URAIAN PEKERJAAN
PASAL 1
LINGKUP UMUM PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Pada intinya pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor adalah meliputi semua
jenis pekerjaan yang secara tersendiri ataupun bersama-sama tercantum dalam:
Dokumen Kontrak Pelaksanaan.
2. Secara teknis, pekerjaan yang harus dilaksanakan Kontraktor dalam
Pembangunan Laboratorium Komputer SMPN 10 Talang Ubi sebagai berikut :
I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pek. Mobilisasi dan Demobilisasi 1,00 Ls
Pek. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
2 (SMKK) 1,00 Ls
3 Pek. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 1,00 Ls
4 Pek. Pembersihan Lapangan dan Perataan 154,00 M2
II PEKERJAAN TANAH
1 Pek. Galian Tanah Biasa 26,64 M3
2 Pek. Urugan Kembali 2,10 M3
3 Pek. Urugan Pasir 1,59 M3
III PEKERJAAN PONDASI
1 Pek. Pondasi Batu Bata Ad.1 Pc: 4 Ps 10,06 M3
IV PEKERJAAN STRUKTUR
1 Pek. Beton Mutu f’c = 8,3 Mpa (K100) 8,65 M3
2 Pek. Pondasi Tapak 60cm x 60cm
-Pengecoran Beton Mutu f'c 18,68 Mpa (K225) 1,37 M3
- Bekisting 16,16 M2
- Besi Tulangan 251,02 Kg
3 Pek. Sloof 15/20
-Pengecoran Beton Mutu f'c 18,68 Mpa (K225) 1,89 M3
- Bekisting 25,20 M2
- Besi Tulangan 271,92 Kg
4 Pek. Kolom 15/20
-Pengecoran Beton Mutu f'c 18,68 Mpa (K225) 1,58 M3
- Bekisting 36,85 M2
- Besi Tulangan 238,42 Kg
5 Pek. Kolom 15/15
-Pengecoran Beton Mutu f'c 18,68 Mpa (K225) 0,29 M3
- Bekisting 7,80 M2
- Besi Tulangan 56,52 Kg
6 Pek. Balok 15/25
-Pengecoran Beton Mutu f'c 18,68 Mpa (K225) 2,18 M3
- Bekisting 29,00 M2
- Besi Tulangan 266,19 Kg
7 Pek. Ring Balok 11/11 26,12 M'
8 Pek. Kolom Praktis 10/15 12,42 M'
V PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
1 Pek. Rangka Besi Hollow 40.40 mm, Modul 60x60 cm, Plafon 163,87 M2
2 Pek. Rangka Atap Baja Ringan Profil C75 185,50 M2
VI PEKERJAAN DINDING
1 Pek. Pasangan Bata Merah (8x8x16) cm Tebal 1/2 Bata, 1 Pc : 4 Ps 155,01 M2
VII PEKERJAAN PLESTERAN
1 Pek. Plesteran 1PC : 4PP 290,90 M2
VIII PEKERJAAN LANGIT-LANGIT (PLAFON)
1 Pek. Plafon Kalsiboard Tebal 3,5 mm 163,87 M2
2 Pek. List Langit-langit Kayu Profil 772,87 M'
IX PEKERJAAN PENUTUP ATAP
1 Pek. Genteng Metal Berpasir Atap Pelana 185,50 M2
2 Pek. Nok/Bubung Genteng Metal Berpasir 14,00 M'
Pek. Pemasangan Lisplank Non Kayu (GRC Serat Semen) Lebar
3 20cm 54,50 M'
X PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
1 Pek. Pasangan Keramik Lantai 40 x 40 139,89 M2
2 Pek. Plint Keramik Lantai 10 x 40 1,98 M2
XI PEKERJAAN KAYU & KACA
1 Pek. Pembuatan & Pemasangan Kusen dan Pintu P1 1,00 Unit
2 Pek. Pembuatan & Pemasangan Kusen dan Pintu P2 1,00 Unit
3 Pek. Pembuatan & Pemasangan Kusen dan Jendela J2 1,00 Unit
4 Pek. Pembuatan & Pemasangan Kusen dan Jendela J3 6,00 Unit
XII PEKERJAAN PENGGANTUNG & KUNCI
1 Pek. Pemasangan Kunci Tanam Biasa 2,00 Set
2 Pek. Pemasangan Engsel Pintu 4" 6,00 Buah
3 Pek. Pemasangan Engsel Jendela 3" 28,00 Buah
4 Pek. Pemasangan Spring Knip untuk Jendela 14,00 Buah
