| Reason | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0014827380424000 | Rp 251,581,500 | 82.59 | - | |
| 0754367555426000 | Rp 292,174,200 | 84.5 | - | |
| 0764494357438000 | Rp 295,815,000 | 81.68 | - | |
CV Shufrun Indonesia | 06*7**1****42**0 | - | - | nilai skor kualifikasi masih dibawah ambang batas |
| 0011188190429000 | - | - | jadwal waktu pembuktian kualifikasi telah berakhir | |
PT Tjipta Artha Wiratama | 06*6**8****29**0 | - | - | nilai skor kualifikasi masih dibawah ambang batas 65 |
CV Rayn | 04*0**5****55**0 | - | - | Nilai skor kualifikasi masih dibawah ambang batas 65 |
| 0824174395421000 | - | - | Nilai skor kualifikasi masih dibawah ambang batas 65 | |
| 0916032477455000 | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | Nilai skor kualifikasi masih dibawah ambang batas 65 | |
| 0750676256445000 | - | - | - | |
| 0015484520429000 | - | - | - | |
CV Raventama | 05*4**3****55**0 | - | - | - |
| 0032688483444000 | - | - | - | |
| 0015555477429000 | - | - | - | |
| 0023905375429000 | - | - | - | |
| 0023331226441000 | - | - | - | |
| 0021083787429000 | - | - | - |
LINGKUP PEKERJAAN
a. Lingkup Kegiatan
1) Ketentuan Kegiatan
Kegiatan Pengembangan dan Perbaikan Jaringan Irigasi diarahkan pada hal-hal sebagai
berikut :
- Mengalami kerusakan yang terhubung dengan jaringan utama (primer dan sekunder)
yang kondisinya baik dan/atau sudah direhabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat, atau Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota Urusan
Pengairan sesuai kewenangannya;
- Memerlukan peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk mengembalikan/
meningkatkan fungsi layanan irigasi;
- Jaringan irigasi desa
b. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan kegiatan SID Jaringan Irigasi Usaha Tani adalah meliputi sebagai
berikut:
- Survei
1) Melakukan survei lapangan untuk mengumpulkan data terkait kondisi eksisting
jaringan irigasi, topografi wilayah, jenis tanah, ketersediaan air, dan potensi masalah
seperti genangan air atau kekeringan.
2) Melakukan survei calon petani dan calon lokasi untuk memastikan kesesuain dengan
kriteria rehabilitasi jaringan irigasi.
3) Melakukan survei dan pemetaan lahan.
4) Mengumpulkan data sosial ekonomi masyarakat petani terkait kelembagaan petani,
pola tanam, dan kebutuhan air.
- Investigasi
1) Menganalisis data hasil survei untuk mengidentifikasi masalah dan potensi
pengembangan jaringan irigasi.
2) Melakukan analisa hidrologi untuk memperkirakan ketersediaan air dan kebutuhan
air irigasi.
3) Melakukan investigasi terhadap kondisi tanah.
4) Melakukan evaluasi lahan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk pengembangan
pertanian.
- Desain
1) Merancang detail teknis jaringan irigasi, termasuk jenis bangunan irigasi, dimensi
saluran dan sistem jaringan irigasi.
2) Menyusun gambar teknis dan spesifikasi bangunan jaringan irigasi usaha tani yang
disesuaikan dengan lokasi pekerjaan seperti:
• Merencanakan jaringan tersier antara lain : saluran pembawa (conveyance),
saluran pembuang (drainage).
• Merencanakan bangunan penangkap air (bendung sederhana) dan pengambilan
bebas (pintu air, intake saluran).
• Merencanakan bangunan pembagi air (bagi/sadap, box terseier, box kuarter).
• Merencanakan bangunan pelengkap (talang, terjunan, gorong-gorong, paralon).
• Meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irigasi eksisting, misalnya lining beton,
pasangan batu, ferrocement pada saluran pembawa dan/atau saluran pembuang.
• Merencanakan irigasi perpompaan yang terdiri dari pompa air dan
kelengkapannya seperti rumah pompa, bak penampung dan jaringan distribusi.
• Merencanakan irigasi perpipaan (paralon/elbow).
• Merencanakan embung pertanian.
3) Menghitung perkiraan biaya (RAB) untuk pelaksanaan kontruksi
4) Merancang sistem irigasi yang efektif dan efesien untuk mendukung kegiatan
pertanian.
