| 0396945206713000 | Rp 1,337,280,000 | |
| 0025498494713000 | - | |
CV Caroline | 03*7**3****52**0 | - |
CV Sinar Grup | 0815477526713000 | - |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - |
| 0538078049711000 | - |
PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jl. Sutan Syahrir Telp. (0532) 21034, 22283
PANGKALAN BUN 74112
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
K/L/D/I : Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat
SKPD : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Kotawaringin Barat
Nama PA : Dr. Ir. M. HASYIM MUALLIM, MT
Nama PPK : SURYADI, ST., MT.
Kegiatan : Penyelenggaraan Bangunan Gedung Diwilayah Daerah
Kabupaten/ Kota, Pemberian Izinmendirikan Bangunan
(Imb), Dan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
Sub Kegiatan : Rehabilitasi, Renovasi, Dan Ubahsuai Bangunan
Gedung Untuk Kepentingan Strategis Daerah
Kabupaten/ Kota
Pekerjaan : Pembuatan Plang Asmaul Husna
Lokasi : Kecamatan Arut Selatan
Nilai Pagu : Rp. 1.344.000.000,00,-
Nilai HPS : Rp. 1.344.000.000,00,-
Tahun Anggaran 2023
U R A IA N S INGKA T PEKER J AA N
PROGRAM : PENATAAN BANGUNAN GEDUNG
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG DIWILAYAH DAERAH
KABUPATEN/ KOTA, PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN
(IMB) DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG
SUB KEGIATAN : REHABILITASI, RENOVASI DAN UBAHSUAI BANGUNAN GEDUNG
UNTUK KEPENTINGAN STRATEGIS DAERAH KABUPATEN/ KOTA
PEKERJAAN : PEMBUATAN PLANG ASMAUL HUSNA
LOKASI : KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
TAHUN ANGGARAN : 2023
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek kostruksi jalan sebagai Penyedia Jasa
diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan
proyek yang akan dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan
yang berbeda-beda sehingga perlu tatacara pelaksanaan yang berbeda pula. Sedangkan
dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu tertentu untuk menyelesaikan
proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut
dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang optimal. Oleh karena itu sebagai
acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu memahami tahapan metode
pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari rincian
volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung Diwilayah Daerah Kabupaten/ Kota,
Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (Imb) Dan Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung
ini merupakan kegiatan yang berada di Lingkup SKPD-DINAS PEKERJAAN UMUM DAN
PENATAAN RUANG Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2023.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Papan Nama Pekerjaan
2. Mobilisasi dan Demobilisasi
3. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Kontruksi (Smkk)
A. Alat Pelindung Diri
▪ Helm Pelindung (Safety Helmet)
▪ Rompi
▪ Sarung Tangan
B. Rambu – rambu
▪ Rambu Larangan/ Peringatan
C. Personil K3 Konstruksi
▪ Petugas K3
B. PEKERJAAN TANAH
1. Galian Tanah Untuk Pondasi
2. Pasangan Bata Rolag
C. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pekerjaan Besi Tulangan
2. Pekerjaan Anchor Bolt L 16 mm x 300 mm
3. Plat Besi
4. Cor Beton Fc'14,5 Mpa
5. Pekerjaan Plasteran
6. Pekerjaan Acian
7. Besi Siku 4x4
8. Besi Hollow 4x4
9. Besi Hollow 2x2
10. Perakitan Rangka
D. PEKERJAAN FINISHING
1. Pekerjaan Covering ACP
2. Pekerjaan Pengecatan
E. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Neon Box ASMAUL HUSNA Acrylic, Backlite Decals, Lampu LED Modul
12V, Adaptor + Instalasi
2. MCB dan Instalasi
3. Contactor
4. Timer
5. Kabel Type NYFGBY 3x4
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
S PMK PERS IAPAN
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
S HO P D RAWING Addendum
PEL AKS ANAAN
PEKERJAAN
1. Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Perkerasan Berbutir
3. Pekerjaan Perkerasan Aspal
4. Pekerjaan Struktur
5. Pekerjaan Harian & Pekerjaan
Lain-Lain
6. Pekerjaan Pemeliharaan
Kinerja
D O KU MEN
AD MINIS T RAS I
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. DIVISI 1. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatankegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara
lain :
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quary yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan
dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan pengawas teknis,
diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa ke laboratorium Job Mix
Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam
pelaksanaan proyek.
2) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai
disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi
isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
3) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga diungkinkan untuk
mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan
system dan tatacara survey dikordinasikan dengan direksi teknis.
4) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua material
yang akan digunakan untuk proses pembuatan dan perakitan Rangka Hollow,
Acp, dan material lainnya yang terdapat dalam spesifikasi telah mendapat
persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas.
5) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis
untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
6) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
b) Dump Truck 3 - 4 M3
7) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : Besi Hollow, Acp, Anchor Bolt, Plat Besi dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang di salah satu lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
8) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan
tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan
pekerjaan tersebut baik dilokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam
kontrak pelaksanaan pekerjaan
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PEMBANGUNAN MUSHOLA
PEKERJAAN TANAH
A. PEKERJAAN GALIAN TANAH
Alat-alat yang perlu dipersiapkan :
1. Cangkul
2. Meteran
3. Benang
4. Selang air
5. Patok kayu
6. Cat putih
Langkah-langkah yang harus dikerjakan :
1. Buatlah gambar shop drawing terlebih dahulu untuk pekerjaan galian tanah
kemudian ajukan gambar tersebut untuk direalisasikan ke pondasi.
2. Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu pelaksanaan
pekerjaan.
3. Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap ukuran
dan elevasi galian tanah.
4. Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.
5. Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
6. Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung proses
penggalian tanah.
7. Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah dipasang
sebelumnya.
8. Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.
9. Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan kedalaman
sesuai perencanaan.
10. Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran.
11. Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti sampah,
potongan kayu, dan bebatuan.
12. Setelah proses penggalian tanah rampung, tahap berikutnya adalah
pekerjaan pondasi cor beton serta pengurugan tanah.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PONDASI
A. PEKERJAAN PONDASI PASANGAN BATU
Tahapan Pelaksanaan Pondasi Pasangan Batu
1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25 Cm dari permukaan
urugan pasir
3. Siapkan adukan untuk meletakkan batu-batu tersebut
4. Susunan batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan (anstamping) dengan
tinggi 20cm dan isikan pasir dalam celah – celah batu tersebut sehingga tidak ada
rongga antar batu kemudian siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air.
5. Naikan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan,
sesuai ketinggian benang. Usahan bidang luar pasangan tersebut rata.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN STRUKTUR
A. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Persiapan
a. Pembuatan dan Pengajuan gambar shop drawing pekerjaan struktur beton
setiap bagian
b. Approval material yang digunakan
c. Persiapan lahan kerja
d. Persiapan materian kerja
e. Persiapan alat bantu kerja
2. Pengukuran
a. Juru Ukur (Surveyor) dengan menggunakan Waterpass/ selang Ukur
melakukan pengukuran dan marking area untuk titik penempatan, ukuran
(dimensi) serta leveling dari pondasi.
b. Pekerjaan pengukuran dan marking area dikerjakan secara berurutn
mengikuti alur pekerjaan struktur beton yang dikerjakan.
3. Fabrikasi Besi Tulangan
a. Penyediaan tempat untuk proses pemotongan besi
b. Besi yang digunakan sesuai mutu baja dan diameter yang digunakan
c. Tekuk besi sesuai shopdrawing
d. Rangkai besi dengan kawat beton
e. Untuk kolom sebainya dikerjaakan terlebih dahulu
f. Penyiapan Anchor Bolt, Plat Besi, dan besi untuk kedudukan rangkaian besi
hollow.
4. Fabrikasi Bekisting
a. Fabrikasi bekisting dikerjakan dilokasi pekerjaan
b. Potong dan bentuk multiplex sesuai dengan ukuran gambar kerja
c. Cek bekisting jangan ada celah dan kebocoran
d. Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau besi
plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
e. Setting besi tulangan yang telah difabrikasi kedalam bekisting
f. Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai kebutuhan
g. Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekisting
5. Pengecoran Beton
a. Pembuatan JMF/ Job Mix Formula sebelum melakukan pengecoran
b. Pengecoran bisa dimulai setelah disetujui oleh konsultan pengawas dan
direksi menyetujui
c. Pasang sparing pipa-pipa mekanikal dan elektrikal yang melintas area
pengecoran
d. Bersihakan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan
sampah
e. Hindari terjadinya beton setting akibat area belum siap.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PASANGAN DINDING
A. PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Memebersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah
2. Bata merah direndam dulu sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air
3. Memasang bata merah pada jalur marking serta benang acuanyang telah
dipasang
4. Adukan semen pasir diaplikasikan secara merata kepermukaan bata merah
5. Bata merah disusun diatas adukan mortar tersebut terus diperiksa kerekatan
pasangannya
6. Periksa selalu kelurusan serta vertikal pasangan bata merah
B. PLASTERAN DAN ACIAN
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran dan
acian.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-
unting, jidar, raskam, benang, kertas gosok, dll.
