| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0728302829428000 | Rp 301,254,000 | 65.13 | 85.13 | - | |
PT Paraduta Pratama Konsultan | 09*8**4****01**0 | - | - | - | - |
| 0843061888429000 | - | - | - | Telah Habis Masa Berlaku SBU Bidang Usaha/Sub Bidang Usaha/Klasifikasi/Sub Klasifikasi: Konsultansi Jasa Penelitian 1.SI.04 | |
| 0809589914805000 | - | - | - | Tidak mengirimkan Bukti Dokumen Kualifikasi | |
| 0848754271428000 | - | - | - | Masa Berlaku SBU Bidang Usaha/Sub Bidang Usaha/Klasifikasi/Sub Klasifikasi: Konsultansi Jasa Penelitian 1.SI.04 Telah Habis | |
| 0016916140429000 | - | - | - | - | |
| 0755452232517000 | - | 58.87 | - | Tidak Lulus Ambang Batas | |
| 0757133525801000 | - | - | - | Tidak memiliki SBU Sesuai dengan yang disyaratkan | |
| 0314554429422000 | - | - | - | - | |
| 0026606756805000 | - | - | - | - | |
| 0623146073941000 | - | - | - | - | |
| 0020960605952000 | - | - | - | - | |
CV Muang Asua | 09*1**3****55**0 | - | - | - | - |
CV Saraung Engineering | 04*9**5****51**0 | - | - | - | - |
| 0767250806952000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Maksud :
Maksud pekerjaan ini adalah untuk mengetahui potensi energi mikrohidro di
Provinsi Papua Barat Daya khususnya di Kabupaten Maybrat , bagaimana
pemanfaatannya dan analisis kelayakan teknis dan non teknis sebagai Pembangkit
Listrik Tenaga Mikrohidro serta untuk mengetahui peluang keterkaitan antara
pembangunan pembangkit mikrohidro kedepan dengan pengembangan potensi
ekonomi (industri kecil) lokal yang ada di wilayah tersebut.
Tujuan :
Membuat Studi Kelayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH) Kabupaten Maybrat pada satu lokasi yang secara potensi layak untuk
dikembangkan.
LINGKUP KEGIATAN
Adapun lingkup kegiatan studi kelayakan yang digunakan sebagai indikator
penyusunan dokumen studi kelayakan, adalah sebagai berikut:
a. Desk Study dan study literatur
b. Analisis:
- Analisis Kelayakan Teknis: Hidrologi, Fisik dan Mekanikal Elektrikal
- Analisis Kelayakan Ekonomi/Finansial
- Analisis Kelayakan Sosial Budaya
- Analisis Kelayakan Lingkungan
- Analisis Kelayakan Keberlanjutan
METODOLOGI
Metodologi yang digunakan adalah metode survei yang meliputi pengukuran
langsung potensi ke lokasi, survei sosial ekonomi masyarakat setempat dengan
menggunakan teknik wawancara dan quesioner serta metode pengolahan data dan
analisis.
Dengan adanya analisis data potensi pembangkitan energi mikrohidro dan analisis
sosial ekonomi masyarakat setempat ini nantinya akan bisa didesain secara teknis
PLTMH yang tepat serta model pengelolaan dan pemanfaatannya untuk mendukung
kegiatan ekonomi (industri kecil) di wilayah tersebut.
Adapun metode pelaksanaan pekerjaan studi kelayakan yang digunakan sebagai
indikator penyusunan dokumen studi kelayakan, adalah sebagai berikut :
1) Tahap Persiapan
Peninjauan kembali rencana kerja yang akan dilaksanakan
Persiapan peralatan dengan segala kelengkapanya Mempersiapkan setiap
tenaga profesional yang telah diusulkan untuk memulai pelaksanan
pekerjaan
Melakukan konsultasi dengan pihak pemberi tugas dan koordinasi
dengan Pemda setempat dan melakukan survey
Kajian awal/studi meja berdasarkan data sekunder dan kunjungan lapangan
awal.
Analisis awal secara teknis dan sosial ekonomi secara umum untuk
menentukan titik (lokasi) yang paling optimal untuk dibangun
PLTMH.Penentuan lokasi/wilayah yang akan dibangun PLTMH berdasarkan
analisis tersebut dan melakukan survey
2) Tahap kedua analisis dan penentuan arahan feasibility
a. Survey Kelayakan Teknis meliputi :
Survey Kelayakan Hidrologi, meliputi:
- Pengumpulan data dan informasi tentang aliran air di sungai dan atau
saluran dimana lokasi PLTMH direncanakan akan dibangun.
