebar, diameter, jenis besi, bentuk dan ketebalan
disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja dengan membuat
rencana pembesian (bestaat).
▪ Pasang besi beton sesuai design
▪ Panjang sambungan besi 30 s/d 40 x diameter.
▪ Jarak bersih antara besi terluar dan begisting 2.5 cm, sesuai gambar
▪ Ikatan bendrat harus kuat, tidak bergeser bila diketok
▪ Besi harus bersih, beton kering, oli dan material lain yang mengurangi
ikatan (bonding) antara besi dan beton.
▪ Pembuatan rangkaian besi dibantu dengan alat elektrik untuk mempercepat
proses
▪ Pada kondisi tertinggi, besi diangkut dengan hoist atau TC
3.2 Pekerjaan Bekisting Kayu
▪ Fabrikasi bekisting dilakukan diluar area setelah mendapatkan dimensi
yang akan dipasang, pemotonga bahan multiplek, kaso bahkan bekisting
fabrikasi dari hollow
▪ Panel Begisting, jarak stager/form work, jarak sekur-sekur penguat
diperiksa terlebih dahulu.
▪ Sambungan panel begisting harus rapat dan tertutup.
▪ Begisting harus diperiksa kevertikalan dan kelurusannya dengan lot dan
tarikan benang.
▪ Level begisting harus diperiksa dengan alat ukur/waterpass terhadap
level finish.
3.3 Pelaksanaan Cor Beton FC’ 24 Mpa
▪ Sebelum di cor, bekisting harus bersih dari sisa-sisa pekerjaan
sebelumnya atau kotoran-kotoran
▪ Material bekisting sudah dilapisi dengan oil bekas (non expose) dan
mold oil/sika form oil (expose) agar beton tidak melekat pada cetakan
dan mudah dibuka, untuk begisting bekas yang akan dipakai ulang harus
dirawat sehingga layak digunakan.
8 | P a g e
▪ Stek untuk penulangan lantai diatasnya, panjang stek diatas lantai
minimal 48 kali diameter, diperuntukkan pada penyambungan kolom lantai
2 pada pekerjaan tahap, berikutnya.
▪ Pengatur jarak selimut beton harus terpasang pada tempatnya, dan batas
ketinggian cor harus ditandai dengan jelas.
▪ Alat kerja berupa mesin pengaduk, sekop, takaran material, dan alat
pengangkutan adukan beton harus dalam kondisi siap pakai dan telah
disiapkan cadangannya.
▪ Pengadukan dilakukan dengan mesin pengaduk, untuk mendapatkan beton
yang homogen. Adukan diangkut ke tempat penuangan sebelum semen mulai
berhidrasi dan selalu dijaga agar tidak ada bahan-bahan yang tumpah
atau memisah dari campuran.
▪ Pemadatan beton manual dengan ditusuk tidak boleh mencapai ketebalan
25 cm. Pemadatan dengan alat getar tidak boleh menyentuh begisting dan
atau tulangan.
3.4 Pembongkaran Bekisting dan Perawatan Beton
▪ Untuk menentukan berapa lama bekisting dapat di bongkar tanpa
menimbulkan crack atau lendut pada balok atau lantai beton tentunya
harus melalui prosedur ijin bongkar dari konsultan serta hasil
analisa statik terhadap umur beton.
▪ Waktu yang tepat untuk melakukan bongkaran bekisting tentunya
tergantung pada bagian struktur beton dan kelas beton yang digunakan
serta metode bongkaran yang digunakan. Contohnya Bongkaran pada kolom
beton bisa dilakukan 8-12 jam setelah pengecoran, kemudian pada
Lantai dengan sistem balok, bekisting slab beton boleh lebih dulu di
bongkar pada umur beton minimal 6-7 hari dengan syarat langsung di
skoring atau di tumpu oleh pipa support pada jarak tertentu,
sementara baloknya di bongkar pada umur 10 hari.
▪ Pada intinya semua itu perlu di lakukan analisa statik, dengan
memasukan umur beton pada saat bongkaran akan dilakukan.
▪ Sebelum memulai pekerjaan ini, harus disiapkan rencana kerja
pembongkaran begisting dan perawatan.
▪ Pembongkaran harus bertahap, sehingga tidak menimbulkan beban kejut
pada struktur, alat yang digunakan untuk membongkar begisting tidak
boleh merusak permukaan beton.
▪ Beton harus dilindungi dari pengaruh panas ekstrim, hingga tidak
tekjadi penguapan cepat, dengan cara membasahi dengan waktu tertentu.
▪ Beton harus dibasahi paling sedikit selama 1 hari setelah pengecoran
9 | P a g e
PEKERJAAN ARSITERTUR
1. PEKERJAAN BATU BATA
Alat yang digunakan : Cangkul, sendok spesi, waterpass, palu
dan alat lain yang di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang batu, Pekerja
Bahan : Batu bata, pasir, semen, air (Sesuai
dengan spesifikasi)
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan dipasang, dimensi
lebar, panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada pada
gambar kerja.
- Campuran spesi yang dipakai 1 : 4
- Pengaduk spesi harus dilakukan dengan mesin pengaduk spesi/mixer.
- Bata harus direndam/disiram agar jenuh air agar tidak menyerap air
dari campuran.
- Pemasangan batu bata dilakukan lapis demi lapis dengan menggunakan
komposisi adukan yang ditentukan pada gambar kerja, diikuti dengan cor
kolom praktis.
- Balok dinding batu bata yang luasnya lebih besar dari 12 m2
ditambahkan kolom praktis atau balok latei.
- Kolom praktis di cor pada setiap ketinggian 1 m (untuk pasangan bata
yang luasannya lebih dari 12 m2 harus ada pasangan kolom praktis/balok
latei)
- Setelah batu bata terpasang, nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm
dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.
10 | P a g e
Curing Air Pasangan Bata
2. PEKERJAAN PLESTER DAN ACIAN
Alat yang digunakan : sendok spesi, mesin plester (kompresor)
Tenaga Kerja : Tukang batu, Pekerja
Bahan : Pasir, semen, air (Sesuai dengan
spesifikasi)
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan diplester, dimensi
tebal panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada.
- Pembuatan campuran harus menggunakan mesin pengaduk (mesin molen) dan
peralatan yang memadai menggunakan campuran 1 : 4. Membuat campuran
plesteran tanpa mesin pengaduk dilaksanakan sesuai petunjuk direksi.
- Pelaksanaan plesteran dilaksanakan setelah pemasangan batu bata
berumur ±2 minggu.
- Sebelum memulai pekerjaan plester, pekerjaan pipa-pipa dan conduit
mekanikal dan elektrikal harus sudah selesai.
- Pemasangan pipa-pipa dan conduit harus cukup dalam dan kuat tertanam
sehingga tidak menimbulkan retak pada plesteran yang ada.
- Permukaan dasar harus dibersihkan sampai benar-benar siap untuk
dilakukan pekerjaan plesteran.
- Seluruh permukaan untuk plesteran harus cukup basah tetapi tidak
sampai jenuh. Plesteran dilakukan apabila permukaan air terlihat sudah
lenyap/kering kembali.
- Untuk mencegah pengeringan yang bersifat sementara, penempelan
campuran maksimum 2,5 jam setelah proses pencampuran.
- Plesteran harus lurus, sama rata maupun tegak lurus.
11 | P a g e
- Membuat kepala plesteran untuk mendapatkan permukaan yang rata dan
ketebalan yang sesuai dengan disyaratkan.
3. PEKERJAAN PLESTER CIPRAT
Alat yang digunakan : sendok spesi, mesin plester (kompresor)
Tenaga Kerja : Tukang batu, Pekerja
Bahan : Pasir, semen, air (Sesuai dengan
spesifikasi)
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan diplester, dimensi
tebal panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada.
- Pembuatan campuran harus menggunakan mesin pengaduk (mesin molen) dan
peralatan yang memadai menggunakan campuran 1 : 2. Membuat campuran
plesteran tanpa mesin pengaduk dilaksanakan sesuai petunjuk direksi.
- Pelaksanaan plesteran dilaksanakan setelah pemasangan batu bata
berumur ±2 minggu.
- Sebelum memulai pekerjaan plester, pekerjaan pipa-pipa dan conduit
mekanikal dan elektrikal harus sudah selesai.
- Pemasangan pipa-pipa dan conduit harus cukup dalam dan kuat tertanam
sehingga tidak menimbulkan retak pada plesteran yang ada.
- Permukaan dasar harus dibersihkan sampai benar-benar siap untuk
dilakukan pekerjaan plesteran.
- Seluruh permukaan untuk plesteran harus cukup basah tetapi tidak
sampai jenuh. Plesteran dilakukan apabila permukaan air terlihat sudah
lenyap/kering kembali.
- Untuk mencegah pengeringan yang bersifat sementara, penempelan
campuran maksimum 2,5 jam setelah proses pencampuran.
- Plesteran harus lurus, sama rata maupun tegak lurus.
12 | P a g e
- Membuat kepala plesteran untuk mendapatkan permukaan yang rata dan
ketebalan yang sesuai dengan disyaratkan.
