KERANGKA ACUAN KEGIATAN
BIMBINGAN TEKNIS MATERI GATI BERBASIS AGAMA HINDU
BAGI PENYULUH AGAMA DAN TOKOH AGAMA
PROVINSI BALI
8 OKTOBER 2025
A. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Pasal 47 mengamanatkan bahwa
Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menetapkan kebijakan
pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan serta kesejahteraan
keluarga. Tujuannya agar keluarga mampu melaksanakan 8 fungsi keluarga,
yaitu fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi,
sosial dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan. Pelaksanaan
fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat menghasilkan keluarga berkualitas
yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Fungsi-fungsi tersebut diterapkan oleh seluruh anggota keluarga sesuai
dengan perannya. Tujuannya agar keluarga dapat membentuk pribadi yang
baik, berkemampuan, mandiri, andal, dan bahagia. Keluarga memainkan peran
penting dalam membentuk identitas sosial seseorang. Keluarga mewariskan
nilai-nilai budaya, etnis, agama, dan sosial dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Kemampuan biologis untuk mengandung dan melahirkan anak
seringkali menyebabkan peran pengasuhan secara otomatis diasosiasikan
dengan perempuan, sementara peran sebagai pencari nafkah dianggap
sebagai tugas laki-laki sebagai ayah. Pembagian peran antara ibu dan ayah
yang didasarkan pada kondisi biologis tersebut seringkali menimbulkan
permasalahan dalam praktik pernikahan, terutama ketika ibu juga terlibat dalam
dunia kerja.
Padahal, pengasuhan anak yang efektif membutuhkan keterlibatan aktif kedua
orang tua. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak anak Indonesia yang
tumbuh tanpa figur ayah (fatherless). Data UNICEF 2021 mencatat 20,9% anak
di Indonesia tidak memiliki figur ayah, baik akibat perceraian, kematian,
maupun pekerjaan ayah yang jauh dari keluarga. Data BPS tahun yang sama
juga menunjukkan hanya 37,17% anak usia 0–5 tahun yang dibesarkan oleh
kedua orang tua secara bersamaan. Angka-angka ini menggambarkan
ketimpangan nyata dalam pengasuhan terutama dari pihak ayah.
Menurut beberapa penelitian, peran ayah dalam keluarga memiliki pengaruh
yang sangat besar terhadap perkembangan anak, yang dapat berdampak pada
terhindarnya perilaku seks bebas, kekerasan seksual, penurunan prestasi
akademik, kecanduan pornografi, dan kelainan orientasi seks (Luder et al.,
2011). Dalam jurnal ilmiah yang lain dinyatakan bahwa dengan keterlibatan
ayah dalam pengasuhan balita dapat meningkatkan kesehatan balita dan
membantu mencegah stunting (Oktavianisya & Aliftitah, 2021).
Namun, dalam banyak kasus, peran ayah seringkali terabaikan atau dianggap
sekadar sebagai pencari nafkah, akibatnya pengasuhan dan pendidikan anak
lebih banyak dipikul oleh ibu, sementara ayah cenderung kurang terlibat dalam
kehidupan sehari-hari anak, terutama dalam hal pengasuhan emosional dan
pendampingan di masa remaja. Padahal, anak yang diasuh oleh kedua orang
tua cenderung memiliki perkembangan kognitif, emosional, dan sosial yang
lebih baik.
Fenomena fatherless memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang
anak dan kesejahteraan keluarga. Situasi ini menuntut perhatian bersama,
mengingat pentingnya kehadiran ayah dalam mendukung terciptanya
lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis. Kementerian Kependudukan
dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus mendorong penguatan peran ayah,
dalam pengasuhan, agar tumbuh kembang anak optimal melalui Gerakan Ayah
Teladan Indonesia (GATI).
Untuk memperluas dampak GATI, telah disusun Materi Gerakan Ayah
Teladan Indonesia (GATI) Berbasis Agama sebagai acuan bagi tokoh
agama, tokoh masyarakat, dan penyuluh agama dalam memberikan edukasi
kepada para ayah maupun calon ayah. Pemilihan tokoh agama dan
masyarakat bukan tanpa alasan. Di banyak komunitas, tokoh agama menjadi
rujukan nilai, sedangkan tokoh masyarakat berperan sebagai penggerak sosial.
Pesan yang mereka sampaikan sering kali lebih dipercaya dibandingkan pesan
dari pemerintah atau media. Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tahun 2022
bahkan menunjukkan bahwa 6 dari 10 orang dewasa di Indonesia menjadikan
pendapat tokoh agama sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan
keputusan hidup. Dengan pengaruh sebesar ini, peran tokoh agama dan
masyarakat dalam GATI bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor kunci
keberhasilan.
