| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0024550816713000 | Rp 297,907,200 | Tidak menghadiri Pembuktian Kualifikasi | |
| 0396945206713000 | Rp 343,251,780 | - | |
| 0841195126713000 | - | - | |
| 0628548059713000 | - | - | |
CV Angkasa Raya Lamandau | 0941182412713000 | Rp 311,040,000 | Masa berlaku sertifikat petugas K3 telah habis |
| 0015805435713000 | Rp 276,480,000 | Surat dukungan peralatan dari PT. SINERGY NUSANTARA INDAH Jl. Walter Hugo Sampit adalah PALSU | |
| 0015805088712000 | - | - | |
| 0940717291713000 | - | - | |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - | - |
| 0536519713713000 | - | - | |
| 0439046939713000 | - | - | |
| 0728588484713000 | - | - | |
Setya Mandiri | 0846856464711000 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
A. SPESIFIKASI PROSES/KEGIATAN
1. Identitas
a. Unit Organisasi/SKPD : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Kotawaringin Barat
b. Program : Program Pengelolaan Pendidikan.
c. Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar.
d. Sub Kegiatan : Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah.
2. Nama Paket Pekerjaan : Konstruksi Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas
SD Negeri 6 Baru
a. Nama KPA : DIEN FAHRIYANDY, ST,M.P.Sc, M.Eng
b. Nama PPTK : MUHAMMAD DIYANTO, S.Kom
B. SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/ METODE PELAKSANAAN/METODE KERJA
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
a. Pekerjaan Persiapan
1) Segala sesuatunya menyangkut kelancaran pekerjaan palaksanaan harus
telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
2) Jadwal terinci, Time schedule, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,serta
kelengkapan administrasi lapangan harus disiapkan sebelum memulai
pekerjaan.
3) Demi kelancaran kegiatan sebelumnya penyedia harus memperhatikan
penempatan bahan / material dan lalu lintas.
4) Situasi dan Ukuran
a. Penyedia wajib meneliti situasi lapangan, terutama keadaan tanah, sifat
dan luasan pekerjaan serta hal-hal lain yang dapat mempengaruhi
pekerjaan penawaran kontraktor.
b. Kelalaian atau kekurangan telitian kontraktor dalam hal ini tidak dijadikan
alasan untuk mengajukan tuntutan.
c. Penyedia bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan
menurut bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang tercantum dalam rencana
kerja dan Syarat-syarat (RKS) pekerjaan ini.
d. Penyedia berkewajiban mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dan
segera melaporkan kepada Direksi bilamana terdapat ketidak cocokan
ukuran-ukuran didalam gambar-gambar RKS ini, dan tidak
diperkenangkan membetulkan kesalahan-kesalahan ukuran / gambar-
gambar sebelum berkonsultasian dari Direksi.
e. Apabila terdapat ketidaksesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran
bersama dijadikan patokan.
f. Letak titik duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar atau
sesuai kesepakatan dalam peninjauan lokasi.
g. Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang
selama dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.
h. Untuk selanjutnya patok permanen tersebut harus menjadi dasar bagi
setiap ukuran dan kedalaman.
i. Atas persetujuan Direksi, penentuan titik lainnya dilakukan oleh
pemborong dilapangan dengan alat ukur optic yang sudah diTera
kebenarannya dan harus selalu berpedoman pada titik duga patok (peil
nol).
j. Untuk Bangunan rehabilitasi sebelum kontraktor memulai pekerjaan
terlebih dahulu mengambil Foto kondisi 0% nol.
2. PEKERJAAN PEMBONGKARAN DAN PEMBERSIHAN
Spesifikasi teknis yang jelas sangat penting untuk memastikan bahwa
pembongkaran dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan persyaratan
yang ditetapkan. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa proses
pembongkaran mematuhi semua peraturan dan peraturan yang berlaku untuk
menjaga keselamatan pekerja dan lingkungan, Berikut adalah spesifikasi teknik
untuk pekerjaan pembongkaran :
1) Persiapkan area kerja dengan membersihkan area sekitarnya dan memasang
pembatas untuk memastikan keselamatan pengunjung dan pekerja.
Koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan minimnya dampak pada
aktivitas masyarakat
2) Matikan semua layanan seperti listrik, air, dan gas sebelum memulai
pembongkaran. Pastikan pemutusan layanan dilakukan dengan benar dan
aman
3) Pasang perancah dan sistem pengaman jatuh sebelum memulai
pembongkaran untuk melindungi pekerja dari kecelakaan jatuh
4) Metode pembongkaran dapat mencakup penggunaan alat-alat berat seperti
palu bor, palu gergaji, atau alat penghancur bata
5) Mulailah pembongkaran dari bagian terluar untuk memudahkan akses dan
menghindari kerusakan yang tidak perlu pada struktur sekitar
6) Lakukan pembongkaran secara bertahap dari atas ke bawah. Pisahkan bata
secara hati-hati untuk mengurangi risiko pecahan atau jatuhnya material ke
area di bawahnya
7) Selama pembongkaran, kelola limbah secara terpisah dan pastikan untuk
tidak meninggalkan puing-puing atau material berbahaya di area kerja.
Siapkan wadah /tempat khusus untuk limbah.
8) Setelah pembongkaran selesai, bersihkan area secara menyeluruh dari sisa-
sisa bata dan limbah. Buang limbah sesuai dengan pedoman dan peraturan
yang berlaku
3. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3)
1) Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
– Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi
– Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
– Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
– Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
– Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
– Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
– Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK
2) Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan keselamatan kerja yang berguna
meminimalisir resiko kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan
pekerjaan. Peralatan keselamatan kerja yang digunakan harus sesuai
dengan pekerjaan yang dilaksanakan. Karena Peralatan kerja merupakan
kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak Penyedia Jasa maka dari itu
Penyedia Jasa wajib membuat Rancangan Ketentuan keselamatan Kerja (K3)
dalam pelaksanaannya.
3) Penyediaan sarana pendukung K3, seperti :
– Rambu – rambu K3.
– Papan waktu pelaksanaan pekerjaan.
– Pengurusan Jamsostek.
– Koordinasi pelaksanaan sistem manejemen K3 dengan instansi
terkait.
– Penyediaan Satuan Pengaman Proyek.
– Penetapan Pengendalian Risiko K3 dengan memakai APD (helm,
sepatu safety, sarung tangan,masker,dan Rompi Keselamatan)
4) Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa
pemeliharaan, Penyedia Jasa bertanggung jawab atas keselamatan dan
keamanan pekerja, material dan peralatan teknis serta konstruksi.
5) Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan
dan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
6) Menyediakan obat – obatan menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di
lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua
petugas dari pekerja lapangan.
7) Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja
dan di lokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety
belt, safety helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada
pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
8) Bilamana terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan
perawatan serius, Penyedia Jasa harus segera membawa korban ke Rumah
Sakit terdekat dan melaporkan kejadian tersebut pada Pemberi Tugas.
9) Pemantauan dan evaluasi
Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian Operasi keselamatan konstruksi
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian Perencanaan keselamatan
konstruksi dan Dukungan keselamatan konstuksi. Peningkatan kinerja
keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan,
pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta
dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek
4. PEKERJAAN PASANGAN
Pekerjaan Pasangan merujuk pada proses konstruksi yang melibatkan Pas. Keramik
dan material lain untuk membangun struktur bangunan yang melibatkan
penggunaan mortar atau semen sebagai bahan pengikat . Berikut adalah penjelasan
singkat tentang kedua jenis pekerjaan ini:
a. Pasang Keramik 30x30
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan permukaan lantai dari debu, kotoran, minyak, atau
material lainnya
– Pastikan permukaan lantai rata. Jika perlu, ratakan dengan
plester semen
2) Bahan dan Alat
– Keramik 30x30
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Alat Pemotong Keramik
– Waterpass
– Palu karet
– Nat Keramik
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan titik awal pemasangan keramik, biasanya dari tengah
ruangan atau salah satu sudut yang paling terlihat
– Gunakan penggaris dan meteran untuk menarik garis panduan
pada lantai agar pemasangan keramik tetap lurus dan rapi
– Campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 (1
bagian semen dan 3 bagian pasir) dan tambahkan air
secukupnya hingga adukan homogen
– Oleskan adukan semen atau perekat keramik ke area yang akan
dipasang keramik dengan ketebalan sekitar 5-10 mm
– Tempelkan keramik pertama sesuai dengan garis panduan.