4. PEKERJAAN WATERPROOFING
Waterproofing atau pelapis anti bocor merupakan bahan pelapis yang elastis
dan digunakan pada suatu permukaan agar tahan air dan tidak bocor atau
merembes. Waterproofing sangat tepat digunakan untuk rembesan pada dak beton,
kebocoran pada papan fiber semen, seng galvanis, karpet talang serta keretakan
pada nok, genteng dan dinding.
Agar pengaplikasiannya lebih tepat dan sesuai dengan permukaan yang akan
dilapis, perlu diketahui berbagai jenis waterproofing yang tersedia di pasaran
saat ini, berdasarkan bahan dasar pembuatannya:
- Waterproofing berbasis cementitious (semen) cocok untuk area yang selalu
terendam air seperti kolam renang dan kamar mandi, tapi tidak ready for
use (aplikasi tidak praktis), tidak bisa dibuat berwarna, dan harus
dicampur dan diaduk dulu baru diaplikasikan. Adukan harus dipakai habis
karena akan mengeras. Contoh : Sikatop 105 waterproofing mortar. Ada pula
waterproofing yang harus dicampur dulu dengan semen.
- Waterproofing berbasis elastomeric, (polimer) cocok untuk ruang luar
karena lebih elastis (elongesitas tinggi), ready for use, UV resistance,
bisa aneka warna, tapi kurang kuat untuk bagian bangunan yang terkena air
terus menerus. Contoh Aquaproof, Sika Rain Tite, Masterproof.
- Pengaplikasian waterproofing seperti pada aplikasi cat yaitu dengan cara
dioleskan minimal dua kali bolak balik pada lokasi yang mengalami
kebocoran. Aplikasinya sebagai berikut:
- Encerkan terlebih dahulu waterproofing dengan 10% air, lalu oleskan.
- Setelah itu lakukan olesan kedua tanpa perlu diencerkan dengan air.
Pengolesan kedua dilakukan dengan arah berlawanan dengan tujuan agar
terbentuk serat.
13 | P a g e
WaterProfing Membrane Bakar (Single Layer)
Pelaksaaan :
1. Bersihkan permukaan area struktur, area yang akan di waterproofing harus
dipastikan benar – benar bersih dari butiran pasir dan debu karena dapat
merusak kualitas membran. Pastikan proses ini dilakukan dengan benar dan
teliti agar mempermudah dalam proses dan tahap lanjutannya.
2. Lapisi permukaan dari area struktur dengan primer coating secara merata dan
oleskan juga dinding yang terdapat pada area rencana setinggi 20 cm.
3. Periksa kembali lapisan primer coating dengan seksama untuk memastikan bahwa
tahapan ini telah dilakukan dengan teliti dan tidak ada yang terlewat.
4. Pasang material membran bakar diatas seluruh permukaan beton dan pastikan
kembali membran terpasang sempurna dan tidak ada bagian yang tidak merekat.
5. Lakukan tes awal dengan cara membuat genangan air dan biarkan selama minimal
1×24 jam.
6. Jika ketinggian air tidak berkurang, maka proses waterproofing dianggap
berhasil, namun jika ternyata ketinggian air berkurang maka harus dicari letak
titik kebocoran pada area struktur dan segera lakukan perbaikan.
7. Tahapan terakhir adalah proses screed penutup waterproofing, untuk pengerjaan
toilet langsung bisa ditutup oleh screed dengan ketebalan 2 – 5 cm, sedangkan
untuk jenis pengerjaan saluran air sebaiknya dilapisi dahulu dengan kawat ayam
kemudian baru lakukan proses screed dengan ketebalan 2 – 3 cm yang dilanjutkan
proses finishing dengan menggunakan lapisan acian.
5. PEKERJAAN LANTAI
Pekerjaan ini terdiri atas:
Alat yang digunakan : cangkul, sendok spesi waterpass, palu, gerobak dorong,
ember
cor, dan alat lain yang di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang keramik, Pekerja
Bahan : Granite tile
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan bagian-bagian mana yang akan di pasang, panjang dan
lebar, dan ketebalan disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja.
- Pekerjaan pemasangan ini dilakukan dengan rapi sehingga didapatkan hasil
pasangan yang rapi dan sesuai dengan gambar.
- Kepalaan keramik harus dibuat pada dua arah dengan bantuan alat ukur.
- Pemotongan keramik harus menggunakan alat yang sesuai agar menghasilkan hasil
potongan yang rata, tidak berigi.
- Keramik boleh digrouting. Warna grouting harus seragam, halus dan tanpa
celah, bila perlu digunakan alat bantu untuk meratakan grouting. Tepi dinding
diberi sealent atau dibiarkan saja tanpa grouting untuk ruang muai/susut.
14 | P a g e
- Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir untuk
menghindari kerusakan akibat pekerjaan lain yang belum selesai.
- Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik harus bersih, cukup kering
& rata
- Tentukan kepalaan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/ tangga/dinding
yang ada. Pemasangan keramik lantai dan dinding dimulai dari kepalaan ini.
- Sebelum dipasang, keramik lantai/dinding agar direndam dalam air dahulu
- Setiap jalusi pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air
- Adukan semen untuk pemasangan keramik/granite harus penuh, baik permukaan
dasar maupun belakang keramik/granite tile lantai atau dinding yang terpasang.
Perbandingan adukan dan ketebalan sesuai spesifikasi
- Khusus untuk dinding luar, harap diberi tali air per jarak tertentu dengan
mempertimbangkan designnya agar tidak menerima beban terlalu berat
- Bersihkan segera bekas kotoran dari permukaan keramik, dapat digunakan bahan
pembersih yang ada dipasaran dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %, setelah
itu segera dibersihkan dengan air bersih
- Karena sifat alamiah dari produk keramik yang disebabkan proses pembakaran
pada temperatur tinggi, dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran, untuk itu
periksa dan pastikan keramik yang akan dipasang mempunyai warna dan ukuran
yang sama (sortir)
Urutan Pekerjaan :
❖ Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan
digunakan.
❖ Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain-lain.
❖ Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman :
ukuran/dimensi, presisi, warna.
❖ Keramik lebih dahulu direndam kira-kira 1 jam dalam
bak air.
15 | P a g e
❖ Keramik dianginkan dengan diletakkan pada dudukan setelah direndam.
❖ Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai, penentuan peil ini untuk
seluruh kesatuan.
❖ Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada
shop drawing. Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada
adalah dinding keramik, maka kedudukan nad lantai harus disesuaikan dengan
yang ada pada dinding.
Benang Horisontal
Benang Vertikal
❖ Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan, sepanjang garis dasar yang telah
terpasang.
Benang Horizontal
Kepalaan Vertikal
Benang
Vertikal
Kepalaan Horizontal
❖ Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan
waterpass.
16 | P a g e
Benang Horizontal
Waterpass
Kepalaan Vertikal
Benang
Adukan / Spesi
Vertikal
Kepalaan Horizontal
❖ Isi bagian/daerah permukaan lantai yang lainnya dengan adukan/spesi.
❖ Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai selesai,
usahakan supaya tidak ada las-lasan.
❖ Jika keramik sudah terpasang, ketuk permukaan keramik dengan palu karet untuk
meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak/cacat.
❖ Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
❖ Bersihkan permukaan pas. keramik yang terpasang dengan kain/lap basah sampai
bersih.
Kain / Lap
Basah
Keramik
❖ Setelah adukan rata, isi sela-sela nad dengan bahan cor nad dengan
menggunakan sendok spesi (sekop). Pengisian nad dilakukan apabila kedudukan
keramik telah kuat atau spesi telah kering.
❖ Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.
Cape Pasang
Nad an
KeramikK erami
k
❖ Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar-benar kering.
❖ Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah dipasang nad
dari sisa-sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain basah sampai bersih.
Kain /
Lap
Basah
Pasangan
Keramik
17 | P a g e
6. PEKERJAAN LANTAI KARPET
Sebelum pekerjaan finishing lantai dilakukan, maka :
a. Kontraktor wajib mengadakan penelitian terhadap kemiringan lantai agar
sesuai gambar rencana.
b. Pekerjaan finishing lantai karpet tidak boleh dimulai sebeium seluruh
pekerjaan lantai beton, plafond dan dinding-dinding selesai dikerjakan.
c. Pekerjaan dan bahan-bahan untuk hal ini terlebih dahulu harus mendapat
persetujuan dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK), Pemberi Tugas dan
Perencana.
d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pemborong diwajibkan untuk mengajukan gambar
kerja pelaksanaan.
Pekerjaan karpet dilakukan dengan metode sebagai berikut :
a. Permukaan dasar lantai karpet adalah plaster,(leveling mortal) harus
cukup, rata dan datar.
b. Karpet pada dasarnya tidak memerlukan perekat, lem akan memperkuat
pemasangan karpet, diperlukan untuk pemasangan pada pintu masuk ruangan
dan pada pertemuan lantai dengan dinding. Dalam penggunaannya
semprotkan lem dan pada permukaan lantai dengan permukaan bawah.
c. Pemasangan karpet harus dilaksanakan sendiri oleh suppliernya, sebagai
orang yang ahli di dalam bidang tersebut.
d. Hasil pemasangan karpet harus rata, kuat dan tidak menggelembung.
