KERANGKA ACUAN KEGIATAN
BIMBINGAN TEKNIS MATERI GATI BERBASIS AGAMA BUDDHA BAGI
PENYULUH AGAMA DAN TOKOH AGAMA
TEMANGGUNG, 27 SEPTEMBER 2025
A. Latar Belakang
Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Pasal 47 telah mengamanatkan
kepada Pemerintah dan Daerah untuk menetapkan kebijakan pembangunan
keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, agar dapat
mendukung keluarga untuk melaksanakan 8 fungsi keluarga, yaitu fungsi
keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosial dan
pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan sehingga akan dihasilkan
keluarga berkualitas yang kemudian akan melahirkan generasi yang lebih baik
dan berkarakter.
Fungsi-fungsi tersebut diterapkan oleh seluruh anggota keluarga sesuai
dengan perannya. Tujuannya agar keluarga dapat membentuk pribadi yang baik,
berkemampuan, mandiri, andal, dan bahagia. Keluarga memainkan peran penting
dalam membentuk identitas sosial seseorang. Keluarga mewariskan nilai-nilai
budaya, etnis, agama, dan sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kemampuan biologis untuk mengandung dan melahirkan anak seringkali
menyebabkan peran pengasuhan secara otomatis diasosiasikan dengan
perempuan, sementara peran sebagai pencari nafkah dianggap sebagai tugas
laki-laki sebagai ayah. Pembagian peran antara ibu dan ayah yang didasarkan
pada kondisi biologis tersebut seringkali menimbulkan permasalahan dalam
praktik pernikahan, terutama ketika ibu juga terlibat dalam dunia kerja.
Pengasuhan anak yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari kedua orang
tua, yaitu ayah dan ibu. Namun, statistik menunjukkan bahwa masih banyak anak
di Indonesia yang tumbuh tanpa kehadiran ayah atau fatherless dalam hidup
mereka. Berdasarkan data UNICEF 2021, sekitar 20,9% anak di Indonesia tidak
memiliki figur ayah, baik karena perceraian, kematian, atau pekerjaan ayah yang
mengharuskan mereka tinggal jauh dari keluarga. Selain itu, survei dari Badan
Pusat Statistik (BPS) pada tahun yang sama menunjukkan bahwa hanya 37,17%
anak usia 0–5 tahun yang dibesarkan oleh kedua orang tua secara bersamaan.
Fakta ini mencerminkan adanya ketimpangan dalam pembagian peran
pengasuhan, terutama dari pihak ayah.
Menurut beberapa penelitian, peran ayah dalam keluarga memiliki pengaruh
yang sangat besar terhadap perkembangan anak, yang dapat berdampak pada
terhindarnya perilaku seks bebas, kekerasan seksual, penurunan prestasi
akademik, kecanduan pornografi, dan kelainan orientasi seks (Luder et al., 2011).
Dalam jurnal ilmiah yang lain dinyatakan bahwa dengan keterlibatan ayah dalam
pengasuhan balita dapat meningkatkan kesehatan balita dan membantu
mencegah stunting (Nelyta Oktavianisya, Sugesti Aliftitah, Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Wiraraja, Indonesia, 2021).
Namun, dalam banyak kasus, peran ayah seringkali terabaikan atau dianggap
sekadar sebagai pencari nafkah, akibatnya pengasuhan dan pendidikan anak
lebih banyak dipikul oleh ibu, sementara ayah cenderung kurang terlibat dalam
kehidupan sehari-hari anak, terutama dalam hal pengasuhan emosional dan
pendampingan di masa remaja. Padahal, anak yang diasuh oleh kedua orang tua
cenderung memiliki perkembangan kognitif, emosional, dan sosial yang lebih baik.
Fenomena fatherless memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang
anak dan kesejahteraan keluarga. Situasi ini menuntut perhatian bersama,
mengingat pentingnya kehadiran ayah dalam mendukung terciptanya lingkungan
keluarga yang sehat dan harmonis. Kementerian Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga/BKKBN terus mendorong penguatan peran ayah, dalam
pengasuhan, agar tumbuh kembang anak optimal melalui Gerakan Ayah Teladan
Indonesia (GATI).
