| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0403110539943000 | Rp 384,041,101 | - | |
| 0031825375942000 | Rp 391,936,643 | - | |
| 0824100317942000 | Rp 407,521,434 | - | |
| 0962230033942000 | Rp 425,619,635 | - | |
| 0020990644942000 | Rp 438,008,624 | - | |
| 0751943929942000 | - | - | |
CV Azallea Fitri Pratama | 09*9**6****42**0 | Rp 419,373,897 | - |
| 0020993309942000 | Rp 403,097,329 | SKP peserta Tender lebih dari 5 paket pekerjaan yang berkontrak melebihi standar SKP usaha Kecil | |
CV Logas Engineering | 05*0**9****42**0 | Rp 409,835,827 | - |
| 0653450361942000 | Rp 417,305,250 | - | |
| 0019046341943000 | Rp 494,423,745 | - | |
CV Malut Kolaborasi | 04*2**7****42**0 | Rp 452,994,977 | - |
| 0614385870942000 | Rp 419,560,573 | - | |
CV Dwiputri Mandiri | 04*8**3****42**0 | Rp 417,206,003 | - |
| 0418425724942000 | Rp 424,340,455 | - | |
| 0032957813942000 | Rp 417,036,164 | - | |
| 0945944023942000 | Rp 473,336,736 | - | |
| 0022324115942000 | Rp 474,166,873 | - | |
| 0702029174942000 | Rp 473,773,661 | - | |
CV Sultan Dolik Perkasa | 09*7**1****42**0 | Rp 418,303,701 | - |
| 0823842638942000 | Rp 414,063,667 | - | |
| 0707211611942000 | - | - | |
| 0743588550822000 | - | - | |
| 0017873068942000 | - | - | |
| 0539811232942000 | - | - | |
| 0939613667942000 | - | - | |
| 0951715689942000 | - | - | |
| 0711467605942000 | - | - | |
| 0838523355942000 | - | - | |
| 0020990800942000 | - | - | |
| 0637361940942000 | - | - | |
| 0615283868942000 | - | - | |
| 0023601164943000 | - | - | |
| 0659150197822000 | - | - | |
CV Salsabila Utama Sejahtera | 05*9**0****43**0 | - | - |
| 0024019259942000 | - | - | |
| 0017873571942000 | - | - | |
| 0818224859943000 | - | - | |
| 0717909824942000 | - | - | |
| 0811332402942000 | - | - | |
| 0761762541943000 | - | - | |
| 0031381288943000 | - | - | |
Assyifah Berahi | 09*6**6****42**0 | - | - |
| 0025506262942000 | - | - | |
| 0633942198942000 | - | - | |
CV Arkha Dipta Engineering | 03*9**9****42**0 | - | - |
| 0901855650941000 | - | - | |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - | - |
| 0967630245942000 | - | - | |
| 0015114812942000 | - | - | |
| 0030331128942000 | - | - | |
CV Cahaya Entri Persada | 05*4**6****42**0 | - | - |
| 0016293037803000 | - | - | |
| 0651231847942000 | - | - | |
| 0942770389942000 | - | - | |
CV Abdi Pratama Konstruksi | 05*7**9****43**0 | - | - |
CV Pagamhas Jaya Karya | 06*5**8****42**0 | - | - |
| 0760337006942000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a) Kontraktor harus membuat gudang bahan untuk penyimpanan Bahan dan Alat, sesuai
kebutuhan hingga selesainya pekerjaan.
b) Kontraktor harus menyediakan konsumsi direksi pengawas selama masa pelaksanaan
Kegiatan, dan sewaktu-waktu Pejabat Pembuat Komitmen maupun Kuasa Pengguna
Anggaran meninjau pekerjaan atau tamu yang berkepentingan atas pelaks anaan pekerjaan.
c) Kontraktor bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan, bentuk, ukuran–ukuran dan mutu
yang tercantum dalam rencana kerja dan syarat- syarat (RKS) pekerjaan.
d) Kontraktor berkewajiban mencocokkan ukuran–ukuran satu sama lain dan segera
memberitahukan/berkonsultasi dengan direksi bilamana terdapat perbedaan ukuran–ukuran
satu sama lainnya.
B. PENERAPAN SMKK (SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI)
a) Kontraktor harus mempersiapkan rencana dan membuat sistem manajemen keselamatan
konstruksi serta memiliki strategi sosialisasi, promosi dan jadwal pelatihan tanggap darurat
b) Kontraktor harus menyediakan peralatan pelindung berupa APK (Alat Pelindung Kerja) dan APD
(Alat Pelindung Diri) sebagai pencegahan awal terjadinya kecelakaan kerja.
c) Kontraktor disarankan jika perlu untuk membentuk Personil Keselamatan Konstruksi yang
dilengkapi dengan Asuransi & Perijinan
Gambar 1.1 Persiapan Kelengkapan K3
d) Kontraktor harus menyediakan Fasilitas Sarana, Prasarana & Alat Kesehatan seperti kotak P3K di
kantor direksi.serta menempatkan Rambu Rambu Keselamatan Konstruksi di lokasi.