Sambungan-sambungan yang terjadi harus rapi dan tidak terlihat.
e. Setelah pemasangan. seluruh karpet harus dibersihkan dan slap untuk
dipakai, Pelaksana bertanggung jawab atas kerusakan-kerusakan yang
terjadi.
7. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA ALLUMUNIUM
Pintu, Kusen dan Jendela merupakan komponen penting dalam sebuah
bangunan. Pada proyek-proyek besar biasanya mempunyai jumlah pintu yang
banyak, sehingga pelaksanan pekerjaan ini dilapangan memerlukan metode
pelaksanaan yang tepat. Adapun metode pelaksanaan pekerjaan pintu, kusen dan
jendela, adalah sebagai berikut :
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan
jendela aluminium.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame,
hardware, sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda,
bor,gergaji, waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant,
selang air, cutter, dll.
Pengukuran
- Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan
18 | P a g e
dipasang kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau
belum.
Fabrikasi kusen alumunium
- Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan
apabila ada perbaikan.
- Alumunium dipotongdan di sambung/dirangkaimenggunakan sekrup galvanis.
- Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan
protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu
pemasangan.
Pemasangan kusen alumunium dan frame
- Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan
siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan
dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.
- Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan
kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak
lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan
tahan lama.
- Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di
isi silicone sealant.
- Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen
dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
- Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan
tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.
- Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas,
apabila lokasi pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada
lagi pekerjaan yang dapat merusak aluminium tersebut.
19 | P a g e
8. PEKERJAAN PLAFOND
Persiapan :
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafond gypsum .
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan material kerja, antara lain : gypsum board GRC board, list gypsum,
hollow 2/4 dan 4/4, sekrup gypsum, textile tape, compound, air, dll.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran,
schafolding, gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter,
selang dan air.
Pengukuran :
- Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu
menggunakan selang air.
- Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding
atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
Pasang rangka hollow
- Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah
20 | P a g e
pemasangan rangka hollow pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap
plofond.
- Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke plat
betondengan menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka
hollow dengan menggunakan sekrup gypsum.
- Penempatan jarak rangka hollow maksimum berjarak 60 cm.
- Setalah semua rangka hollow terpasang, lakukan perataan (leveling)
dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa
dimatikan.
Pemasangan plafond gypsum
- Setelah rangka hollow terpasang dengan benar, rata dan kuat serta
instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran gypsum dapat mulai
dipasang.
- Untuk gypsum , pertemuan diatur secara menyilang.
- Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar,
sehingga kepala sekrup hanya masuk sedikit kedalam permukaan lembaran
gypsum .
- Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran gypsum
sebelum menjalankan mesin bor untuk memasukkan sekrup.
- Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal
30 cm.
- Setelah lembaran gypsum terpasang semua, cek leveling permukaan
plafond.
Finishing plafond gypsum
- Untuk gypsum , sambungan antara pertemuan diberi textile tape dandi
compound kemudian digosok dengan ampelas untuk mendapatkan permukaan
yang rata/flat.
- Tutup semua kepala sekrup dengan compoundlalu gosok dengan ampelas
halus.
- Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list
plafond gypsum. Untuk List plafond gypsum dipasang pada pertemuan
antara dinding dan plafond dengan perkuatan menggunakan compound jenis
casting + lem.
Pemasangan Plafond WPC :
- Letakkan joist di atas bantalan beton
- Beri jarak 10 mm dari pangkal joist (tidak boleh menempel langsung
dengan dinding)
- Jarak antar joist adalah 350 mm (as ke as) maksimal, dan untuk
sambungan doble joist.
- Bor joist hingga menembus ke beton bantalan
- Masukkan Fischer ke dalam lubang yang dibuat
- Letakkan kembali joist di atas bantalan beton
21 | P a g e
- Pasang screw sedemikian rupa hingga joist terpasang kuat di atas
bantalan beton
- Pastikan joist terpasang kuat, rigid, dan tidak goyang
- Letakkan papan decking WPC di atas joist dengan posisi melintang
- Letakkan papan decking WPC berikutnya dan masukkan plastic clip ke
dalam ruang di antara dua papan decking WPC. Jumlah plastic clip sama
dengan jumlah joist
- Screw plastic clip hingga papan decking terkunci dengan joist
- Lakukan hal yang sama sampai semua decking WPC terpasang
9. PEKERJAAN ATAP
Pas. Rangka atap baja
Alat yang digunakan : Bor, pick up, tali, pale, screw dan alat lain yang
di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang, Pekerja
Bahan : Atap Menggunakan Spandek Pasir Tebal 3.5mm
Cara Pelaksanaan :
- Mengidentifikasikan ukuran bangunan yang akan dipasang rangka baja, dimensi
panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar kerja
pabrikan.
- Reng dipasang menggunakan baut mur pada jarak tertentu sesuai jenis genteng
dan sesuai dengan detail sambungan.
- Pelaksanaan pekerjaan rangka atap dilakukan mengunakan bahan/propil yang
ditentukan pada gambar kerja dan spesifikasi teknik.
- Sebelum pekerjaan pemasangan dilaksanakan diajukan gambar shop drawing
untuk disetujui oleh konsultan pengawas, harus sudah benar-benar sesuai
dengan gambar kerja dan spesifikasi.
- Pemasangan genteng metal harus sesuai dengan syarat-syarat yang dibuat oleh
pabrik pembuat tersebut.
- Pada nok, jurai, pemotongan harus rapi menggunakan alat khusus
- Pekerjaan pemasangan rangka atap dilakukan dengan rapi sehingga didapatkan
hasil yang rapi dan sesuai dengan gambar
10. PEKERJAAN REALLING TANGGA
Ruang Lingkup pekerjaan ini :
- Pemasangan Railing tangga stainless steel
Alat yang digunakan : Mesin potong, gerinda, Mesin Las, Argon, Amplas dan
alat
lain yang diperlukan
Tenaga Kerja : Tukang Batu, tukang besi konstruksi, Pekerja,
Bahan : Pipa stainles steel, Ring, Hollow
Cara Pelaksanaan :
- Setting out dan memastikan gambar yang direncanakan
22 | P a g e
- Pengukuran railing tangga setelah pasangan lantai tangga selesai untuk
mendapatkan ukuran yang akurat, dari ukuran batang utama, pengisi dan
tiang penyangga/dudukan
- Fabrikasi railing sesuai spesifikasi teknis
- Pemasangan dengan mendahulukan penyangga utama diikuti dengan bahan
railing pengisi
11. PEKERJAAN PASANGAN KERAWANGAN BESI TEMPAH
Kerawangan Besi Tempah adalah panel berlubang-lubang sejenis ayour relief
(seni ukir tembus) yang berfungsi sebagai sekat, ventilasi udara ataupun
pencahayaan alami. Pada perkembangannya fungsi krawangan lebih ditujukan
sebagai ornamen arsitektural untuk menampilkan keindahan fasade maupun
ornamen dekoratif pada interior bangunan.
Material yang digunakan yaitu,
1. Kerawangan Besi Tempah Besi Motif sesuai gambar.
2. Finishing cat Besi
Peralatan yang digunakan yaitu,
11. Chain block atau kerekan
12. Scaffolding
13. Alat Las
14. Peralatan Bantu Tukang Lainnya.
Tahapan Pelaksanaan yaitu,
1. Persiapkan Kerawangan Besi Tempah yang akan dipasang dengan design yang
sesuai dengan gambar kerja.
2. Persiapkan perlengkapan yang akan digunakan untuk memasang Kerawangan
Besi Tempah.
• Chain block atau kerekan yang dilengkapi tali tambang. Pemasangan
alat ini diusahakan bersifat portabel/ mudah untuk dipindahkan.
23 | P a g e
• Scaffolding, Alat bantu ini disusun sedemikian rupa dengan estimasi
jarak yang tidak mengganggu proses pemasangan Kerawangan Besi Tempah,
yaitu sekira 50 cm dari tempat pemasangan.
• Electric drill (jika dibutuhkan) untuk mengunci mur baut sebagai
penguat mur saat pemasangan rangka besi atau pun Kerawangan Besi
Tempah.
3. Setelah perlengkapan sudah dipersiapkan, diharapkan kepada kontraktor
agar pastikan sekali lagi bahwa Kerawangan Besi Tempah yang akan dipasang
sudah tepat posisi (tidak salah penempatan).
4. Kerawangan Besi Tempah dinaikkan/diangkat/ditempatkan sesuai posisi yang
diinginkan dengan menggunakan kerekan dan bantuan tali tambang untuk
menghindari benturan dengan bangunan atua benda lain sehingga tidak
merusak bentuk Kerawangan Besi Tempah ataupun benda disekitarnya.
5. Setelah Kerawangan Besi Tempah sudah ditempatkan di posisi yang tepat,
pasangan bisa disipat menggunakan bantuan lot gantung untuk memastikan
tingkat lurus dan tidaknya Kerawangan Besi Tempah. Jika sudah jelas
lurus dan tidak ada masalah, maka Kerawangan Besi Tempah bisa dikancing
dengan sistem pengelasan ke dinding tumpuan.
6. Setelah lurus dan selesai melakukan pengelasan, proses terakhir adalah
melakukan pekerjaan finishing pengecatan besi pada Kerawangan Besi
Tempah.
