| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0022252696713000 | Rp 3,084,345,000 | Tidak hadir dalam jadwal pembuktian kualifikasi | |
| 0015798044713000 | Rp 3,286,899,000 | Tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi | |
| 0029172970713000 | Rp 3,314,520,000 | - | |
| 0015804032713000 | Rp 3,314,700,000 | tidak diundang karena sudah ada calon pemenang 1, 2 dan 3 | |
| 0024550816713000 | Rp 3,533,290,502 | Petugas Keselamatan Konstruksi an. GATOT RIANTO,ST sudah disampaikan oleh CV. SYIFA BORNEO pada Paket pekerjaan JalanJalan Pipit Desa Sumber Agung (Pondok Pesantren Miftahul Hidayah yang di tetapkan pada tanggal 31 Mei 2023 | |
| 0029171337713000 | Rp 3,216,590,541 | Petugas Keselamatan Konstruksi an TEGUH WIYADI sudah disampaikan oleh CV KARYA REMORDA pada Paket pekerjaan Jalan Tatakan Pialun - Jalan Stadion, Jalan Munangwar, Jalan Kawitan, Jalan PKGB II Kecamatan Arut Selatan yang di tetapkan sebagai pemenang pada tanggal 31 Mei 2023 | |
CV Surya Mulya Baru | 0022251276712000 | Rp 3,415,390,500 | Petugas Keselamatan Konstruksi an.ANASTASIA IRMAWATI SEPU,S sudah disampaikan oleh CV MANDIRI JAYA UTAMA pada Paket pekerjaan Jalan Bengkirai Kecamatan Pangkalan Banteng yang di tetapkan pada tanggal 29 Mei 2023 |
| 0942446899711000 | - | - | |
| 0317447944713000 | - | - | |
| 0769008384701000 | - | - | |
| 0746569003711000 | - | - | |
| 0628548059713000 | - | - | |
| 0617313663713000 | - | - | |
Batara Sakti, CV | 0032784563701000 | - | - |
| 0807255088713000 | - | - | |
| 0841195126713000 | - | - | |
| 0940717291713000 | - | - | |
| 0032205387713000 | - | - | |
| 0022924641711000 | - | - | |
| 0533775375713000 | - | - |
U R A IA N S INGKA T PEKER J AA N
PROGRAM : PENATAAN BANGUNAN GEDUNG
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG DIWILAYAH DAERAH
KABUPATEN/ KOTA, PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN
(IMB) DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG
SUB KEGIATAN : REHABILITASI, RENOVASI DAN UBAHSUAI BANGUNAN GEDUNG
UNTUK KEPENTINGAN STRATEGIS DAERAH KABUPATEN/ KOTA
PEKERJAAN : LANJUTAN PENATAAN PANGKALAN BUN PARK
LOKASI : KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
TAHUN ANGGARAN : 2023
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek kostruksi jalan sebagai Penyedia Jasa
diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan
proyek yang akan dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan
yang berbeda-beda sehingga perlu tatacara pelaksanaan yang berbeda pula. Sedangkan
dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu tertentu untuk menyelesaikan
proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut
dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang optimal. Oleh karena itu sebagai
acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu memahami tahapan metode
pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari rincian
volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung Diwilayah Daerah Kabupaten/ Kota,
Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (Imb) Dan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
ini merupakan kegiatan yang berada di Lingkup SKPD-DINAS PEKERJAAN UMUM DAN
PENATAAN RUANG Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2023.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pekerjaan Papan Nama Pekerjaan
2. Mobilisasi dan Demobilisasi
3. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Kontruksi (Smkk)
A. Alat Pelindung Diri
▪ Helm Pelindung (Safety Helmet)
▪ Rompi
▪ Sarung Tangan
▪ Sepatu
B. Fasilitas Sarana Kesehatan dan penanggulangan bencana
▪ Tersedia Kotak P3K
▪ Tersedia APAR
C. Rambu – rambu
▪ Rambu Larangan/ Peringatan
▪ Papan Informasi K3
▪ Rambu APD (Alat Pelindung Diri)
D. Personil K3 Konstruksi
▪ Petugas K3
B. PEKERJAAN PEMBANGUNAN MUSHOLA
I. PEKERJAAN TANAH
1. Pek. Galian Tanah
2. Pek. Urugan Pasir
3. Pek. Timbunan Tanah Biasa
II. PEKERJAAN PONDASI
1. Pek. Pondasi Pasangan Batu
III. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pek. Slope
▪ Pek. Bekisting
▪ Pek. Cor beton Fc' 21,75Mpa
▪ Pek. Besi Tulangan
2. Pek. Kolom
▪ Pek. Bekisting
▪ Pek. Cor beton Fc' 21,75Mpa
▪ Pek. Besi Tulangan
3. Pek. Balok
▪ Pek. Bekisting
▪ Pek. Cor beton Fc' 21,75Mpa
▪ Pek. Besi Tulangan
4. Pek. RingBalk
▪ Pek. Bekisting
▪ Pek. Cor beton Fc' 21,75Mpa
▪ Pek. Besi Tulangan
5. Pek. Plat Dak Cantilever
▪ Pek. Bekisting
▪ Pek. Cor beton Fc' 21,75Mpa
▪ Pek. Besi Tulangan
6. Pekerjaan Cor Rabat Beton Fc' 14,5 Mpa
IV. PEKERJAAN DINDING PASANGAN
1. Dinding Pasangan Bata
2. Plasteran
3. Acian
4. Penutup Lantai Keramik 40x40
5. Penutup Lantai Keramik Unpolished 40x40
6. Penutup Dinding Keramik Tempat Wudhu 25/45
7. Pek. Pemasangan Dinding Batu Andesit Bintik Bakar
V. PEKERJAAN KUSEN PINTU KACA
1. Pek. Kusen Aluminium 4" + Aksesoris
2. Pek. Pasangan Kaca 5 mm
3. Pek. Daun Pintu Kaca Tempred 10 mm + Aksesoris
4. Pek. Daun Pintu Alumunium + Aksesoris
VI. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
1. Pek. Rangka Atap Baja Ringan
2. Pek. Penutup Atap Genteng Metal Fancy
3. Pek. Listplank Ulin 2/20
4. Pek. Nok Genteng Metal Fancy
VII. PEKERJAAN PENUTUP LANGIT LANGIT
1. Pek. Rangka Hollow Penutup Plafound
2. Pek. Penutup Plafound Gypsum 9 mm
VIII. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pek. Pengecatan Dinding
2. Pek. Coating Batu Alam
IX. PEKERJAAN SANITASI
1. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pipa Air Bersih ¾
2. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Kran ¾
3. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Buis Beton Ø80cm
X. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pek. Pemasangan Titik Lampu & Stop Kontak
2. Pek. Lampu Downlight 10 Watt
3. Pek. LED Strip
4. Pek. Pengadaan dan Pemasangan AC Panasonic Standart 1PK
5. Pek. Penyambungan Daya dari Gedung Utama (Lengkap Asesoris)
6. Horn Speaker Toa Corong Masjid/Musholah Zh-5025b Original
25watt
7. TOA Mixer Amplifier ZA-2060
XI. PEKERJAAN LAIN – LAIN
1. Pek. Kubah Masjid Stainless Steel Ø1 Meter
C. PEKERJAAN LANJUTAN GEDUNG UTAMA
I. PEKERJAAN ORNAMEN GEDUNG
1. Pek. Ornamen GRC Tiang Kolom Bagian Dalam Bangunan
2. Pek. Ornamen GRC Jendela Atas (Lengkap Aksesoris Lainya)
3. Pek. Ornamen GRC Jendela Bawah (Lengkap Aksesoris Lainya)
4. Pek. Ornamen GRC List Plank Atap Dak Belakang ( Lengkap
Aksesoris Lainya)
5. Pek. Ornamen GRC List Profil Dinding ( Lengkap Aksesoris Lainya)
6. Pek. Besi Penggantung Listplank
7. Pek. Pemasangan Dinding Batu Andesit Bintik Bakar
8. Pek. Coating Batu Alam
9. Pek. Stiker Kaca Sandblash Motif
II. PEKERJAAN PENUTUP LAFOUND
1. Pek. Rangka Plafound Besi Hollow 2x4 & 4x4
2. Pek. Punutup Plafound PVC
III. PEKERJAAN PENUNJANG BANGUNAN
1. Pek. Dinding Panel Peredam
2. Sound System Bangunan Lengkap Aksesoris
▪ Sub 218 Custom
▪ MID-HI 215 TW Custom
▪ Power RWD ND 6001 MKII
▪ Power RWD NR 12002 MKII
▪ DLMS Phaselab NX 2600
▪ Mixer GT Lab 16ch
▪ H. Case Power / Rack Power
▪ Kabel SPK 425 @ 30 Mtr
▪ Kabel Instalasi
▪ Spk Activ Baretone Max 15 RC
▪ Equalizer 1231
▪ Mic Wireless
3. Lampu Penerangan Jalan Lengkap Aksesoris
4. AC Floor Standing 5 PK Panasonic
5. Regency Stand Fan Water Misty Cool Blower 26 Inch Zmist26 Zmist-
26
6. Silent Diesel Generator 30KVA (Diesel Engine V-Gen W30S3, C
Stamford UCI224F)
7. Pek. Paving Block
8. Pek. Pasangan Bata
9. Plasteran
10. Acian
11. Tandon Air 1200Liter + Asesoris
12. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Buis Beton Ø80cm
D. PENATAAN JALAN DAN DRAINASE
I. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
1. Penyiapan Badan Jalan
II. PERKERASAN BERBUTIR
1. Lapis Pondasi Agregat Kelas B
2. Lapis Pondasi Agregat Kelas A & B
III. PERKERASAN ASPAL
1. Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
2. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
3. Lataston Lapis Aus (HRS-WC)
IV. PEKERJAAN DRAINASE
1. Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
V. PEKERJAAN STRUKTUR DRAINASE
1. Pek. Bekisting
2. Pek. Cor beton Fc' 21,75Mpa
3. Besi Tulangan
VI. PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pagar Besi Uk. 2x2m
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
S PM K PERS IAPAN
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
S HO P D RAWING Addendum
PEL AKS ANAAN
PEKERJAAN
1. Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Perkerasan Berbutir
3. Pekerjaan Perkerasan Aspal
4. Pekerjaan Struktur
5. Pekerjaan Harian & Pekerjaan
Lain-Lain
6. Pekerjaan Pemeliharaan
Kinerja
D O KU M EN
AD M INIS T RAS I
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. DIVISI 1. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatankegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara
lain :
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quary yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan
dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan pengawas teknis,
diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa ke laboratorium Job Mix
Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam
pelaksanaan proyek.
2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Tahap berikutnya menentukan lokasi bascamp, pembuatan kantor lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi
perlatan sesua dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.
3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai
disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi
isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
4) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga diungkinkan untuk
mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan
system dan tatacara survey dikordinasikan dengan direksi teknis.
5) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua material
yang akan digunakan untuk proses pembuatan Lapis Pondasi Agregat Kelas A &
B, B, Tanah Timbunan, Semen, Asphalt, Pasir dan bahan material beton lainnya
yang terdapat dalam spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak Direksi
Teknis dan Konsultan Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis
untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
b) Asphalt Mixing Plant
c) Asphalt Finisher
d) Tandem Roller
e) P. Tyre Roller
f) Motor Greader
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan
tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan
pekerjaan tersebut baik dilokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam
kontrak pelaksanaan pekerjaan
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PEMBANGUNAN MUSHOLA
PEKERJAAN TANAH
A. PEKERJAAN GALIAN TANAH
Alat-alat yang perlu dipersiapkan :
1. Cangkul
2. Meteran
3. Waterpass
4. Theodolit
5. Belincong
6. Pengki
7. Benang
8. Selang air
9. Patok kayu
10. Cat putih
11. Mesin pompa air
Langkah-langkah yang harus dikerjakan :
1. Buatlah gambar shop drawing terlebih dahulu untuk pekerjaan galian tanah
kemudian ajukan gambar tersebut untuk direalisasikan ke pondasi.
2. Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu pelaksanaan
pekerjaan.
3. Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap ukuran
dan elevasi galian tanah.
4. Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.
5. Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
6. Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung proses
penggalian tanah.
7. Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah dipasang
sebelumnya.
8. Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.
9. Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan kedalaman
sesuai perencanaan.
10. Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu menggunakan theodolit.
11. Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa khusus
supaya tidak menghambat pekerjaan.
12. Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti sampah,
potongan kayu, dan bebatuan.
13. Setelah proses penggalian tanah rampung, tahap berikutnya adalah
pekerjaan pondasi cor beton serta pengurugan tanah.
B. URUGAN PASIR & TIMBUNAN TANAH
Tahapan Persiapan:
1. Dalam tahapan persiapan ini, pastinya Anda harus meninjau langsung area yang
hendak diurug. Peninjauan ini sangat diperlukan untuk melihat spesifikasi tanah
dan luas area yang hendak diurug. Berdasarkan spesifikasi tanah yang sudah
diidentifikasi, selanjutnya bisa ditentukan jenis tanah yang akan dipakai sebagai
urug. Dari peninjauan ini pula dapat diketahui perkiraan volume tanah urug yang
dibutuhkan. Volume kebutuhan tanah urug memang tidak bisa dipastikan dengan
tepat sebab ada faktor penyusutan tanah yang harus dipertimbangkan. Meskipun
begitu, perkiraan kebutuhan volume tanah urug bisa ditentukan kurang lebih
130% dari volume gambar dengan memasukkan faktor susut sekitar 30%.
2. Tahapan berikutnya adalah tahapan pengurugan yang diawali dengan
membersihkan area yang hendak diurug dari berbagai sampah. Setelah itu,
pasanglah batasan-batasan dan patok. Kemudian tarik benang dari patok ke
patok. Tujuan pemasangan benang ini adalah untuk mendapatkan permukaan
tanah yang rata sesuai dengan ketinggian yang diharapkan. Jika sudah, barulah
pengurugan tanah bisa dimulai. Sebaiknya lakukan pengurugan tanah lapis demi
lapis sesuai dengan ketentuan. Misalnya saja masing-masing lapis setinggi 40cm.
Pada setiap lapisan tersebut, lakukan pemadatan sebelum ditambahkan dengan
material urug untuk lapisan berikutnya.
3. Saat pekerjaan pengurugan sudah selesai dikerjakan, jangan abaikan tahapan
yang terakhir yakni tahapan pemeriksaan. Tahapan ini penting dilakukan supaya
pekerjaan pengurugan tanah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan standar
kelayakan. Tahapan pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan batas urugan,
kemiringan tanah urugan, jenis tanah urugan, kepadatan urugan, sistem proteksi
dan dewatering.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PONDASI
A. PEKERJAAN PONDASI PASANGAN BATU
Tahapan Pelaksanaan Pondasi Pasangan Batu
1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25 Cm dari permukaan
urugan pasir
3. Siapkan adukan untuk meletakkan batu-batu tersebut
4. Susunan batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan (anstamping) dengan
tinggi 20cm dan isikan pasir dalam celah – celah batu tersebut sehingga tidak ada
rongga antar batu kemudian siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air.
5. Naikan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan,
sesuai ketinggian benang. Usahan bidang luar pasangan tersebut rata.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN STRUKTUR
A. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Persiapan
a. Pembuatan dan Pengajuan gambar shop drawing pekerjaan struktur beton
setiap bagian
b. Approval material yang digunakan
c. Persiapan lahan kerja
d. Persiapan materian kerja
e. Persiapan alat bantu kerja
2. Pengukuran
a. Juru Ukur (Surveyor) dengan menggunakan theodolith melakukan
pengukuran dan marking area untuk titik penempatan, ukuran (dimensi)
serta leveling dari poer, sloof, kolom. Balok, plat lantai.
b. Pekerjaan pengukuran dan marking area dikerjakan secara berurutn
mengikuti alur pekerjaan struktur beton yang dikerjakan.
3. Fabrikasi Besi Tulangan
a. Penyediaan tempat untuk proses pemotongan besi
b. Besi yang digunakan sesuai mutu baja dan diameter yang digunakan
c. Tekuk besi sesuai shopdrawing
d. Rangkai besi dengan kawat beton
e. Untuk kolom sebainya dikerjaakan terlebih dahulu
4. Fabrikasi Bekisting
a. Fabrikasi bekisting dikerjakan dilokasi pekerjaan
b. Potong dan bentuk multiplex sesuai dengan ukuran gambar kerja
c. Cek bekisting jangan ada celah dan kebocoran
d. Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau besi
plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
e. Setting besi tulangan yang telah difabrikasi kedalam bekisting
f. Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai kebutuhan
g. Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekisting
5. Pengecoran Beton
a. Pembuatan JMF/ Job Mix Formula sebelum melakukan pengecoran
b. Pengecoran bisa dimulai setelah disetujui oleh konsultan pengawas dan
direksi menyetujui
c. Pasang sparing pipa-pipa mekanikal dan elektrikal yang melintas area
pengecoran
d. Bersihakan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan
sampah
e. Hindari terjadinya beton setting akibat area belum siap.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PASANGAN DINDING
A. PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Memebersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah
2. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan tanda posisi kolom
praktis
3. Bata merah direndam dulu sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air
4. Memasang bata merah pada jalur marking serta benang acuanyang telah
dipasang
5. Adukan semen pasir diaplikasikan secara merata kepermukaan bata merah
6. Bata merah disusun diatas adukan mortar tersebut terus diperiksa kerekatan
pasangannya
7. Teleh tinggi pasangan bata merah mencapai 1m kemudian lanjutkan dengan
corbeton kolom praktis
8. Periksa selalu kelurusan serta vertikal pasangan bata merah
B. PLASTERAN DAN ACIAN
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran dan
acian.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-
unting, jidar, raskam, benang, kertas gosok, dll.