Beberapa tahapan dalam pelaksanaan pekerjaan SID Jaringan Irigasi Usaha Tani yaitu
sebagai berikut:
1) Tahap persiapan
- Penyiapan peta-peta dasar, bahan survey/investigasi lokasi pengembangan dan
perbaikan jaringan irigasi termasuk sarana pendukung.
- Pengumpulan data sekunder
Data sekunder yang dikumpulkan digunakan untuk menunjang data primer untuk
memberikan gambaran yang lebih lengkap dari lokasi yang akan dikembangkan
menjadi lokasi jaringan irigasi baik pengembangan/pembangunan maupun
perbaiakn meliputi data sebagai berikut:
a) Luas hamparan sawah eksisting yang berada pada lahan sawah.
b) Indeks pertanaman dan produktifitas serta pola tanam komoditas tanaman
pangan (padi).
c) Sarana dan prasarana pengairan irigasi.
d) Letak lokasi berdasarkan daerah adminsitratif dan koordinat garis lintang dan
bujur dengan menggunakan Global Positioning System (GPS).
e) Luas layanan oncoran (command area) yang akan diairi.
f) Data P3A/GP3A/Poktan/Gapoktan serta kelembagaan usaha tani/UPJA
- Persiapan peralatan/ bahan dan kesiapan personil untuk survey/investigasi ke
lapangan.
.
2) Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan, meliputi kegiatan sebagai berikut:
- Survey Pendahuluan
Untuk mendapatkan gambaran utuh daerah perencanaan dan mengidentifikasi
karakteristik lapangan penting dilakukan survey pendahuluan yang bertujuan:
a) Peninjau lapangan
Peninjau lapangan bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum lingkup
pekerjaan dan mengetahui serta memahami lokasi pekerjaan antara lain:
▪ Keadaan/ kondisi jaringan utama (primer dan sekunder).
▪ Keadaan jaringan tersier di lahan yang akan direncanakan.
▪ Keadaan debit air (ketersediaan air untuk persawahan).
▪ Keadaan debit air, apakah airnya tersedia cukup untuk menjamin
pertumbuhan padi sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.
b) Mendapatkan gambaran umum tentang kondisi tata guna lahan yang ada, kondisi
tanah (lahan), sisitem jaringan pengairan, utilitas umum, fasilitas umum, dan
lain-lain.
c) Memeriksa dan mengkonfirmasi semua informasi penting dari data-data
sekunder.
d) Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan teknis yang akan dihadapi dan
alternatif-alternatif penyelesaiannya.
Hasil survey pendahuluan ini kemudian akan dituangkan dalam laporan
pendahuluan.
- Survey lapangan
Konsultan akan melaklukan survey lapangan untuk mendapatkan data primer yang
digunakan sebagai data dalam melakukan penyusunan rencana teknik detail dengan
kegiatan meliputi antara lain:
a) Survey topografi
Penentuan koordinat beberapa titik kontrol (BM) diikatkan pada system
triangulasi yang ada atau titik referensi dari GPS yang ada. Sedangkan kontrol
elevasi dilaksanakan dengan pengukuran dengan theodolit atau total station.
• Pengukuran Theodolit/Total Station
i. Pengukuran topografi dilaksanakan pada tempat yang diperkirakan sangat
perlu untuk diketahui merupakan topografinya.
ii. Jalur pengukuran theodolit dibagi dalam beberapa seksi yang mana setiap
seksi diukur ketinggiannya.
• Pengukuran penampang melintang
i. Pengukuran koordinat penampang melintang dilakukan sepanjang
centerline setiap interval 50 m.
ii. Penampang melintang hanya dilakukan pada sungai yang berbatasan
dengan areal sawah.
b) Survey jaringan dan bangunan
• Survey pengukuran jaringan di lapangan dengan menggunakan alat ukur
meteran. Laser Distance mengukur panjang saluran dan lebar saluran.
• Survey koordinat bangunan air (berupa pintu air, box bagi/sadap, gorong-
gorong, dan lain-lain) dengan menggunakan GPS.
• Survey dimensi dan kondisi saluran pada jaringan yang ada sebagai dasar
untuk perbaikan salurannya nantinya.