Tekan keramik dengan lembut dan ketok menggunakan palu
karet untuk memastikan keramik menempel dengan baik dan
rata
– Pasang nier (tile spacer) di antara keramik untuk menjaga jarak
antar keramik yang konsisten
– Gunakan waterpass untuk memastikan semua keramik
terpasang rata, Lakukan penyesuaian jika ada keramik yang
tidak rata dengan cara menekan atau mengangkat dan
menambahkan adukan semen di bawahnya
– Setelah semua keramik terpasang dan adukan semen atau
perekat keramik mengering (biasanya setelah 24 jam), lakukan
pengisian nat
– Setelah nat mengering, bersihkan seluruh permukaan keramik
dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa debu dan
kotoran
5. PEKERJAAN KAYU
Meliputi pekerjaan Rangka Atap Kayu Klas II, Penutup Atap, Rangka Plafond kayu
klas II, Plafond Nusaboard 3,5 mm, Daun Pintu dan Daun Jendela dengan
spesifikasi teknik dan metode pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut :
a. Rangka Atap dan Penutup Atap metal
1) Persiapan Lokasi
– Pastikan area kerja aman untuk pekerjaan. Identifikasi dan hilangkan
bahaya potensial seperti kabel listrik terbuka, struktur yang goyah, atau
benda-benda tajam
– Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi rangka atap dan
penutup atap yang ada.
– Pastikan peralatan dan material diturunkan atau dibawa ke area kerja
dengan aman, karena berada di lokasi yang tinggi
2) Bahan baku dan Peralatan
– Kasau Kayu Klas II 5/7
– Reng Kayu Klas II 3/5
– Penutup Atap metal classic 0,25 mm
– Lisplank Ulin 2/18
– Bubungan atap metal
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor listrik dan mata bor, meteran)
– Screw
3) Metode Pelaksanaan
– Angkat atau buka penutup atap lama dengan hati-hati menggunakan
alat yang sesuai, seperti pengangkat atap atau alat pemotong
– Pastikan untuk menangani material lama dengan aman dan
membuangnya sesuai dengan peraturan lingkungan setempat
– Identifikasi bagian rangka atap yang rusak atau lemah, dan perbaiki
atau ganti dengan bahan baru yang sesuai (kasau Kayu Klas II 5/7, Reng
kayu Klas II 3/5, Lisplank Ulin 2/18, Bubungan atap metal)
– Gunakan teknik pemasangan yang tepat, seperti paku, sekrup, atau
baut, untuk memperbaiki rangka atap dengan kokoh
– Tempatkan penutup atap baru menggunakan jenis sesuai dengan bahan
lama atap metal classic dengan ketebalan 0,25 mm
– Pastikan semua penutup atap terpasang dengan rapi dan aman
menggunakan teknik pemasangan yang tepat, dengan menggunakan
paku genteng paku khusus untuk atap metal atau paku seng
– Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Minimal tindisan antara satu lembaran dengan lembaran lainnya. Alur
harus dipasang merata dan tidak bolak balik, sehingga hasil akhir
pasangan akan rapi
– Pasang bubungan atap metal dengan mengamankannya menggunakan
sekrup atau paku khusus untuk atap metal. Pastikan sekrup atau paku
dipasang dengan jarak yang konsisten, sekitar 30-40 cm antar
sekrup/paku
– Mulailah pemasangan dari satu sisi atap dan bergerak ke arah yang
berlawanan, menumpuk tiap potongan bubungan sekitar 10 cm di atas
yang sebelumnya untuk memastikan perlindungan terhadap air
– Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak
berakibat bocor. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya,
maka bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan dipasang baru
b. Rangka Plafond Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan ruangan dari furnitur dan barang-barang lainnya untuk
memberikan ruang yang cukup untuk bekerja dan mencegah kerusakan
pada barang-barang tersebut
– Tutup lantai dengan kain penutup atau perlindungan plastik untuk
melindunginya dari debu, kotoran, atau kerusakan selama proses
instalasi
– Gunakan pena atau krayon untuk menandai lokasi titik-titik instalasi di
dinding dan langit-langit sesuai dengan rencana desain
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Kayu Klas II 5/5
– Paku Kayu
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor dan mata bor, meteran)
– Level Air
3) Metode Pelaksanaan
– pasang penyangga sementara di bawah area yang rusak untuk
mendukung beban rangka plafon saat Anda melakukan perbaikan
– Potong kayu baru dengan ukuran dan bentuk yang sesuai untuk