7. Diharapkan kepada kontraktor untuk melakukan pekerjaan dengan rapi.
12. PEKERJAAN TERAKOTA
bata ekspose terbuat dari tanah liat namun seiring dengan
perkembangan dunia konstruksi, bata ekspose / bata timbul saat ini ada juga
yang terbuat dari gypsum. Dari berbagai jenis bata ekspose yang ada,
masyarakat secara umum menggunakan jenis Bata Terakota. Bata ekspose
terakota memiliki tampilan desain yang klasik. Bata tempel / bata ekspose
terakota memiliki tekstur yang paling halus dengan bentuk bata yang presisi.
Tahap Pelaksanaan :
▪ Langkah awal tentukan ukuran bidang yang akan dipasang bata tempel /
bata ekspose.
▪ Lakukan proses ketrik pada dinding yang telah di aci agar pasangan
bata tempel / bata ekspose merekat sempurna.
▪ Bersihkan dinding dari serpihan material, debu dan kotoran.
▪ Setelah itu, tentukan ukuran peletakkan bata tempel / bata ekspos
untuk menentukan jarak pemasangan bata tempel / bata ekspos secara
keseluruhan.
▪ Campurkan secukupnya Top Mortar Plester & Pasangan Bata ke dalam
ember berisi air, kemudian aduk hingga merata.
▪ Gunakan sendok semen untuk mengoleskan adukan Top Mortar ke bata lalu
tempelkan pada dinding.
▪ Saat proses pemasangan bata tempel / bata ekspose pada dinding,
24 | P a g e
sebaiknya dilakukan secara perlahan serta berhati - hati untuk hasil
pemasangan yang rapi.
▪ Pukul secara perlahan bata ekspose saat menempelkannya pada dinding
agar bata merekat di dinding dengan sempurna.
13. PEKERJAAN COATING TERAKOTA
Pelaksanaan Pekerjaan:
▪
Bersihkan dinding atau bidang yang mau dicoating dari kotoran debu,
bekas semen, lumut dan lain-lain.
▪
Proses coating dilakukan pada saat cuaca cerah
▪
Dengan menggunakan Kuas cat dipoles pada bidang
▪
Proses Kuas diulang lagi pada saat kering sampai mendapatkan hasil yg
maksimal
14. PEKERJAAN PASANGAN BACKDROP
Pasangan Backdrop
Material/Bahan:
▪ Rangka dari masing-masing bagian dan ukuran dalam keadaan
terpisah/lepas
▪ Multiplek Palm : Rangka 18 dan Penutup 9 mm
▪ Finishing WPC
Pelaksanaan:
1. Pemasangan
a. Rangka Partisi
Rangka Utama/Struktural
Pasangkan rangka utama struktural arah vertikal setiap jarak 60 cm
menerus dari bawah sampai atas setinggi partisi dan berikan
pengikat struktural pada bagian dasar (plat lantai bawah) dan
puncak (plat lantai atas) untuk mengangkurkan partisi pada lantai
dan langit-langit.
b Rangka Pembagi/Sekunder
Pasangkan rangka pembagi/sekunder setiap jarak 60 cm arah
horizontal dan vertikal mengisi bidang rangka utama.
c Pengikatan Rangka
Angkurkan rangka utama sisi tepi pada dinding atau kolom dan
pengikat bawah (bottom runner) pada lantai. Untuk pengikat atas (top
runner) diperlakukan sebagai balok ang dijepit pada tumpuan di kedua
ujung dari bentangan bidang partisi.
d Kualitas Pemasangan
Pasangkan rangka secara baik, rata permukaan, kokoh dan sesuai
dengan perencanaan. Kualitas pemasangan ini harus mendapatkan
persetujuan dari Pengawas.
e. Pembersihan dan Perlindungan
25 | P a g e
Segera lakukan pembersihan terhadap bagian-bagian/permukaan-
permukaan yang terkena bahan Kotoran, tetapi tidak dikehendaki
atau diperkirakan akan menimbulkan tonjolan-tonjolan pada
pekerjaan finishing. Sebelum finishing dilaksanakan maka permukaan
partisi harus dijaga terhadap benturan-benturan benda keras.
15. PEKERJAAN PEMASANGAN ACP (Alumunium Composite Panel)
a. Persiapan
1. Periksa semua ukuran di gambar kerja dan disesuaikan dengan kondisi
dilapangan sebelum dilakukan penyetelan. Setiap terdapat perbedaan
segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat
perbaikan.
2. Untuk mendapat ukuran yang tepat, Pelaksana Pekerjaan harus datang
kelapangan dan melakukan pengukuran.
3. Untuk mendapat hasil yang baik, pembuatan/ penyetelan harus dilakukan
dipabrik secara maksimal dan siap pasang di lapangan
4. Material Menggunakan Rangka Modul 60x60cm
c. Pelaksanaan :
1. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan. Pastikan memiliki cukup
jumlah ACP, sekrup, bingkai aluminium (jika menggunakan sistem
baki), serta alat-alat seperti bor, gunting, dan obeng.
2. Siapkan subtruktur bangunan. Pastikan bahwa subtruktur bangunan
telah diperiksa dan memenuhi persyaratan teknis sebelum memasang
ACP. Pastikan bahwa subtruktur dalam kondisi baik dan cukup kuat
untuk menahan berat ACP.
3. Potong ACP ke ukuran yang diinginkan. Gunakan gunting atau mesin
pemotong untuk memotong ACP sesuai ukuran yang dibutuhkan.
4. Pasang bingkai aluminium (jika menggunakan sistem baki). Pasang
bingkai aluminium pada subtruktur bangunan dengan sekrup, dan
pastikan bingkai diletakkan dengan benar dan sejajar.
5. Tempatkan ACP pada substruktur. Jika menggunakan sistem kaset,
pasang panel ACP ke substruktur dengan sekrup. Jika menggunakan
sistem baki, tempatkan panel ACP di atas bingkai aluminium dan
pasang dengan sekrup.
6. Pastikan ACP terpasang dengan rapi. Pastikan bahwa ACP dipasang
dengan benar dan sejajar dengan bingkai atau substruktur. Pastikan
juga bahwa sekrup telah dipasang dengan benar dan tidak terlalu
kencang atau terlalu longgar.
7. Selesaikan finishing. Setelah ACP terpasang dengan benar, selesaikan
finishing seperti menutup sekrup dengan tutup sekrup atau lembaran
ACP yang disediakan untuk menutupi sekrup.
8. Diharapkan kepada Kontraktor pelaksana untuk menjamin agar kekuatan
ACP terjamin.
9. Lakukan inspeksi akhir. Periksa kembali instalasi ACP untuk
26 | P a g e
memastikan bahwa semua bagian telah dipasang dengan benar, dan tidak
ada masalah atau kekurangan.
16. PEKERJAAN PEMASANGAN BAJA
a. Persiapan Material :
1. Baja IWF. 250x125x6x9
2. Doubel CNP 125x50x20x2.3
3. Base Plat T=10mm
4. Plat Join (Sambung) T=12mm
5. Plat Stiffner T=8mm
6. Anchor Bolt A325 P22 Panjang 50cm
7. Baut HTB A325 P19 mm (dengan ring baut)
8. Trekstang Besi Polos 16 + Aksesoris
9. PeIkatan Angin Antar Kuda-Kuda Besi Polos + Aksesoris
10. Cat dasar/primer dan cat finish
b. Pelaksanaan :
Gambar kerja/ shop drawing.
1. Sebelum fabrikasi dimulai, Kontraktor harus membuat gambar-gambar
kerja yang diperlukan dan menyerahkan gambar kerja untuk diperiksa
dan disetujui Konsultan / Direksi. Bilamana disetujui, Kontraktor
dapat mulai pekerjaan fabrikasinya. Pemeriksaan dan persetujuan
Konsultan atas gambar kerja tersebut hanya menyangkut segi kekuatan
struktur saja seperti :
2. Ukuran/dimensi profil, ketebalan plat-plat, ukuran/jumlah baut/las,
tebal pengelasan. Ketepatan ukuran-ukuran panjang, lebar, tinggi atau
posisi dari elemen-elemen konstruksi baja yang berhubungan dengan
pengangkutan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Dengan kata lain
walaupun semua gambar kerja telah disetujui Konsultan / Direksi,
tidaklah berarti mengurangi atau membebaskan Kontraktor dari tanggung
jawab ketidak tepatan serta kemudahan dalam erection elemen-elemen
konstruksi baja.
3. Pengukuran dengan skala dalam gambar sama sekali tidak diperkenankan.
4. Pada gambar kerja harus sudah terlihat bagian-bagian tambahan yang
diperlukan untuk keperluan montase serta cara-cara montase yang
direncanakan.
Fabrikasi
1. Selama proses fabrikasi Konsultan / Direksi harus menempatkan staffnya
yang berpengalaman dalam fabrikasi baja secara penuh untuk mengawasi
pelaksanaan fabrikasi di bengkel kerja Kontraktor.
2. Kontraktor harus memberikan Fabrication Manual Procedure termasuk
Procedur Quality Control kepada Konsultan MK untuk disetujui.