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 5Psr dan plesteran transram
menggunakan aduka 1PC : 3Psr.
b. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak
lurus terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak
bergelombang.
c. Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan
elektrikal.
d. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu
pada permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
e. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
f. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan
alat bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
g. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya,
kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
h. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
i. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering
(cukup umur).
j. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk
memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian
semen, permukaan acian sebelum mengering digosok dengan
menggunakan kertas gosok.
C. PASANGAN KERAMIK
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai
keramik.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja : keramik tile 40x40 cm, keramik 20x25 cm,
semen PC,pasir, semen grouting nat, air, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : gerinda, palu karet, meteran,
waterpass, benang, selang dan air.
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN PASANGAN KERAMIK
a. Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram
terlebih dahulu sebelum ditebar adukan pasangan keramik.
b. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum
dipasang.
c. Buat adukan untuk pasang keramik.
d. Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan permukaan
keramik yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
e. Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang ditebar
permukaannya yang rata/flat.
f. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
g. Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan
yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan
pemasangan keramik lantai lainnya dengan contoh kepalaan pasangan
keramik yang telah dibuat.
h. Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet
untuk mendapat permukaan lantai keramik yang rata.
i. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.
j. Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan lantai
keramik. Setelah itu gres dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish
garis siar/nat.
k. Pekerjaan terakhir yaitu pencucian permukaan lantai keramik dari
kotoran.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN KUZEN DAN PINTU KACA
A. PEKERJAAN KUZEN ALUMUNIUM DAN KACA
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen
dan jendela aluminium.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium
frame, hardware, sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji,
waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter,
dll.
2. FABRIKASI KUZEN ALUMUNIUM
a. Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk
memudahkan apabila ada perbaikan.
b. Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup
galvanis.
c. Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan
protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu
pemasangan.
3. PEMASANGAN KUZEN ALUMUNIUM DAN FRAME
a. Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan
siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem
pemasangan dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.
b. Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting.
Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga
lebih kuat dan tahan lama.
c. Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan
dinding di isi silicone sealant.
d. Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan
frame untuk pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela
dipasang pada kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang
disekrup ke kusen.
e. Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar
aman dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan
alumunium dan daunnya.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PENUTUP ATAP
A. RANGKA ATAP BAJA RINGAN DAN PENUTUP
1. PERSYARATAN TEKNIS RANGKA ATAP BAJA RINGAN
a. Kuda-kuda terpasang berpengaruh dan stabil, dilengkapi dengan angkur
(dynabolt) pada kedua Tumpuannya.
b. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
c. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata.
d. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
e. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
f. Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan
pelaksanaan pekerjaan.
2. PERSIAPAN KERJA
a. Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan tidak
diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
b. Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan
kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melaksanakan
pekerjaan di atas ketinggian (lihat belahan keselamatan kerja).
c. Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara
lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air (waterpass), alat
penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.
3. LEVELING DAN MARKING
a. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan
siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai
alat bantu.
b. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua belahan
bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang
ada di bawahnya.
c. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan
gambar rencana atap. Mengukur jarak antar kuda-kuda.
4. PENGANGKATAN DAN PEMASANGAN KUDA-KUDA
a. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, biar tidak mengakibatkan
kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
b. Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan
dan kiri kuda-kuda sanggup ditentukan dengan teladan posisi dikala
pekerja melihat kuda-kuda, dengan lisan web sanggup dilihat oleh pekerja.
Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di
sebelah kanannya ialah sisi kanan.
c. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda biar tegak lurus dengan ringbalok
menggunakan benang dan lot (unting-unting)
d. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan
menggunakan 4 buah screw 12 – 14 x 20 HEX.
e. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
menambahkan balok penopang sementara, biar posisi kuda-kuda tidak
berubah.
f. Mengulangi langkah ke-1 hingga ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda,
sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.
g. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2
meter).
h. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
memastikan garis nok mempunyai ketinggian yang sama (datar)
i. Memasang balok nok.
j. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, bila bekerja beban
angin. Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
k. Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di
atas truss, jurai dan rafter.
l. Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis epilog
atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat
menggunakan screw ukuran 10-16×16 sebanyak 2 (dua) buah.
m. Memasang outrigger (gording embel-embel sehabis kuda-kuda terakhir
yang menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger sanggup
dipasang sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda-
kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm. outrigger harus diletakkan
dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.
n. Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing ceilling
battens ialah 120 cm. Komponen ini dipasang pada permukaan belahan
atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw. Untuk pertemuan ceilling
battens dengan ring balok di beri ganjal bracket yang diikat menggunakan
2 (dua) buah dynabolt. Fungsi ceilling battens ialah untuk memperkuat
ikatan antar kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan memanjang ceilling
battens sebaiknya sempurna diatas bottom chord. Setiap sambungan
harus overlap 40 cm, dan setiap pertemuan dengan bottom chord harus
di-screw. Ceiling battens selanjutnya sanggup difungsikan untuk menahan
plafond dan penggantungnya.
5. PEMASANGAN PENUTUP ATAP
a. Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor,
kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan support overhang
terpasang dengan benar .
b. Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini dipasang terlebih
dahulu di atas jurai dan rafter,
c. Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang digunakan,
lalu dilanjutkan dengan pemasangan reng (roof battens) dengan screw 10
– 16 x 16 HEX.
d. Memasang satu jalur penutup atap terlebih dahulu dari bawah ke atas.
