| Reason | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0734165608713000 | Rp 341,947,655 | 88.75 | - | |
| 0814706081541000 | Rp 344,975,180 | 87.5 | - | |
CV Alam Mitra Wanabakti | 09*7**3****11**0 | - | - | Tidak Hadir Pembuktian Kulaifikasi |
| 0802823336542000 | - | - | Tidak Hadir Pembuktian Kulaifikasi | |
| 0022652663541000 | - | - | Tidak Hadir Pembuktian Kulaifikasi | |
| 0029172699713000 | - | - | - | |
| 0725133573713000 | - | - | - | |
| 0029172475713000 | - | - | - | |
| 0022928865713000 | - | - | - | |
Sangklat Matas Pratomo | 06*9**9****03**0 | - | - | - |
| 0022398564651000 | - | - | - | |
Rekakarya Gunatama | 04*8**0****57**0 | - | - | - |
| 0756673489518000 | - | - | - | |
| 0031348659711000 | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
K/L/D/I : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
PROGRAM : 5.05 PROGRAM PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KEGIATAN : 5.05.02.2.03 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG EKONOMI
DAN PEMBANGUNAN
SUB KEGIATAN : 5.05.02.2.03.0009 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PEKERJAAN
UMUM
PEKERJAAN : KAJIAN FAKTOR PENYEBAB BANJIR DI WILAYAH DAS ARUT DAN
LAMANDAU
TAHUN ANGGARAN : 2024
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Banjir merupakan peristiwa saat air meluap dan membanjiri daerah yang biasanya kering,
seperti sungai yang meluber keluar dari alirannya atau air hujan yang tidak dapat diserap
oleh tanah. Banjir sering kali menyebabkan kerugian terhadap kehidupan masyarakat, baik karena
aktivitas masyarakat yang terganggu maupun kerugian materi akibat dari hilang atau rusaknya
peralatan yang dipergunakan oleh masyarakat, atau bahkan dapat juga menyebabkan kerugian non
materi yaitu korban jiwa. Oleh karena itu, penting untuk melakukan tindakan pencegahan dan
penanggulangan banjir agar dampak negatif tersebut dapat diminimalisir.
Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki 2 wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Arut dan
DAS Lamandau yang cukup besar. Tipologi pengembangan wilayah di Kabupaten Kotawaringin
Barat adalah berorientasi ke Sungai, dimana permukiman-permukiman lama cenderung
berkembang di sepanjang aliran sungai. Saat ini arah pengembangan kota mulai berada pada layer
darat tetapi tetap berada di sisi sungai.
Pada saat musim hujan seringkali terjadi banjir hampir di wilayah Kecamatan yang terhubung
dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Arut dan DAS Lamandau. Kejadian ini sebenarnya
sudah terjadi sejak masa lampau, ditandai dengan adaptasi permukiman terhadap sungai atau
riverfornt settlement baik dari level peil hunian, aksesibilitas, material, serta orientasi hunian. Banjir
terjadi dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa mencapai waktu lebih dari 1 bulan pada
beberapa kampung tepian sungai.
Beberapa tahun terakhir intensitas banjir menjadi semakin tinggi seiring dengan anomali cuaca yang
terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada tahun 2022 merupakan puncak banjir tertinggi dan
perkotaan mengalami kelumpuhan karena genangan air pada jalan protokol dan kawasan
perdagangan serta kawasan permukiman. Perubahan fungsi lahan terjadi di daerah hulu dalam
kurun waktu beberapa dekade terakhir, dimana fungsi hutan berubah menjadi kawasan perkebunan
yang tentu berpengaruh terhadap pola run off aliran air hujan yang menambah beban daya tampung
sungai. Pada bagian hilir, perubahan fungsi juga terjadi cukup besar untuk kawasan pengembangan
kawasan terbangun, dan beberapa titik kawasan pertambangan di bagian pesisir.
Kawasan Rawan Banjir menjadi salah satu pertimbangan dalam pertumbuhan investasi di
Kabupaten Kotawaringin Barat, potensi government lost juga cukup tinggi yang setiap tahun harus
ditanggung oleh Pemerintah Daerah, serta pada saat terjadi banjir mengganggu aktifitas
perekonomian yang ada.
Berdasarkan urgensi tersebut diatas, pada tahun 2023 Bappedalitbang Kabupaten Kotawaringin
Barat akan menyusun kajian penyebab banjir di Kawasan DAS Arut dan DAS Lamandau untuk
mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian banjir. Diharapkan dengan adanya
kajian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan untuk tindak lanjut dalam
penanganan banjir yang selama ini selalu terjadi.
2. Maksud dan Tujuan
Maksud pekerjaan ini adalah melakukan studi mengetahui faktor penyebab banjir Kawasan di
DAS Arut dan DAS Lamandau.
Tujuan dilaksanakan pekerjaan ini adalah menyediakan dokumen studi faktor penyebab banjir
kawasan di DAS Arut dan DAS Lamandau sebagai dasar pengambilan kebijakan, program
penanganan banjir, dan teknis penanganan banjir kawasan..
