PENYUSUNAN KAJIAN INSTALASI TPST PADANG SENI (TUBAN-KUTA)
Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin
kompleks seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, aktivitas ekonomi,
dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Kabupaten Badung, sebagai
salah satu pusat pariwisata di Bali, menghadapi tantangan besar dalam
pengelolaan sampah, khususnya di tempat pengelolaan sampah terpadu
(TPST) Padang Seni (Tuban-Kuta). TPST Padang Seni (Tuban-Kuta)
berfungsi sebagai lokasi strategis untuk pengolahan sampah di wilayah ini,
namun keberadaan limbah cair berupa lindi, air limbah Incenerator dan air
limbah domestik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi isu
lingkungan yang mendesak untuk segera ditangani.
Lindi merupakan cairan yang terbentuk dari hasil dekomposisi material
organik dalam timbunan sampah serta infiltrasi air hujan yang bercampur
dengan kandungan bahan berbahaya. Lindi yang tidak dikelola dengan baik
dapat meresap ke dalam tanah, mencemari air tanah, serta mengalir ke
badan air di sekitarnya, menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius.
Di TPST Padang Seni (Tuban-Kuta), lindi menjadi salah satu tantangan
utama dalam operasional pengelolaan sampah, mengingat tingginya volume
sampah yang dikelola setiap harinya dan potensi curah hujan yang signifikan
di wilayah Bali.
Apabila lindi tidak ditangani dengan baik, dampaknya dapat meluas ke
berbagai aspek, dimana kontaminasi badan air permukaan dan air tanah oleh
bahan organik, logam berat, dan senyawa kimia lain yang berbahaya bagi
ekosistem, meningkatnya risiko penyakit akibat konsumsi air yang tercemar
atau paparan langsung terhadap lindi, seperti penyakit kulit, gangguan
saluran pencernaan, hingga dampak toksikologis dari logam berat dan lindi
yang mengalir tanpa pengolahan dapat merusak habitat flora dan fauna di
sekitar TPST Padang Seni (Tuban-Kuta).
Urgensi untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk lindi,
air limbah Incenerator, dan air limbah domestik di TPST Padang Seni (Tuban-
Kuta) semakin nyata, tidak hanya untuk memenuhi standar baku mutu air
limbah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, tetapi
juga untuk mendukung komitmen Kabupaten Badung dalam menjaga
keberlanjutan lingkungan hidup. Kajian pembangunan IPAL ini menjadi
langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa solusi yang
diterapkan sesuai dengan kebutuhan spesifik lokasi, efisien, dan
berkelanjutan. IPAL yang dirancang dengan baik diharapkan mampu
mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan
- 2 -
masyarakat, dan mendukung keberlanjutan operasional TPST Padang Seni
(Tuban-Kuta).
Selain memberikan manfaat yang signifikan, pembangunan IPAL juga perlu
memperhatikan potensi dampak yang ditimbulkan, seperti penurunan risiko
pencemaran lingkungan, pemulihan kualitas air, dan peningkatan
kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan sampah di TPST Padang
Seni (Tuban-Kuta) juga penggunaan lahan tambahan untuk instalasi, biaya
investasi dan operasional yang besar, serta risiko teknis dalam pelaksanaan
konstruksi dan pengelolaan. Oleh karena itu, desain instalasi harus
mempertimbangkan efisiensi teknologi, keberlanjutan operasional, dan
ketersediaan sumber daya lokal. Dalam kajian ini, akan dirancang instalasi
pengolahan yang tidak hanya sesuai dengan karakteristik limbah lindi di
TPST Padang Seni (Tuban-Kuta), tetapi juga memperhatikan aspek teknis,
ekonomi, dan sosial.
Kajian ini mencakup beberapa poin utama, yaitu:
1. Urgensi pembangunan instalasi pengolahan air limbah:
Mengidentifikasi permasalahan pencemaran lindi, air limbah
incenerator, air limbah domestik di TPST Padang Seni (Tuban-Kuta)
dan kebutuhan mendesak untuk pengelolaannya.
2. Dampak yang mungkin terjadi jika air limbah tidak dikelola:
Tinjauan terhadap potensi pencemaran lingkungan, kesehatan
masyarakat, serta dampak sosial-ekonomi di sekitar TPST Kuta
Tuban.
3. Dampak dari pembangunan instalasi pengolahan air limbah:
Analisis manfaat jangka panjang dan pengelolaan risiko selama
proses pembangunan dan operasional.
4. Desain teknis instalasi pengolahan air limbah: Penyusunan desain
IPAL yang sesuai dengan kondisi lokal, efisien secara biaya, dan
berkelanjutan.
Melalui kerangka acuan kerja ini, diharapkan dapat dihasilkan kajian yang
komprehensif sebagai dasar untuk perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan instalasi pengolahan air limbah di TPST Padang Seni (Tuban-
Kuta). Kajian ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah
lindi, air limbah incenerator, dan air limbah domestik, tetapi juga sebagai
bagian dari upaya Kabupaten Badung dalam mencapai pengelolaan
lingkungan yang berkelanjutan dan mendukung tujuan pembangunan
berkelanjutan.
1. Maksud, 2.1. Maksud
Tujuan dan Maksud dari penyusunan kajian ini adalah untuk menghasilkan
Sasaran dokumen perencanaan yang komprehensif dan terukur sebagai dasar
pelaksanaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
untuk limbah lindi, air limbah incinerator, air limbah domestik di TPST
Padang Seni (Tuban-Kuta), Kabupaten Badung. Dokumen ini
diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mendesain, membangun,
dan mengoperasikan IPAL yang efektif, efisien, serta berkelanjutan
guna mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan akibat air
limbah.
- 3 -
2.2. Tujuan
1) Memetakan kondisi eksisting, termasuk volume dan karakteristik
lindi, air limbah incenerator, air limbah domestik serta dampak
negatif yang timbul akibat tidak adanya pengolahan limbah air
limbah yang memadai.
2) Mengidentifikasi manfaat dan risiko pembangunan IPAL, baik
dalam konteks perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat,
maupun aspek sosial-ekonomi.
3) Menyusun desain instalasi yang sesuai dengan karakteristik
limbah di TPST Padang Seni (Tuban-Kuta), memanfaatkan
teknologi yang efisien, terjangkau, serta berkelanjutan.
4) Menyediakan rekomendasi terkait metode konstruksi, skema
pembiayaan, dan manajemen operasional agar IPAL dapat
berjalan secara optimal dalam jangka panjang.
2.3. Sasaran
Sasaran dari kajian ini adalah terwujudnya dokumen perencanaan
yang komprehensif untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) lindi, air limbah incenerator, air limbah domestik di
TPST Padang Seni (Tuban-Kuta), mencakup desain teknis yang tepat,
estimasi kebutuhan biaya, serta panduan operasional dan
pemeliharaan yang efektif. Pembangunan IPAL ini diharapkan dapat
mengurangi risiko pencemaran lingkungan, menjaga kualitas air tanah
dan badan air di sekitar TPST Padang Seni (Tuban-Kuta), serta
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat. Selain itu,
kajian ini bertujuan menyediakan model pengelolaan limbah lindi yang
berkelanjutan, yang tidak hanya bermanfaat bagi TPST Padang Seni
(Tuban-Kuta) tetapi juga dapat diterapkan di lokasi lain di Kabupaten
Badung, sebagai bagian dari komitmen daerah dalam perlindungan
lingkungan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan
(SDGs).