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4Psr
b. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak
lurus terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak
bergelombang.
c. Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan
elektrikal.
d. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu
pada permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
e. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
f. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan
alat bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
g. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya,
kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
h. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
i. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering
(cukup umur).
j. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk
memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian
semen, permukaan acian sebelum mengering digosok dengan
menggunakan kertas gosok.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PENGECATAN
A. PENGECATAN DINDING
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule
, peralatan, personil kerja pekerjaan dimulai.
b. Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Menyediakan tangga pijakan untuk pengecatan
d. Menyediakan alat-alat keselamatan K3 dan rambu-rambu peringatan
2. URAIAN PEKERJAAN
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
b. Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
c. Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
d. Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
e. Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
f. Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN PERAKITAN BESI HOLLOW
A. ALAT DAN BAHAN
1. Mesin las listrik
2. Kawat las listrik/elektroda
3. Besi percobaan
4. Besi hollow (Besi Hollow 4 x 4, 1,6mm, Besi Hollow 2 x 2, 0,8mm)
5. Besi Siku 4 x 4
6. Plat Besi 3mm
7. Sarung tangan
8. Kacamata las
9. Masker
10. Gergaji besi/gerinda tangan
11. Pensil besi
12. Pengaris siku
13. Meteran
B. LANGKAH KERJA
1. Kenakan terlebih dahulu pakaian pelindung keamanan Anda meliputi sarung
tangan, kacamata, dan masker untuk mendukung keselamat kerja. Anda harus
menggunakan kacamata khusus las untuk meredupkan cahaya terang yang
muncul selama proses pengelasan berlangsung.
2. Buatlah pola terlebih dahulu pada besi hollow untuk membantu Anda dalam
pemotongannya. Anda harus membuat garis pola dengan tepat dan jelas.
3. Siapkan gerinda listrik dengan baik. Kemudian Anda bisa menyambungkannya
dengan sumber daya listrik yang tersedia. Gerinda dibutuhkan untuk memotong
besi hollow.
4. Potonglah besi hollow menggunakan gerinda listrik sesuai dengan garis pola yang
telah dibuat. Jangan lupa untuk merapikan bekas potongannya yang nampak
kurang bagus. Lantas matikan gergaji tersebut agar tidak disalahgunakan ya.
5. Sebelum mengelas besi hollow, sebaiknya Anda mengelas besi percobaan terlebih
dahulu untuk mengujicoba dan membiasakan tangan Anda mengelas besi hollow.
Lakukan sebanyak mungkin sampai hasil akhirnya benar-benar bagus.
6. Pasanglah mesin las listrik dengan sumber listrik. Lalu pasang juga bagian kawat
lasnya ke mesin las tersebut. Ingat, proses pemasangan ini harus dilakukan ketika
mesin las dalam keadaan mati (off).
7. Barulah kemudian Anda dapat mencoba melakukan pengelasan pada besi
percobaan terlebih dahulu. Mulailah melakukan pengelasan dengan teknik 3 titik
kecil pada sambungan besi hollow tersebut. Lalu balikkan posisi besi hollow dan
lakukan kembali teknik pengelasan 3 titik kecil.
8. Lakukan upaya pengelasan dengan teknik 3 titik kecil. Setelah semuanya selesai,
Anda dapat melakukan pengelasan garis vertikal. Lakukan proses ini dengan cepat
supaya besi hollow-nya tidak sampai berlubang.
9. Ratakan hasil pengelasan yang telah Anda kerjakan. Kemudian bersihkan pula
bagian-bagian las yang teksturnya kurang halus alias cukup kasar. Anda bisa
menghaluskan bagian yang telah dilas ini menggunakan kertas pasir khusus besi.
