| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
Dinamika Konsultan | 0024526808807001 | Rp 473,019,840 | 69.39 | 89.39 | - |
| 0032312613805000 | Rp 474,129,840 | 69.31 | 89.26 | - | |
| 0030266894805000 | Rp 483,870,090 | 69.6 | 89.15 | - | |
| 0030515597801000 | Rp 514,340,700 | 25.06 | 43.46 | - | |
| 0809626393911000 | Rp 515,001,150 | 66.62 | 84.99 | - | |
| 0029645173802000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0805114964801000 | - | - | - | - | |
| 0433134699801000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0821067980803000 | - | - | - | - | |
| 0829744655805000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0031950884801000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0017737701805000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0020493367606000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0021039086952000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0029743283801000 | - | - | - | - | |
| 0026610253805000 | - | - | - | - | |
| 0011256120805000 | - | - | - | - | |
| 0027020247805000 | - | - | - | - | |
Sembilan Delapan Consulindo | 08*4**9****02**0 | - | - | - | - |
| 0028852887801000 | - | - | - | - | |
| 0821818473802000 | - | - | - | - | |
| 0941765521801000 | - | - | - | - | |
| 0736288366805000 | - | - | - | - | |
Mega Putra Engineering | 06*1**1****07**0 | - | - | - | - |
| 0031292907801000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. PEKERJAAN FISIK
1. Galian Tanah Mekanis
- Galian tanah dilakukan dengan menggunakan alat berat excavator dan hasil
galian dibuang ke luar. Tanah yang dapat dipakai sebagai bahan timbunan
menurut Pengguna Jasa maka akan dipakai sebagai bahan timbunan.
- Setiap material yang berlebih untuk kebutuhan timbunan maka bahan
timbunan tersebut harus dibuang oleh Penyedia Jasa dari lokasi yang
ditentukan oleh Pengguna Jasa.
- Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk seluruh pengaturan dan biaya
pembuangan material yang berlebih tersebut termasuk biaya pengangkutan
dan perolehan ijin dari pemilik tanah dimana pembuangan dilakukan.
- Penyedia Jasa dalam melaksanakan galian harus diusahakan cukup aman dari
longsoran dan bila diperlukan diberikan alat..
2. Galian Tanah Biasa
- Galian Tanah dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia dan hasil
galian dibuang dan dirapihkan disekitar tanggul saluran irigasi.
- Setiap material yang berlebih untuk kebutuhan timbunan maka bahan
timbunan tersebut harus dibuang oleh penyedia dari lokasi yang ditentukan
oleh Pengguna Jasa.
- Bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan biaya pembuangan
material yang berlebih tersebut termasuk biaya pengangkutan dan perolehan
ijin dari pemilik tanah dimana pembuangan dilakukan.
- Penyedia Jasa dalam dalam melaksanakan galian harus diusahakan cukup
aman Dari longsoran dan bila diperlukan diberikan alat – alat penyangga.
- Apabila pekerjaan galian sudah selesai penyedia jasa harus memberitahukan
kepada Konsultan Pengawas untuk pemeriksaan
3. Timbunan Tanah Kembali / Pemadatan Tanah Hasil Galian
Yang dimaksud dengan timbunan tanah kembali (pekerjaan timbunan tanah
dari hasil galian) adalah kegiatan penimbunan baik untuk tanggul maupun
untuk di belakang bangunan dengan mempergunakan bahan timbunan dari
galian tanah yang dilakukan disaluran, timbunan tanah dirapikan dan
dipadatkan menggunakan alat Exacavator, Motor Grader, Vibro Roller dan
Water tank atau manusia sesuai petunjuk dari Direksi.
4. Timbunan Tanah Didatangkan
Adalah kegiatan penimbunan dimana bahan timbunan yang digunakan adalah
material timbunan yang didatangkan dari quarry tempat pengambilan ke lokasi
pekerjaan dan dihampar sebagai bahan pengisi dibelakang lining bangunan,
tanah timbunan dirapihkan dan dipadatkan menggunakan alat stamper dan
secara manual (bantuan manusia).
5. Bongkaran Pasangan Batu
Pembongkaran harus dilakukan secara keseluruhan.
Pasangan batu kali/belah yang akan dibongkar terlebih dulu ada
persetujuan dari direksi
Peralatan dan perlengkapan disediakan adalah Keranjang, Palu, Pahat Beton,
linggis dan alat bantu lainnya.
Pekerja melaksanakan pembongkaran dengan instruksi mandor dan diawasi
oleh pelaksana.
Pelaksana mengarahkan prosedur pekerjaan bongkaran kepada mandor
dan diteruskan kepada pekerja.
Pekerja membongkar pasangan dari bagian atas terlebih dahulu kemudian
ke bawah pasangan.
Selama pekerjaan berlangsung penyedia jasa berkoordinasi dengan Direksi
pekerjaan.
6. Pembersihan Batu Hasil Bongkaran
- Pasangan yang telah dibongkar kemudian dibersihkan menggunakan palu
kecil.
- Batu kali/belah bekas bongkaran yang sudah dibersihkan dikumpulkan di
lokasi yang akan dipasang kembali.