27 | P a g e
3. Fabrikasi dari elemen-elemen konstruksi baja harus dilaksanakan oleh
tukang-tukang yang berpengalaman dan diawasi oleh mandor-mandor yang
ahli dalam konstruksi baja.
4. Semua elemen-elemen harus difabrikasi sesuai dengan ukuran-ukuran
dan/atau bentuk yang diinginkan tanpa menimbulkan distorsi-distorsi
atau kerusakan-kerusakan lainnya dengan memperhatikan persyaratan
untuk penanganan sambungan-sambungan serta las di lapangan dan
sebagainya.
5. Pemotongan-pemotongan elemen-elemen harus dilaksanakan dengan rapi dan
pemotongan besi harus dilakukan dengan alat pemotong (brender) atau
gergaji besi. Pemotongan dengan mesin las sama sekali tidak
diperbolehkan.
Tanda-tanda pada konstruksi baja
1. Semua konstruksi baja yang telah selesai difabrikasi harus dibedakan
dengan kode yang jelas sesuai bagian masing-masing agar dapat dipasang
dengan mudah.
2. Kode tersebut ditulis dengan cat agar tidak mudah terhapus.
3. Pelat-pelat sambungan dan bagian elemen lain yang diperlukan untuk
sambungan-sambungan di lapangan, harus dibaut/diikat sementara dulu
pada masing-masing elemen dengan tetap diberi tanda-tanda.
Pengelasan
1. Pengelasan harus dilaksanakan sesuai AWS atau AISC Specification dan
baru dapat dilaksanakan setelah mendapatkan ijin tertulis dari
Konsultan / Direksi. Pengelasan harus dilakukan dengan las listrik,
bukan dengan las karbit.
2. Kawat las yang dipakai adalah harus dari produk yang disetujui oleh
Konsultan / Direksi. Ukuran kawat las disesuaikan dengan tebal
pengelasan.
3. Kontraktor harus menyediakan tukang las yang berpengalaman dengan
hasil pengalaman yang baik dalam dalam melaksanakan konstrksi baja
sejenis. Hal ini harus dibuktikan dengan menunjukkan sertifikat yang
masih berlaku.
4. Kontraktor harus memperhatikan dengan seksama tipe dan ukuran las yang
tercantum di dalam gambar (las sudut, las tumpul dan lain-lain), dan
Kontraktor harus mempunyai alat untuk mengukur tebal las sehingga
dengan mudah dapat diketahui apakah tebal las sudah sesuai dengan
gambar atau tidak.
5. Permukaan bagian yang akan dilas harus dibersihkan dari cat, minyak,
karat dan bekas-bekas potongan api yang kasar dengan menggunakan
mechanical wire brush dan untuk daerah-daerah yang sulit dapat
digunakan sikat baja. Bekas potongan api harus dihaluskan dengan
menggunakan gurinda agar permukaan baja menjadi baik. Kerak bekas
pengelasan harus dibersihkan dan disikat.
28 | P a g e
6. Metode pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak
timbul distorsi dan tegangan residual pada elemen konstruksi baja yang
dilas. Pengelasan pada pertemuan elemen-elemen yang padat seperti pada
tumpuan harus dilakukan dengan teknik preheating.
7. Pada pekerjaan las dimana terjadi banyak lapisan las (pengelasan lebih
dari satu kali), maka sebelum dilakukan pengelasan berikutnya lapisan
terdahulu harus dibersihkan dahulu dari kerak-kerak las/slag dan
percikan-percikan logam yang ada. Lapisan las yang berpori-pori atau
retak atau rusak harus dibuang sama sekali.
8. Untuk memudahkan pelaksanaan serta mendapatkan mutu pengelasan yang
baik, maka pada dasarnya semua pekerjaan pengelasan harus dilakukan di
bengkel. Bila akan mengadakan pengelasan lapangan harus seijin
tertulis dari Konsultan / Direksi.
9. Perhatian khusus diberikan pada pengelasan yang dilakukan di lapangan
(field weld), dimana posisi dari tukang las harus sedemikian sehingga
dapat dengan mudah melakukan pengelasan dengan hasil yang baik tanpa
mengabaikan keselamatan kerja.
10. Pada semua pengelasan harus dilakukan pemeriksaan visual untuk
mengetahui apakah :
a. persiapan pengelasan sudah dilakukan dengan baik (bersih, gap yang
cukup dan lain-lain).
b. las yang ada tidak berpori, undercut, retak permukaan atau cacat-
cacat lain.
c. ukuran dan tipe las sudah sesuai gambar.
11. Pada jumlah lokasi 30% dari seluruh lokasi pengelasan juga harus
dilakukan "Liquid Penetrant Test". Lokasi pengetesan ditentukan oleh
Konsultan / Direksi.
12. Apabila dianggap perlu oleh Konsultan / Direksi atau apabila ada
keraguan terhadap hasil "Liquid Penetrant Test" tersebut, maka
Konsultan / Direksi dapat meminta pada Kontraktor untuk juga melakukan
Radiographic Test.
13. Laboratorium uji las yang ditunjuk harus mendapat persetujuan
Konsultan / Direksi dan semua biaya pengujian las menjadi tanggung
jawab Kontraktor.
Baut penyambung dan Angkur.
1. Kontraktor harus melakukan pengujian terhadap baut pada laboratorium
yang disetujui oleh Konsultan MK, sebelum Kontraktor memesan baut yang
akan dipakai.
2. Jumlah baut yang diuji untuk masing-masing ukuran adalah minimum 3
(tiga) buah.
3. Walaupun test baut tersebut memenuhi syarat, Konsultan / Direksi
berhak untuk meminta diadakan uji baut lainnya dengan jumlah 1 (satu)
baut dari setiap 250 baut yang digunakan. Biaya pengujian baut
tersebut ditanggung oleh Kontraktor.
29 | P a g e
4. Posisi lubang-lubang baut harus benar-benar tepat dan sesuai dengan
diameter baut. Jika tidak disebutkan secara khusus di dalam gambar,
maka diameter lubang baut maksimal 1.60 mm (1/16 inci) lebih besar
dari diameter baut. Kontraktor tidak boleh membuat lubang baru di
lapangan tanpa seijin Konsultan / Direksi.
5. Pembuatan lubang baut harus memakai bor, untuk konstruksi yang tipis,
maksimum 10 mm, boleh memakai mesin pons. Membuat lubang baut dengan
api sama sekali tidak diperkenankan.
6. Pemasangan dan pengencangan baut harus dikerjakan dengan kunci momen
torsi yang sebelumnya sudah dikalibrasi, sebagai berikut :
Diameter Baut Torsi
(lbs.ft
(inci) (mm) (kg.m)
)
½ 12 90 12,454
5/8 16 180 24,908
¾ 19 320 44,287
7/8 22 470 65,038
1 25 710 98,249
1 1/8 28 960 132,844
1 ¼ 32 1.350 186,872
1 ½ 38 2.580 357,018
7. Setiap pengencangan baut harus dilakukan sampai mencapai gaya tarik
baut sesuai dengan spesifikasi AISC. Pelaksanaannya harus diawasi
secara langsung oleh Konsultan / Direksi.
8. Panjang baut harus sedemikian rupa, sehingga setelah dikencangkan
masih dapat paling sedikit 4 ulir yang menonjol pada permukaan, tanpa
menimbulkan kerusakan pada ulir baut tersebut. Panjang baut yang tidak
memenuhi syarat ini harus diganti dan tidak boleh digunakan.
9. Untuk menghindarkan adanya baut yang belum dikencangkan maka baut-baut
yang sudah dikencangkan harus diberi tanda dengan cat.
Percobaan Pengangkatan di Bengkel
1. Untuk memudahkan pengangkatan konstruksi baja di lapangan, maka
disyaratkan agar dilakukan percobaan pengangkatan di pabrik (workshop
assembly), sehingga dapat diketahui dengan jelas mengenai
ketepatan/keakuratan elemen-elemen konstruksi baja yang terpasang
berikut sambungan-sambungannya. Percobaan tersebut penting untuk
dilaksanakan, agar dapat diketahui dengan pasti ketepatan ukuran dan
juga kekuatan konstuksi baja tersebut, serta dapat dilakukan
penyempurnaan sebelum baja tersebut dipasang pada tempatnya.
30 | P a g e
Pengecatan
1. Persiapan Pengecatan Lapis Zincromate
2. Semua permukaan elemen baja sebelum dicat harus bebas dari :
a. lapisan mill, yaitu lapisan tipis mengkilap yang berasal dari pabrik
baja.
b. Karat
c. minyak dan bahan kimia lainnya.
d. kotoran yang akan mempengaruhi kualitas pengecatan.
3. Pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan "mechanical wire brush"
(sikat baja mekanis) dan tidak boleh menggunakan sikat baja manual,
kecuali hanya untuk permukaan-permukaan yang betul-betul tidak dapat
dijangkau oleh "mechanical wire brush" tersebut, sebelum pengecatan
dilakukan. Pembersihan dengan menggunakan sand blasting sangat
dianjurkan, terutama untuk permukaan baja yang mengalami korosi.
