Layanan Quitline-Ina Dengan M-Health Ta 2024

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 47003047
Date: 7 February 2024
Year: 2024
KLPD: Kementerian Kesehatan
Work Unit: Sekretariat Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 7,378,003,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 7,342,638,900
Winner (Pemenang): PT Infomedia Nusantara
NPWP: 013916507093000
RUP Code: 47823955
Work Location: Jl. Percetakan Negara No 29 Jakarta Pusat - Jakarta Selatan (Kota)
Participants: 4
Applicants
0013916507093000Rp 7,338,198,900
Sinergi Sang Surya
09*3**4****16**0-
0316698257002000-
0854283876432000-
Attachment
RANGKUMAN                                   
                 PEKERJAAN PENGADAAN LAYANAN QUITLINE 2024                
                            Uraian Pendahuluan                            
1. Latar Belakang Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia,
             karena menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian. Penyakit Tidak menular
             semakin menjadi ancaman bagi kesehatan di Indonesia selama Pandemi COVID-19 karena
             menjadi komorbid yang mengakibatkan fatality rate penderita COVID-19 meningkat yang
             berujung pada meningkatnya angka kematian serta berdampak pada meningkatnya
             pembiayaan kesehatan.                                        
                                                                          
                                                                          
             Penyakit tidak menular, yang salah satu risikonya adalah perilaku merokok, menjadi
             penyumbang kematian tertinggi (Atlas Tembakau 2020). Indonesia mengalami transisi
             epidemiologi selama tahun 1990-2017, di mana kematian akibat penyakit menular menurun
             dari 47,42% menjadi 16,68% dan kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) naik dari
             40,76% menjadi 75,02%.                                       
                                                                          
             Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat konsumsi rokok tertinggi di dunia.
             Global Adults Tobacco Survey (GATS) 2021 menunjukkan bahwa prevalensi perokok di
             Indonesia sebanyak 33,5% atau setara dengan 68,8 juta penduduk. Selain itu, terjadi
             peningkatan prevalensi penggunaan rokok elektronik 10x lipat dari 0,3% pada 2011 menjadi
             3,0% pada 2021.                                              
                                                                          
             Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2019 menunjukkan bahwa sekitar 3 dari 5 pelajar
             sekolah berusia 13-15 tahun terpapar asap rokok orang lain, baik di rumah maupun di
             tempat-tempat umum. Sebesar 57,8% terpapar di rumah, 66,2% terpapar di dalam ruangan
             di tempat umum, dan 67,2% terpapar di ruang terbuka, sementara itu 56% remaja melihat
             orang merokok dilingkungan sekolahnya                        
                                                                          
             Riskesdas 2018 juga mencatat prevalensi perokok nasional sebesar 33,8%, terjadi
             peningkatan jumlah perokok secara absolut dari 64,9 juta tahun 2013 menjadi 65,7 juta
             tahun 2018. Sedangkan prevalensi perokok usia 10 – 18 tahun dari 7,2% tahun 2013 menjadi
             9,1% pada tahun 2018.                                        
                                                                          
             Merokok menimbulkan beban kesehatan, sosial, ekonomi dan lingkungan tidak saja bagi
             perokok tetapi juga bagi orang lain. Perokok pasif terutama bayi dan anak-anak perlu
             dilindungi haknya dari kerugian akibat paparan asap rokok. Peningkatan konsumsi rokok
             berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka
             kematian akibat rokok. Setiap tahun, sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal akibat
             merokok atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau.   
                                                                          
                                                                          
             Meskipun masih banyak perokok aktif, ternyata ada kecenderungan perokok yang ingin
             berhenti merokok. Menurut penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 70-80%
             perokok mempunyai keinginan untuk berhenti merokok, tapi hanya 3% yang benar-benar
             bisa berhenti dalam waktu 6 bulan tanpa bantuan orang lain. Hal ini menguatkan kesimpulan
             bahwa memang untuk berhenti merokok membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh.
             Diketahui sebanyak 63,4% perokok ingin berhenti merokok, dimana 43,8% nya mencoba
             berhenti sendiri tapi belum berhasil. Tentu ini menjadi tugas kita sebagai tenaga kesehatan.
                                                                          
             Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengurangi jumlah
             perokok di Indonesia, salah satunya menyediakan layanan UBM. UBM menjadi salah satu
             indikator Rencana Strategis Kementerian Kesehatan pada periode tahun 2020-2024 dengan
             menargetkan Jumlah Kabupaten Kota ≥ 40% FKTP yang menyelenggarakan Layanan UBM
             dengan target tahun 2024 sebanyak 350 Kabupaten/Kota.        
             Layanan UBM ini tidak hanya di FKTP, tetapi juga melalui konseling telepon tidak berbayar
             (Quitline.INA) yang sudah berjalan sejak 1 Oktober tahun 2016 sebagai layanan berhenti
             merokok yang bersifat nasional dalam bentuk konsultasi secara langsung melalui
             sambungan telepon bebas biaya pulsa dengan nomor 0-800-177-6565.
                                                                          
             Layanan Quitline.INA memberikan layanan langsung meliputi edukasi, konseling dan
             pendampingan kepada masyarakat umum termasuk anak usia sekolah, keluarga yang ingin
             berhenti merokok (cara-manfaat-tahapan-tips berhenti dan bahaya merokok). Dalam
             penyelenggaraan Quitline.INA membutuhkan berbagai sumber daya seperti tenaga
             konselor, sarana dan prasarana yang optimal (Gedung, Workstation, Software, Jaringan
             Internet dll). Layanan Quitline INA beroperasional di Jl. Percetakan Negara No.29 (Gedung F
             Lantai 2) yang melayani konseling hari Senin-Jumat Pukul 07.00 – 22.00 WIB dan Sabtu pukul
             07.00-21.00 WIB.                                             
                                                                          
             Dengan adanya Permenkes Nomor 56 Tahun 2017 Tentang Pencantuman Peringatan
             Kesehatan dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk Tembakau (PHW pada bulan
             Januari 2018), pencantuman nomor konsultasi 0800-177-6565 di iklan rokok televisi, media
             luar ruang (spanduk, banner, poster, baliho dll) terjadi peningkatan jumlah panggilan
             penelpon. Hal ini membuktikan bahwa layanan konseling ini sudah mendapat perhatian dari
             masyarakat sebagai sarana konsultasi berhenti merokok dan informasi lainnya.
                                                                          
                                                                          
                  Tabel Akumulasi Panggilan dan Komitmen pada Layanan Quitline.INA
                                         2021      11 Agustus-31 Oktober 2022
                                         Panggilan                        
                                Panggilan          Panggilan Panggilan    
                                           Tidak                          
                                Terlayani          Terlayani Tidak Terlayani
                                         Terlayani                        
                Rata-rata Perbulan 15.722 25.284    28.722    7.219       
                 Rata-rata Perhari 630     972      1.237      240        
                    Total       189.268   303.412   86.165    21.656      
                Berkomitmen Siap                                          
                                      3431                1.227           
                   Berhenti                                               
               Rata-rata Siap Berhenti                                    
                                       285                409             
                   Perbulan                                               
               Klien Berhenti merokok  610                299             
             Jumlah klien yang siap/berkomitmen berhenti merokok cenderung meningkat, seiring
             dengan meningkatnya jumlah telepon yang terlayani oleh konselor dari tahun ke tahun.
             Total klien yang berkomitmen berhenti merokok dari tahun 2016 hingga 2022 sebanyak
             11.594 klien. Jumlah yang sudah berhenti merokok selama tiga bulan sejak tanggal 11
             Agustus-31 Oktober 2022 sebanyak 1.227 klien (rata rata perbulan 409 klien). Jumlah klien
             yang sudah berhenti merokok sampai akhir Oktober 2022 sebanyak 299 klien.
             Berdasarkan hasil survei kepuasan Tahun 2018-2021 diketahui pengguna layanan
             Quitline.INA secara umum merupakan masyarakat berpendapatan menengah kebawah
             (penghasilan di bawah 3 Juta) yang jumlahnya sekitar 47,5-51,2 % dari seluruh pengguna
             layanan konseling.                                           
             Disamping layanan konseling berhenti merokok secara langsung diatas, juga telah
             dikembangkan M-Health UBM yang memanfaatkan teknologi artificial intelegence (AI) pada
             berbagai platform secara virtual chat (pesan otomatis) yang dapat diakses melalui Website,
             Facebook, Whatsapp dan Telegram. Upaya promotif dan preventif merupakan bagian
             penting transformasi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi terkait
             pencegahan terjadinya penyakit, dan juga meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM
             kesehatan pada layanan primer. Untuk Implementasi upaya promosi pencegahan dan
             pengendalian penyakit tidak menular perlu dilakukan penyebaran informasi, komunikasi
             dan edukasi dalam bentuk infografis agar masyarakat lebih mudah memahami tentang PTM
             memanfaatkan berbagai media yang mudah di jangkau dan menggunakan platfotm yang
             populer di masyarakat seperti Website, Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube.
                                                                          