- Sisa Bongkaran yang tidak terpakai kemudian dibersihkan dari lokasi
pekerjaan.
- Selama pekerjaan berlangsung penyedia jasa berkoordinasi dengan
Konsultan Pengawas pekerjaan.
7. Pasangan Batu Hasil Bongkaran 1 : 4
- Pekerjaan ini mencakup pengerjaan pemasangan batu kali/gunung pada
posisi rencana kerja dari hasil bongkaran pasangan lama, yang telah digali
dan dipasangi bowplank, dikerjakan dengan menggunakan peralatan
concrete mixer, peralatan tukang batu (sendok semen, skop dan tong
campuran serta lori – lori untuk mengangkut campuran).
- Batu yang digunakan untuk pasangan pondasi pada kiri dan kanan terdiri
dari batu lama dimana diameter harus lebih kecil dari tebal pasangan.
- Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar secara mekanik
dengan menggunakan concrete mixer.
- Sebelum dipasang batu dibersihkan dibasahi seluruh permukaannya
sebelum dipasang.
- Melumuri spesi pada dasar galian dan setelahnya memasang batu secara
vertikal, batu diupayakan di pasang saling silang agar pasangan batu erat
satu sama lain.
- Merapikan hasil pasangan batu bila alur pasangan tidak rata. Rencana
volume pelaksanaan sesuai dengan rencana yang ada dalam daftar kuantitas
dan harga.
8. Pasangan Batu 1 : 4
Material batu baru didatangkan atau dileveransir dari luar.
Pencampuran adukan dilakukan dengan mesin pengaduk (molen), campuran
dengan tangan hanya boleh dilakukan atas ijin penanggung jawab kegiatan.
Sebelum memulai pekerjaan pasangan batu, dasar dan tebing galian harus
dibasahi secukupnya.
Apabila tanah dasar asli terganggu atau berubah karena sesuatu sebab, maka
tanah tersebut harus dikembalikan sampai keadaanya sama seperti tingkat
pengupasan semula.
Kemiringan pasangan batu disesuaikan dengan gambar rencana.
9. Plesteran 1 : 3
Plesteran dilakukan pada puncak pasangan batu dan permukaan pion pion
pembatas jalan yang telah rapuh, pecah atau retak.
Sebelum diplester semua bidang sambungan dibetel dan disiram agar adukan
dapat menyatu pada bidang pelekatannya.
Adukan harus diaplikasikan secepatnya pada bidang sebelum mengeras.
10. Trasram 1 : 2
Trasram dilakukan pada dinding pasangan batu.
Sebelum dikerjakan semua bidang sambungan dibetel dan disiram agar adukan
dapat menyatu pada bidang pelekatannya.
Adukan harus diaplikasikan secepatnya pada bidang sebelum mengeras.
11. Beton Mutu K 350 = 31,2 Mpa
- Semen yang digunakan untuk konstruksi beton bertulang atau tanpa tulang
yaitu dari jenis semen portland yang memenuhi ketentuan¬ketentuan dalam
SNI-8.
- Air yang digunakan untuk campuran beton tidak boleh mengandung minyak,
alkali, garam-garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang
dapat merusak beton, baja tulangan atau jaringan kawat baja untuk itu
sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum.
- Agregat halus (Pasir) yang digunakan adalah pasir dengan butir-butir tajam,
keras, bersih dan tidak mengandung bahan-bahan organis
- Agregat kasar (Batu Pecah/Kerikil) yang digunakan untuk pekerjaan beton
adalah berupa kerikil atau batu pecah dari butir-butir keras, runcing tidak
berpori, bersih dan tidak mengandung zat-zat aktif yang dapat,merusak beton
atau baja tulangan.
- Untuk memperbaiki mutu beton, sifat-sifat pengerjaan, waktu pengikatan,
dan pengerasan, atau maksud-maksud lain dapat dipakai bahan-bahan
pembantu, jenis dan jumlah bahan pembantu yang dipakai harus atas
persetujuan direksi
- Beton harus terdiri dari semen, bahan pengisi (agregat), air dan bahan
tambahan, bila diijinkan, diaduk dengan sempurna, untuk mendapatkan
kekuatan yang ditentukan.
- Perancah adalah konstruksi yang mendukung acuan dan beton muda yaitu
sebelum beton mengeras mencapai kekuatan yang diisyaratkan dan sebelum
beton mendapat bentuknya yang permanen.
- Pengecoran tidak boleh dilakukan sebelum pekerjaan perancah dan
pekerjaan persiapan, telah sempurna dikerjakan dan disetujui oleh direksi.
- Sebelum pengecoran dimulai, semua peralatan penunjang siap dip akai,
material dan pekerja-pekerja harus sudah berada di tempat pengecoran.
- Pengerjaan Beton Tidak Diijinkan Dalam Cuaca Tidak Memungkinkan.
- Campuran yang sudah mengeras tidak boleh digunakan lagi.
- Selama pengecoran beton harus dipadatkan dengan alat pemadat.