5 Pek. Pemasangan Kait Angin 14,00 Buah
6 Pek. Pemasangan Grendel Pintu (P2) 1,00 Buah
XIII PEKERJAAN PENGECATAN
Pek. Pengecatan Bidang Kayu Baru (1 Lapis Plamuur. 1
1 Lapis Cat Dasar. 2 Lapis Cat Penutup) 31,48 M2
Pek. Pengecatan Tembok Baru (1 Lapis Plamuur. 1 Lapis
2 Cat Dasar. 2 Lapis Cat Penutup) 290,90 M2
Pek. Pengecatan Plafond (1 Lapis Cat Dasar dan 2 Lapis
3 Cat Penutup) 163,87 M2
XIV PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1 Pek. Pemasangan Instalasi Lampu 11,00 Titik
2 Pek. Pemasangan Instalasi Stop Kontak 7,00 Titik
3 Pek. Pemasangan MCB Box 2 Group 1,00 Unit
4 Pek. Pemasangan Saklar Tunggal 3,00 Unit
5 Pek. Pemasangan Saklar Ganda 1,00 Unit
6 Pek. Pemasangan Fitting E27 + 12 Watt LED 11,00 Unit
7 Pek. Pemasangan Stop Kontak 1 P. 10 A. 200 W + Cover 3,00 Unit
8 Pek. Pemasangan Stop Kontak 1 P. 10 A. 200 W 4,00 Unit
XV MEBELER
1 Pek. Mejah Komputer 6,00 Unit
2 Pek.Kursi Susun Kain 6,00 Unit
3 Pek, Whitebord 1,00 Unit
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
PEKERJAAN PERSIAPAN
Survey dan pengukuran awal
a. Survey lokasi merupakan kegiatan yang sama-sama dilakukan oleh pemberi
kerja/pengawas lapangan dengan kontraktor untuk melihat kondisi lapangan
dan mencari kesesuaian antara rancangan asli yang ditunjukkan gambar
dengan kebutuhan aktuallapangan.
b. Kontraktor harus menyediakan peralatan untuk melakukan survey lokasidan
melakukan pengukuran awal dilapangan.
Pembersiahan Awal dan akhir
Kontraktor berkewajiban melakukan pembersihan awal dan setelah berakhirnya
pekerjaan antara lain:
a. Pembersihan awal/pra-konstruksi : Merupakan pembersihan lokasi kegiatan
terhadap hal-hal yang mengganggu dan menghambat pelaksanaan pekerjaan.
b. Pembersihan akhir/pasca konstruksi : Merupakan pembersihan lokasi pekerjaan
terdiri dari sisa-sisa material dan hal-hal apapun yang tidak terpakai sesudah
selesai pekerjaan.
Patok-patok referensi, bowplank dan pengukuran
a. Pengawas Lapangan akan menetapkan 2 (dua) Benchmark sebagai referensi
yang ditetapkan dilapangan. Bila Benchmark belum ada maka pemborong
berkewajiban membuat Benchmark sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
b. Pemborong harus atau wajib membuat bouwplank dan memasang patok-patok
pembantu,sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan untuk menjamin ketelitian,
bentuk, posisi, arah elevasi dan lain-lain, yang harusdipelihara keutuhan letak dan
ketinggiannya selama pekerjaan berlangsung.
c. Sebelum pekerjaan dimulai, patok-patok pembantu, bouwplank harus disetujui
Pengawas Lapangan. Patok-patok dan referensi lainnya tidak bolehdisingkirkan
sebelum diperintahkan oleh Pengawas Lapangan.
Pengadaan K3 Dan Direksi Keet & Gudang Bahan
a. Penyelenggaran K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan salah satu faktor penting dalam
pelaksanaan
pekerjaan suatu bangunan. Kontraktor harus menyiapkan beberapa alat pelindung
kerja dan alat
pelindung diri. Selain itu kontraktor diwajibkan membayar asuransi kerja dan
perizinan.