• Survey penambahan jaringan saluran apabila dirasakan perlu penambahan
untuk menambah tampungan air atau untuk menyalurkan air irigasi.
Perhitungan dan penggambaran
• Pekerjaan perhitungan dan npenggambaran dilaksanakan dengan
menggunakan data hasil pengukuran survey di lapangan.
• Perhitungan koordinat dan elevasi didasarkan pada titik ikat yang
dipergunakan.
• Peta situasi khusus akan menggambarkan informasi jaringan irigasi dan
bangunan yang ada.
c) Survei Sosial, Ekonomi, dan Kelembagaan Petani
Pengumpulan data ini dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana kondisi
jaringan irigasi yang eksisting saat ini berpengaruh terhadap sosial dan ekonomi
petani. Selain itu, dilakukan pula wawancara dengan kelembagaan petani untuk
menampung aspirasi dalam pengembangan jaringan irigasi.
- Metode Pengumpulan data dan Informasi
Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka dan pengumpulan data
sekunder guna melakukan identifikasi kondisi, permasalahan, isu jaringan irigasi
usaha tani, strategi jaringan usaha tani, dan regulasi. Pengambilan data primer
dilakukan melalui survei dan wawancara dengan masyarakat dan perangkat
pemerintah daerah untuk memetakan opsi wilayah jaringan irigasi usaha tani.
- Tahap Analisa Data
a) Memilih dan memfokuskan data yang relevan
b) Menyederhanakan data
c) Analisa yang mencakup deskripsi teknis, pengaturan impelemntasi, serta
kualitas jaringan usaha tani.
d) Analisa keterjangkauan atau finansial yang memadai dari pengoperasian
jaringan irigasi usaha tani.
e) Analisa kontinuitas, identifikasi dan mitigasi dari jaringan irigasi usaha tani.
- Pekerjaan Perencanaan Desain
a) Pembuatan peta situasi dan layout
Pembuat peta rancangan (desain) pada daerah jaringan irigasi memuat data
sebagai berikut:
• Tata letak (layout) bagian-bagian jaringan irigasi yang akan dilaksanakan
atau yang direncanakan sesuai dengan teknis irigasi dan memperhatikan
kebutuhan petani, serta diusahakan sejajar dengan kontur dan dengan
memperhatikan tinggi muka air sehingga dapat diperklirakan lokasi
tersebut dapat diairi tetapi tidak tergenang.
• Tata letak (layout) jaringan reklamasi tersier dan kuarter lengkap dengan
saluran drainasenya. Jika tata letak jaringan tersier dan kuarter belum ada,
maka harus dibuat dengan rancangan tata letaknya lengkap saluran
drainasenya dan pintu-pintu bagi maupun gorong-gorong serta bangunan
pelengkap lainnya yang dianggap perlu.
• Tata letak (layout) tanggul dirancang sedemikian rupa sehingga tidak hanya
berfungsi sebagai tanggul, tetapi juga berfungsi sebagai jalan usaha tani.
b) Pembuatan gambar rancangan (desain)
Gambar desain memuat seluruh hasil dari perencanaan, lengkap dengan layout
peta kabupaten, layout lokasi perencanaan, gambar tata letak jaringan Daerah
Irigasi dengan memperhatikan sistem tata air di lokasi, tata letak pintu air,
gambar detail saluran dan bangunan air dengan ukuran kertas A3.
c) Membuat Rencana Anggaran Biaya
Perkiraan biaya kontruksi harus dihitung secara wajar untuk menyusun biaya
proyek yang realistik dan alokasi anggaran yang efektif. Perkiraan biaya
kontruksi rinci harus disiapkan untuk setiap tahapan kontruksi yang
direncanakan, sesuai item pekerjaan dan harga satuan. Kuantitas harus disertai
dengan data pendukung perhitungannya, sedangkan harga satuan harus merujuk
pada analisa harga satuan terbaru dan masih berlaku.
d) Membuat Laporan
• Laporan Pendahuluan
• Laporan Antara
• Laporan Akhir
• Dokumen Perencanaan (Album Gambar, RAB dan BOQ, dan RKS)
Penjelasan tentang laporan diuaraikan lebih rinci pada point keluaran/hasil.
e) Dokumentasi
Dokumentasi lapangan berupa gambar patok/cp dan foto kondisi eksisting serta
pelaksanaan SID di lapangan