- Pengukuran dan survey data aliran secara langsung dengan
penentuan head, debit, sifat, kondisi aliran dan
pengambilan contoh sedimen.
- Pengukuran debit minimum yang mengalir pada saluran air/sungai,
debit air pada saat banjir dengan melakukan pengamatan visual batas
banjir
- Pengumpulan data dan informasi tentang pencatatan data curah hujan
dan sebaran curah hujan di sekitar daerah tangkapan air.
- Analisis debit banjir, debit minimum dan penempatan posisi atau
elevasi bangunan utama, saluran dan bangunan lainnya serta rumah
pembangkit yang aman terhadap debit banjir.
Survey Kelayakan Sipil
Analisis kelayakan sipil mencakup kesesuaian lahan dengan spek teknis
yang dibutuhkan oleh PLTMH. Data tersebut harus mendukung kualitas
bangunan –bangunan
- Analisis topografi meliputi pengumpulan data dan informasi tentang :
keadaan kontur tanah, letak terbaik untuk mendapatkan head yang
memadai dan tingkat kemiringan berdasarkan topografi lokasi-lokasi
sistem PLTMH
- Analisis Geologi dan mekanika tanah meliputi pengumpulan informasi
kuantitatif yang bersumber dari data sekunder yaitu Analisis Kelayakan
Mekanikal/Elektrikal
Survei kelayakan mekanikal elektrikal meliputi pengumpulan dan
menganalisa data spesifikasi komponen mekanikal dan elektrikal yang
sesuai kebutuhan.
b. Analisis Kelayakan Non Teknis meliputi :
Analisis Kelayakan Ekonomi/Finansial mencakup pengumpulan data dalam
survey lapangan meliputi :
- Sumber dan besarnya dana investasi/pinjaman
- Tenggang waktu pinjaman/masa pengembalian pinjaman
- Besarnya angsuran pinjaman
- Bunga pinjaman
- Iuran bulanan oleh masyarakat
- Besarnya penyusutan
- Batas maksimum ketersediaan dana dari penyandang dana
- Nilai/besarnya kontribusi masyarakat
- Tingkat Inflasi
- Discount Rate Yang Dipakai Untuk Perhitungan
Analisis Kelayakan Sosial Budaya meliputi :
- Penggalian potensi perekonomian di desa seperti tata guna lahan,
aktivitas usaha ekonomi produktif, jenis pekerjaan dan tingkat rata-rata
pendapatan penduduk desa, tingkat kebutuhan hidup, kemampuan
swadaya penduduk dan daya jangkau desa.
- Penggalian data potesni sumberdaya alam dan kemampuan pengadaan
material.
- Keberadaan kelembagaan yang meliputi lembaga formal pemerintah
desa serta lembaga-lembaga non pemerintahan (korupsi, puskesmas,
organisasi masyarakat/agama dan unit-unit kelompok kegiatan
masyarakat seperti posyandu, kelompok agama, organisasi pemuda
dan lain-lain.Gambaran pola kehidupan sosial.
Analisis Kelayakan Lingkungan
Survey kelayakan lingkungan disyaratkan melakukan Upaya Pengelolaan
Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan menjelang pelaksanaan
pembangunan (untuk on-grid scheme).
Analisis Kelayakan Keberlanjutan meliputi pengumpulan data dan informasi
tentang :
- Pola perilaku masyarakat yang terkait dengan rasa keadilan dan
keterbukaan.
- Tingkat kesadaran masyarakat yang akan menumbuhkan tingkat
partisipasi masyarakat dalam membangun dan mengelola PLTMH yang
akan dibangun.
- Respon dan permintaan listrik oleh masyarakat dimana PLTMH tersebut
akan dibangun.
Peluang pemanfaatan listrik yang akan dihasilkan untuk penggunaan
produktif atau pemanfaatan lain yang berdampak positif bagi
perekonomian masyarakat
- Kapasitas masyarakat baik dari segi pendidikan,
keterampilan,manajemen dan lain-lain
Peluang munculnya keswadayaan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan PLTMH yang
akan dibangun.