Kalau ingin memakai gerinta untuk meratakan bagian yang telah dilas tersebut,
kerjakan dengan hati-hati agar tidak mengikis las secara berlebihan.
10. Setelah Anda cukup percaya diri dengan hasil pengelasan yang telah dibuat pada
besi percobaan maka Anda bisa menerapkannya secara langsung pada besi
hollow. Kini tibalah waktunya untuk mengelas besi hollow tersebut. Lakukan
proses pengelasan ini dengan metode yang sama.
MET ODE PEL AKS ANA AN PE KERJA AN
PEKERJAAN COVERING ACP
A. JENIS BAHAN MATERIAL
1. Jenis PVDF (Poly Vinyl De Flouride) yang biasa digunakan di eksterior (Setara ACP
Seven PVDF 0.30 mm Standard)
B. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Periksa semua ukuran di gambar kerja dan disesuaikan dengan kondisi dilapangan
sebelum dilakukan penyetelan. Setiap terdapat perbedaan segera diberitahukan
kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat perbaikan.
2. Untuk mendapat ukuran yang tepat, Pelaksana Pekerjaan harus datang
kelapangan dan melakukan pengukuran.
3. Untuk mendapat hasil yang baik, pembuatan/ penyetelan harus dilakukan
dipabrik secara maksimal dan siap pasang di lapangan.
C. PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Harus dipasang oleh Kontraktor Spesialis darimana bahan tersebut diproduksi,
dengan melampirkan CV sesuai bidang keahlian tentang pemasangan aluminium
composite panel.
2. Pemasangan harus dapat menahan gerakan thermal dan struktur dari komponen
tanpa menimbulkan tekanan, kerusakan pada joint sealant, tidak menimbulkan
stress pada fastener, ketika terkena tekanan angin dan perubahan suhu udara.
3. Harus mampu menahan beban angin (positif dan negatif) 120 kg/m2. Batas
defleksi : L/180, beban positif atau negatif.
4. Kekuatan rekatan tidak boleh terjadi kerusakan pada rekatan sandwich panel
maupun pada bahan pelapis fnishingnya hingga suhu 57o C dn kelembaban 100%
setelah 1000 jam.
5. Pemotongan, penekukan dan pemberian rngka perkuatan (stiffner), hingga
menjadi panel-panel siap dipasang dilaksanakan di pabrik maupun di lapangan.
6. Bagian sisi panel ditekuk 25 mm dan joint nat antara panel diisi dengan back up
dan silicone sealant.
7. Pemasangan baik rangka maupun claddingnya harus dilakukan oleh satu
Pemborong Spesialis, tidak diijinkan dilaksanakan terpisah-pisah.
8. Dipasang dengan menggunakan kerangka baja atau bahan khusus sesuai yang
disyaratkan oleh pabrik pembuat aluminium composite panels cladding.
9. Baut-baut pengencang, angkur, bracketsdan lain sebagainy harus terbuat dari
baja galvanized.
10. Pemasangan harus dilaksanakan sesuai desain arsitektur, sambungan harus rapi,
tidak melendut atau cacat.
11. Antara tembok/kolom/beton dan cladding harus diisi dengan “sealant”.
12. Sambungan-sambungan vertikal maupun horosontal, sambungan sudut maupun
silang harus dipasang sempurna.
13. Aplikasi sealant menggunakan tekanan udara, sesuaikan tekanan udara untuk
memperoleh pengisian joint yang cukup. Jika joint sudah diisi, ratakan sealant
dengan alat yang direkomendasi oleh pabrik pembuat sealant. Masking Tape
harus segera diangkat sebelum sealant mengering (kira-kira 10–15 menit).
14. Silicone sealant harus dibersihkan sebelum mengering, dengan menggunkan kain
lap yang dibasahi dengan cairan pelarut. Jika ada yang tercecer dan sealant sudah
mengeras dapat dirapikan dengan pisau silet yang tajam.
15. Ukuran joint yang dipergunakan untuk sealant minimal harus 6 mm dengan
perbandinganlebr dan dalam = 2 : 1 (sebagai contoh untuk lebar 12 mm, dalam 6
mm)
C. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh
Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh
Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.