| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0706303674061000 | Rp 1,533,129,780 | 85.39 | 88.31 | - | |
Saranabudi Prakarsaripta | 0011395159707001 | Rp 1,583,734,380 | 92.36 | 93.25 | - |
| 0741663934541000 | Rp 1,640,189,280 | 96.51 | - | Apabila menawarkan Tenaga Ahli yang sama untuk beberapa seleksi yang diikuti, maka hanya dapat ditetapkan sebagai pemenang pada 1 (satu) paket pekerjaan setelah dilakukan klarifikasi untuk menentukan Tenaga Ahli tersebut akan ditempatkan, sedangkan untuk paket pekerjaan lainnya dinyatakan tidak ada Tenaga Ahlinya dan dinyatakan gugur; | |
| 0017541244216000 | Rp 1,692,758,880 | 79.51 | 81.73 | - | |
| 0016385304008000 | Rp 1,727,049,000 | 93.24 | 92.35 | - | |
| 0012771861308000 | Rp 1,778,617,380 | 83.92 | 84.37 | - | |
| 0961174240526000 | - | - | - | - | |
| 0015311541615000 | - | 40.19 | - | Tidak memenuhi ambang batas minimum Tenaga Ahli dan ambang batas minimum Total Nilai Teknis | |
| 0015378680113000 | - | - | - | - | |
| 0016785727013000 | - | - | - | - | |
| 0807755970528000 | - | - | - | - | |
| 0810891010805000 | - | - | - | Nilai pengalaman perusahaan di bawah ambang batas kualifikasi teknis | |
| 0731682647322000 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat E. Persyaratan Kualifikasi 13.2 A.1 Syarat Kualifikasi Administrasi/Legalitas | |
| 0018326082805000 | - | - | - | - | |
| 0016678294701000 | - | - | - | Nilai pengalaman perusahaan di bawah ambang batas kualifikasi teknis | |
| 0013454236015000 | - | - | - | - | |
| 0419675616504000 | - | - | - | Nilai pengalaman perusahaan di bawah ambang batas kualifikasi teknis | |
| 0017647132015000 | - | - | - | - | |
| 0017868985701000 | - | - | - | - | |
| 0438914921654000 | - | - | - | - | |
| 0948453758822000 | - | - | - | - | |
| 0755266582701000 | - | - | - | - | |
| 0033103508311000 | - | - | - | - | |
| 0813017357701000 | - | - | - | - | |
| 0719817025432000 | - | - | - | - | |
| 0021430152016000 | - | - | - | - | |
Perkasa Halomoan Pane | 03*5**9****22**0 | - | - | - | - |
| 0015881097821000 | - | - | - | - | |
| 0026804245002000 | - | - | - | - | |
| 0027645753701000 | - | - | - | - | |
| 0013494653013000 | - | - | - | - | |
| 0020493367606000 | - | - | - | - | |
| 0023739113701000 | - | - | - | - | |
PT Nadi Cipta Consultant | 09*1**9****01**0 | - | - | - | - |
| 0012162715441000 | - | - | - | - | |
PT Citra Desain Arsitama | 06*3**3****01**0 | - | - | - | - |
| 0722913894701000 | - | - | - | - | |
PT Fatek Engineering Consultant Wilayah I | 0615348331701001 | - | - | - | - |
Artant Kurva Khatulistiwa | 05*0**8****01**0 | - | - | - | - |
| 0014991798952000 | - | - | - | - | |
| 0011236015701000 | - | - | - | - | |
| 0015902414121000 | - | - | - | - | |
| 0025280298701000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
1. Latar Belakang Dalam upaya untuk menjadi negara yang maju dan sejahtera, perlu adanya
peningkatan berbagai aspek melalui pembangunan, baik dari segi fisik
maupun non fisik. Salah satunya melalui peningkatan kualitas sumber daya
manusia (SDM). Hal ini penting dilakukan karena kemajuan suatu negara
sangat bergantung pada kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang
dimiliki. Usaha peningkatan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui
beberapa cara, salah satunya melalui peningkatan kualitas pendidikan. Akan
tetapi apabila melihat dari kualitas prasarana infrastruktur pendidikan yang
terdapat di Indonesia masih terdapat beberapa prasarana infrastruktur
pendidikan yang belum layak yang kemudian dapat mengakibatkan
terhambatnya kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu Presiden
mengarahkan adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui
percepatan pembangunan atau renovasi prasarana dan sarana infrastruktur
pendidikan. Percepatan pembangunan prasarana dan sarana infrastruktur
pendidikan ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui
koordinasi intensif dengan Kementerian sektor terkait, yaitu Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi, serta Kementerian Agama.