.
B. Tujuan
1. Memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada tokoh agama dan
penyuluh agama Hindu mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam
pengasuhan anak.
2. Mendorong tokoh agama dan penyuluh agama Hindu untuk
menyampaikan pesan GATI secara konsisten dalam setiap kegiatan
penyuluhan, aktivitas kemasyarakatan, maupun kegiatan keagamaan.
C. Bentuk Kegiatan
Kegiatan bimbingan teknis materi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
berbasis agama Hindu bagi penyuluh agama dan tokoh agama dilaksanakan
secara luring (tatap muka) dengan menggunakan metode paparan materi dan
diskusi interaktif.
D. Tempat dan Tanggal Kegiatan
Tempat : Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap
Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali
Tanggal : 8 Oktober 2025
Waktu : 09.00 WITA – selesai
E. Target Audiens
300 (tiga ratus) orang yang terdiri dari Tokoh Agama Hindu dan Penyuluh
Agama Hindu
F. Peserta
1. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali
2. Direktur Urusan Agama Hindu, Ditjen Bimas Hindu, Kementerian Agama
R.I
3. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali
4. Narasumber: Bimas Hindu Kementerian Agama
G. Rangkaian Kegiatan
Jam Kegiatan Keterangan
Registrasi dan pengisian daftar Pemutaran Video
08.30 – 09.00
hadir
Pembukaan MC
Doa Bersama
09.00 – 09.10
Menyanyikan Lagu Kebangsaan
Indonesia Raya dan Mars KB
Sambutan selamat datang Kepala Kanwil Kementerian
09.10 – 09.25
Agama Provinsi Bali
Pengantar kegiatan Direktur Urusan Agama
09.25 – 09.40 Hindu Ditjen Bimas Hindu
Kementerian Agama R.I
Penyampaian Materi: 1. Direktur Bina
1. Konsep dan Implementasi Ketahanan Remaja
Gerakan Ayah Teladan 2. Narasumber: Bimas
09.40 – 10.40 Indonesia (GATI) Hindu
2. Strategi Penyampaian Pesan 3. Moderator
GATI dalam Kegiatan
Keagamaan Hindu
10.40 – 11.10 Diskusi dan tanya jawab Moderator
Penyusunan Rekomendasi &
11.10 – 11.40 Komitmen Bersama Tokoh Agama
Hindu dan Penyuluh Agama Hindu
11.40 – 12.00 Penutupan ▪ MC
H. Hasil yang Diharapkan
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tokoh agama dan
penyuluh agama Hindu tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam
pengasuhan berbasis nilai-nilai Hindu, serta mendorong mereka untuk
menyampaikan pesan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam
berbagai kegiatan penyuluhan, kemasyarakatan, dan keagamaan.
I. Pembiayaan
Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Pembiayaan kegiatan
bersumber APBN DIPA Satker Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan
Pemberdayaan Keluarga (KSPK) cq. Direktorat Bina Ketahanan Remaja Tahun
Anggaran 2025.
J. Penutup
Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Bimbingan Teknis Materi GATI berbasis
Agama Hindu bagi tokoh agama dan penyuluh agama ini disusun untuk dapat
digunakan sebagaimana mestinya.
Pejabat Pembuat Komitmen,
Rany Widashanti
Lampiran
Rencana Anggaran Biaya
NO JENIS SPESIFIKASI TEKNIS VOLUME
BARANG/JASA
Belanja Bahan
1 Konsumsi Snack box Terdiri 3 Jenis kue Tradisional 300 pax 1 keg
(contoh:Lemper/Pisang
Goreng/Nagasari/Sosis Solo/Tahu Isi/ Kue
Mangkok/Kue Kukus, disesuaikan dengan
daerah masing-masing), dan Nasi box
Terdiri dari Nasi, Ayam (Bakar/Goreng)/Ikan
(Bakar/Goreng)/daging sapi berbumbu,
Sayur 2 macam (Aneka tumis)/mie
goreng/bihun goreng, Kerupuk, Sambal, Air
Mineral kemasan gelas, Tisu, Sendok,
Tusuk Gigi, sesuai SBM 2025.