3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah
a. Teridentifikasinya Data Fisik Dasar yang mempengaruhi kejadian banjir
b. Teridentifikasinya perubahan penggunaan lahan di DAS Arut dan DAS Lamandau
c. Teridentifikasinya faktor pengaruh banjir di DAS Arut dan DAS Lamandau
d. Menentukan metode dan pola penanganan banjir di DAS Arut dan DAS Lamandau
e. Memberikan rekomendasi Teknis penanganan banjir di DAS Arut dan DAS Lamandau
4. Lokasi Pekerjaan
Kegiatan ini berada di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat pada wilayah administrasi yang
berada pada sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut dan DAS Lamandau.
5. Sumber Pendanaan
Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(DPA) Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kabupaten
Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 345.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh
Lima Juta Rupiah).
6. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen
a. Nama Pengguna Anggaran (PA): Prof. Dr. Ir. JUNI GULTOM, ST, MTP.
b. Organisasi Pengguna Anggaran (PA): Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
Kabupaten Kotawaringin Barat
B. RUANG LINGKUP
7. Data Dasar
a. RTRW Kabupaten Kotawaringin Barat
b. RP3KP Kabupaten Kotawaringin Barat
c. Data Hidrologi Kabupaten Kotawaringin Barat
d. Data Fisik Dasar Kabupaten Kotawaringin Barat
e. Masterplan Drainase Kabupaten Kotawaringin Barat
f. Kajian Risiko Bencana Kabupaten Kotawaringin Barat
8. Standar Teknis
a. SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir
b. SNI 6738:2015 Standar Terkait Analisis Hidrologi
9. Studi Terdahulu
Dokumen studi terkait yang pernah dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Barat
10. Referensi Hukum
a. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
b. Undang-Undang No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
c. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Lingkungan Hidup
d. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
e. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air
f. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penanggulangan Bencana
g. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
h. Perka BNPB No 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana
11. Lingkup Pekerjaan
a. Persiapan, tenaga ahli dan administrasi perijinan
Pengecekan personil, kantor/perlengkapan,
Koordinasi dengan instansi terkait,
Administrasi perijinan,
b. Pengumpulan data, antara lain:
Peraturan-perundangan dan standar teknis yang terkait.
Studi terdahulu atas perencanaan yang sejenis dan buku-buku perencanaan
pengembangan Sumber Daya Air di Kabupaten Kotawaringin Barat;
Pola/Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat;
RTRW Provinsi Kalimantan Tengah;
RTRW Kab. Kotawaringin Barat;
Masterplan Sistem Drainase di Kotawaringin Barat;
Data statistik daerah lokasi, yang berhubungan dengan dengan laju
pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman, industri, tingkat sosial ekonomi
masyarakat, yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air;
Data Perubahan Penggunaan Lahan
Data hidrologi, klimatologi, dan meteorologi;
Peta geologi permukaan;
Peta topografi;
Data primer berdasarkan pengamatan,observasi, wawancara dengan stackholder
terkait yang bisa diperhitungkan dalam teknis kajian.
Informasi-informasi lain terkait
c. Analisis Faktor Pengaruh Banjir
Pemetaan lokasi potensi genangan banjir
Pemetaan lokasi genangan banjir disusun menggunakan analisa peta DEM di lokasi
kajian dan data sekunder lain serta informasi kejadian banjir yang pernah terjadi di lokasi
kajian.
Analisis penyebab banjir meliputi
- Analisis Perubahan Tata Guna Lahan
- Analisis Hidrologi prakiraan peningkatan debit banjir yang terjadi akibat perubahan tata
guna lahan yang terjadi
- Analisis Pemanfaatan Ruang Sempadan Sungai dan pengaruhnya terhadap debit
banjir
- Analisis Permasalahan Pendangkalan sungai berdasarkan data sekunder dan
pengecekan ke lapangan
- Penyusunan rencana program upaya penanganan banjir baik secara struktural
maupun non struktural dalam bentuk indikasi program penanganan dan arahan
kebijakan secara teknis sebagai bahan tindak lanjut.
d. Temuan Studi
Kesimpulan Hasil Kajian
Rekomendasi tindak lanjut berdasarkan temuan studi
12. Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah Dokumen Kajian Penyebab
Banjir di Wilayah DAS Arut dan DAS Lamandau Kabupaten Kotawaringin Barat.
1. Laporan Pendahuluan sebanyak 2 (dua) eksemplar.
2. Laporan Antara sebanyak 2 (dua) eksemplar.
3. Laporan Akhir sebanyak 2 (dua) eksemplar.
4. Dokumen Kajian sebanyak 6 (enam) eksemplar.
5. Album Peta sebanyak 6 (enam) eksemplar.
6. Harddisk sebanyak 1 (satu) buah untuk menyimpan semua laporan dan dokumen.
Pangkalan Bun, 23 Januari 2024.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
Penelitian dan Pengembangan
Kabupaten Kotawaringin Barat
Pengguna Anggaran
Prof. Dr. Ir. JUNI GULTOM, ST, MTP
NIP. 19680609 199503 1 003