menggantikan bagian yang rusak. Pastikan kayu baru memiliki kualitas
kayu kelas II
– Pasang bagian kayu baru ke dalam posisi yang tepat menggunakan baut,
paku, atau sistem pengikat lainnya. Pastikan bagian baru terpasang
dengan kuat dan kokoh
– Gunakan baut tambahan atau pengikat lainnya untuk memperkuat
sambungan antara bagian lama dan baru rangka plafon
– Gunakan level air untuk memeriksa kesejajaran dan tingkat rangka
plafon setelah perbaikan selesai dilakukan. Pastikan rangka plafon
dalam posisi yang lurus dan rata
– Setelah semua perbaikan selesai dilakukan, periksa kembali seluruh
rangka plafon untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewatkan
c. Plafond Nusaboard dan List Profil Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar plafon dari perabotan atau barang-barang
lainnya
– Tutup lantai dengan perlindungan seperti kain penutup atau plastik
untuk melindungi permukaan dari kerusakan atau kotoran selama
proses kerja
2) Bahan baku dan Peralatan
– Nusaboard 3,5 mm
– List Profil
– Sekrup atau paku khusus untuk serat semen
– Compound
– Bor listrik, obeng, dan alat pemotong Nusaboard (gergaji atau cutter)
– Meteran
– Sealant atau perekat tahan air
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur luas area plafon yang akan dipasangi Nusaboard
– Potong lembaran Nusaboard sesuai ukuran yang telah diukur. Pastikan
potongan rapi dan sesuai dengan ukuran rangka plafond
– Pasang rangka plafon dengan jarak antar rangka 60 cm. pastikan kayu
dalam kondisi kering dan tidak mudah lapuk, pastikan rangka terpasang
kuat dan rata
– Mulailah pemasangan dari satu sudut plafon. Angkat lembaran
Nusaboard dan letakkan pada posisi yang tepat di atas rangka
– Pastikan lembaran Nusaboard sejajar dengan rangka dan tidak ada
bagian yang menggantung
– Gunakan sekrup atau paku khusus untuk serat semen dengan jarak
antar sekrup/paku sekitar 20-30 cm. Mulailah dari tengah lembaran
dan bergerak ke arah tepi untuk menghindari keretakan
– Saat menyambung dua lembaran Nusaboard, pastikan sambungan
berada di atas rangka untuk memberikan dukungan tambahan
– Gunakan sealant atau perekat tahan air pada sambungan untuk
mencegah kebocoran air dan memastikan sambungan rapat
– Tutup sambungan antar lembaran dengan compound atau plester serat
semen untuk memberikan hasil akhir yang rapi dan rata
– permukaan plafon dapat dicat atau diberi finishing lainnya sesuai
kebutuhan desain interior
d. Pintu Ulin dan Jendela Ulin
1) Persiapan Lokasi
– Ukur dan pastikan dimensi pintu dan bingkai pintu sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dan pastikan lantai rata untuk memudahkan
pemasangan
2) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Tangan
– Pahat, Palu dan Obeng
– Compound
– Waterpass
– Pintu dan Jendela Ulin
– Sekrup dan Paku
– Aksesoris Pintu dan Jendela ( Engsel, Grendel, Hak Angin, handle, Kunci
Tanam dll)
3) Metode Pelaksanaan
– Angkat pintu dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang pintu agar tidak jatuh
– Cek apakah pintu dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan pintu
sejajar dan tidak bergesekan dengan lantai atau rangka
– Pasang kunci dan handle pintu sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Angkat jendela dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang jendela agar tidak jatuh
– Cek apakah jendela dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan
jendela sejajar dan tidak bergesekan dengan rangka
– Pasang kunci jendela dan handle sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Gunakan sealant atau dempul kayu untuk menutup celah antara rangka
dan dinding jika ada
e. Rangka Plafond Hollow 4/4
4) Persiapan Lokasi
– Siapkan bahan-bahan seperti hollow 4/4, sekrup, paku, Nusaboard, dan
perlengkapan lainnya
– Pastikan area kerja aman dan bebas dari halangan, Gunakan alat
pelindung diri seperti helm, sarung tangan, dan kacamata pelindung
5) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Besi
– Palu dan Obeng
– Bor Listrik
– Waterpass
– Hollow 4/4
– Sekrup dan Paku
6) Metode Pelaksanaan
– Lepaskan plafon lama dengan hati-hati agar tidak merusak struktur di
atasnya
– Tentukan titik gantung untuk hollow berdasarkan ukuran dan bentuk
area plafon.