17. PEKERJAAN SANITASI DAN SANITAIR
Ruang Lingkup pekerjaan ini sbb
- Pemasangan Closed
- Pemasangan Kran Air
- Pemasangan Wastafel
- Pemasangan Floordrain
- Pemasangan Clean Out
Alat yang digunakan : Waterpass, sendok spesi, ember, pale dan alat lain
yang di perlukan
Tenaga Kerja : Tukang Batu, tukang besi konstruksi, Pekerja,
Bahan : produk American standar
Cara Pelaksanaan :
PEKERJAAN CLOSED
- Closed duduk berikut kelengkapannya
- Closed duduk, type dan warna sesuai dengan spesifikasi teknis
- Closed beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi
dengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya
dan telah disetujui Konsultan.
- Closed harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai gambar,
waterpass.
- Wastafel harus terpasang dengan baik sesuai dengan gambar kerja
31 | P a g e
Pemasangan Wastafel
32 | P a g e
18. PEKERJAAN PAVING BLOK
Perkerasan paving block sering diaplikasikan pada area carport, halaman
rumah, lahan parkir berbagai jenis bangunan, openyard di pelabuhan maupun
area pergudangan, taman, jalan lingkungan, dan pedestrian / trotoar.
Pelaksanaan :
1. Pertama dilakukan pemeriksaan kepadatan tanah dasar, baik galian /
timbunan, sebagai dasar perletakan lapisan pondasi
2. Kemudian dilakukan pekerjaan lapis pondasi di atas tanah dasar ( lapisan
base dan sub base ).
3. Setelah itu pasang beton penyokong yang di-ikuti beton pembatas dan
tambahkan adukan beton pada bagian belakang / punggung beton pembatas
tersebut.
4. Pasang pasir alas dengan ketebalan 5 - 6 cm, ratakan dengan jidar kayu
(Pasir alas adalah pasir dg ketebalan tertentu sebagai alas perletakan
paving block).
5. Pasang benang pembantu searah & tegak lurus / 45° terhadap jalan / area
kerja.
6. Pemasangan paving block dilakukan setelah penentuan arah dan bentuk pola
dengan menggunakan benang pembantu, pemasangan paving blok dimulai dari
satu arah.
7. Lakukan pemadatan dengan plat getar / stamper plate / vibro, supaya
terjadi penguncian akibat pengisian celah dari pasir alas yang terdesak
ke atas & pasir pengisi yang dipasang bersamaan dengan vibro.
8. Pasang pasir pengisi, ratakan dengan sikat ijuk dan penggetar / vibro
secara bersamaan.
9. Pemasangan paving dilakukan secara diagonal dari pinggir, setelah 3–4
baris dapat dilakukan simultan di beberapa bagian.
19. PEKERJAAN PENGECATAN
Material :
Cat tembok, cat kayu, Cat Besi, Zincromate.
Peralatan:
Kuas, roll cat, Kompressor, amplas, skafolding/stager, alat pertukangan.
Pelaksanaan :
- Sebelum pengecatan dilakukan, permukaan dinding dibersihkan dulu dari
kotoran berupa minyak, debu, plastik, kertas dll.
- Permukaan dinding yang lubang atau retak harus ditambal dulu sesuai
dengan material dinding yang akan dicat.
- Dinding baru diplamir hingga permukaannya rata dan halus, sedangkan pada
dinding lama yang sudah pernah dicat diplamir pada bagian tertentu yang
mengelupas atau ada tambalan dan pada bagian permukaan yang tidak rata.
- Jika semua permukaan dinding sudah rata dan halus pengecatan dilakukan
33 | P a g e
untuk lapis pertama dimulai dari bidang yang luas dan mulai dari bagian
atas menuju ke bawah. Pada lapisan pertama cat emulsi dicampur dengan air
sebanyak 20 %.
- Setelah lapis pertama kering, dilanjutkan dengan lapisan ke dua dimulai
dari tempat yang sulit yaitu pada sudut, tepi dan dari atas menuju ke
bawah. Pada tahap ini campuran cat emulsi lebih kental daripada lapisan
pertama.
- Lapisan ketiga dikerjakan setelah semua dinding dicat sebanyak 2 lapis
dan sudah kering. Pada tahap ini cat emulsi diencerkan sebagaimana pada
lapis pertama.
- Kondisi dinding yang sudah dicat hingga finish harus dijaga agar tetap
bersih hingga pekerjaan lain selesai 100 % dan jika ada kotoran dilakukan
pengecatan revisi pada tempat yang kotor.
Kontrol Pekerjaan :
Dilakukan monitoring terhadap pelaksanaan plamir, impra, amplas dan cat
sehingga diperoleh permukaan yang tidak berbayang. Perhatian utama pada
dinding luar untuk dapat melakukan manuver stager/skafolding sehingga bisa
berkesinambungan dengan pekerjaan lain.
PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
1. PEKERJAAN MEKANIKAL PLUMBING
Material yang dibutuhkan untuk instalasi air bersih adalah :
- Pompa - pompa, Valve, Pipa Galvanize / PPR / PVC, Materal bantu & fitting.
- Mesin las, gerinda tangan, bor duduk dan bor tangan, chain block, kunci
pipa, kunci pas, dsb.
Urutan Pelaksanaan Pemasangan pipa indoor
- Marking jalur pipa sesuai gambar dan koordinasikan dengan pekerjaan lain
- jalur pipa AC, Air kotor, Fire Fighting, Tray Cable, dll.
- Potong pipa sesuai ukuran kebutuhan .
- Pasang gantungan maupun support pipa sesuai hasil marking.
- Pasang pipa sesuai dengan ukuran pada gambar, penyambungan pipa diameter
- kurang dari 2.5 inch dengan drat, dan diameter 2.5 inch keatas dengan las.
- Gunakan benang dan water pass untuk mengukur kelurusan pipa.
- Lakukan pegerjaan pengecatan untuk daerah sambungan pipa.
- Lakukan test tekan pipa dengan tekanan sesuai spesifikasi yang berlaku.
34 | P a g e
- Untuk pemasangan di dinding koordinasikan dulu dengan pekerjaan keramik
(arsitek) dan sanitary.
- Lakukan test tekan pipa ulang jika pipa didinding telah terpasang.
Urutan Pemasangan pipa Outdoor Undergound
- Marking jalur pipa.
- Gali jalur pipa sesuai dengan kedalaman elevasinya
- Sambung pipa diatas galian dan lapisi pipa dengan zinkromat.
- Lakukan test tekan pipa sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
- Beri lapisan pasir pada dasar galian.
- Turunkan pipa ke dalam galian dan urug kembali dengan pasir.
- Urug galian.
Urutan Pemasangan Valve
- Check lokasi penempatan valve (apakah space/jarak antar pipa yang telah
disiapkan telah sesuai dengan lebar valve)
- Siapkan valve beserta flange nya kemudian pasang.
- lakukan test tekan valve pada instalasi tersebut.
Urutan Pemasangan Pompa
- Marking lokasi penempatan pompa.
- Buat pondasi pompa, perhatikan kelurusan dan rata pondasi.
- Pasang instalasi pemipaan ruang pompa terlebih dahulu.
- Pasang pompa dan valve-valvenya
- Sambung instalasi daya ke pompa.
- Untuk pompa transfer, automatisasi menggunakan water level control (biasanya
menggunakan elektrode).
2. PEKERJAAN AIR BERSIH
35 | P a g e
Lingkup Pekerjaan
- Pengadaan dan pemasangan Sistem Penyediaan Air Bersih secara lengkap
sehingga sistem dapat bekerja secara baik.
- Pengadaan dan pemasangan Sistem Pemipaan Distribusi air bersih dari pompa
di ruang mesin sampai ke titik-titik distribusi air bersih sesuai dengan
gambar perencanaan.
- Pengadaan dan Pemasangan Ground Tank (Pekerjaan Sipil) dan peralatan
bantunya.
- Pengadaan serta pemasangan pompa-pompa air bersih, diafragma tank,
beserta segala instrumennya.
- Pengadaan, pemasangan dan pengujian peralatan utama, terdiri dari Pompa
Air Bersih, Pressure Tank dan peralatan lainnya.
- Pengadaan dan pemasangan Panel Daya, Panel Kontrol beserta pengabelannya.
Persyaratan Pelaksanaan
❖ Pemipaan
a) Pemipaan secara umum harus mengikuti segala ketentuan yang tercantum
pada pasal terdahulu dan segala sesuatu yang tercantum dalam buku
Pedoman Plambing Indonesia.
b) Contoh-contoh bahan dan konstruksi harus diajukan kepada
Direksi/Pengawas untuk diperiksa dan disetujui, selambat-lambatnya 3
(tiga) minggu sebelum pembuatan dan pemasangan.
c) Pemasangan pipa datar harus dibuat dengan kemiringan 1/1000 ke arah
katup/flange pembuangan (drain valve/flange) dan pipa naik/turun
harus benar-benar tegak.
d) Pemasangan pipa mendatar dalam bangunan harus dibuat dengan
kemiringan 1/1000 menuju ke arah pipa tegak/riser.
e) Belokan harus menggunakan long-radius elbow, penggunaan short elbow,
standard elbow, bend dan knee sama sekali tidak diperkenankan.
f) Fitting, peralatan bantu, peralatan ukur dan lainnya yang memiliki
tahanan aliran yang berlebih tidak diperkenankan dipasang kecuali
yang disyaratkan pada buku ini.
g) Pada belokan dari pipa datar, ke pipa tegak harus dipasang alat
pengumpul kotoran yang tertutup (capped dirt pocket).
h) Semua alat ukur harus dalam batas ukur yang baik dan mempunyai
ketelitian yang sewajarnya untuk pengukuran.
i) Selama pemasangan berjalan, Kontraktor harus menutup setiap ujung
pipa yang terbuka untuk mencegah tanah, debu dan kotoran lainnya,
dengan dop/blind flange untuk pipa baja dan copper, pemanasan press
untuk pipa PVC.
j) Setiap jaringan yang telah selesai dipasang, harus ditiup dengan
udara kempa (compressed air) untuk jangka waktu yang cukup lama,
agar kotoran kotoran yang mungkin sudah masuk ke dalam pipa dapat
terbuang sama sekali.