- Semua permukaan jadi dari pekerjaan beton ( finishing ) harus rata, lurus,
tidak nampak bagian-bagian yang keropos, melendut, atau bagian-bagian
yang membekas pada permukaan.
- Beton yang baru selesai dicor harus dilindungi terhadap hujan dan panas
matahari serta kerusakan-kerusakan lainnya yang disebabkan oleh gaya-
gaya sentuhan sampai beton telah menjadi keras.
- Pelaksanaan pengecoran menggunakan peralatan Wheel Loader, Truck
Mixer, Concerete Pump dan Concrete Vibrator sebagai peralatan penunjang
pelaksanaan pekerjaan ini
12. Pembesian Ø 8, Ø 12, Ø 14 dan Ø 16
- Pembesian dilakukan dengan ukuran besi sesuai gambar rencana dan
persetujuan Direksi.
- Perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di lokasi proyek agar
setelah dirakit dapat langsung dipasang dan proses pembuatan pondasi dapat
berjalan lebih cepat.
- Perakitan tulangan dilakukan dengan merakit satu per satu bentuk dari tipe
tulangan pondasi dengan kawat pengikat agar kokoh dan tulangan tidak
terlepas. Pemasangan tulangan dilakukan dengan cara manual karena
tulangan untuk pondasi setempat ini tidak terlalu berat dan kedalaman
pondasi ini juga tidak terlalu dalam.
- Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak
turus permukaan tanah dengan bantuan alat ukur.
- Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar
tanah, jarak antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan
menggunakan pengganjal yang di buat dari batu kali (tahu beton) disetiap
ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak antara tulangan dan
permukaan dasar tanah untuk melindungi/melapisi tulangan dengan beton
(selimut beton) dan tulangan tidak menjadi karat.
- Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.
13. Pipa Baja dia 900 mm t. 12,7 mm
- Dalam pelaksanaan pekerjaan ini pipa baja mulai dari tempat produksi
diangkut menggunakan mobil tronton ke lokasi pekerjaan
- Pada proses pemasangan/loading di lokasi pekerjaan material pipa baja
diangkat menggunakan crane on track dan menempatkannya dilokasi
pekerjaan.
14. Pengelasan
- Persiapan pengelasan secara Praktis, persiapan ini merupakan persiapan
perlatan, yang terdiri dari alat-alat utama berupa welding set dan generator
set, alat-alat keselamatan, alat-alat bantu.
15. Pemotongan Pipa
- Dalam pelaksanaan pemotongan pipa baja ini menggunakan alat bantu
potong mesin gergaji pemotong.
- Memberi tanda dan mengukur pada pipa yang rencananya akan dilakukan
pemotongan.
- Gergaji bundar cocok untuk memotong tabung baja dengan diameter luar
yang lebih kecil, sedangkan gergaji pita digunakan untuk memotong tabung
baja dengan diameter yang lebih besar.
- Flame cut, termasuk pemotongan oksigen, pemotongan hidrogen dan oksigen
dan pemotongan plasma, dll., Metode pemotongan lebih cocok untuk
diameter pipa, pemotongan pipa baja tebal mulus Guebite. Pemotongan
plasma, memotong lebih cepat.
16. Pengecatan
- Membersihkan bahan material yang akan di cat dari debu dan lumpur untuk
mendapatkan hasil yang maksimal.
- Siapkan dan lakukan 2 lapis metal primer yang disetujui pada semua
permukaan besi / baja sebelum dikirim ke site.
- Berikan primer dan lakukan 1 lapisan dasar dan 1 lapisan finish dengan cat
yang tahan pada semua permukaan ekspose baja / besi struktural setelah
proses erection.
17. Angkur Baja
- Pemasangan angkur tanah pada umumnya disertai dengan pelaksanaan tes
pembebanan untuk mengetahui apakah angkur yang telah dipasangan pada
pipa sudah mampu menahan beban rencana. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui pelaksanaan pemasangan angkur.
18. Bekesting
- Bekisting beton adalah konstruksi cetakan terbuat dari kayu (papan, triplek),
baja atau beton precast yang digunakan untuk membentuk beton muda agar
bila telah mengeras mencapai dimensi dan kedudukan seperti yang telah
tercantum dalam gambar. Acuan beton harus direncanakan sedemikian
sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan menimbulkan kerusakan
pada beton atau perancah.
19. Perancah
- Perancah Beton adalah konstruksi cetakan terbuat dari kayu (papan, triplek),
baja atau beton precast yang digunakan untuk menyangga bekesting agar
tetap stabil dan tidak goyang.
20. Pintu Sorong Baja b = 0.9 m dan h = 1.2 m
- Pekerjaan pintu sorong baja ini meliputi pengadaan dan pemasangan yang
akan dikerjakan pada bangunan irigasi, bangunan inlet dan outlet. Pintu
sorong adalah sekat yang dapat diatur bukaannya. Pada bangunan air,
aplikasi pintu sorong adalah pintu pembilas. Fungsinya yaitu mencegah
sedimen layang masuk ke dalam pintu pengambilan (intake) dan membilas
sedimen yang menghalangi aliran.