Pemasangan penutup atap harus lurus dan rapi biar polanya menjadi rapi
dan tidak berbelok – belok
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PENUTUP LANGIT-LANGIT
A. PEKERJAAN RANGKA HOLLOW DAN PENUTUP GYPSUM
1. TATACARA PEMASANGAN RANGKA HOLLOW & PLAFOND GYPSUM
a. Tentukan elevasi plavond dan buat garis sipatan pada dinding & as sumbu
ruangan
b. Pasang rangka tepi (steel hollow) dan wall angle profil L/ moulding profil
W sebagai list tepi tepat pada sipatan
c. Tentukan jarak penempatan kait penggantung
d. Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk
menjamin kelurusan
e. Pasang paku kait dan rod/penggantung
f. Pasang rangka utama
g. Pasang rangka pembagi
h. Pasang dan kencangkan klip / rod.
i. Pasang panel gypsum
j. Cek kerapihan dan kerataan bidang plafond
k. Tutup sambungan antara panel gypsum dengan paper tape dan
compound lalu diampelas dan difinishing dengan cat
2. TATACARA PEMASANGAN COMPOUND PADA SAMBUNGAN NAT PLAFOND
a. Lakukan pelapisan pada petemuan bidang panel dengan compound
b. Tempelkan paper tape diatas nat sedemikian rupa setelah sebelumnya nat
dibersihkan dari debu dengan kuas bersih
c. Dengan kapi aplikasikan kompon gypsum sebagai kompon pengisi
sekaligus menutup paper tape setipis mungkin namun pastikan
menembus paper tape dan mengisi nat dibelakangnya. Sekaligus pula
tutup kepala sektup dengan kompon gypsum (sebagai tahap 1)
d. Setelah kompon pengisi mengering, dengan kapi aplikasikan kompon
gypsum sebagai kompon penutup selebar +/- 35 cm diatas kompon tahap
1 setipis dan serapi mungkin. Sekaligus pula tutup kepala sekrup dengan
kompon gypsum
e. Setelah kompon penutup kering, amplas seluruh permukaan yang ber-
kompon dengan amplas ukuran sedang dan menggunakan alat bantu
f. Agar pekerjaan menutup sambungan mendapatkan hasil yang maksimal
gunakanlah alat mesin amplas (Hand Sander)
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PENGECATAN
A. PENGECATAN DINDING
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule
, peralatan, personil kerja pekerjaan dimulai.
b. Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Menyediakan tangga pijakan untuk pengecatan
d. Menyediakan alat-alat keselamatan K3 dan rambu-rambu peringatan
2. URAIAN PEKERJAAN
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
b. Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
c. Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
d. Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
e. Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
f. Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan
B. COATING BATU ALAM
1. CARA MENGGUNAKAN COATING PERNIS BATU ALAM
a. Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran
lainnya supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna
pada permukaan batu alam.
b. Pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa
pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
c. Lapis kan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas atau
bisa juga di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih
sempurna.
d. Setelah lapisan pertama telah mengering (15-20 menit) dapat
dilakukan pelapisan berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga
sudah bagus, penggunaan lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang
lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan merata supaya
tidak terlihat belang hasilnya.
e. Daya sebar 1 kaleng/1 liter coating bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung
jenis batu dan porositas batu, biasanya untuk batu candi penggunaan
lebih boros karena jenis batu tersebut mempunyai pori-pori yang
banyak dan lebar.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN JALAN DAN DRAINASE
PEKERJAAN TANAH
A. PENYIAPAN BADAN JALAN
Pekerjaan ini mencakup penggarukan, penyiapan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan Lapis Pondasi Agregat,
Lapis Pondasi Agregat pada galian pelebaran badan jalan. Pelaksanaan pekerjaan
penyiapan badan jalan ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
▪ Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)
▪ Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
▪ Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ Metode Kerja :
▪ Tanah yang sudah digali dan ditimbun dipadatkan lalu dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
▪ Tanah eksisting sepanjang jalan lokasi pekerjaan diratakan menggunakan
alat motor grader dan dipadatkan menggunakan vibratory roller dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
▪ Pekerjaan ini dilakukan berulang dengan beberapa lintasan dan overlay
blade diikuti pengecekan elevasi kemiringan dan kerataan badan jalan
▪ Pekerjaan ini dilakukan menggunakan motor grader dan vibro roller.
Dilakukan pemadatan dengan vibro terlebih dahulu kemudian motor
grader membentuk penampang jalan. Setelah itu dipadatkan kembali
dengan vibro roller. Begitu seterusnya hingga terbentuk kemiringan
penampang yang direncanakan atau yang disyaratkan berdsarkan
spesifikasi teknis.
Gambar. Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PERKERASAN BERBUTIR
A. LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A & B DAN B
Agregat Base kelas A & B adalah merupakan campuran agregat halus dan kasar yang
dapat memenuhi gradasi sesuai dengan Spesifikasi.
Proses Pencampuran bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus
dikerjakan di lokasi instalasi pemecah batu Quaary yang disetujui, dengan
menggunakan pemasok mekanis yang telah dikalibrasi untuk memperoleh aliran
yang menerus dari komponen-komponen campuran dengan proporsi yang benar dan
dalam keadaan apapun tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.
Whell Loader memuat Agregat kelas A & B ke dalam Dump Truck di Base Camp
Mojokerto dan diangkut ke lokasi pekerjaan dengan Dump Truck lalu dihampar
dengan Motor Grader/bulldozer, hamparan agregat dibasahi dengan Water Tanker
sebelum dan sesudah pemadatan dengan Vibro Roller dan selama pemadatan
sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan
alat bantu kereta dorong, sekop dan garpu.
Dari lokasi Quarry tersebut, dilaksanakan pengambilan contoh material (sampling )
pada beberapa titik untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Jenis tes yang
dilaksanakan meliputi dan tidak terbatas pada:
- Batas Cair dengan Alat Casagrande (SNI 03-1967-1990)
- Pengunjian Batas Plastis (SNI 03-1966-1990)
- Keausan Agregat dengan Mesin LA (SNI 03-1966-1990)
- Kepadatan Berat Untuk Tanah (SNI 03-1743 1989)
- Gumpalan Lempung dan Butir-Butir Mudah Pecah dalam Agregat (SK SNI M
–01- 1994-03)
- Kepadatan Lapangan dg Konus Pasir (SNI 03-2827-1992)
- Kepadatan Berat Untuk Tanah (SNI 03-1743-1989)
- Pengujian CBR Laboratprium (SNI 03-1744-1989)
Selanjutnya dilakukan pembuatan Job Mix Formula, sehingga didapat komposisi
material yang akan dipergunakan. Berikutnya juga dilakukan Trial Compaction, guna
mengetahui berapa jumlah lintasan masing – masing alat yang akan digunakan, untuk
mendapatkan nilai kepadatan sesuai dengan Spesifikasi.