e) Kontraktor disarankan berkonsultasi dengan Ahli Terkait Keselamatan Konstruksi jika diperlukan
f) Kegiatan Dengan Peralatan Terkait Dengan Pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi
C. PEKERJAAN STRUKTUR
I. PEKERJAAN TANAH, PASIR DAN PONDASI
Pekerjaan Tanah, Pasir dan Pondasi meliputi:
- Galian Tanah Pondasi Menerus
- Pasangan Batu Kosong Pondasi Menerus
- Pasangan Batu Pondasi Menerus, Camp. 1:4
- Urugan Pasir Bawah Pondasi
- Urugan Tanah Kembali Pondasi
- Urugan Pasir Bawah Lantai
- Urugan Tanah Bawah Lantai
Pelaksanaan :
1. Sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor harus memberitahu Direksi dan bersama-sama
menentukan lokasi dan ukuran penggalian, serta penempatan hasil galian dan pembuangan sisa
galian. Sesuai peil dan ukuran yang ditentukan dalam gambar rencana, Kontraktor melakukan
penggalian, perataan, pemadatan dan perapihan yang disiapkan untuk pekerjaan dengan
kegiatan-kegiatan galian pondasi pasangan batu kali.
2. Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar baik untuk lebar, panjang,
dalam, kekeringan dan sebagainya dan benar-benar harus waterpass. Kalau ternyata akan
menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaan galian sesuai dengan gambar rencana, maka
Kontraktor segera mengajukan usul kepada Direksi mengenai cara pelaksanaannya;
3. Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk memperoleh informasi tentang keberadaan dan
lokasi utilitas bawah tanah dan untuk memperoleh dan membayar setiap ijin atau wewenang
lainnya yang diperlukan dalam melaksanakan galian yang diperlukan dalam Kontrak.
4. Penyedia Jasa harus bertanggungjawab untuk menjaga dan melindungi setiap utilitas bawah
tanah yang masih berfungsi seperti pipa, kabel, atau saluran bawah tanah lainnya atau struktur
yang mungkin dijumpai dan untuk memperbaiki setiap kerusakan yang timbul akibat operasi
kegiatannya.
5. Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade) yang cukup
untuk mencegah pekerja/orang lain terjatuh ke dalamnya dan agar tidak merusak galian. Hal ini
guna menjamin keselamatan para pengguna Jalan, sesuai dengan yang diperintahkan Direksi
Pekerjaan.
6. Bahan galian yang mengandung tanah yang sangat organik, tanah gambut (peat), sejumlah
besar akar atau bahan tetumbuhan lainnya dan tanah kompresif yang menurut pendapat Direksi
Pekerjaan akan menyulitkan pemadatan bahan di atasnya atau yang mengakibatkan setiap
kegagalan atau penurunan (settlement) yang tidak dikehendaki, harus diklasifikasikan sebagai
bahan yang tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan
permanen.
7. Bahan urugan yang dipakai adalah pasir dan tanah. Pasir untuk pekerjaan urugan dibawah
pondasi dan lantai rabatan sedangkan tanah digunakan untuk pekerjaan urugan peninggian
lantai. Untuk urugan, pasir dan tanah yang digunakan harus bebas dari sampah, akar dan
kotoran
8. Pekerjaan urugan tanah dan pasir dilakukan dibawah lantai serta seluruh detail yang ditunjukan
dalam gambar. Tanah dan pasir urug yang digunakan harus dengan persetujuan pihak Direksi
Pengawas. Pekerjaan urugan pasir dilakukan bila seluruh pekerjaan lain di bawahnya/di
dalamnya telah selesai dengan baik dan sempurna.
9. Lapisan tanah dan pasir urug dilakukan lapis demi lapis, dipadatkan hingga mencapai tebal 5
cm, atau seperti yang disyaratkan dalam gambar.
10. Setiap lapis tanah dan pasir urug harus diratakan, disiram air dan dipadatkan dengan alat
pemadat yang disetujui Direksi Pengawas.
11. Ditempat - tempat yang sulit dilakukan pemadatan dengan alat pemadat, dapat dikerjakan
dengan tenaga manusia dengan persetujuan Direksi Pengawas. Hasil pemadatan harus
memenuhi persyaratan/ketentuan. Lapisan pekerjaan di atasnya, dapat dikerjakan bilamana
pekerjaan urugan tanah dan pasir padat telah sempurna, memenuhi semua persyaratan yang
ditentukan dan sudah mendapat persetujuan Direksi Pengawas.
II. PEKERJAAN BETON
Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
yang dibutuhkan didalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga mendapatkan hasil yang bermutu baik.
Adapun pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan beton yaitu: pekerjaan beton rabat, beton sloof
praktis, kolom praktis dan ring balok praktis seperti yang ditunjukkan pada gambar.