Rambu-rambu peringatan, fasilitas sarana dan prasarana Kesehatan juga merupakan
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
hal yang
wajib disiapkan oleh kontraktor pelaksana.
b. Pemborong akan membuat kantor lapangan dan gudang penyimpanan untuk
menampung bahan, alat dan pekerja atau karyawan sesuai dengan kebutuhan
kontraktor.
b. Jenis dan Volume dereksi keet akan dengan persetujuan pimpinan proyek atau
direksi teknik.
c. Direksi keet minimal akan memenuhi kebutuhan admistrasi proyek untuk
pekerjaan bersangkutan.
Papan Nama Proyek
a. Sebelum kegiatan fisik dikerjakan, pemborong akan memasang papan nama
proyek yang sesuai dengan ukuran dan model yang ditetapkan dalam kontrak
atau ketentuan lain.
b. Papan nama proyek terbuat dari kayu klas II, diserut halus, dicat dan diletakan
pada lokasi yang mudah dilihat.
Pasal 1
PEKERJAAN PEMBANGUNAN LABORATORIUM KOMPUTER
Umum
a. Semua bahan - bahan yang akan dipakai dalam pekerjaan ini harusmemenuhi
ketentuan - ketentuan umum yang berlaku diIndonesia.
b. Galian tanah untuk pondasi harus sesuai dengan gambar rencana.
Pekerjaan Galian Tanah
A. Lingkup pekerjaan
Pekerjaan galian tanah akan mencakup tetapi tidak terbatas pada :
Konstruksi Pondasi.
Pekerjaan galian tanah yang nyata-nyata diperlihatkan pada gambar.
Pekerjaan seksi lainyang berkaitan.
Dasar ukuran tinggi dan ukuran-ukuran pokok.
B. Pelaksanaan
Penggalian harus dilakukan untuk mencapai garis elevasi permukaan dan
kedalamankedalaman yang disyaratkan atau ditentukan dan diindikasikandalam
gambar dengan cara yang sedemikian rupa, sehingga persyaratan dari pekerjaan
selanjutnya terpenuhi.
Galian mencakup pemindahan tanah serta batu-batuan dan bahan lain yang
dijumpai dalam pelaksanaan pekerjaan.
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
Galian untuk pondasi harus mempunyai lebar yang cukup untuk membangun
maupun memindahkan rangka/bekisting yang diperlukan, dan juga untuk
mengadakan pembersihan.
Jika terdapat air menggenang dalam parit/galian pondasi harus dipompakeluar,
sehingga pada waktu pemasangan pondasi parit/galian pondasi dalam keadaan
kering.Jika terdapat tempat yang gembur pada dasar parit / galian pondasi harus
digali dan ditimbun kembali dengan material yang disetujuioleh Direksi/Direksi
Teknik, disiram air dan dipadatkan.
Galian harus mencapai kedalaman seperti tercantum dalam gambar bestek dan
cukup lebar untuk bekerja dengan leluasa.
Apabila terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi sehingga
dicapai kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam gambar, maka kelebihan
dari pada galian harus diurug kembali dengan material yang disetujui oleh
Direksi/Direksi Teknik. Biaya akibat pekerjaan tersebut menjadi beban kontraktor.
Kalau ternyata dijumpai kondisi yang tak memuaskan pada kedalaman yang
diperlihatkan dalam gambar-gambar, penggalian harus dilanjutkan/diperbesaratau
diubah sampai disetujui oleh Direksi/Direksi Teknik.
Lapisan atau hasil galian daerah pembangunan yang dapat dipakai kembali akan ditimbun
ditempat yang ditunjuk untuk digunakan dalam pekerjaan landscaping. Jika dalam
pelaksanaan pekerjaan galian dijumpai akar-akar/bahan-bahan yang bisa lapuk pada
kedalaman yang diperlihatkan dalam gambar, maka akar-akar/bahan-bahan tersebut
harus diangkat dan diurug dengan material yang disetujui oleh Direksi/Direksi Teknik
sampai padat.
PEKERJAAN PASANGAN BATU
1. Pondasi Batu Bata :
a. Pondasi dibuat dari pasangan batu Bata (8x8x16)cm, dengan adukan 1 Pc : 4 Ps
b. Batu yang dipergunakan dapat dipakai dari batu yang diperoleh disekitar
lokasi proyek, dengan kualitas yang bermutu tinggi, kuat dan bersih.
c. Pekerjaan pondasi batu bata dimulai setelah seluruh galian diperiksa
dan disetujui oleh Pengawas lapangan/Direksi.
d. Apabila lubang galian untuk pondasi terdapat genangan air maka sebelum
pasangan dimulai lubang tersebut harus dikeringkan. Jika pemasangan
pondasi terpaksa dihentikan maka ujung penghentiannya harus bergigi
agar pada penyambungan baru berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan
sempurna serta didalam pondasi sama sekali tidak boleh terdapat rongga
atau celah.
e. Bentuk dan ukuran pondasi sesuai dengan yang tercantum pada gambar
rencana atau petunjuk Direksi.