Oleh karena itu, mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan
Bangunan Gedung Negara, Pelaksanaan konstruksi harus mendapatkan
pengawasan teknis oleh penyedia jasa pengawasan konstruksi atau penyedia
jasa manajemen konstruksi. Konsultan Manajemen Konstruksi digunakan
untuk bangunan bertingkat di atas 4 (empat) lantai; dan/atau bangunan
dengan luas total di atas 5.000 m2 (lima ribu meter persegi); dan/atau
bangunan khusus; dan/atau yang melibatkan lebih dari satu penyedia jasa
perencanaan maupun pelaksana konstruksi; dan/atau yang dilaksanakan
lebih dari satu tahun anggaran (multiyears project). Dengan pertimbangan
tersebut, maka dipandang perlu untuk mengadakan Konsultan Manajemen
Konstruksi yang akan mengelola serta mengawasi kegiatan ini agar dapat
berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu dan biaya, pencapaian sasaran fisik
(kuantitas dan kualitas), dan tertib administrasi dalam pembangunan
bangunan gedung negara, mulai dari tahap persiapan, tahap perencanaan,
tahap pelaksanaan konstruksi sampai dengan masa pemeliharaan.
2. Sasaran Target dan sasaran yang ingin dicapai terkait dengan pengadaan Konsultan
Manajemen Konstruksi adalah terwujudnya kegiatan rehabilitasi dan renovasi
13 (tiga belas) Madrasah yang memiliki konsep serta gagasan sebagai berikut:
1) Bangunan Madrasah Kalimantan Barat yang andal, kuat, kokoh, dan
tahan gempa. Sehingga terwujud prasarana bangunan madrasah yang
memenuhi standar teknis bangunan gedung.
2) Terkendalikannya pelaksanaan konstruksi ruang sekolah mulai dari
SPMK Konstruksi, Serah Terima Pekerjaan Pertama, Masa
Pemeliharaan, dan Serah Terima Kedua secara berkualitas, tepat
waktu, dalam batas biaya yang tersedia, serta diselenggarakan secara
tertib administrasi.
3) Implementasi SMK3 Konstruksi dengan target zero accident.
4) Hasil pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi
Kalimantan Barat 1 yang memenuhi ketentuan kelaikan fungsi
bangunan.
3. Lokasi Kegiatan Lokasi Pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi
Kalimantan Barat 1 tersebar di 8 (delapan) Kabupaten/Kota di wilayah
Provinsi Kalimantan Barat yang terdiri dari 13 (dua belas) lokasi, dengan
sebaran sebagai berikut:
No. Nama Madrasah Kab/Kota
1 MIN 02 Sambas Kab. Sambas
2 MIS Darul Ulum Natang Danau Kab. Sambas
3 MIS Nurul Hikmah Sekura Kab. Sambas
4 MTSN 04 Sambas Kab. Sambas
5 MIS Al Ikhwan Melapis Kab. Bengkayang
6 MTSS Darul Falah Kab. Ketapang
7 MTSN 3 Kayong Utara Kab. Kayong Utara
8 MIN 1 Kubu Raya Kab. Kubu Raya
9 MIN 1 Mempawah Kab. Mempawah
10 MIS Nahdlatul Ulama 2 Kota Pontianak
11 MIS Nahdlatul Ulama 3 Kota Pontianak
12 MTSS Al Maarif Kota Pontianak
13 MTSS Asy Syafiyyah Kota Singkawang
4. Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini selama 270 (dua ratus tujuh puluh)
Penyelesaian Kegiatan hari kalender.
5. Jenis Kontrak dan Lingkup Jenis Kontrak pada pekerjaan ini adalah kontrak waktu penugasan
Kegiatan
Konsultan Manajemen Konstruksi melaksanakan pengendalian dan
pengawasan tahap pelaksanaan sekurang-kurangnya meliputi:
1) Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan fisik yang disusun oleh
Penyedia Jasa Pelaksanaan Konstruksi, yang meliputi
program-program pencapaian sasaran fisik, penyediaan dan
penggunaan sumber daya berupa: tenaga kerja, peralatan dan
perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana, program Quality
Assurance atau Quality Control, dan program kesehatan dan
keselamatan kerja (K3).
2) Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang meliputi
program pengendalian sumber daya, pengendalian biaya,
pengendalian waktu, pengendalian sasaran fisik (kualitas dan
kuantitas) hasil konstruksi, pengendalian perubahan pekerjaan,
pengendalian tertib administrasi, pengendalian kesehatan dan
keselamatan kerja.
3) Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan
manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun
tangan, serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.
4) Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan konstruksi fisik.
5) Melakukan kegiatan pengawasan untuk memastikan terpenuhinya
aspek mutu, waktu, biaya dan administrasi kontrak.
6) Konsultan Manajemen Konstruksi dalam melaksanakan tugasnya
bertanggung jawab secara kontraktual kepada Pejabat Pembuat
Komitmen.