1) Jenis Peralatan yang digunakan sebagai berikut :
- Wheel Loader/Excavator
- Dump truck
- Motor Grader
- Vibro Roller
- Water Tank
- Alat Bantu
2) Staking Out/ Pengukuran Ulang Lapangan
Staking Out dilapangan untuk menentukan:
- Patok Referensi. (elevasi dan koordinat)
- Patok Centre Line
- Patok Batas Lapis pondasi aggregate Kelas A & B
3) Penyiapan Tempat Kerja
- Pengendalian lalu lintas sesuai ketentuan agar kegiatan tidak terganggu
- Pembuatan patok sebagai tanda ketinggian atau elevasi sesuai gambar
rencana
- Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada perkerasan atau bahu
jalan lama, semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan atau bahu
jalan diperbaiki terlebih dahulu sampai mendapatkan persetujuan dari
Direksi Pekerjaan
- Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada suatu lapisan
perkerasan lama atau tanah dasar baru yang disiapkan, maka lapisan ini
diselesaikan terlebih dahulu hingga mendapatkan persetujuan dari Direksi
Pekerjaan
- Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar langsung di atas permukaan
perkerasan aspal lama, maka dilakukan penggarukan atau pengaluran pada
permukaan perkerasan aspal lama agar diperoleh tahanan geser yang lebih
baik.
4) Pemeriksaan Kadar Air (Water Content)
Pemeriksaan kadar air material Agregat Base Kelas A & B dilaksanakan dengan
ketentuan:
- Apabila kadar air material berada dalam batas toleransi yang disyaratkan
(biasanya diukur dari kadar air optimum) material dapat langsung dihampar
dan dipadatkan
- Apabila kadar air melebihi batas toleransi yang diijinkan, material
dikeringkan terlebih dulu dengan cara dihampar (diangin-anginkan) sampai
kadar air mencapai toleransi tersebut
- Apabila kadar air material lebih kecil dari batas toleransi yang diijinkan,
material dihampar dan disiram dengan air untuk menaikkan kadar air
5) Approval Material Aggregat A & B
6) Penghamparan Material Aggregat A & B
Penghamparan material dilaksanakan dengan menggunakan Motor Grader. Pada
penghamparan material ini yang perlu diperhatikan adalah:
- Kondisi cuaca saat pelaksanaan
- Pengaturan jarak bongkar material agar didapatkan ketebalan yang rata,
karena akan terjadi segregasi material bila terlalu banyak pengaturan untuk
penambahan atau pengurangan sesuai tebal rencana
- Bila penghamparan agregat dilakukan lebih dari satu lapis, maka dibuat
ketebalan yang sama. Tetapi ketebalan ideal dalam penghamparan adalah
sebesar dua kali ukuran maksimum agregat
- Bila terjadi segregasi, maka lakukan segera perbaikan dengan menambah
atau mengganti dengan material yang baru.
Operasi penghamparan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit
demi sedikit ke arah sumbu jalan, dalan arah memanjang. Pada bagian yang
ber”superelevasi”, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi
penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang
dan lapis tersebut terpadatkan secara merata. Tebal padat minimum untuk
pelaksanakan setiap lapisan harus dua kali ukuran terbesar agregat lapis
pondasi. Tebal padat maksimum tidak boleh melebihi 15 cm, kecuali
diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.
7) Pemadatan
Pemadatan (compaction ) dilaksanakan dengan menggunakan Vibro
Roller/Smooth drum , dimulai dari bagian tepi ke bagian tengah. Setelah
pemadatan satu pas selesai, alat pemadat dipindahkan ke sebelahnya dengan
overlapping 1/8 lebar drum dan seterusnya hingga mencakup seluruh area
pemadatan. Langkah tersebut diulang kembali hingga jumlah passing
pemadatan setiap lintasan mencapai jumlah passing tertentu (Sesuai hasil
Trial).
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah:
- Lapis pondasi agregate paling atas yang diselesaikan setiap section
pemadatan harus dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan
sesuai spesifikasi. Hal ini dimaksudkan agar air hujan cepat terbuang
keluar area timbunan pilihan dan tidak meninggalkan genangan yang
dapat mengganggu pekerjaan pada lapis diatasnya
- Apabila kadar air material kurang maka ditambahkan air dengan cara
menyemprotkan air dari truck tangki air, Banyaknya air yang disemprotkan
harus diperhitungkan agar tidak berlebihan
- Patok referensi elevasi lapis pondasi agregate, centre line , batas-batas
lapis pondasi agregate dan patok kemiringan agar dibuat dengan jelas,
diupdate sesuai dengan elevasi lapis pondasi agregate yang telah
diselesaikan dan dijaga keberadaannya untuk memudahkan pemeriksaan
dan pengontrolan pekerjaan
- Untuk lokasi lapis pondasi agregate yang tidak dapat dijangkau dengan
Vibro Roller/Smooth drum , digunakan Baby Roller atau Stamper
disesuaikan dengan kondisi lapangan, misalnya pada pertemuan timbunan
dengan struktur jembatan, box culvert, dan lain-lain.
Pada lokasi lapis pondasi agregate harus dibuatkan temporary drain
sedemikian rupa sehingga setiap terjadi hujan saluran tersebut dapat
menampung air dan berfungsi dengan baik sehingga tidak mengakibatkan
genangan atau kelongsoran yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan.
8) Pengujian
Suatu program pengujian rutin pengendalian mutu bahan dilaksanakan untuk
mengendalikan ketidakseragaman bahan yang dibawa ke lokasi pekerjaan.
Pengujian yang dilakukan meliputi :
- Pengujian kadar air agregat untuk kontrol penghamparan
- Pengujian indeks plastisitas 5 pengujian /1000 m3
- Pengujian gradasi partikel 5 pengujian /1000 m3
- Pengujian Kepadatan Lapangan dengan alat Konus Pasir < 200 m
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PERKERASAN ASPAL
A. LAPIS PEREKAT - ASPAL CAIR/EMULSI & LAPIS RESAP PENGIKAT - ASPAL CAIR
Pekerjaan ini digunakan sebagai Lapis Perekat antara perkerasan beton fc’ 30 Mpa dan
diatas Aggregat A dengan konstruksi diatasnya, sebelum dilakukan penyemprotan aspal
dipanaskan pada tangki Aspal Sprayer dan dicampur dengan Karosin setelah aspal
mencapai suhu yang telah ditetapkan sesuai spesifikasi setelah itu aspal Lapis Resap
Pengikat disemprotkan ke Lapis Pondasi Agregat Kelas A & B dengan ketebalan 0,15 liter
/ meter persegi.