36 | P a g e
k) Ketentuan/Persyaratan teknis tentang instalasi pemipaan,
peralatan bantu, dan yang lainnya telah diuraiakan pada pasal
terdahulu
❖ Desinfeksi
a) Desinfeksi dilakukan setelah seluruh sistem pemipaan air bersih
dapat berfungsi dengan baik, dan sebelum penyerahan pertama.
b) Desinfeksi dilakukan dengan memasukkan Chlorine ke dalam sistem
dengan cara injeksi.
c) Dosis Chlorine adalah 50 ppm.
d) Setelah 16 jam, seluruh sistem pipa harus dibilas dengan air bersih
sehingga kadar Chlor tidak melebihi 0,2 ppm.
❖ Pengujian Instalasi Pemipaan
a) Pengujian dilakukan untuk menguji hasil pekerjaan penyambungan pipa-
pipa serta kondisi dari pipa-pipa yang telah dipasang.
b) Pengujian dilakukan setelah seluruh sistem pemipaan selesai
dikerjakan dan siap untuk dilakukan pengujian.
c) Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan hidrostatik pada
sistem pemipaan, tekanan yang diberikan adalah 1,5 kali tekanan
kerja, minimum 10 kg/cm2.
d) Pengujian dilakukan selama 8 jam, tanpa terjadinya penurunan
tekanan.
e) Apabila terjadi penurunan tekanan, maka Kontraktor harus mencari
sebab-sebabnya dan melakukan penggantian bila keadaan mengharuskan.
❖ Jaringan air bersih
a) Siapkan gambar kerja, ijin kerja, dan perkirakan volume pekerjaannya.
b) Penyambungan pipa dengan sistem ulir, terlebih dahulu dilapisi
dengan red lead cement.
c) Pemasangan pipa horizontal maupun vertikal harus diperkuat dengan
penggantung (hangers) untuk pipa horizontal dan dijangkar (anchor)
untuk pipa vertikal, jarak maksimal masing-masing hanger ditentukan
sesuai kondisi lapangan dan spesifikasi, sedangkan untuk anchor
diletakkan pada masing-masing lantai.
d) Semua ujung pipa terakhir yang tidak dilanjutkan harus ditutup
dengan dop/plug.
e) Sebelum dan sesudah dipasang pipa-pipa accessories, terutama bagian
dalam harus dijaga tetap bersih dan diperiksa lagi atas kerusakan
dan keretakan – keretakan.
f) Setelah semua jaringan terpasang dilakukan pengetesan aliran air
pipa.
3. PEKERJAAN AIR KOTOR DALAM BANGUNAN
a. Lingkup Pekerjaan
Pemipaan air kotor dari sanitary fixtures sampai dengan system IPAL.
b. Persyaratan Pelaksanaan
Pemipaan
37 | P a g e
- Semua pipa dan fitting yang dipakai dalam pekerjaan ini harus dari satu
merk.
- Fitting harus terbuat dari bahan yang sama dengan bahan pipa.
- Fitting harus dari jenis "injection moulded" sedangkan "Welded fitting"
sama sekali tidak diperkenankan untuk dipergunakan dalam sistem pemipaan.
- Setiap sambungan berubah arah dibuat dengan WYE-45, TEE Sanitair atau
COMBINATION WYE-45 atau LONG RADIUS BEND dengan clean out.
- Pipa vent service harus dipasang tidak kurang 15 cm di atas muka banjir
alat sanitair tertinggi dan dibuat dengan kemiringan minimum sebesar 1%.
- Kemiringan pipa dibuat sesuai dengan yang dinyatakan dalam gambar dan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Pipa vent yang menembus atap harus dipasang sekurang-kurangnya 15 cm di
atas atap dan tidak boleh digunakan untuk keperluan lain.
- Untuk pipa vent mendatar, jarak tumpuan sama dengan jarak tumpuan pada
pipa air kotor.
- Dalam pemasangan jaringan pemipaan ini, harus diadakan koordinasi dengan
pekerjaan-pekerjaan struktur mengingat adanya penembusan-penembusan
betonan lantai maupun dinding.
- Pemasangan dan penempatan pipa-pipa ini disesuaikan dengan gambar
pelaksanaan dan dimensi dari masing-masing pipa tercakup pula dalam
gambar tersebut.
- Di setiap floor drain dilengkapi dengan UTrap, untuk mencegah masuknya
gas yang berbau kedalam ruangan.
- Pada saluran buangan dari prepation area dapur, sebelum masuk ke inlet,
sistem permipaan air kotor bangunan, harus dipasang penyaring kotoran
dari bahan stainless steel untuk mencegah penyumbatan di dalam pipa.
- Pada jalur perpipaan air kotor yang mengandung lemak dipasang clean
out di setiap belokan dan pada pipa vertikal utama (di setiap pintu
shaft).
- Sedangkan jalur pemipaan buangan dari laboratorium, area kamar operasi /
air yang mengandung infeksius dibuang ke bak netralisasi terlebih dulu.
- Persyaratan material (kelas, standard dan lainnya), ketentuan cara
pemasangan seperti yang dicantumkan pada bab terdahulu 'Persyaratan
Teknis ME'.
c. Metode Pemasangan Instalasi Air Kotor
Material :
- Pompa Buangan
- Pipa PVC (class AW/D)
- Pipa Cast Iron
- Fitting PVC
- Fitting Cast Iron
- Valve Cast Iron
38 | P a g e
Yang Perlu diperhatikan dalam pemasangan
- Untuk air kotor dibuat dengan kemiringan 1’’
- Untuk air buangan dibuat dengan kemiringan masing-masing pipa air
kotor dan air buangan harus dilengkapi Pettrap (saluran leher angsa)
untuk mencegah bau.
- Instalasi pipa ventilasi berfungsi untuk menyalurkan udara yang
terjebak pada pipa air kotor sehingga air bisa berjalan dengan
lancar.
- Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pipa tersebut pada pipa air
kotor yang buangan di atas posisi pipa tersebut dan disalurkan pada
daerah yang tertinggi (ke atap/ diatas plafond ) dilengkapi dengan
Vent Cup.
4. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
dapat digambarkan seperti Bagan Alir berikut :
FLOW CHART
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan
gambar shop
drawing pekerjaan
elektrikal arus kuat dan
arus lemah.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
39 | P a g e
- Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat
A. Pemasangan Instalasi
bantu kerja disiapkan. Kabel Listrik.
1. Marking plat lantai
1 untuk jalur konduit
2 3
Pemasangan sparing kabel
yang akan digunakan
- Sparing dipasang dulu apabila ada pengecoran beton lantai, untuk
sebagai jalur instalasi
menghindari bobokan beton pada saat penyambungan kabPele naenrtaanrg alna nta&i . Stop
Kontak system.
2. Bor plat lantai untuk
Pemasangan instalasi kabel
memasang klem pipa
- Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungkaonn dpuipita. conduit,
3. Pasang Pipa konduit
dimana pipa tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding
sesuai dengan jalur
diplester. Supaya tidak mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka
marking yang telah
pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1 m.
dibuat dengan
- Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton deng m an e n m g e g n u g n gu a n k a a k n a n pi k p la a m
yang berwarna sesuai
pelindung conduit yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar 1 m,
dengan jenis
hal ini dimaksudkan untuk memudahkan maintenance. Pemasangan kabel
pekerjaannya.
horizontal harus sejajar, tidak boleh saling mel4i.n tMasa.s ukkan kabel
pancing untuk
5 6 menarik kabel
4
5. Sambung ujung kabel
Pada pekerjaan Penerangan dan Stop Kontak dalam pekerjaan Instalasi
dengan ujung kawat
Listrik untuk Bangunan Gedung ini terdapat beberapa itemp-aintceimn gp,o kok kemudian
tarik kawat pancing
pekerjaan, alat dan bahan seperti dapat dilihat pada ilustrasi berikut.
untuk menarik kabel
Metoda Pemasangan Instalasi Listrik 1
instalasi tersebut.
6. Potong kabel listrik
sesuai dengan
kebutuhan
7. Hubungkan jalur
instalasi titk
peracabangan didalam
tee-dos, lalu tutup
sambungan dengan
menggunakan lasdop.