– Pasang hollow 4/4 sebagai rangka utama dengan jarak tertentu, 60 cm
antara satu sama lain. Pastikan hollow terpasang rata dengan
menggunakan waterpass.
– Pasang hollow 4/4 sebagai rangka sekunder atau penguat dengan pola
grid yang terhubung ke rangka utama
– Gunakan sekrup khusus untuk hollow atau pengikat lainnya untuk
memastikan setiap sambungan antara hollow terikat dengan kuat
– Pastikan setiap sambungan dan titik gantung diperkuat untuk
mencegah terjadinya getaran atau penurunan rangka
– Pasang Nusaboard pada rangka hollow menggunakan sekrup. Pastikan
setiap sekrup terpasang rata dengan permukaan Nusaboard
8. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG
Pekerjaan aksesoris pintu dan jendela melibatkan instalasi dan penyelesaian
aksesori seperti gagang pintu, kunci, engsel, dan kaca. Berikut adalah spesifikasi
teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut :
a. Bahan Baku dan Peralatan
– Kunci Tanam setara GERBER
– Grendel Lokal 2”
– Engsel Pintu setara GERBER 5”
– Engsel Jendela setara GERBER 3”
– Hak Angin
– Tarikan Jendela
– Alat-alat dasar seperti obeng, palu, gergaji, pengukur, dan pemutar baut
– Alat khusus seperti alat pemotong kaca (jika diperlukan), dan alat
pemasangan aksesoris pintu/jendela
b. Metode Pelaksanaan
– Lakukan pengukuran yang akurat untuk memastikan semua aksesoris
pintu dan jendela sesuai dengan dimensi yang tepat
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan handle pintu
– Gunakan alat yang tepat untuk melubangi pintu dan memasang gagang
dengan baut yang sesuai
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan kunci pintu
– Pastikan kunci terpasang dengan aman dan berfungsi dengan baik
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan engsel pada pintu/jendela
– Ukur dengan teliti jarak antara titik pemasangan hak angin dengan
sambungan atau titik referensi lain pada jendela
– Pasang hak angin pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang
sesuai dengan lubang yang telah dibor. Pastikan hak angin terpasang
dengan kokoh dan sejajar
– Gunakan bor atau alat yang sesuai untuk membuat lubang di dinding
atau bingkai jendela sesuai dengan ukuran dan posisi tarikan, Pasang
tarikan pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang sesuai dengan
lubang yang telah dibor. Pastikan tarikan terpasang dengan kokoh dan
sejajar
– Lakukan pengukuran yang tepat untuk memastikan kaca sesuai dengan
ukuran jendela atau pintu
– Gunakan alat pemotong kaca untuk memotong kaca sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dari debu, sisa-sisa material, dan bekas tumpahan
cat atau sealant
– Pastikan untuk mematuhi petunjuk penggunaan dan instalasi yang
diberikan oleh produsen untuk setiap aksesoris pintu dan jendela yang
digunakan
– Pastikan pekerjaan dilakukan oleh tenaga terlatih dan berpengalaman
untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dan untuk
memastikan keamanan serta keandalan instalasi
9. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan Instalasi Listrik melibatkan instalasi dan penyelesaian aksesori seperti
Kabel NYM (3x2,5), NYM (2x1,5), Saklar, stop kontak dan Lampu LED. Berikut
adalah spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut
a. Persiapan Lokasi
1) Tentukan di mana lampu LED dan stop kontak akan dipasang.