Dikerjakan secara mekanik dengan urutan kerja sebagai berikut Aspal dan minyak Flux
dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair Permukaan yang akan
dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air Compresor. Di semprotkan dengan
merata dengan asphal sprayer pada badan jalan yang akan dipasang Lapisan Lataston
Lapis Aus (HRS-WC) 3,0 cm (gradasi senjang/semi senjang).
➢ Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal
berikutnya. Dan dihampar diatas permukaan yang beraspal.
➢ Tahap dan Cara Pelaksanaan
MULAI
PEMBERSIHAN LOKASI
PENCAMPURAN ASPAL & KEROSIN
MENGGUNAKAN AIR COMPRESOR
PENYEMPROTAN CAMPURAN ASPAL
CAIR/ SPRAYER
SELESAI
Gambar. Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Perekat – Aspal Cair/ Emulsi
➢ Analisa Pengerahan Alat & Material
a) Alat yang digunakan
▪ Asphalt Sprayer
▪ Air Compresor
▪ Asphalt Distributor
▪ Dump Truck
▪ Alat bantu
b) Material yang digunakan
▪ Asphalt
▪ Kerosin/Minyak Tanah
▪ Bahan Lainnya
➢ Analisa Pengerahan Personil & K3
a) Mutu yang diharapkan :
Lapisan yang telah terhampar sesuai dengan rencana
b) Pengendalian Mutu:
Tiap 200 m ada 5 penampang, masing 1 penampang ada 3 kertas uji
B. LATASTON LAPIS AUS (HRS-WC)
Pencampuran dilakukan dengan Asphal Mixing Plant, diangkut dengan dump truck dan
dihampar dengan asphal finisher, dipadatkan dengan tandem Roller dan Pneumatic Tyre
Roller. serta dirapikan oleh pekerja dengan alat bantu. Dilaksanakan sesuai dengan
rencana dan atas persetujuan pihak Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas.
➢ Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet untuk lapis perata,
lapis pondasi atau lapis campuran aspal yang terdiri dari agregat dan bahan aspal
yang dicampur di AMP, serta menghampar dan memadatkan campuran tersebut
diatas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan.
➢ Tahap dan Cara Pelaksanaan
MULAI
PERSIAPAN ALAT DAN MATERIAL
PENCAMPURAN
ASPHALT+AGREGAT+FILLER+ADITIF
(PROSES DI AMP)
PENGANGKUTAN ASPAL KELOKASI
PEKERJAAN
PENGHAMPARAN
PEMADATAN
SELESAI
Gambar. Pekerjaan Lataston Lapis Aus (HRS-WC)
➢ Analisa Pengerahan Alat & Material
a) Alat yang Digunakan
▪ AMP+Laboratorium
▪ Wheel Loader
▪ Dump Truck
▪ Asphalt Finisher
▪ Tandem Roller
▪ Pneumatic Tire Roller
▪ Alat Bantu
b) Material yang digunakan
▪ Asphalt
▪ Agregat Kasar
▪ Agregat Halus
▪ Filler
▪ Kerosin/Minyak Tanah
➢ Analisa Pengerahan Personil & K3
a) Personil yang dikerahkan
▪ Pelaksana
▪ Petugas K3L
▪ Tenaga Kerja
b) Aspek K3
Memasang Rambu Peringatan
c) Menggukana alat pelindung (APD)
▪ Sarung Tangan
▪ Helm
▪ Sepatu Safety
➢ Pengendalian Mutu
a) Mutu yang diharapkan :
▪ Permukaan yang rata sesuai spesifikasi yang disyaratkan
▪ Elevasi sesuai dengan yang direncanakan
▪ Campuran aspal sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan
b) Pengendalian Mutu
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN STRUKTUR DRAINASE
A. BETON STRUKTUR, FC’21,75 MPA
Pekerjaan Struktur ini akan meliputi semua pengadaan material dan tenaga kerja untuk
produksi serta pelaksanaan pekerjaan beton dan beton bertulang, termasuk uji
kekuatan dan perawatannya, yang akan meliputi antara lain :
1. Material pembentukan beton
2. Pengadaan beton
3. Baja tulangan
4. Pekerjaan beton bertulang
5. Perawatan beton
6. Uji kelayakan dan kekuatan beton
Minimal dengan kuat tekan silinder fc' = 21,75 MPa, artinya mempunyai kuat tekan
hancur karakteristik sebesar 21,75 MPa pada benda uji silinder dengan diameter 150 mm
dan tinggi 300 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan tersebut di atas adalah lebih
kurang setara dengan mutu beton K-250 pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur karakteristik
sebesar 250 kg/cm2 pada benda uji kubus dengan sisi 150 mm, saat umur beton 28 hari.
Kuat tekan karakteristik adalah kuat tekan beton yang sudah memperhitungkan adanya
deviasi secara statistik pada sejumlah benda uji beton, baik itu silinder maupun kubus,
sesuai dengan SKSNI-T15-1991, atau NI-2-1971 dalam hal benda uji kubus.
Untuk mutu beton fc’ > 21,75 Mpa atau K250 seluruh komponen bahan beton harus
ditakar menurut berat. Untuk mutu beton fc’ < 21,75 MPa atau K250 diizinkan ditakar
menurut volume sesuai SNI 03-3976-1995. Bila digunakan semen kemasan dalam zak,
kuantitas penakaran harus sedemikian sehingga kuantitas semen yang digunakan adalah
setara dengan satu satuan atau kebulatan dari jumlah zak semen. Agregat harus
ditimbang beratnya secara terpisah. Ukuran setiap penakaran tidak boleh melebihi
kapasitas alat pencampur.