Pekerjaan Beton meliputi:
- Pek. Sloof 15 Cm x 20 Cm
- Pek. Kolom 20 Cm x 25 Cm
- Pek. Kolom 20 Cm x 20 Cm
- Pek. Ring Balok 15 Cm x 20 Cm
- Pek. Kolom Praktis 11 Cm x 11 Cm
- Pek. Ring Balok Praktis 10 Cm x 15 Cm
Persyaratan Bahan
a. Besi
1. Besi yang digunakan adalah jenis besi polos.
2. Besi yg digunakan untuk pekerjaan beton sloof dan kolom dan ring yaitu :
- Tulangan pokok = Ø 12
- Tulangan Begel = Ø 8
3. Membengkokkan dan meluruskan besi beton harus dalam keadaan dingin, sesuai dengan
aturan yang berlaku. Panjang penyaluran besi beton dan panjang pengangkeran pada bagian-
bagian konstruksi disesuaikan dengan gambar kerja atau menurut aturan beton terbaru.
4. Besi beton harus bebas dari kotoran, karat, minyak, cat dan kotoran lain yang dapat
mengurangi daya lekat semen atau dapat menurunkan mutu besi beton.
5. Besi beton harus dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan gambar. Kemudian dibentuk dan
dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama pengecoran tidak berubah tempat.
6. Kawat beton yang dipergunakan harus lazim dipakai, sehingga dapat mengikat besi beton
tetap pada tempatnya. Untuk mendapatkan mutu besi beton yang diinginkan, dapat
dipergunakan besi beton dari produk yang ditunjuk Direksi Teknis.
7. Besi beton harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan di alam
terbuka untuk jangka waktu yang panjang.
b. Bekesting
1. Semua cetakan beton harus dibuat dari papan plywood yang tebalnya minimal 9 mm
tergantung kualitas dan jarak rangka penguat cetakan tersebut.
2. Cetakan untuk beton finishing kasar, harus terbuat dari papan terentang atau dari bahan
sejenis setelah mendapat persetujuan Direksi.
3. Bahan steger (tiang penyangga) harus terbuat dari kayu bermutu baik.
c. Beton
1. Mutu Beton untuk pekerjaan rabatan adalah K100 sedangkan mutu beton untuk pekerjaan
beton sloof, kolom dan ring adalah beton K175.
2. Air yang digunakan adalah air yang bersih, tidak mengandung minyak, garam, kotoran organik
atau bahan–bahan lain yang dapat merusak beton dan besi.
3. Semen menggunakan merk Gresik atau Tiga Roda dan memenuhi syarat-syarat dalam NI – 8.
4. Semen yang digunakan untuk konstruksi beton, tidak keras, tidak mengandung butiran dan
tidak adanya gejala-gejala membatu.
5. Pemakaian semen di dalam satu adukan tidak dibenarkan lebih dari satu merk. Semen yang
datang di tempat pekerjaan/lapangan harus disimpan dalam gudang yang lantainya kering dan
minimum 30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya.
6. Pasir dan kerikil beton harus bersih dari segala kotoran seperti bahan organis, tanah atau
lumpur, kapur, garam dan sebagainya, tidak poreus dan sesuai dengan PBI - 1971.
7. Bahan pengisi (pasir dan kerikil) harus disimpan ditempat yang bersih dan dicegah agar tidak
terjadi pencampuran antara bahan yang satu dengan yang lainnya dan terlindung dari
pengotoran.
III. PEKERJAAN ATAP
Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
yang dibutuhkan didalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga mendapatkan hasil yang bermutu baik.
Pekerjaan Atap meliputi :
1. Pas. Rangka Atap Baja Ringan
2. Pas. Penutup Atap Seng Alumenium 0.30 mm (Warna)
3. Pas. Bubungan Atap Seng Plat 0.30 mm (Warna)
4. Pas. Listplank GRC
PEKERJAAN PASANG RANGKA ATAP BAJA RINGAN
Persyaratan bahan
1. Baja Ringan. Bahan Rangka Batang Baja Ringan Profil C Minimal L = 75 mm, T = 32 mm, tebal=
0,75 mm
2. Merk Baja ringan profil C yaitu Kencana Atau Unggul
3. Rangka batang harus memiliki lapisan tahan karat seng aluminium (galvalume)
4. Bahan Reng Baja Ukuran Minimal L =55 mm T= 30 mm tebal= 0,45 mm
5. Menyerahkan surat dukungan dari distributor resmi. Surat penunjukan sebagai distributor dan
aplikator resmi dari pabrik. Type screw atau mur dan baut menggunakan self drilling srew (SDS)
6. Untuk Profil C menggunakan SDS type 12 x 20, sedangkan untuk reng menggunakan SDS Type 8 x
½
Persyaratan Pelaksanaan
- Kontraktor wajib menyerahkan gambar kerja/shop drawing detail sesuai dengan kondisi di
lapangan.
- Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggungjawab terhadap semua ukuran-ukuran yang
tercantum dalam gambar kerja.
- Perubahan bahan/detail karena alasan apapun harus diajukan ke Konsultan Pengawas, Konsultan
Perencana, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk mendapat persetujuan secara
tertulis.
- Perangkaian harus memperhatikan bentuk, ukuran dan gambar desain.
- Komponen baja ringan harus dikerjakan oleh tenaga pemasang yang terlatih serta mampu
memahami gambar kerja.