Pertimbangkan ketinggian dan sudut instalasi untuk mendapatkan
pencahayaan yang optimal
b. Bahan Baku dan Peralatan
1) Lampu LED 12 Watt
2) Stop Kontak
3) Fixture dan Perangkat Penyangga
4) Kabel Listrik NYM 2x1,5
5) Kabel Listrik NYM 3x2,5
6) Pipa Conduit
7) Tang Potong Kabel
8) Obeng
9) Pelindung diri
c. Metode Pelaksanaan
1) Pilih fixture atau perangkat penyangga yang sesuai dengan lampu LED
yang akan diinstal. Pastikan fixture tersebut cocok dengan lingkungan
instalasi (misalnya, tahan air untuk pemasangan di luar ruangan)
2) Pastikan pasokan listrik dimatikan sebelum memulai instalasi. Lakukan
pemotongan daya untuk sirkuit yang akan digunakan
3) Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik lampu dan saklar,
Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel
4) Sambungkan kabel listrik dari lampu LED 12 Watt ke pasokan listrik yang
tersedia di lokasi pemasangan. Pastikan untuk mengikuti instruksi yang
disediakan oleh produsen lampu LED dan perangkat penyangganya
5) Setelah instalasi selesai, aktifkan kembali pasokan listrik dan uji lampu
LED untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik
6) Jika diperlukan, sesuaikan posisi atau sudut pencahayaan lampu LED
untuk mendapatkan hasil yang diinginkan
7) Setelah lampu LED terpasang dan diuji dengan baik, pastikan untuk
menutup kembali segala perangkat penyangga atau fixture dengan benar.
Jika ada pipa penyembunyi kabel yang digunakan, pastikan kabel
dirapihkan dan dipasang dengan aman
8) Pastikan semua koneksi listrik diamankan dengan baik dan tidak ada kabel
yang terpapar atau terjepit. Pastikan juga bahwa fixture dan lampu LED
terpasang dengan kuat dan aman.
9) Setelah Anda yakin bahwa instalasi selesai dengan benar dan aman,
hidupkan kembali pasokan listrik ke sirkuit yang relevan dan pastikan
lampu LED berfungsi dengan baik
10) Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik stop kontak
11) Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel,
Tarik kabel melalui pipa conduit hingga mencapai titik stop kontak
12) Pasang kotak stop kontak di dinding pada lokasi yang telah direncanakan
13) Sambungkan kabel ke terminal stop kontak sesuai dengan kode warna:
hitam atau merah untuk fasa (live), biru untuk netral (neutral), dan
kuning/hijau untuk ground
10. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi teknik untuk pekerjaan pengecatan menguraikan prosedur dan standar
yang harus diikuti dalam proses pengecatan struktur, permukaan, atau elemen
bangunan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk pekerjaan pengecatan meliputi
Pengecatan Tembok, Pengecatan Plafond, Pengecatan Kilap Kayu dan Coating batu
alam.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
a. Persiapan Lokasi
1) Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari debu, kotoran, dan
kontaminan lainnya. Gunakan alat pembersih seperti sikat, penghisap
debu, atau air bertekanan untuk membersihkan permukaan secara
menyeluru
2) Perbaiki kerusakan atau cacat pada permukaan seperti retakan,
lubang, atau kerusakan struktural lainnya sebelum pengecatan.
Gunakan bahan pengisi yang sesuai dan biarkan mengering
sepenuhnya sebelum pengecatan
3) Lindungi permukaan yang tidak ingin dicat dengan menggunakan kain
penutup atau pelindung plastik
b. Bahan baku dan Peralatan
1) Cat Tembok Setara VINILEX
2) Cat Kayu setara Avian
3) Cat Plafond setara VINILEX
4) Kuas
5) Amplas
6) Air
7) Tinner
c. Metode Pelaksanaan
1) Siapkan cat sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pastikan cat tercampur
dengan baik dan konsisten
2) Gunakan alat yang tepat seperti Kuas, rol cat, atau sprayer untuk
mengaplikasikan cat
3) Pastikan untuk memilih warna cat yang diinginkan dan sesuai dengan
estetika ruangan atau area yang akan dicat
4) Aplikasikan cat dengan gerakan yang rata dan konsisten untuk hasil
pengecatan yang merata dan professional
5) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan cat tambahan setelah lapisan
pertama kering sepenuhnya. Pastikan setiap lapisan diberikan waktu
yang cukup untuk mengering sebelum aplikasi lapisan berikutnya
6) Jika cat yang digunakan terlalu kental, Anda mungkin perlu
menambahkan pengencer cat untuk membuatnya lebih mudah
diaplikasikan
7) Ikuti petunjuk pengenceran yang disediakan oleh produsen cat untuk
mendapatkan perbandingan yang tepat antara cat dan pengencer
8) aplikasikan cat dalam 2 (dua)x lapisan untuk mendapatkan penutupan
yang sempurna dan warna yang lebih intens
9) Gunakan kuas kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses atau
untuk mengecat tepi dan sudut dengan presisi
10) Pastikan untuk menutupi semua bagian permukaan dengan cat yang
merata, termasuk sudut dan lipatan
11) Lindungi permukaan yang baru dicat dari kontaminasi atau kerusakan
selama proses pengeringan. Gunakan tanda peringatan atau
penghalang fisik jika diperlukan
12) Bersihkan semua peralatan dan alat yang digunakan dengan air dan
sabun segera setelah selesai menggunakan mereka. Ini akan
membantu memperpanjang umur peralatan dan menjaga kualitas cat
11. LAPORAN-LAPORAN
1) Penyedia Jasa harus menyerahkan laporan - laporan tertulis sesuai petunjuk
Direksi dalam Formulir yang ditentukan.
2) Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus
diserahkan pada Direksi. Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh
Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk Minggu berikutnya. Rencana
tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah,pekerjaan konstruksi
lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan
bahan, pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.
Penyedia Jasa harus menyerahkan rangkap rencana kerja harian secara
tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari
maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja harus mencakup
pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi dan kegiatan lain yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
3) Rapat Bersama Untuk membicarakan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap
antara Direksi dengan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu
yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini
membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan,pekerjaan yang
diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang
timbul agar dapat segera diperoleh solusinya untuk diselesaikan.
4) Laporan-laporan harus berisi hal-hal sebagai berikut :
5) Laporan bulanan, mingguan dan harian yang berisi kemajuan pekerjaan fisik
setiap macam pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya dan estimasi
kemajuan kerja, inventarisasi prasarana dan sarana harian yang digunakan,
personal serta jumlah tenaga kerja, waktu kerja, persoalan – persoalan yang
timbul selama pekerjaan berlangsung, serta langkah – langkah penyelesaian
yang telah dilakukan.
6) Gambar shop drawing berisi tentang gambar pengukuran awal existing
sebelum memulai pekerjaan dari titik start project sampai dengan titik akhir
project yang dilakukan bersama dengan tim direksi teknis/supervisi dan
pihak – pihak yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
7) Gambar asbuild drawing berisi tentang gambar pengukuran akhir pekerjaan
setelah selesai dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim
direksi teknis / supervisi.
8) Back up data volume berisi tentang volume akhir dari setiap macam
pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya setelah pekerjaan selesai
dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim direksi
teknis/supervisi.
9) Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan ini memuat dari hasil pekerjaan yang
telah dikerjakan dan diserahkan sesuai dengan item pekerjaan pada tim
direksi teknis/supervisi..
Pangkalan Bun, 24 Juni 2024
Dibuat dan ditetapkan oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
DIEN FAHRIYANDY, S.T, M.P.Sc, M.Eng
NIP. 19781227 200501 1 011| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 25 July 2025 | Pembangunan Gedung Ruang Kelas Ma Tipe 2 Pada Man Insan Cendekia Kota Palangka Raya | Kementerian Agama | Rp 2,879,641,000 |
| 28 August 2023 | Pembuatan Plang Asmaul Husna | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 1,344,000,000 |
| 17 December 2024 | Lanjutan Rehab Gedung Lama Pangkalan Bun Park | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 1,057,693,000 |
| 8 September 2025 | Revitalisasi Ruang Kelas Sdn Pulau Nibung (3 Ruang) | Kab. Sukamara | Rp 800,000,000 |
| 16 December 2023 | Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dir Natai Baru (Dak) | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 800,000,000 |
| 2 May 2024 | Rehab Gedung Lama Pangkalan Bun Park | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 651,000,000 |
| 1 April 2024 | Pembangunan/Peningkatan Jalan Produksi/Jalan Usaha Tani K.T Babel | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 642,734,400 |
| 21 May 2024 | Rehabilitasi Aula, Gedung Arsip Dan Upt. Lab | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 465,000,000 |
| 8 September 2025 | Revitalisasi Ruang Laboratorium Ipa Smpn 3 Sukamara | Kab. Sukamara | Rp 450,000,000 |
| 28 March 2024 | Pembangunan Gedung Rehabilitasi Sosial | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 354,760,000 |