8. Marger resistansi
9
kabel instalasi yang
8
7
telah terpasang,
termasuk kualitas
sambungan pada tiap
tee-dos
9. Setelah semua jalur
instalsi selesai
dipasang dan hasil
marger diperoleh hasil
yang baik, rapikan
semua jalur instalasi
dan tutup semua tee-
dos yang ada.
40 | P a g e
Urutan Pelaksanaan Instalasi Indoor :
1. Masukkan Kawat pancingan ke dalam pipa Konduit sesuai groupnya.
2. Tarik Kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut.
3. Tandai kabel sesuai group dengan lakban & Spidol.
4. Sambungkan kabel hanya boleh pada Tee Dos dan dengan Las Dop.
5. Merger Kabel yang telah dipasang.
Urutan Pelaksanaan Instalasi outdoor :
1. Marking Jalur Instalasi.
2. Tandai Lokasi tiang lampu.
3. Gali jalur yang telah di marking.
4. Gelar Kabel NYFBGY sesuai ukuran pada Shop Drawing sesuai groupnya.
5. Timbun dengan Pasir.
41 | P a g e
6. Urug Galian dengan tanah kembali
b. PEMASANGAN ARMATUR/LAMPU
1. Pastikan instalasi listrik sudah terpasang dengan baik.
2. Marking lokasi penempatan armature pada celling sesuai dengan shopdrawing
dan jenis lampu yang digunakan
3. Memotong celling yang telah demarking
4. Bor lokasi tempat gantungan armature
5. Pasang gantungan armatur
6. Sambungkan instalasi yang telah tersedia dengan armature
7. Pasang armature pada lokasi yang telah disiapkan pada celling dengan cara
menggantungkan pada kawat gantungan
8. Rapikan posisi armature dan kondisi celling
1
2 3
5 6
4
c. Pemasangan Saklar Dan Stop Kotak
1. Marking jalur instalasi saklar dan stop kontak dengan level ketinggian dari
lantai 150 cm untuk saklar dan 30 cm untuk stop kontak.
2. Cutter jalur marking yang yang telah dibuat dengan menggunakan mesin cutter.
3. Bobok jalur instalasi saklar dan stop kontak
42 | P a g e
4. Pasang konduit dan inbow-dos
5. Tutup tembok jalur instalasi dengan plester kembali, serta bersihkan lokasi
kerja.
6. Pasang kawat pancing
7. Tarik kabel instalasi dengan kawat pancing.
8. Potong kabel instalasi sesuai dengan kebutuhan
9. Sambungkan instalasi kabel pada tee-dos, kemudian tutup sambungan dengan
lasdop, lalu tutup tee-dos.
10. Lakukan test konektifitas sambungan dan tahanan isolasi kabel instalasi yang
telah terpasang.
11. Setelah hasil tes dinyatakan baik,pasangkan saklar dan stop kontak pada
lokasi yang telah disediakan saat proses finishing telah selesai.
d. Pemasangan panel
- Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata dan tidak
miring.
- Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai dengan
kegunaannya dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang panel bagian
atas dapat terlindung dari debu/kotoran. Khusus untuk kabel dengan Ø 16 mm2
harus diberi sepatu kabel dalam panel.
- Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya
termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk
memudahkan bila ada perbaikan instalasi.
Metode pemasangan panel
43 | P a g e
Material :
- Panel
- Dynabolt
- Bahan pondasi
Peralatan :
- Bor tangan
- Kunci Pas. Obeng dll
- Waterpass
Urutan pelaksanaan pemasangan
Panel Free Standing :
1. Pastikan pondasi panel telah di buat benar
2. Marking lokasi penempatan panel
3. Bor lubang Dynabolt
4. Letakan panel di atas pondasi
5. Kencangkan baut dynabolt
Panel Semi Inbow :
1. Marking lokasi panel dengan ketinggian rata atas 180 cm
2. Bobok dinding bata
3. Pasang dynabolt
4. Pasang panel jika dinding sekeliling telah diplester/finish
Panel PUMT/PUTR
1. Pastikan pondasi panel telah dibuat benar
2. Marking lokasi penempatan panel
3. Bor lubang dynabolt sebagai penguat panel
4. Tempatkan panel pada posisi yang telah ditentukan
5. Pasang dan kencangkan baut dynabolt
6. Pasang semua aksesoris panel yang dibutuhkan
7. Pastikan kabel Tray telah terpasangan dengan baik sesuai dengan kebutuhan
yang tertera dalam shop drawing
8. Hubungkan kabel instalasi dengan panel
Panel SDP :
1. Pastikan kabel tray dan kabel instalasi telah terpasang dengan baik
2. Marking penempata panel yang diperlukan, sesuai dengan shop drawing
3. Pasang dudukan pemasangan panel
4. Pasang panel pada tempat yang telah disediakan
5. Cek kelurusan panel terhadap dinding pemasangan panel dengan menggunakan
waterpass.
STANDAR DETAIL PEMASANGAN PANEL
44 | P a g e
Pemasangan fitting dan armature
- Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar
tidak terjadi bongkar/pasang armature.
- Pemasangan saklar dan stop kontak
- Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa
gunakan cutter.
- Pasang conduit dan inbow dos.
- Tunggu sampai plester dinding akhir.
- Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
- Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
- Testing
6. PEKERJAAN PENANGKAL PETIR
Pekerjaan ini akan dilakukan oleh tim ME, yang pelaksanaanya akan bersamaan
dengan pemasangan genteng, untuk menghindari rusaknya genteng akibat aktifitas
pemasangan penangkal petir. Tombak penangkal petir akan dibuatkan dudukan
sehingga diperoleh posisi sesuai gambar serta terjamin kekokohannya. Kabel BC
50 down conductor mengikuti spesifikasi yang ada dan akan dipasang sesuai
gambar yang akan berakhir dari kabel tersebut menuju grounding/ pentanahan
pada lubang galian/mencapai kedalaman tertentu untuk menghasilkan tahanan
minimal 0.5 ohm. Kabel BC down conduktor akan diklem untuk menghasilkan jalur
yang rapih dan kuat, penyambungan kabel dihindari, jika dijumpai penyambungan
akan menggunakan klem. Titik sambungan kabel dengan arde/pentanahan akan
dibuatkan bak control dan penyambungan disini akan menggunakan klem. Jalur-
jalur kabel mengikuti gambar dan pentanahannya akan memperhatikan kondisi
lapangan.
❖ Lingkup Pekerjaan
Penangkal petir menggunakan sistem Early Streamer dan harus dapat
melindungi seluruh bangunan dari bahaya tersambar petir. Radius minimum yang
dilindungi seperti ditunjukan dalam gambar perencanaan. Pekerjaan ini
meliputi pengurusan perizinan dari badan/ lembaga yang berwenang, pengadaan
bahan, peralatan, tenaga kerja, pemasangan, pengujian dan perbaikan selama
masa pemeliharaan terhadap keseluruhan sistem penangkal petir.
❖ Pekerjaan tersebut terdiri dari :
➢ Terminal udara
➢ Penghantar pembumian (Down Conductor)
➢ Terminal dan elektroda pembumian
➢ Kotak sambung
❖ Pemasangan Penangkal Petir
➢ Material yang digunakan : Konduit PVC, tiang penangkal petir, kabel
coaxial/NYY/BC, copper rod, head penangkal petir.
➢ Peralatan yang dipakai : Grounding test, tang, obeng, gergaji besi,
bending konduit.
45 | P a g e
❖ Langkah pelaksanaan :
➢ Tentukan lokasi grounding.
➢ Pancang grounding dengan copper rod
➢ Buat bak kontrol.
➢ Rangkai penangkal petir dengan lampu pada tiang penangkal petir
➢ Pasang penangkal petir pada lokasi sesuai gambar.
➢ Sambung kabel coaxial dari penangkal petir dengan copper rod.
➢ Finishing arsitektur.
7. PEKERJAAN GROUNDTANK, PEKERJAAN BAK LIMBAH/SUMPIT, PEKERJAAN RUMAH POMPA,
PEKERJAAN SALURAN KELILING, PEKERJAAN MENARA AIR
Pada tiap pekerjaan ini merupakan bagian dari pekerjaan yang telah
disebutkan diatas. Pekerjaan ini nantinya akan dilakukan diawal kegiatan
dikarenakan dengan lokasi yang diluar bangunan utama sehingga tidak
mengganggu tahapan pekerjaan lainnya. Sebagai kontrol pekerjaan ini adalah
pelaksanaanya harus selalu meperhitungkan jalur, fungsi serta utilitas yang
nantinya akan melewati/dipasang.
LINGKUP PEKERJAAN Sipil dan Arsitektur Demikian metode pelaksanaan ini dibuat
sebagai gambaran/ilustrasi pelaksanaan dilapangan, adapun inovasi yang dapat
dilakukan akan selalu ada pada saat pelaksanaan sebagai akibat improfisasi
pelaksanaan. Percepatan pekerjaan akan selalu diutamakan untuk memperoleh target
progres, karena analisa sangat dimungkinkan untuk melakukan percepatan-percepatan
pada tiap lokasi, manuver-manuver pekerjaan serta alat bantu juga akan mendukung
terhadap percepatan ini. Terima kasih
46 | P a g e