- Hasil akhir yang dikehendaki Semua komponen terpasang rapi, rata, lurus dan tidak cacat. Sesuai
dengan ketentuan gambar dan spesifikasi serta diterima oleh Direksi Pekerjaan.
PEKERJAAN PASANG LISPLANK
Persyaratan bahan
- Bahan lisplank menggunakan bahan fiber cement GRC
- Ukuran lisplank 0.8/30 cm
Persyaratan Pelaksanaan
- Penyambungan papan lisplank dibuat rata dan lurus.
- Pemasangan lisplank harus disesuaikan dengan gambar kerja
- Dalam pemasangan lisplank permukaan harus lurus/waterpas/tidak bergelombang.
PEKERJAAN PENUTUP ATAP
Persyaratan bahan
- Bahan penutup atap menggunakan seng aluminium dengan ketebalan 0,30 mm
- Bubungan menggunakan bubungan seng plat aluminium dengan ketebalan 0,30 mm kualitas baik.
- Atap Seng Aluminium yang cacat dan rusak tidak boleh dipasang dan harus diganti dengan yang baru.
Persyaratan Pelaksanaan
- Atap dan bubungan yang akan dipasang harus bermutu baik dan disetujui direksi teknis dengan
memperlihatkan contoh terlebih dahulu.
- Dalam pemasangan, alur atap harus lurus dari lapisan yang terbawah. Ujung lapisan pertama
harus rata dan sejajar dengan garis listplank, jarak ujung atap ke ujung listplank max. 10 cm.
- Pemotongan genteng pada pertemuan bubungan harus menggunakan alat pemotong yang baik.
- Pemasangan atap harus menghasilkan permukaan yang rata.
- Sebelum Genteng bubungan dipasang, pemborong harus memasang benang sepat untuk
mendapatkan pasangan bubungan yang lurus dan rapi.
- Pemasangan disesuaikan dengan gambar kerja.
D. PEKERJAAN ARSITEKTUR
1. PEKERJAAN DINDING
Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga mendapatkan hasil yang bermutu baik. Adapun pekerjaan
yang termasuk dalam pekerjaan pasangan yaitu:
1. Pas. Dinding 1/2 Bata, Camp 1:4
2. Pas. Plesteran Dinding Bata 15 mm, Camp 1:4
3. Pas. Plesteran Sloof, Kolom & Ring Balok 15 mm, Camp. 1:3
4. Pas. Acian Dinding
5. Cat Dinding
Gambar Pasangan Dinding, Plesteran dan Acian
Persyaratan Bahan :
- Air
Air yang digunakan harus bersih dan bebas dari segala macam campuran atau larutan minyak,
asam garam/basa dan bahan organis lainnya.
- Pasir
Pasir yang digunakan harus bersih, bebas dari segala macam kotoran, baik dari bahan organis
dan alkalis maupun lumpur, tanah karang, garam/basa dan sebagainya sesuai dengan syarat-
syarat dalam PBI 1971.
- Semen
Mutu/kwalitas harus sama dengan PC (merk semen Tonasa) yang digunakan untuk konstruksi
beton, tidak keras, tidak mengandung butiran dan tidak adanya gejala-gejala membatu.
Pemakaian semen di dalam satu adukan tidak dibenarkan lebih dari satu merk.
- Batako
1. Batako yang dipakai adalah batako buntu/tanpa lubang.
2. Batako yang pecah/retak tidak dibenarkan digunakan untuk dipasang, kecuali untuk
melengkapi, misalnya sudut.
3. Ukuran-ukuran batako harus seragam dan dapat disesuaikan berdasarkan tebal dinding akhir
yang disyaratkan dalam gambar kerja.
Persyaratan Pelaksanaan:
- Pemasangan dinding batako menggunakan campuran spesi 1 ps : 4 ps
- Pasangan batako yang dilaksanakan harus rata, tegak dan lajur penaikannya diukur tepat
dengan tiang lot, setiap pemasangan tidak boleh lebih dari 1,00 m baru boleh dilanjutkan setelah
betul-betul mengeras.
- Ukuran dan bentuk sesuaikan dengan gambar rencana
- Tebal plesteran harus berkisar setebal 1,5 cm, tebal pasangan dinding jadi max.11 cm.
- Sebelum pekerjaan plesteran dimulai terlebih dahulu permukaan pasangan batako dan beton
dibasahi atau disiram air terlebih dahulu.
- Semua siar permukaan dinding batako hendaknya dikerok sedalam kira-kira 1 cm agar plesteran
dapat lebih merata.
- Sebelum melakukan pekerjaan acian hendaknya dinding yang sudah diplester disiram dahulu
menggunakan air, agar bahan acian melekat di dinding dengan maksimal.
- Semua jenis bahan plesteran harus diaduk sesuai persyaratan jenis campuran yang disetujui
Direksi yaitu Maksimal 1 Ps : 4 Ps dan 1 Ps : 3 Ps untuk dinding kedap air
- Plesteran harus rata vertikal dan horizontal.