PEKERJAAN BETON
1. Lingkup pekerjaan beton meliputi penyediaan bahan, pembesian, penyetelan
bekisting, pengecoran dan perawatan.
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
a. Syarat-Syarat Mutu Beton
Disarankan kekuatan tekanan karakteristik minimum 150 kg/cm2 (K-175) dan
harus tercapai setelah beton benimur 28 hari dan harus memenuhi syarat-
syarat PBI 1971 (NI-2)
b. Pekerjaan Langit-Langit
Langit-langit yang menggantung dibuat penggantung dari kawat/besi baja
yang ditanam ke dalam plat beton sebelum di cor.
2. Pekerjaan Beton
a. Meliputi pekerjaan beton bertulang dan beton tak bertulang.
b. Pekerjaan beton bertulang meliputi pekerjaan ringbalk praktis, kolom praktis,
dan lain-lain, sedangkan untuk pekerjaan beton tak bertulang meliputi lantai
kerja.
c. Beton bertulang dan beton tak bertulang dicor dilokasi kerja dengan alat
pengaduk/pencampur beton secara mekanikal(mesin), dan semua pekerjaan
beton dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja di lapangan.
d. Bahan-bahan yang dipergunakan harus mendapat persetujuan pengguna
barang/jasa.
e. Bahan untuk campuran beton tidak bertulang adalah 1 bagian semen pc : 3
bagian pasir : 5 bagian kerikil, sedangkan untuk beton bertulang menggunakan
mutu beton minimum dengan karakteristik K175.
f. Agregat harus disimpan bersih dari lumpur tanah liat atau bahan organis
lainnya, dianjurkan untuk menggunakan bak, bahan yang berlantai untuk
mencegah terbawanya tanah bawah pada waktu pengambilan bahan.
g. Semen yang digunakan hanya dari satu merek pada bagian pekerjaan struktur
yang tidak terpisah.
h. Air yang digunakan untuk pembuatan beton tidak boleh mengandung alkali,
garam, bahan-bahan organis, asam dan airnya harus dapat diminum sesuai
dengan ketentuan PAM, jernih dan tawar.
i. Campuran beton harus homogen sehingga mencapai kekuatan karakteristik
yang disyaratkan.
j. Tata cara pengecoran beton tidak bertulang :
- Sekurang-kurangnya dua hari sebelum pengecoran dilakukan, Direksi
diberitahukan agar pemeriksaan dan persetujuan dapat diberikan pada
waktu pengecoran.
- Beton harus diaduk dengan beton molen yang cukup kapasitasnya hingga
homogen setelah semua bahan masuk.
- Sebelum beton dibuat/dicor, bektisting harus bersih dari kotoran-kotoran
dan bahan-bahan lain, begitu pula alat pengaduk.
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
k. Tata cara pengecoran beton bertulang :
- Sekurang-kurangnya dua hari sebelum pengecoran dilakukan, Direksi
diberitahukan agar pemeriksaan dan persetujuan dapat diberikan pada
waktu pengecoran.
- Pengecoran harus sesuai dengan persyaratan dalam PBI 1971 / SNI
03-2410-1989.
- Beton harus dicor dan tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian 1,5 m dan
dalam lapisan horizontal tidak lebih dari 30 cm dalamnya.
- Terjadinya kantong-kantong gelembung dalam beton harus dihindarkan
dan segera setelah dituang, beton ini harus dipadatkan dengan alat
penggetar (vibrator).
- Selama penggetaran dijaga agar jangan sampai menggerak tulangan
maupun bekisting.
- Sambungan beton sebelum melanjutkan pengecoran pada beton vang
mengeras, permukaan yang lama harus diberslhkan dan dikasarkan,
permukaan sambungan disiram dengan air semen. Penyambungan beton
yang melebihi 7 hari dilapisi dengan bahan penyarnbung.