Dalam upaya mengoptimalisasi implementasi GATI kepada masyarakat
dalam hal ini para ayah/calon ayah, maka telah disusun materi gerakan ayah
teladan berbasis agama, yang nantinya menjadi muatan substansi/referensi bagi
tokoh agama/tokoh masyarakat/penyuluh agama untuk memberikan
edukasi/penyuluhan pentingnya pelibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Mengapa tokoh agama? Karena dalam banyak komunitas, tokoh agama
adalah rujukan nilai, sedangkan tokoh masyarakat menjadi penggerak sosial.
Pesan yang datang dari mereka sering kali lebih didengar dibandingkan dari
pemerintah atau media. Di Indonesia, survei LSI 2022 menunjukkan bahwa
pendapat tokoh agama mempengaruhi keputusan hidup 6 dari 10 orang dewasa,
dengan pengaruh sebesar ini, peran tokoh agama dan masyarakat dalam GATI
bukan hanya tambahan melainkan kunci.
.
B. Tujuan
Diharapkan tokoh agama dan penyuluh agama Buddha mendapatkan
sosialisasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya keterlibatan
ayah dalam pengasuhan anak dengan penguatan nilai-nilai agama melalui materi
GATI berbasis agama Buddha, yang selanjutnya para penyuluh dan tokoh agama
menyampaikan pesan GATI dalam setiap kegiatan penyuluhan, kemasyarakatan
dan kegiatan keagamaan.
C. Bentuk Kegiatan
Kegiatan bimbingan teknis materi GATI berbasis agama Buddha bagi penyuluh
agama dan tokoh agama dilakukan secara luring dengan metode paparan dan
diskusi.
D. Tempat dan Tanggal Kegiatan
Tempat : Vihara Wisma Bhikkhu Jayawijaya
Jl.Kaloran-Sumowono Km.3, Krajan, Kalimanggis, Kec.
Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah
Tanggal : 27 September 2025
Waktu : 09.00 WIB-selesai
E. Peserta
Pada kegiatan ini akan melibatkan peserta yang terdiri dari:
1. Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha
2. Direktorat Bina Ketahanan Remaja
3. Penyuluh Agama Buddha di Kab. Temanggung
F. Jadwal Tentatif
Jam Kegiatan Keterangan
Pemutaran Video
09.00 – 09.30 Registrasi
Pembukaan MC
Doa Bersama MC
09.30 - 10.00
Kepala Kantor Kementerian
Sambutan Selamat Datang Agama Bidang Agama
Buddha Kab. Temanggung
Talkshow paralel dengan materi Pemateri :
1. Program Gerakan Ayah 1. Direktur Bina Ketahanan
10.00- 11.30 Teladan Indonesia (GATI) Remaja
2. Penyampaian materi GATI 2. Direktur Urusan dan
berbasis Agama Buddha Pendidikan Agama Buddha
Give away bagi penanya
11.30 - 12.00 Diskusi dan tanya jawab
terpilih
12.00 - selesai Penutupan dan Ramah Tamah
G. Hasil yang Diharapkan
Terbentuknya pemahaman yang lebih mendalam untuk para tokoh agama dan
penyuluh agama Buddha tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam
pengasuhan anak dengan penguatan nilai-nilai agama untuk selanjutnya dapat
melakukan penyuluhan GATI yang lebih efektif kepada masyarakat.
H. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan bersumber dari satker Bidang KS-PK tahun anggaran 2025,
Cq. Direktorat Bina Ketahanan Remaja.
I. Penutup
Demikian kerangka acuan kegiatan Bimbingan Teknis Materi GATI Berbasis
Agama Buddha bagi Penyuluh Agama dan Tokoh Agama untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya.