- Jika Direksi mendapatkan bidang plesteran yang tidak memenuhi syarat misalnya tidak rata,
tidak siku dan lain-lain maka kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan tersebut.
- Bagian-bagian yang diperbaiki harus dibobok secara teratur dan plesteran hasil perbaikian harus
rata dengan sekitamya.
- Pekerjaan cat terdiri atas :Pekerjaan cat untuk mengecat dinding, beton dan plafond;
- Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata, tidak terdapat retak lubang dan pecah-pecah.
- Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari direksi.
- Contoh bahan yang telah disetujui, dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan / penerimaan
bahan yang dikirim oleh kontraktor ke tempat pekerjaan.
- Sebelum di cat dipastikan seluruh permukaan bagian yang akan dicat sdah dibersihkan dari
kotoran-kotoran yang menempel. Semua bidang yang dicat tembok dengan 1 kali cat dasar dan
minimal 2 (dua) kali cat penutup sampai kelihatan rata dan cukup tebal.
- Hasil pengerjaan yang baik, warna dan pola tekstur merata, permukaan benar-benar halus dan
licin, tidak terlihat noda-noda kotoran dan tidak terdapat debu pasir atau serbuk kayu yang
tertempel pada permukaan pengecatan. Harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat
dari pekerjaan-pekerjaan lain. Pengecatan akhir harus mendapat warna yang sesuai dan rapi.
- Setelah selesai dalam pengerjaan finishing cat permukaan dan daerah sekitarnya harus
dibersihkan kembali.
- Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan dan
perawatan/kebersihan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan.
- Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam pengerjaan atau kerusakan, Kontraktor harus
memperbaiki / mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya.
- Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga kerja terampil / berpengalaman dalam
pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut, sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang
baik dan sempurna.
2. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK
Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga mendapatkan hasil yang bermutu baik.
Adapun pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan penutup lantai ini yaitu
1. Pas. Lantai Beton Tumbuk T. 5 cm
2. Pas. Lantai Keramik Dalam Ruang 30x30 cm
3. Pas. Lantai Keramik Selasar 30x30 cm
4. Pas. Lantai Keramik Guiding Block 30x30 cm
Persyaratan Pelaksanaan
- Sebelum pekerjaan finishing lantai dilakukan, Kontraktor wajib mengadakan pengecekan
kembali peil lantai dan kemiringannya disesuaikan dengan gambar kerja dan persyaratan
teknis yang sudah ditentukan.
- Sebelum dipasang finishing lantai harus difloor dengan beton Rabat terlebih dahulu dengan
kualitas K100.
- Didalam pemasangan harus menggunakan rentangan benang yang diukur dengan waterpass
dan dipindahkan pada setiap keramik.
- Peil lantai yang diinginkan harus diperiksa betul-betul bila terdapat hal-hal yang berbeda
dengan rencana yang disetujui, maka pelaksanaan pekerjaan ini harus segera dilaporkan
kepada Direksi untuk dicarikan jalan keluarnya.
- Pelaksanaan pemasangan lapisan lantai dilaksanakan dengan adukan 1 ps : 3psr.
- Pekerjaan finishing lantai baru dapat dimulai setelah seluruh pekerjaan plafond dan dinding
selesai dikerjakan.
- Pola pemasangan keramik bila tidak jelas terdapat pada gambar kerja harus ditanyakan
kepada Direksi untuk mendapat penjelasan.
- Nat antara lapisan lantai dibuat sekecil mungkin dan diisi dengan semen berwarna sama
dengan warna dasar lantai yang dipakai.
- Selesai pemasangan ruangan harus bebas dari beban berat serta kegiatan lain.
- Sedapat mungkin pemotongan dihindarkan jangan terjadi potongan lebih kecil dari setengah
ukuran, kecuali tercantum dalam gambar Potongan dilakukan tanpa bergerigi.
- Pemasangan lapiasan lantai wajib memperhatikan nilai estetikanya. Tidak diharuskan untuk
membasahi lantai dengan air secara terus menerus selama satu minggu dan lantai ditutup
dengan lembaran plastik untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
- Kontraktor wajib mengajukan minimal 3 contoh keramik atau brosur untuk mendapat
pengesahan direksi teknis dan pengawas.
- Direksi berhak untuk menolak bidang keramik yang telah terpasang apabila tidak memenuhi
persyaratan di atas dan resiko penolakan adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor.
3. PEKERJAAN PLAFOND
Ruang lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga mendapatkan hasil yang bermutu
baik. Adapun pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan plafon yaitu
1. Pas. Rangka Plafond Besi Galvanis 4x4 Cm
2. Pas. Penutup Plafond GRC 4 mm
3. Pas. Listprofil Gypsum
4. Cat Plafond
Persyaratan Bahan
- Rangka plafon menggunakan bahan besi galvanis 40 mm x 40mm dengan pengelasan.
- Penutup plafond menggunakan bahan GRC tebal 4 mm, merk berkualitas baik
- List plafond menggunakan bahan Gypsum, List sudut ukuran 5 cm
- Perekat List menggunakan bahan Kornis/cornice
Persyaratan Pelaksanaan
- Rangka besi galvanis dirakit dan dilas dengan las listrik.