- Untuk pekerjaan pemeliharaan dalam mencegah pengeringan bidang-
bidang beton selama paling sedikit dua minggu beton harus dibasahi
terus menerus, antara lain dengan menutupinya dengan karung basah
(atau plastik untuk struktur kolom).
2. Pekerjaan Pembesian.
a. Besi yang dipakal harus lurus dengan jarak sejajar antara besi yang satu
dengan yang lainnya (sesual gambar keria).
b. Sarnbungan besi harus mempunyai panjang yang cukup minimum sepanjang
yang disyaratkan.
c. Pengikat besi dengan begel harus benar-benar kuat jangan sampai
menimbulkan perubahan pada, waktu pengecoran dan semua silangan besi
utama dengan begel harus diikat kuat-kuat dengan kawat berukuran minimum
diameter 1 mm.
d. Untuk membuat selimut beton, jarak besi dengan bekisting harus dijaga, jangan
sampai menempel, untuk itu perlu dipasang beton deking sesuai dengan tebal
selimut beton yang disyaratkan dalam SKSNI.
e. Besi stek yang dibuat harus diikat ke tulangan. Besi tulangan yang dipakai yaitu
mutu baja Ø12. Batang-batang tulangan harus disimpan dan tidak menyentuh
tanah.
f. Timbunan batang-batang untuk waktu lama di udara terbuka harus dicegah.
3. Pekerjaan Bekisting.
a. Bekisting/acuan harus direncanakan sedemikian rupa, sehingga, tidak ada
perubahan bentuk dan cukup kuat menampung beban-beban sementara
maupun tetap. Semua acuan harus diberi penguat datar silang sehingga
kemungkinan bergeraknya acuan selama pelaksanaan pekerjaan dapat
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS)
dihindarkan, juga harus cukup rapat untuk mencegah kebocoran bagian cairan
dari adukan beton (mortar leakage). Susunan acuan dengan penunjang-
penunjang harus diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan
dilakukannya kemudahan inspeksi oleh pengawas. Penyusunan acuan harus
sedemiklan rupa sehingga pada waktu pembongkaran tidak menimbulkan
kerusakan pada bagian atau keseluruhan beton hasil pengecoran. Kekuatan
penyangga, silangan-silangan, kedudukan serta dimensi yang tepat dari
konstruksi acuan adalah merupakan tanggung jawab Pemborong.
b. Pada bagian terendah (dari setiap tahapan pengecoran) dari acuan kolom atau
dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan.
c. Kayu acuan hanrus bersih dan dibasahi terlebih dahulu sebelum pengecoran.
Harus diadakan tindakan untuk menghindarkan terkumpulnya air pembasahan
tersebut pada sisi bawah.
d. Pada tahapan ini dilakukan. pemasangan pipa-pipa dan perlengkapan--
perlengkapan lain yang harus tertanam di dalam beton, sesuai persyaratan
tidak akan mengurangi kekuatan konstruksi (SNI 03 - 2847 - 1989).
e. Perencanaan acuan dan. Konstruksinya harus dapat menahan beban-beban,
tekanan lateral dan tekanan yang diizinkan dan peninjauan terhadap beban
angin dan lain-lain peraturan yang dikontrol terhadap peraturan pembangunan
Pemerintah daerah setempat.
f. Pembongkaran bekisting baru dapat dilakukan bila beton telah mencapai umur
minimal 8 hari atau beton telah mencapai kekuatan yang diinginkan.
PEKERJAAN PENUTUP
• Setelah selesai pekerjaan seluruh lokasi dalam lingkungan pekerjaan harus dibersihkan.
• Pekerjaan kecil yang sifatnya penyempurnaan wajib dilakukan dengan biaya sendiri
oleh kontraktor.
• Didalam pelaksanaan pekerjaan ini kontraktor wajib mematuhi petunjuk dan
ketentuan yang disampaikan pengawas lapangan.
• Dokumentasi berupa photo-photo, awal pelaksanaan, sedang pelaksanaan
yang meliputi segmen-segmen pekerjaan, dan akhir pelaksanaan mutlak harus ada.
• Kontraktor harus membuat dan menyampaikan laporan harian, mingguan,
dan bulanan kepada pengawas teknik secara periodik. Biaya pembuatan laporan dan
dokumentasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
Talang Ubi, Oktober 2024
Dibuat
Pejabat Pembuat Komitmen
Ardian Putra Muhdanili, ST
NIP. 198601905 201503 002