Pejabat Pembuat Komitmen,
Rany Widashanti
Lampiran
Rencana Anggaran Biaya
N
1
1
1
1
1
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
1
2
1
2
3
4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
O
0
1
2
3
4
B
K
B
S
M
S
S
P
S
S
L
S
G
L
H
S
B
H
H
H
M
P
T
T
T
P
P
U
R
U
U
M
T
T
T
P
U
J E N I S B A R A N G / J A S
e l a n j a B a h a n
o n s u m s i
u a h k e r a n j a n g
n a c k V I P
e r c h a n d i s e
p a n d u k b a c k d r o p
p a n d u k s e l a m a t d a t a n g
e n y e l e n g g a r a A c a r a
o u n d S y s t e m
e w a L C D P r o y e k t o r , L a y a r
a p t o p
e w a b a n t a l a n k u r s i
e n s e t
a p o r a n
a r d c o p y
o f t c o p y
e l a n j a H o n o r
o n o r N a r a s u m b e r S e l a m a t
o n o r N a r a s u m b e r ( B i m a s )
o n o r M C
o d e r a t o r
E R J A L A N A N D I N A S
r a n s p o r t T i m D i r h a n r e m ( P
r a n s p o r t T i m D i t h a n r e m ( P
r a n s p o r t T i m B i m a s
e n g i n a p a n T i m D i t h a n r e m
e n g i n a p a n T i m B i m a s
a n g H a r i a n T i m D i t h a n r e m
e p r e s e n t a s i D i r h a n r e m
a n g H a r i a n T i m B i m a s
a n g H a r i a n M C ,
o d e r a t o r & N a r s u m
r a n s p o r t p e s e r t a
r a n s p o r t k e a m a a n d a n k e b
r a n s p o r t B i m a s P r o v . J a t e n
e n g i n a p a n B i m a s J a t e n g
a n g H a r i a n B i m a s P r o v .
A
d
d
P
P
e
g
a
r
n
a
)
)
s
t
i
a
h
n
a
g
n
N
A
E
C
C
5
w
s
L
(
d
k
m
G
t
K
O
A
K
D
B
B
D
A
a
a
a
S
S
S
S
S
a
a
a
S
S P E S I F I K A S I T E K N I S
a s i b o x d a n s n a c k
p e l , a n g g u r , s a l a k , j e r u k
t o l l
e t a k
e t a k
. 0 0 0 W a t t , M i x e r , M i c
i r e l e s s 6 b u a h d a n 2 b u a h
t a n d i n g
a y a r p r o y e k t o r s e b a n y a k 2
b u a h ) , m a s i n g - m a s i n g
i l e t a k k a n d i s i s i k i r i d a n
a n a n p a n g g u n g , u k u r a n
i n i m a l 1 , 5 x 1 , 5 m
e n s e t 2 0 K V A s u d a h
e r m a s u k : B B M S o l a r ,
a b e l P o w e r 5 0 M e t e r ,
p e r a t o r , I n s t a l a s i d a n
n t a r J e m p u t
e p a l a D i n a s
i r e k t u r B i m a s B u d d h a
i m a s
i m a s
i r , R a k h a , r e z h a
n g g i , R a d i t h a
t c o s t
t c o s t
t c o s t
e s u a i S B M 2 0 2 5
e s u a i S B M 2 0 2 5
e s u a i S B M 2 0 2 5
e s u a i S B M 2 0 2 5
e s u a i S B M 2 0 2 5
t c o s t
t c o s t
t c o s t
e s u a i S B M 2 0 2 5
3
2
1
3
3
1
1
0
1
1
2
2
3
4
5
1
4
3
5
0
1
1
1
0
1
0
0
0
0
5
0
0
1
2
1
1
1
1
1
1
V
p
p
p
b
b
b
p
p
o
o
o
o
O L
a x
a c k
a x
h
h
h
b h
p k t
b h
b h
k t
k t
r
r
r
r
m b l
o r
m b l
k m r
k m r
o r
o r
o r
o r
o r
o r
u n i t
k m r
o r
U M E
1
1
1
1
1
1
1
2
2
3
3
3
2
1
1
1
2
3
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
m
m
m
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
e g
P P
P P
P P
l m
l m
h r
h r
h r
h r
h r
h r
P P
l m
h r