- Tulangan rangka hollow dengan jarak 600 mm x 1200 mm
- Rangka langit-langit dipasang setelah sisi bagian bawah diratakan, pemasangan sesuai
dengan pola yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dengan memperlihatkan modul
pemasangan penutup langit-langit yang dipasangnya.
- Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung, kaku dan kuat,
kecuali bila dinyatakan lain, misal permukaan merupakan bidang miring/tegak sesuai dengan
yang ditunjukkan dalam gambar.
- Pola pemasangan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar.
- Jarak pemasangan/spasi antara unit-unit penutup langit-langit harus presisi dan tidak kelihatan
atau sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
- Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan dinding dipasang list gypsum
dengan bentuk dan ukuran sesuai gambar.
4. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini sehingga mendapatkan hasil yang bermutu baik. Adapun
pekerjaan yang termasuk dalam pekerjan ini meliputi
1. Pas. Kusen Pintu, Jendela & Ventilasi Kayu 8/12 Klas I
2. Pas. Papan Jalusi Ventilasi Atap
3. Pas. Daun Pintu Panel, Kayu Klas I
4. Pas. Pintu Besi + Kusen Besi Siku 4x4
5. Pas. Daun Jendela & Ventilasi, Kayu Klas I
6. Cat Kusen, Pintu, Jendela & Listplank
7. Pas. Kunci Pintu 2 Slaag Kualitas Baik
8. Pas. Kunci Selinder + Asesoris
9. Pas. Engsel Pintu Kualitas Baik
10. Pas. Engsel Jendela & Ventilasi Kualitas Baik
11. Pas. Grendel Jendela Kualitas Baik
12. Pas. Kait Angin Jendela & Ventilasi Kualitas Baik
13. Pas. Kaca Jendela 5 mm
14. Pas. Tralis Jendela
15. Pas. Tralis Ventilasi
Persyaratan Bahan
- Kusen pintu dan jendela menggunakan bahan kayu Kls 1 ukuran 8/12 cm
- Daun pintu panel menggunakan kayu Kls 2
- Daun jendela menggunakan kayu Kls 2
- Kusen, daun pintu dan daun jendela bentuk dan ukuran disesuaikan dengan gambar rencana
- Kusen, daun pintu dan daun jendela bahan kayu harus bebas dari cacat dan mata kayu, lurus
dan tidak lapuk, kering dan kuat, serta tidak bergetah.
- Kaca menggunakan kaca bening ukuran tebal 5 mm
Persyaratan Pelaksana
- Semua kayu harus dikerjakan dengan rapi, bagian yang nampak harus diserut dan diamplas
halus.
- Semua kusen harus diberi angker besi diameter 10 mm tiap jarak vertikal 60 cm, dan dicor ke
tembok dengan adukan 1 pc : 2 ps : 3 kr.
- Selama pekerjaan berlangsung, kusen - kusen harus dilindungi dari benturan-benturan benda
keras. Kerusakan atau cat -cat harus diganti oleh kontraktor dengan biaya sendiri.
- Posisi letak kusen harus disesuaikan dengan gambar.
- Sebelum pemasangan pintu dan jendela pastikan cek elevasi dan kesikuan kusen dengan alat
bantu waterpass/unting-unting.
- Apabila belum lurus maka harus diperbaiki terlebih dulu.
- Apabila pemasangan kusen sudah benar baru bisa dilanjutkan dengan pemasangan pintu dan
jendela
- Pekerjaan daun pintu dan jendela harus diketam rapi dan diprofil.
- Bentuk dan posisi pemangan pintu dan jendela harus disesuaikan dengan gambar.
Pekerjaan Kunci Dan Penggantung
Adapun pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan kunci dan penggantung meliputi pekerjaan
Pasangan engsel pintu, pasang kunci pintu komplit, Pasangan engsel jendela, pasangan kait angin,
pasangan grendel pintu dan jendela sesuai dengan yang ditunjukkan didalam gambar.
Persyaratan Bahan
- Kunci pintu Tanam berkualitas baik sesuai petunjuk Direksi
- Engsel pintu 4” , Engsel jendela 3”, Kait angin, Grendel pintu dan Grendel jendela berkualitas
baik
Persyaratan Pelaksanaan
- Semua kunci-kunci harus diperlengkapi dengan 2 (dua) buah anak kunci.
- Semua pintu-pintu ruangan memakai kunci tanam.
- Untuk alat-alat gantung dan kunci-kunci kontraktor diwajibkan mengajukan contoh-contohnya
terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan Direksi/Pengawas.
- Memasang 3 buah engsel pada setiap daun pintu panil sesuai persyaratan dalam gambar
- Memasang 2 buah engsel pada setiap daun pintu aluminium sesuai persyaratan dalam gambar
- Kunci–kunci dan penggantung yang sudah selesai dipasang harus dapat dipergunakan dengan
lancar dan baik.
- Pegangan kunci dipasang sesuai dengan gambar. Kalau tidak disebutkan lain, maka tinggi
pegangan kunci adalah 90 cm dari lantai.