Pihak Kami sekurang-kurangnya dua minggu sebelum memulai pekerjaan beton
membuat adukan percobaan (trial mixes) dengan menggunakan contoh bahan-bahan
beton (semen, agregat, air dan bahan tambahan) yang akan digunakan nantinya untuk
menunjukkan bahwa campuran tersebut memenuhi kriteria untuk mencaai mutu kerja
kinerja beton yang diisyaratkan.
Urutan pelaksanaan pekerjaan Beton F’c 21,75 Mpa (K-250) adalah sebagai berikut :
Pengajuan Job Mix Design
Trial campuran beton sesuai dengan Job Mix Design
1. Beton secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan, dan dilakukan sedemikian
rupa sehingga tidak terjadi pengendapan agregat maupun bergesernya posisi
tulangan atau acuan. Pengecoran dilaksanakan secarakontinyu dalam satu
elemen struktur atau diantara siar pelaksanaan (construction joint) yang telah
disetujui.
2. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum acuan/bekisting dan
pemasangan baja tulangan selesai diperiksa dan mendapat persetujuan
Manajemen konstruksi. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang akan
dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu, batu,
tanah dan lainlain) dan dibasahi dengan air semen
3. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode
pengecoran yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Manajemen
Konstruksi , dengan memperhatikan cara atau urutan pengecoran terutama
untuk volume pengecoran yang besar (beton massa), agar tidak terjadi cold joint
dan juga menghindari kemungkinan degradasi atau kerusakan beton akibat
panas hindrasi yang ditimbulkan. Untuk itu, sebelum pengecoran dilaksanakan,
Pihak Kami menyampaikan usaha prosedur pengecoran yang optimum kepada
Manajemen Konstruksi, untuk mendapatkan persetujuan Manajemen
Konstruksi.
4. Selama proses pengecoran, perlu dilakukan uji slump dan pengambilan contoh
benda uji, dengan disaksikan persetujuan dari Manajemen Konstruksi. Prosedur
uji slump, jumlah dan cara pengambilan contoh benda uji dan contoh
cetakannya sesuai dengan SKSNl, dan terlebih dahulu mendapat persetujuan
dari Manajemen.
5. Untuk pengecoran dengan mutu beton yang sama, yang diambil minimal 1 buah
benda uji setiap 5 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang kurang
dari 300 m3, atau minimal 1 buah setiap 10 m3 pengecoran beton untuk volume
pengecoran yang lebih dari 300 m3, dalam bentuk silinder berdiameter 150 mm
dan tinggi 300 mm.
6. Selama pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan memakai vibrator,
yang dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi
ulangan. Pihak Kami menyediakan vibrator dalam jumlah yang cukup untuk
menjamin efisiensi pekerjaan tanpa adanya penundaan. Pemadatan beton
secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan agregat, kebocoran
acuan dan lain sebagainya, dihindarkan.
7. Beton pada umumnya dicor secara berlapis. Lapisan-lapisan ini masing - masing
dipadatkan, dan dijaga sedemikian rupa supaya mempunyai ikatanyang baik
satu sama lain.
8. Beton dirawat (curing) dan dilindungi selama berlangsungnya proses
pengerasan terhadap panas matahari, angin, hujan atau aliran air dan
pengeringan sebelum waktunya.
9. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama minimal 14
hari, dengan cara menyemprotkan air atau menggenangkan air pada permukaan
beton tersebut, atau dengan cara lain yang diusulkan Pihak Kami. Metode curing
lebih dahulu diusulkan dan mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi,
sebelum proses pengerasan beton.
10. Untuk pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan atas
beton diperhatikan. Pihak Kami bertanggung jawab atas retaknya beton karena
kelalaian dalam melaksanakan pekerjaan curing ini.
B. PEKERJAAN BAJA TULANGAN POLOS
Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan
Spesifikasi dan Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Adapun prosedur pelaksanaan pekerjaan Baja Tulangan Polos:
1. Sebelum penyetelan dan pemasangan baja tulangan dimulai, Pihak Kami
membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan baja tulangan
(barbending schedule), yang sebelumnya diserahkan kepada Manajemen
Konstruksi untuk mendapatkan persetujuan.
2. Tulangan bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas, tanah, serta
bahan-bahan atau kotoran yang bisa mengurangi daya letaknya.
3. Pembengkokan baja tulangan dilakukan secara hati-hati dan teliti, sesuai dengan
aturan dalam SKSNI. Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga yang ahli,
dengan menggunakan alat- Alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan
cacat, patah dan retak-retak pada batang baja.
4. Pemasangan dan penyetalan tulangan berdasarkan peil-peil yang sesuai dengan
gambar, dan sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya.
Pemasangan dilakukan dengan menggunakan pengganjal jarak selimut beton
(beton decking) untuk mendapatkan tebal selimut yang sesuai dengan gambar.
Apabila hal tersebut tidak tercantum di dalam gambar atau dalam spesifikasi,
maka dapat dipakai ketentuan dalam peraturan yang berlaku. Yang dimaksud
dengan selimut beton adalah jarak minimum yang terdapat antara permukaan
dari setiap besi beton termasuk begel terhadap permukaan beton yang terkecil
atau terdekat untuk setiap bagian dari masing-masing pekerjaan beton.
Adapun ketebalan selimut beton minimum yang disyaratkan adalah :
5. Tulangan dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama pengecoran
tidak akan berubah tempatnya.
6. Ketebalan selimut beton dibuat dengan pengganjal yang umum dipakai dalam
praktek, seperti terbuat dari beton (dengan mutu paling sedikit sama dengan
mutu beton yang akan dicor), dengan jumlah minimum 4 buah setiap m2
cetakan atau lantai kerja, atau seperti yang diinstruksikan oleh Manajemen
Konstruksi, dan tersebar merata.
C. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh
Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh
Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.
Pangkalan Bun, April 2023
Pejabat Pembuat Komitmen
Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung di
Wilayah Daerah Kabupaten/Kota, Pemberian Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik
Fungsi Bangunan Gedung
T.A 2023
SURYADI, ST., MT.
NIP. 19780202 200501 1 008