2 Buah keranjang Terdiri dari paket buah dalam keranjang 5 pack 1 keg
berisi minimal 4 (empat) jenis buah antara
lain jeruk, anggur, pisang, salak Tissue
kering, mineral water dan gelas,
handsanitizer minimal 15ml
3 Snack VIP Terdiri dari 3 jenis kue Tradisional 10 pax 1 keg
Lemper/Pisang Goreng/Nagasari/Sosis
Solo/Tahu Isi/ Kue Mangkok/Kue Kukus,
disesuaikan dengan daerah masing-
masing), minuman ringan (contoh : kopi,teh)
air mineral, sesuai SBM 2025.
4 Merchandise kartu etoll E-Money, ukuran standart, 300 bh 1 keg
digital pritning full colour + cover art carton
5 Spanduk backdrop Terbuat dari bahan vinyl flexy, ukuran p. 1 bh 1 keg
500cm x t. 244cm,
desain mengikuti template/prototype yang
disediakan,
mencantumkan logo BKKBN, lokasi dan
tanggal kegiatan, full color,
termasuk pasang dan bongkar
6 Spanduk selamat Terbuat dari bahan vinyl flexy, ukuran p. 1 bh 1 keg
datang 500cm x t. 150cm,
desain mengikuti template/prototype yang
disediakan,
mencantumkan logo BKKBN, lokasi dan
tanggal kegiatan, full color,
termasuk pasang dan bongkar
Penyelenggara
Acara
1 Sound System 5.000 Watt, Mixer, Mic wireless 6 buah dan 1 bh 1 keg
2 buah standing
2 Sewa LCD Layar proyektor sebanyak 2 (buah), masing- 1 pkt 1 keg
Proyektor, Layar masing diletakkan di sisi kiri dan kanan
dan Laptop panggung, ukuran minimal 1,5 x 1,5 m
3 Sewa kursi Futura 300 bh 1 keg
4 Sewa Genset Genset 20 KVA sudah termasuk : BBM 1 bh 1 keg
Solar, Kabel Power 50 Meter, Operator,
Instalasi dan Antar Jemput
5 Perlengkapan zoom Sewa Kamera zoom, laptop dan router 1 pkt 1 keg
meeting
Laporan
1 Hard copy cetak 1 set hardcover sesuai sistematika 1 pkt 1 keg
laporan dalam Kerangka Acuan Kegiatan.
Diberi keterangan nama kegiatan, tanggal
dan lokasi kegiatan.
2 Soft copy 1 unit USB Minimal 4 GB, merk 1 pkt 1 keg
Sandisk/Kingston,
berisi file peliputan media, foto, video dan
laporan kegiatan.
Diberi keterangan nama kegiatan, tanggal
dan lokasi kegiatan pada kotak
pembungkusnya
3 Dokumentasi Foto dan video 1 pkt 1 keg
Belanja Honor
1 Honor Narasumber Kepala Kanwil Kemenag 1 or 1 keg
Selamat datang
2 Honor Narsum Direktur Urusan Agama Hindu 1 or 1 keg
Pengantar
3 Honor Narasumber Ditjen Bimas Hindu (Pande A.) 1 or 1 keg
(Bimas)
4 Honor MC Kanwil 1 or 1 keg
5 Moderator Kanwil 1 or 1 keg
PERJALANAN
DINAS
DIR DITHANREM
1 Transport DIR at cost a.n Edi Setiawan 1 or 1 PP
Dirhanrem (PP)
2 Penginapan DIR at cost 1 kmr 2 mlm
Dithanrem
3 Uang Harian DIR Sesuai SBM 2025 1 or 3 hr
Dithanrem
4 Representasi Sesuai SBM 2025 1 or 3 hr
Dirhanrem
5 Sewa Kendaraan Sesuai SBM 2025 1 unit 2 hr
TIM DITHANREM
1 Transport Tim at cost 3 or 1 PP
Dithanrem (PP)
2 Penginapan Tim at cost 2 kmr 2 mlm
Dithanrem
3 Uang Harian Tim Sesuai SBM 2025 3 or 3 hr
Dithanrem
TIM BIMAS /
KEMENAG
1 Transport DIR a.n. Gusti 1 or 1 way
Bimas
2 Transport TIM a.n. Pande 1 or 1 way
Bimas
3 Penginapan DIR Sesuai SBM 2025 30% 2 mlm
Bimas
4 Penginapan Tim Sesuai SBM 2025 30% 2 mlm
Bimas
5 Uang Harian DIR & Sesuai SBM 2025 2 or 2 hr
Tim Bimas
PESERTA
1 Transport peserta Sesuai SBM 2025 300 or 1 hr
2 Transport Sesuai SBM 2025 10 or 1 hr
keamanan dan
kebersihan