- Untuk pekerjaan teralis jendela dan ventilasi dilakukan setelah pemasangan jendela dan
ventilasi selesai dipasang.
- Besi teralis jendela dan ventilasi adalah besi baja kotak 1 cm yang memilki kualitas baik dan
tidak mudah retak atau patah.
- Ukuran besaran teralis disesuaikan dengan ukuran jendela atau ventilasi
- Perakitan teralis besi setelah dilakukan pengukuran yang akurat, sehingga teralis dapat menutup
dengan baik dan rapat.
- Perakitan teralis dilakukan dengan cara pengelasan oleh pekerja yang ahli atau terampil dalam
bidang las, sehingga tidak terjadi kesalahan pada saat pemasangan teralis.
- Pemasangan teralis jendela dan ventilasi dilakukan dengan cara memasang sekrup agar teralis
dapat menempel pada kusen jendela atau ventilasi yang akan dipasang teralis
E. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1. Pas. Box MCB
2. Pas. MCB 6 A
3. Pas. Instalasi Stop Kontak
4. Pas. Instalasi Lampu
5. Pas. Stop Kontak
6. Pas. Stop Kontak Lantai
7. Pas. Stop AC
8. Pas. Saklar Tunggal
9. Pas. Saklar Ganda
10. Pas. Lampu RMI TKI 2x16 Watt LED
11. Pas. Lampu Bulat LED 18 Watt
Pemasangan Instalasi Listrik
Urutan pelaksanaan instalasi indoor
1. Instalasi titik penerangan NYM 2x2,5 mm2+Conduit dia.20mm
2. Instalasi Stop Kontak 1 Fasa NYM 3 x 2,5 + Conduit
3. Masukkan kawat pancingan ke dalam pipa conduit sesuai groupnya
4. Tarik kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut
5. Tandai kabel kabel sesuai group dengan lakban dan spidol
6. Sambungan kabel hanya boleh pada tee doos dan dengan las dop
7. Merger kabel yang telah terpasang
Urutan pelaksanaan instalasi outdoor
1. Marking jalur instalasi
2. Tandai lokasi tiang lampu
3. Gali jalur yang telah di marking
4. Gelar kabel NYY sesuai dengan ukuran pada shop drawing sesuai groupnya
5. Timbun dengan pasir
6. Urug kembali galian dengan tanah
Pemasangan Lampu
Urutan Pelaksanaan:
1. Siapkan Lampu Led
2. Marking plafond dengan kapur/ spidol
3. Lubangi plafond sesuai marking, untuk gypsum koordinasikan dengan rangka plafond
4. Pasang kawat gantungan
5. Pasang lampu dengan melepas kap lampu
6. Kencangkan kawat gantungan
7. Sambung ke instalasi
8. Pemasangan lampu setelah kondisi proyek aman dari pencurian.
Pemasangan Saklar dan Stop Kontak
Urutan Pelaksanaan pemasangan saklar dan stop kontak
1. Marking jalur conduit pada dinding
2. Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
3. Pasang conduit dan inbow dos
4. Tunggu sampai dinding plester akhir
5. Sambungkan saklar dan stop kontak dengan instalasinya
6. Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
Pekerjaan Panel Dan Kabel
Pekerjaan persiapan
1. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan panel dan kabel.
2. Approval material yang akan digunakan.
3. Persiapan lahan kerja.
4. Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja disiapkan.
Pemasangan panel dan kabel
1. Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah ditentukan rata dan tidak
miring
2. Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang berhubungan dengan Swicth
grounding system.
3. Pemasangan arde / grounding sistem harus memenuhi spesifikasi teknis yang diaturkan.
4. Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai kegunaannya dan lubang
dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel NYY 4 x 6mm2 dan kabel NYY 4 x16mm2 harus
diberi sepatu kabel pada panel.
5. Pada pintu bagian dalam dari pada setiap panel dibuatkan diagram instalasinya termasuk daya
cadangan yang sudah direncanakan, serta pada komponen mcb di buat notasi/tanda.
2. Tes ketahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta fitting dan armature selama -/+ 1 x 24 jam.
Instalasi Ac
Pekerjaan persiapan
1. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan Air Conditioner.
2. Approval material yang akan digunakan.
2. Persiapan lahan kerja.
3. Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja disiapkan.
Pemasangan air conditioner
1. Membuka gardus indoor dan kita keluarkan indornya dari gardus dan posisikan indoor dengan posisi
tengkurap.
2. Ukurlah dengan meteran dengan cara menempatkan ujung meteran dari pangkal pipa indoor ke
pinggir bracket. setelah diukur lalu diingat berapa jaraknya dan lepas bracket indoor.
3. Setelah bracket indoor dilepas lalu balik lagi,buka tutup indoor lalu buka lagi tutup yang ada pada
kanan indoor. buka dengan obeng maka akan terlihat seperti ini:
4. Melakukan pemasangan kabel terhadap autdoor saja karena kabel buat ke listriknya sudah terpasang
dari pabrik.