2. Maksud dan Maksud dan tujuan pengadaan layanan quitline :              
   Tujuan    a. Terselenggaranya layanan konseling upaya berhenti merokok melalui telepon bebas pulsa
               untuk masyarakat (Quitline.INA).                           
             b. Tersedianya media komunikasi, edukasi, dan informasi sebagai alat promosi kesehatan
                                                                          
               pengendalian dampak rokok bagi masyarakat dan penyakit tidak menular lainnya.
             c. Tersedianya layanan pesan otomatis/virtual chat berbasis teknologi Artificial Intelligence
               (AI) M-Health pada berbagai platform (Website, Facebook, Twitter, telegram, dan lain-
               lain) tentang upaya berhenti merokok dan informasi Penyakit Tidak Menular (PTM)
               lainnya kepada masyarakat.                                 
             d. Tersedianya informasi terkait upaya berhenti merokok dan informasi Penyakit Tidak
               Menular (PTM) lainnya kepada masyarakat pada berbagai platform (Instagram, Website,
               Facebook, Twitter dan Youtube).                            
                                                                          
                                                                          
3. Sasaran   Semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda pengguna media sosial, petugas
             kesehatan pada institusi pusat, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,
             Puskemas, Rumah Sakit, Klinik, Profesi kesehatan dan Fasyankes lainnya.
Tenders also won by PT Infomedia Nusantara
Authority
23 October 2017Pengembangan Sistem Commen Center Polda Metro Jaya Berikut PengirimanKepolisian Negara Republik IndonesiaRp 82,373,387,000
23 October 2017Pengembangan Sistem Commen Center Polda Jabar Berikut PengirimanKepolisian Negara Republik IndonesiaRp 81,602,833,000
26 October 2017Pengembangan Pusat Layanan Terintegrasi Berbasis Tehnologi Polda Metro Jaya Berikut PengirimanKepolisian Negara Republik IndonesiaRp 44,675,698,000
29 February 2024Operasionalisasi Call CenterKementerian Dalam NegeriRp 40,000,000,000
5 December 2023Pengadaan Manage Service Layanan Contact Center Kementerian Investasi/Bkpm Ta 2024Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman ModalRp 36,126,079,785
8 December 2022Pengadaan Manage Service Operasional Layanan Contact Center Kementerian Investasi/Bkpm Ta 2023Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman ModalRp 32,547,080,282
9 December 2024Pengadaan Jasa Pengolahan Data Dan Dokumen Perpajakan Tahun Anggaran 2025Kementerian KeuanganRp 31,034,391,000
7 December 2021Operasionalisasi Call Center KependudukanKementerian Dalam NegeriRp 24,920,370,000
13 December 2022Operasionalisasi Call Center KependudukanKementerian Dalam NegeriRp 23,844,002,000
16 July 2025Manage Service Operasional Layanan Contact Center Kementerian Investasi Dan Hilirisasi/BkpmKementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPMRp 14,414,719,000