4. Setelah kabelnya terpasang lalu indoornya dibalik lagi lalu kita arahkan pipa indoor,pipa pembuangan
mengarah ke atas dan kabel menuju out door. dari pangkal diblebed dengan duck tape sepanjang
kira-kira satu jengkal saja.fungsinya supaya bisa masuk pada lubang dinding yang sudah di bobok
nanti.
5. Kemudian bracket ditempelkan pada dinding dan di luruskan menggunakan waterpas yang kecil
bermagnet supaya tidak jatuh. setelah lurus lalu kasih tanda menggunakan balpoin/pena pada lubang
bracket di setiap sudut bracket dan di tengahnya. Sementara kita lepas bracketnya dan tanda tadi di
bor dengan kedalaman 3.5 cm menggunakan mata bor, setelah di bor lalu masukan viser ke lubang
bor-boran dan terapkan bracket pada lubang bor tadi. pasang baut sekrup supaya bracket menempel
dengan kuat.
6. Ambil indoor dan terapkan pada bracket yang tadi telah di pasang. Dengan cara letakkan posisi
tangga pas di bawah bracket,lalu ambil indoornya pasangkan pada bracket. adapun cara mudahnya
yaitu kabel untuk ke out door di masukan pada lubang terlebih dahulu. setelah masuk tinggal pipanya
dimasukan sampai benar-benar terpasang dengan rapat.
7. Melakukam pemotongan pipa AC sepanjang yang di butuhkan. standar panjang pipa biasanya 2m
dan maksimal 7m. apabila pipa lebih dari 7m maka freon akan berkurang lebih banyak dan solusinya
adalah dengan cara isi ulang Freon, setelah pipa di potong lalu ujungnya di masukin nepel atau
semacam baut bagi yang belum mengenal nepel. pliring satu persatu ujung pipa.
8. Memasang bracket out door dengan cara meletakan tangga tepat berada di bawah tempat yang akan
di pasang bracket. setelah itu kita ukur berapa panjang lubang dudukan antar kedua baut. misalnya
panjang 47 cm,langsung saja ambil waterpas panjang lalu tempel pada permukaan tembok secara
horisontal. ukur sepanjang 47 cm dan pakaikan tanda dengan balpoin.
9. Setelah itu bracket kita terapkan di lubang bagian atas yang sudah ditandai dan lubang bagian bawah
ditandai dengan balpoin/pena lalu yang satunya lagi demikian. Kemudian dilakukan pengeboran
dengan mata bor kira" sedalam panjang dinabol,supaya dinabol bisa masuk, setelah dinabol di
masukan pada bor-boran tadi lalu dikencangkan sampai benar-benar terpasang dengan kuat.
10. Melakukan pemasangan pipa AC dengan cara mengambil pipa yang tadi sudah dipliring,terapkan
ujung pipanya pada sambungan pipa indoor lalu kencangkan nepelnya menggunakan kunci inggris.
11. Apabila sudah terpasang lalu arahkan ujung pipa ke sebelah kanan bracket dengan cara apabila pipa
terlalu panjang maka pipa dibentuk melingkar, setelah itu tempelkan kabel lalu dililit menggunakan
blebed sampai ujung pipa.
12. Memasang out door dan memasang apa yang untuk ke out door dengan cara mengangkat dahulu
blowernya,gunakan bahu sebagai penyangga beban agar terasa lebih ringan lalu naiki tangganya
letakan di bracket tersebut, saat meletakan blower ke bracket. paskan lubang bautnya antara bracket
dan blower supaya bisa dipasang baut pada tiap sudut blower dan kencangkan. Selanjutnya pasang
ujung pipa pada sambungan disebelah kanan blower dengan cara sedikit menekuk pipanya dan
arahkan ke sambungan tersebut lalu kencangkan nepelnya begitupun yang satunya demikian.
13. Selanjutnya memasang kabel untuk blower,caranya buka tutup di bagian sebelah kanan blower
menggunakan obeng plus. pemasangannya sama seperti saat memasang kabel di indoor.
14. Memasang kabel listrik dan stop kontak
15. memasang kabel jek, setelah terpasang lalu tancapkan ke stop kontak.
PEKERJAAN AKHIR/PENYELESAIAN PEKERJAAN
a) Sebelum penyerahan pertama yang direncanakan, kontraktor harus meneliti semua bagian
pekerjaan. Pekerjaan yang belum sempurna harus segera diperbaiki dengan penuh tanggung
jawab.
b) Pada waktu penyerahan pekerjaan, ruangan-ruangan, halaman harus sudah selesai dibersihkan
dari segala macam sampah/kotoran.
c) Kontraktor harus mengusahakan penyelesaian pekerjaan seluruh pekerjaan ini sebaik-baiknya
sehingga memuaskan Direksi serta Pemberi Pekerjaan, serta tidak memerlukan perbaikan.
d) Setelah penyerahan kedua (II), semua barang-barang dan peralatan milik Kontraktor harus segera
disingkirkan dari lokasi bangunan.
Ternate, Juni 2024
Dibuat Oleh
Pengguna Anggaran (PA)
MUHLIS S DJUMADIL, SE
NIP. 19691004200031009